Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rawat Inap Ayu Angger Putri M. Soleh; Lolita Indriani Putri
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic disorders that cause chronically elevated blood sugar levels. Patients with Type-2 Diabetes (DM-2), with complications or comorbidities, often receive polypharmacy. Polypharmacy has the potential to cause drug related problems (DRPs). The purpose of this study was to determine the pattern of prescribing antidiabetic drugs and DRPs in DM-2 patients at the Mitra Sehat Medika Hospital, Pasuruan, from March 1, 2021 to August 30, 2021. The study design was observational with retrospective data collection. The research data was obtained from the patient's medical records, then the data were analyzed descriptively and the DRPs were identified using the Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) version 9.00. The results obtained 78 patients, 33 men (42.3%) and 45 women (45.7%). The majority of the age group experiencing DM-2 were 45–59 years old (n = 62; 79.5%). Hypertension was the most common comorbid (n = 12; 25.0%). The average length of hospitalization was 3.76 ± 1.009 days. After being hospitalized, 75 patients had controlled sugar level (96.2%), other patients referred to another hospitals. All patients (n = 78; 100.0%) received polypharmacy therapy (≥ 5 drugs). The pattern of prescribing antidiabetic drugs used was a combination of insulin glulisine + insulin glargine (n = 54; 69.2%), insulin glulisine (n = 19; 24.4%), the combination of insulin glulisine + insulin glargine + glimepiride (n = 4; 5.1%), the combination of insulin glulisine + glimepiride (n = 1; 1.3%). The occurrence of DRPs was related to the effectiveness of the treatment (n = 23; 29.5%), and the safety of the treatment (n = 15; 19.2%).
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN NUGET TERFORTIFIKASI DAUN PEPAYA JEPANG (Cnidoscolus aconitifolius) DI SEKOLAH TANGGUH (SELANTANG) JEMBER Hidayati, Sholihatil; Susanti, Dhina Ayu; Soleh, Ayu angger Putri M.; Destiawan, Rian Anggia; Sati, Wima Anggita; Purwati, Aliyah; Nabila, Talitha Vanian; Anggraeni, Linda Suci
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11372

Abstract

Seiring bertambah usia di masa lansia, maka organ-organ dalam tubuh pun juga ikut mengalami penuaan. Sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan mengapa lansia rentan terserang berbagai penyakit, termasuk infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) berada di Perumahan Griya Mangli Indah Blok BA 01, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Sekoleh ini diikuti oleh para kader Lansia Perempuan dari Perumahan Griya Mangli. Jumlah kader yang aktif menjadi anggota sekoalah ini yaitu sekitar 30 orang. Program yang telah di jalankan dimana para lansia akan mendapatkan berbagai materi pengetahuan, seperti tujuh dimensi lansia dan gizi lansia, hingga kegiatan yang menyenangkan lainnya, seperti terapi syukur, senam lansia, kewirausahaan, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan, antara lain lansia rawan mengalami gangguan gizi dan infeksi penyakit, kurangnya pemahaman lansia terkait Kesehatan, beberapa orang lansia memiliki tingkat ekonomi rendah sehingga enggan untuk membeli produk vitamin dipasaran yang dinilai mahal, kurangnya kreatifitas lansia dalam mengolah makan yang memiliki kandungan gizi tinggi menjadi produk makanan olahan yang baik. PKM ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan dalam pembuatan nuget terfortifikasi daun pepaya jepang untuk meningkatkan Kesehatan dan daya tahan tubuh kepada lansia di SELANTANG Jember. Pada saat PKM ini dilakukan, respon lansia di Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember sangat antusias, dimulai dari pengarahan pembuatan Nuget dan proses pembuatannya berlangsung secara baik dan lancar. Sebelum dan sesudah pembuatan Nuget, para lansia diminta untuk mengerjakan pretest da post test yang berkaitan dengan PKM ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai post test meningkat menjadi 8,09. Pelatihan pembuatan nuget terfortifikasi daun pepaya jepang berjalan dengan baik dan para siswa juga mengikuti kegiatan dengan antusias.
PELATIHAN PEMBUATAN HEALTHY DRINK INSTAN DI SEKOLAH TANGGUH (SELANTANG) JEMBER Hidayati, Sholihatil; Susanti, Dhina Ayu; Soleh, Ayu Angger Putri M.; Swastika, Melur Tri; Mayasari, Shinta; Nabila, Talitha Vanian; Anggraeni, Linda Suci
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11438

