Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran social studies di sekolah menengah atas Tasrif, Tasrif
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.29490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran social studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah menengah atas. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Ada dua sumber data yang digunakan dalam penelitian, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa HOTS mengandung pemikiran secara kritis, kreatif, dan analitis terhadap informasi dan data dalam memecahkan permasalahan. Dalam konteks pembelajaran IPS di sekolah menengah atas, peserta didik mampu mencapai pemikiran tingkat tinggi melalui desain pembelajaran inquiry, discovery learning, dan student-centered learning yang dapat memicu peserta didik mencapai pemikiran tingkat tinggi. Melalui HOTS peserta didik memiliki kemampuan untuk mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan, dan menganalisis materi. Selain itu, kemampuan dan konsep HOTS perlu dikembangkan sejak dini. Pendekatan semacam ini yang sangat sesuai dengan anjuran Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.AbstractThis study aims to understand the concept of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in high school learning social studies. This type of research is descriptive using qualitative. Research using a purposive sampling technique. Two data sources are used in this research, namely primary and secondary data. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used Miles and Huberman's interactive model. The results of this study indicate that HOTS contains critical, creative, and analytical thinking about information and data in solving problems. In social studies learning in senior high schools, students can achieve higher-order thinking through inquiry learning designs, discovery learning, and student-centered learning, which can trigger students to achieve higher-order thinking. Through HOTS, students can observe, ask questions, reason, try, communicate, and analyze material. In addition, HOTS capabilities and concepts need to be developed early on. This approach is in line with the recommendations of the Kurikulum 2013 Curriculum and Kurikulum Merdeka.
Dampak Psikososial Perilaku Perundungan Siswa di SDN 44 Kota Bima Raihan, Raihan; Tasrif, Tasrif; Waluyati, Ida
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.1986

Abstract

Perundungan (bullying) adalah salah satu ekspresi kekerasan yang paling umum terjadi dalam konteks teman sebaya selama masa sekolah. Penelitian tentang perundungan dimulai lebih dari empat puluh tahun yang lalu. Perundungan didefinisikan sebagai tindakan agresif dan disengaja dilakukan oleh kelompok atau individu secara berulang-ulang serta dalam jangka waktu yang lama terhadap korban yang tidak dapat dengan mudah membela diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikososial perilaku perundungan pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 44 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan utama penelitian ini terdiri dari para siswa kelas VI. sedangkan informan tambahan adalah para guru kelas dan wali kelas. Metode penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive random sampling. Metode pengumpulan data penelitian dilakukan melalui teknik wawancara secara mendalam dan observasi. Tekhnik analisis data dilakukan melalui tahapan-tahapan sistematis yakni reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data. Teknik keabsahan data dilakukan melalui teknik trianggulasi sumber, teknik, serta waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku perundungan di SDN 44 Kota Bima dapat menyebabkan gangguan emosional dan mental pada korban antara lain mengalami kecemasan, depresi, stres, serta kehilangan kepercayaan diri. Perilaku perundungan juga dapat menyebabkan dampak isolasi sosial, perasaan kesepian serta penurunan kualitas hidup
Penerapan New Normal dalam Masa Pandemi Covid 19 di Sekolah Waluyati, Ida; Tasrif, Tasrif
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 5 No 1 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v3i2.362

Abstract

New normal sebagai tatanan kehidupan normal yang baru bagi masyarakat di tengah-tengah pandemi covid-19.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan new normal pada masa pandemi covid-19 di sekolah (studi deskriptif di SMPN 5 SAPE, BIMA).Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif.Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, guru, siswa, serta orang tua siswa yang dipilih secara purposive sampling.Instrumen pengumpulan data berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi.Teknik analisis data penelitian menggunakan tahap reduksi, penyajian, serta verifikasi.Pengujian keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan new normal pada masa pandemi covid-19 di SMPN 5 SAPE, Bima adalah sekolah mewajibkan siswa, guru, tamu, serta warga sekolah memakai masker dari rumah sampai pulang sekolah, melakukan cek suhu, menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, kegiatan pembelajaran dibagi menjadi dua shift, jumlah tatap muka siswa menjadi 40-50 persen, guru berkreasi dan berinovasi, mengembangkan bahan ajar lalu mengaktifkan pembelajaran jarak jauh melalui tugas-tugas, tempat duduk siswa dalam kegiatan pembelajaran diatur dengan jarak minimal 1 (satu) meter dimana siswa memakai kursi dan meja yang tetap dengan memberi merek atau nomor untuk menghindari pertukaran, kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan, siswa dianjurkan membawa membawa bekal makanan dari rumah, setelah melakukan KBM setiap sekolah wajib melakukan penyemprotan disinfektan terhadap ruang kelas, ruang tertentu dan perpustakaan, fungsi UKS ditingkatkan untuk pencegahan covid, sekolah membuat spanduk atau pamflet yang berisi edukasi terkait pencegahan covid serta langkah yang harus dilakukan didepan pintu gerbang agar dapat dibaca langsung secara jelas setiap siswa dan warga sekolah lainnya sebelum memasuki lingkungan sekolah. Selanjutnya, demi terlaksananya penerapan new normal di sekolah berjalan dengan baik, maka pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat membentuk tim yang memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di sekolah.
Dampak Covid 19 Terhadap Perubahan Struktur Sosial Budaya dan Ekonomi Tasrif, Tasrif
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 5 No 1 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v3i2.366

