Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Self Care Managemen Pada Pasien Jantung Di Poli Jantung Rsi Pati Anis Inayah; Akbar Amin Abdullah; Ratna Ratna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3632

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan kesehatan merupakan upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok maupun masyarakat, sehingga melakukan apa yang diharapkan oleh pendidik. Dalam kesehatan, maka edukasi diberikan kepada klien atau keluarganya sehingga mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan kesehatannya. Penyakit jantung merupakan sindrom klinis yang bersifat kompleks dimana terjadi penurunan kemampuan memompa darah dari jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen di dalam tubuh. Tujuan edukasi yang diberikan oleh peneliti kepada klien gagal jantung adalah meningkatkan kemampuan klien mengambil keputusan yang terbaik bagi kesehatan sehingga klien dapat mencapai kesehatan yang diharapkan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang self care managemen pada pasien jantung di poli jantung RSI Pati Metode: Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan PreExperimental design. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan One Group Pretest-Posttest. Penelitian yang digunakan yaitu dengan uji non parametrik test dengan uji Wilcoxon untuk membandingkan subjek yang sama antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hasil: Dengan menggunakan Uji Wilcoxon didapatkan bahwa ada pengaruh antara Pendidikan Kesehatan terhadap self care managemen pada pasien jantung dengan hasil uji statistic yang menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai ρ value = 0.000 < α = 0.05 yang berarti hal ini menunjukkan bahwa Ha1 diterima. Jadi kesimpulan dari penelitan yaitu ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan self care managemen pada pasien jantung di poli jantung RSI Pati.
Hubungan Beban Kerja Dengan Burnout Perawat Rsu Diponegoro Dua Satu Klaten Yosi Murtiwi; Ratna Ratna; Yeni Rusyani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Nurses providing nursing services can experience workloads that cause stress, which can lead to burnout syndrome. The purpose of this study was to determine the relationship between workload and burnout among nurses at Diponegoro Dua Satu Klaten General Hospital. This study used a cross-sectional approach with proportional random sampling as the sampling technique. The instruments used were a workload questionnaire and a burnout questionnaire, and the analysis method employed was Kendall's tau B. The study found that 42 nurses (75%) had high workload and 36 nurses (64.3%) had low burnout. The statistical test yielded a P-value of 0.001, where P-value < α-value (0.05). The workload experienced by nurses is classified as high, while the burnout level is low; however, the burnout level falls within the low category. It is recommended that respondents establish work hour limits, take breaks when tired, and make optimal efforts in their work. Keywords: Workload, Burnout, Nurses ABSTRAK Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan dapat menimbulkan beban kerja dan mengakibatkan stress kepada perawat yang dapat mengakibatkan burnout syndrome. Tujuan penelitian ini untuk menetahui hubungan beban kerja dengan burnout perawat RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik sampling yaitu proportional random sampling, instrumen yang digunakan adalah kuesioner beban kerja dan kuesioner burnout, serta analisis yang digunakan yaitu Kendal tau B. Penelitian ini didapatkan 42 beban kerja tinggi (75%) dan 36 burnout rendah (64,3%). Hasil Uji statistik diperoleh nilai P value = 0.001 maka p value < nilai α (0.05). Beban kerja yang dialami perawat berada pada beban kerja tinggi dan tingkat burnout rendah namun untuk tingkat burnout berada dalam kategori redah. Diharapkan kepada responden agar menetapkan batasan jam bekerja, istirahat jika lelah, dan melakukan usaha yang optimal dalam pekerjaannya. Kata Kunci : Beban Kerja, Burnout, Perawat
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Pasien dalam Merawat Luka Diabetes Melitus di RSU Nurussyifa Kudus Dwi Heru Haryanto; Ratna Ratna; Dwi Puji Susanti; Feri Catur Yuliani
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.4985

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that continues to increase and may lead to complications such as diabetic wounds. Successful wound care is strongly influenced by patient adherence, which can be strengthened through family support. This study aimed to determine the relationship between family support and the level of patient adherence in caring for diabetic wounds at RSU Nurussyifa Kudus. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 34 respondents selected using total sampling. The instruments were a family support questionnaire and a wound care adherence questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most respondents had moderate family support (50.0%) and moderate adherence (52.9%). The Chi-Square test showed p value = 0.000 (p < 0.05) with χ² = 28.059, indicating a significant relationship between family support and patient adherence in diabetic wound care. Better family support tends to be followed by better wound care adherence.   Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang terus meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi berupa luka diabetes melitus. Keberhasilan perawatan luka sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien, yang salah satunya dapat diperkuat melalui dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka diabetes melitus di RSU Nurussyifa Kudus. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan perawatan luka. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori sedang (50,0%) dan tingkat kepatuhan kategori sedang (52,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai χ² = 28,059, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka diabetes melitus. Dukungan keluarga yang lebih baik cenderung diikuti oleh kepatuhan perawatan luka yang lebih baik.
PENGARUH KONSELING TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS JAKENAN KABUPATEN PATI Yuliati Yuliati; Ratna Ratna; Rizal Fajri
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12305

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan pengobatan untuk mengendalikan kadar gula darah. Ketidakpatuhan minum obat dapat meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan adalah melalui konseling. Tujuan : Mengetahui pengaruh konseling terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Puskesmas Jakenan Kabupaten Pati. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 98 pasien, dengan sampel 50 responden menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan pengobatan dan dianalisis secara statistik. Hasil Penelitian : Sebelum konseling, sebagian besar responden tidak patuh sebanyak 37 orang (74,0%). Setelah konseling, sebagian besar responden patuh sebanyak 35 orang (70,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05), sehingga terdapat perbedaan kepatuhan sebelum dan sesudah konseling. Simpulan : Konseling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan Di Desa Menganti, Kedung Jepara Ratna Ratna; Dwi Puji Susanti; Ulin Nafiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab kematian ibu adalah keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Padahal, deteksi dini terhadap risiko kehamilan dapat mencegah komplikasi yang berujung pada kematian ibu maupun bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mengenali dan mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya kehamilan di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Latar belakang kegiatan ini adalah masih tingginya angka komplikasi kehamilan yang terlambat ditangani karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali gejala awal kondisi berisiko. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan interaktif, dan simulasi studi kasus. Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, nyeri perut hebat, tekanan darah tinggi, gerakan janin berkurang, dan gejala preeklamsia. Pelatihan ini diikuti oleh 25 kader Posyandu yang aktif di wilayah tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, yang dibuktikan melalui pre-test dan post-test. Kader juga menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan komitmen untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan pelayanan Posyandu sehari-hari. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan, yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi dan kematian ibu hamil di tingkat desa. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan disertai monitoring untuk memastikan kesinambungan dampaknya.