Abstract

Lansia adalah kelompok usia yang sering kali menghadapi berbagai tantangan, baik fisik maupun mental. Proses penuaan membawa perubahan yang signifikan dalam kesehatan, mobilitas, dan kesejahteraan emosional. Pemberdayaan lansia merupakan upaya menjadikan lansia tetap sehat, tetap aktif, dan terus produktif, dengan memberikan pemaparan tentang IPTEK dalam komunitas antara generasi. Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) berada di Perumahan Griya Mangli Indah Blok BA 01, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Di sekolah ini lansia diberikan ilmu dan pengalaman yang sangat mendukung kelangsungan hidup mereka di usia lanjut. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi antara lain lansia memiliki penyakit kronis seperti diabetes, rematik, penyakit jantung, dan masih banyak lagi. Beberapa lansia memiliki perekonomian yang mungkin berada di tingkat tengah ke bawah, sehingga mereka kurang mengerti dan peduli terhadap kesehatannya sendiri. PKM ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan terkait pola hidup yang sehat dan pelatihan pembuatan Healthy Drink Instan untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh kepada lansia di SELANTANG Jember. Pada saat PKM ini dilakukan, para lansia tersebut sangat antusias dan merespon dengan sangat baik, dimulai dari pembukaan, penyampaian materi, dan juga saat pelatihan pembuatan Healthy Drink Instan nya. Sebelum dan sesudah membuat Healthy Drink Instan, para lansia diminta untuk mengerjakan pretest dan postest yang berkaita dengan PKM ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai pada lansia setelah mereka menyimak penyampaian materi dan melakukan pembuatan Healthy Drink Instan. Pelatihan pembuatan Healthy Drink Instan ini berjalan dengan baik dan memberikan banyak manfaat.
EVALUASI FORMULA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT DAUN PEPAYA JEPANG (CNIDOSCOLUS ACONITIFOLIUS) Hidayati, Sholihatil; Ayu Susanti, Dhina; Anggia Destiawan, Rian; Angger Putri M. Soleh, Ayu; Salsa Safitri, Avrillia; Kalyana Meta, Nilanda
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.413

Abstract

Stres oksidatif bertanggung jawab pada permulaan dan/atau perkembangan beberapa penyakit kanker, diabetes, gangguan metabolisme, aterosklerosis, dan penyakit kardiovaskular. Antioksidan dapat menghambat ROS melalui proses donor elektron sehingga ROS lebih stabil. Antioksidan alami dapat menurunkan insiden penyakit degeneratif akibat stres oksidatif dan meningkatkan kapasitas antioksidan dalam tubuh. Salah satu sumber bahan alam yang berpotensi sebagai antioksidan daun papaya jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mencari formulasi terbaik ekstrak daun papaya jepang dalam sediaan granul effervescent. penelitian dilakukan dengan membuat formulasi granul effervescent dengan metode granulasi basah dengan perbedaan konsentrasi mannitol dan PVP sebagai bahan pengikat. Evaluasi mutu fisik terdiri atas uji laju aliran dan penentuan sudut istirahat, bulk density, tapped density, compressibility index (CI) dan hausner ratio (HR), waktu buih, stabilitas fisik. aktivitas antioksidan di lakukan dengan metode DPPH menggunakan instrument spektrofotometer pada Panjang gelombang 517 nm. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS uji anova dan uji lanjutan post hoc (Tukey) dengan nilai signifikansi di p<0,05. Berdasarkan hasil evaluasi granul effervescent daun pepaya jepang pada formula FI, FII dan FIII telah memenuhi standar dengan hasil laju alir 6,25 g/mL - 7,17 g/mL, sudut istirahat 25,75o - 28,18°, tapped density 0,50 g/mL - 0,55 g/mL, compressibility index 5,78% -14,49%, hausner ratio 0,855 - 0,92, waktu buih 1 menit 31 detik - 1 menit 33 detik, organoleptis berwarna hijau tua, berbentuk granul kasar, aroma khas pepaya dengan pH 5,4 - 5,6 dan kadar lembab 0,62% - 84%. Aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 adalah FI 22,75 μg/mL, FII 26,87 μg/mL dan FIII 24,84 μg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formulasi FI merupakan formulasi terbaik yang diperoleh dari formulasi granul effervescent daun pepaya jepang karena mempunyai sifat fisik yang baik dan mempunyai aktivitas antioksidan paling kuat.
Formulation And Physical Properties Testing Of Lip Tint Preparations Of Akalifa Leaf Extract (Acalypha Wilkeisiana Mueill. Arg) Mayasari, Shinta; Siti Nur Maulita; Ayu Angger Putri M. Soleh; Fendy Prasetyawan; Arista Wahyu Ningsih
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cosmetics are preparations of several ingredients for external use such as skin epidermis, hair, nails, lips, teeth and oral cavity. Lip tint is a lip coloring product that helps lips become more colorful and fresher. One of the plants that can be used as a natural dye is akalifa leaves (Acalypha wilkeisiana Müeill. Arg.). Based on research, akalifa leaves contain chemicals, namely, saponins, flavonoids, tannins, polyphenols, alkaloids. To make formulations and test the physical properties of lip tint preparations with concentrations of 10%, 13%, 16%.This research method uses a laboratory experimental design. The sample used in this research was akalifa leaf extract which was obtained by the maceration extraction method using 96% ethanol solvent. Physical property tests carried out include organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, irritation tests, spreadability tests, hedonic tests. The data will then be analyzed with one way ANOVA tests and LSD tests. The formulation results from concentrations of 10%, 13%, 16% which were liked by many panelists were F3. Evaluation of the physical properties of organoleptic tests on 4 lip tint preparations of akalifa leaf extract and one of them without extract (blank) has a clear color (F0), pink color (F1), red color (F2), deep dark red color (F3). The results of the irritation test at F0 – F3 showed that there was no irritation among the panelists. The parameters for protecting against irritation reactions were reviewed based on the presence of mild erythema, clear erythema, and strong erythema. The lip tint formulation with a concentration of akalifa leaf extract  16% (F3) was most preferred by the panelists. The physical properties observed include organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, irritation tests, spreadability tests, and liking tests, all of which show good results and are safe to use.
THE FORMULATION AND PHYSICAL PROPERTY TEST OF LIP TINT PREPARATION FROM MANGOSTEEN PEEL EXTRACT (Garcinia mangostana L.) AS A NATURAL COLOR Haniva Haika; Ayu Angger Putri
Indonesian Pharmacopeia Journal Vol. 2 No. 2 (2025): 31 July 2025
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/ipj.v2i2.51