Abstract

Artikel ini berujuan mengetahui dampak sosial budaya dan ekonomi yang ditimbulkan dari merebaknya pandemi covid 19 yang telah menginfeksi manusia di seluruh dunia. Virus covid 19 yang berasal dari kota Wuhan, China ini telah bermigrasi ke seluruh negara termasuk Indonesia. Menurut WHO Virus ini telah membunuh hampir 300 ribu manusia di luruh penjuru dunia. Terkonfirmasi ada 28 ribu orang positif, 1.500 meninggal di Indonesia. Kajian artikel ini menggunakan metode deskriptif fenomenologis. Metode ini berusaha mengungkap bagaimana perubahan-perubahan kecil hingga perubahan besar lainya yang diakibatkan oleh pandemic virus. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori sosial modal sosial untuk menyelesaikan masalah corona. Temuan dari artikle ini adalah pandemi virus covid 19 telah merubah cara pandang manusia terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama PHBS, semakin jaraknya hubungan fisik antar-manusia. Corona juga diprediksi akan menciptakan kemiskinan dan kelaparan baru bagi Indonesia. Dalam aspek berpikir corona merombak cara berpikir masyarakat secara saintis dan gaya hidup.
Kurikulum Multikulturalisme Untuk Pendidikan Berkeadilan Tasrif, Tasrif; Waluyati, Ida; Irfan, Irfan; Arif, Arif
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v4i1.426

Abstract

Multikultural adalah khazanah bangsa dan dunia. Multikulturalism harus menjadi dasar filosofis dalam membuat kebijakan dan perencanaan pendidikan. Pendidikan belum sepenuhnya berwajah multikultural. Nilai-nilai multikultur harus mengejewantah ke semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebijakan pendidikan yang tidak mengadopasi nilai-nilai multikulturalisme menyisahkan disparitas pendidikan antara pusat dan daerah, suku satu dengan lain. Sekolah menyambut dan menyediakan siswa yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Sekolah dan pendidik harus responsif secara cultural sebagai bentuk penghormatan terhadap pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural adalah pendekatan progresif, alat untuk mentransformasikan pendidikan yang mengkritisi dan memperbaiki literasi rasial dan kebijakan yang diskriminatif di dalam pendidikan. Kurikulum yang multikultur harus diterapkan untuk menguatkan cita-cita keadilan sosial.
Optimalisasi Manajemen Kasus untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Bima Nurnazmi, Nurnazmi; Tasrif, Tasrif; Ramadan, Syahru; Syaifullah, Syaifullah; Waluyati, Ida
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3389

Abstract

Kasus perempuan dan anak dalam berbagai kasus, seperti kasus kekerasan terhadap perempaun dan anak (KTP/KTA), Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Pernikahan Usia Anak di Indonesia yang kasusnya belum terselesaikan beberapa kasus, muncul lagi kasus yang baru. Data kasus tiga tahun terakhir, tahun 2021 terdapat 36 kasus, mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2022 terdapat 71 kasus sedangkan tahun 2023 mengalami menurunan menjadi 54 kasus. Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan terdiri dari 20 informan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisi spirat John Creswell dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data. Alur manajemen kasus untuk perlindungan perempuan dan anak antara lain: perjalinan relasi (engagement), penilaian (assessment), rencana (planning), intervensi (intervetion), pemantauan (monitoring), evaluasi (evaluation), terminasi (termination), dan tindak lanjut (follow-up).
Development of an Eye Health Literacy Module to Prevent the Negative Impacts of Gadget Use among Elementary School Students Tasrif; Arifuddin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.12915