Abstract

The development of technology in this modern era has increased the demand for beauty products, especially lip colorants such as lip tint, continues to increase. However, many commercial products contain harmful ingredients that can cause irritation. As an alternative, natural colorants are safer. Mangosteen rind (Garcinia mangostana L.) can be used as a natural colorant and contains xanthones, anthocyanins, saponins, and tannins. To determine whether varying concentrations from mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.) affect the physical properties and hedonic evaluation of lip tint preparations. This study used a laboratory experimental design. The sample used was mangosteen fruit peel extract (Garcinia mangostana L.) obtained by Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) method using 96% ethanol solvent with a ratio of (1:5). Evaluation of the preparation includedEvaluation of physical characteristics (appearance, uniformity, pH level, ability to spread and stickiness) and hedonic test. Data were analyzed using SPSS 25.
Uji Stabilitas Siklik Hair Growth Tonic Seledri (Apium Graveolens L.) Celery (Apium Graveolens L.) Hair Growth Tonic Cycling Test Ayu Angger Putri M. Soleh; Mery Dian Frissanty; Nafisah Isnawati; Dina Trianggaluh Fauziah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6967

Abstract

Kerusakan rambut akibat kebiasaan harian, lingkungan, dan kondisi kesehatan mendorong permintaan tonik penumbuh rambut yang aman, namun bahan sintetis seperti minoxidil berisiko menyebabkan alergi dan sakit kepala. Apigenin dari seledri (Apium graveolens L.) menjadi alternatif alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan stabilitas siklik hair growth tonic ekstrak daun seledri konsentrasi 4%, 9%, dan 14%. Penelitian eksperimental kuantitatif pra-post test menggunakan tiga formula tonik 100 ml sebagai sampel purposif. Instrumen meliputi pH meter, viskometer, piknometer, dan SPSS 25 untuk uji normalitas Shapiro-Wilk diikuti uji Wilcoxon/T-paired (Sig >0,05). Hasil menunjukkan tidak ada perubahan signifikan parameter fisikokimia (karakteristik fisik, ketersebaran zat aktif, pH 3-7, densitas <1 g/ml) selama 6 siklus pada semua formula, meskipun konsentrasi 14% melebihi batas viskositas (7,7 cPs >5 cPs) siklus ke-3. Konsentrasi lebih tinggi menurunkan pH, meningkatkan densitas dan viskositas. Kesimpulannya, konsentrasi 4% dan 9% menunjukkan stabilitas siklik sangat baik, mendukung pengembangan kosmetik herbal.