Abstract

This study aims to develop and evaluate an eye health literacy module based on the ADDIE model and a Problem-Based Learning (PBL) approach to strengthen elementary school students’ understanding of the negative impacts of gadget use. The research employed a research and development (R&D) design consisting of needs analysis, design, expert validation, implementation, and evaluation. A total of 72 students participated, selected purposively based on their high daily exposure to digital devices. The instruments, namely, an eye health literacy test and expert validation sheets were reviewed by specialists in education, health, and instructional media. Validation results yielded an average score of 87.6%, categorized as highly feasible. The effectiveness test demonstrated a significant improvement in literacy scores, increasing from 61.4 (pre-test) to 83.7 (post-test) (t = 9.84; p < 0.001). Indicator-based analysis showed consistent enhancement across basic eye-health knowledge, awareness of gadget-related risks, eye-care habits, preventive strategies, and positive health attitudes. These findings confirm that the module not only strengthens conceptual understanding but also fosters preventive behavioral change. The novelty of this study lies in integrating PBL with eye-health literacy materials tailored to students’ digital routines, offering a contextual, interactive, and practice-oriented learning resource. Thus, this module is feasible, practical, and effective as an innovative educational medium and a preventive strategy to mitigate visual health risks associated with prolonged gadget use among elementary school students.
Development of Literacy Module Based on the Local Wisdom of Maja Labo Dahu Using the Teaching at the Right Level (TaRL) Approach Tasrif Tasrif; Nurhasanah Nurhasanah
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2024): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/improvement.v11i2.49693

Abstract

Literacy is the most important element in the education and learning process. Basic literacy consists of reading and writing. Student learning outcomes start from students' ability to master basic literacy. The development of literacy modules is an innovation in learning learning innovation for students in primary school. Module development literacy module development based on local wisdom with the Teaching at the Right Level (TaRL) approach is very effective to address students' needs and pedagogical approach is very effective to answer the needs and pedagogical needs of students. The purpose of the research to develop a literacy module, analyze its feasibility and effectiveness to improve literacy learning outcomes. effectiveness to improve literacy learning outcomes. This research is Research and Development (R&D) model with ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement and Evalutie) model. The research subjects were teachers and students grade V of SDN Nanga Na'e and SDN Radu. Data collection used questionnaires, observation sheets and interview guidelines. The results showed that; (1) the process of developing a module based on local wisdom majalabo dahu with the TaRL approach resulted in a literacy module teaching material product. TaRL approach resulted in literacy module teaching material products, (2) the product products are very feasible from the material aspect (84.4%), media aspect (91.2%), and learning aspects (89.8%). (3) the module product is effective in improving students' learning literacy. The learning outcomes of students who were treated with the module based module based on majalabo dahu local wisdom with TaRL approach is higher than without the module based on local wisdom. higher than without module based on majalabo dahu local wisdom with TaRL approach (thit = 0.05). with TaRL approach (thit = 3.756, p-value = 0.0005). Students' positive response to the module based on local wisdom majalabo dahu with TaRL approach approach that has been developed obtained student feedback of 84.8%. Conclusion This research is a module product based on majalabo dahu local wisdom with the TaRL approach developed in elementary schools. TaRL approach developed in elementary schools has gone through the appropriate development procedure, has a very feasible development procedures, has excellent feasibility, and is effective in improving students' literacy learning outcomes in elementary school.
Intelligence Artificial Generative and Literacy Social; Exploration Involvement Critical Student in Understand Problem Social Culture Student Tasrif; ST. Nurbayan; Ida Waluyati
Journal of Educational Studies Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v3i1.4697

Abstract

Development Generative Artificial Intelligence (GenAI) has change method student obtaining and processing information, but its utilization in Sociology Education learning Not yet fully directed at strengthening literacy social and engagement critical in understand problem social culture. Previous studies more Lots discuss GenAI effectiveness, achievements learning, AI literacy, and integrity academic, while studies that explore How student using GenAI to interpret problem social culture through perspective sociological and contextual wisdom local Still limited. Research This aim analyze GenAI utilization and exploring form involvement critical Sociology Education student at Nggusuwaru University in understand problem social culture. Research use approach qualitative descriptive with involving 12 students and 3 lecturers as selected informants? in a way purposive. Data collected through interviews, observations, and documentation as well as analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results of the study conclude that GenAI is utilized For exploration information, understanding concepts and theories sociology, research perspective alternatives, as well as development of academic ideas. Involvement critical student formed through five processes, namely exploration, verification, evaluation, contextualization, and reflection. Students compare GenAI output with source scientific, reality social culture, theory sociology, and values Maja Labo Dahu. Research produce the concept of “AI-assisted but human-led social learning”, which positions GenAI as tool help exploration, while student still become actor main in evaluation, interpretation, and meaning social. Findings This confirm importance GenAI's critical, contextual, and reflective learning in Sociology of Education