Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STRATEGI PERUSAHAAN MENGHADAPI DEPRESIASI OPERASIONAL DALAM MASA COVID-19 DAN DAMPAKNYA BAGI KEBERLANJUTAN OPERASIONAL PERUSAHAAN Dharmajaya, Muhamad Agung; Harmono, Harmono; Setiawan, Ronni Cahyo; Ekanto, Joko
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 8 No 3 (2021): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v8i3.2039

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan gangguan yang substantif pada operasional perusahaan khususnya perusahaan yang tidak memungkinkan migrasi ke basis elektronik. Di sisi lain, sejumlah perusahaan akan dihadapkan pada permintaan yang mendadak khususnya jika perusahaan tersebut mengalami peningkatan peran yang vital pada masa pandemi. Pada kedua kasus, dapat terjadi depresiasi operasional baik karena operasional yang jauh di bawah kapasitas atau sebaliknya, jauh melebihi kapasitas. Sejumlah strategi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan dalam situasi depresiasi operasional tersebut. Strategi ini dapat berupa pemeliharaan preventif, pemeliharaan jarak jauh, penerapan protokol keamanan dan kebersihan, optimisasi manajemen persediaan, pengawasan pada pengeluaran dan pemeliharaan operasional. Dalam makalah ini, melalui penelitian kuantitatif dengan pendekatan regresi linier, kami memeriksa pengaruh strategi-strategi tersebut pada perusahaan-perusahaan di Indonesia di sektor manufaktur terhadap kinerja operasional perusahaan. Sampel terdiri dari 65 perusahaan di sektor industri di kawasan Surabaya. Hasil menunjukkan kalau pemeliharaan preventif berpengaruh signifikan pada keberlanjutan operasional perusahaan. Hasil dari penelitian ini bermanfaat bagi perusahaan di bidang industri dalam meningkatkan keberlanjutan operasional perusahaan di masa gangguan substantif.
Cultural Roots of Pandemic Response Strategy and Its Interplay with Economic Performance Muhamad Agung Dharmajaya; Zaharuddin Zaharuddin; Kemal Taufiq
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 20 No 2 (2021): Fokus Bisnis
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v20i2.982

Abstract

Nilai-nilai kultural memberikan efek pada berbagai bidang kehidupan, sehingga terdapat kemungkinan bahwa nilai kultural juga berperan dalam bagaimana cara pemerintah suatu negara menangani pandemi. Karena pandemi maupun kebijakan penanganan pandemi juga berdampak pada ekonomi, menjadi penting untuk mengetahui pula bagaimana kebijakan ini berinteraksi dengan kinerja ekonomi suatu negara. Penelitian ini memeriksa perbedaan nilai kultural (materialisme, otonomi, sekularisme, jarak kekuasaan, maskulinitas, individualisme, dan penghindaran ketidakpastian), kebijakan keketatan pembatasan (stringency index), laju transmisi Covid-19, dan kinerja ekonomi negara-negara di dunia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 42 negara di dunia menggunakan metode regresi berganda. Temuan penelitian ini mengungkapkan kalau nilai kultural dapat membentuk respon terhadap pandemi maupun laju transmisi Covid-19, namun tidak berdampak langsung pada kinerja ekonomi negara. Penelitian ini memiliki implikasi kebijakan dengan mempertimbangkan risiko pandemi selanjutnya di masa datang.
Penguatan Regulasi Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Masyarakat M. Agung Dharmajaya; Hassanain Haykal; Yosep Seftiadi
Fokus Bisnis Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol. 22 No. 2 (2023): Fokus Bisnis
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokbis.v22i2.688

Abstract

Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan konstitusional Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka pemerintah perlu mengembangkan kebijakan strategis terkait Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM). UMKM telah diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebagai payung hukum, di samping peraturan perundang-undangan lainnya. Namun demikian, di sisi lain, pelaksanaan pengembangan UMKM khususnya di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai permasalahan antara lain aksesbilitas, manajemen, permodalan, teknologi, bahan baku, informasi dan pemasaran, infrastruktur, birokrasi dan pungutan, kemitraan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini, yaitu yuridis normatif dengan sifat deskripsi analitis dan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan serta konseptual. Data yang digunakan yaitu Data Sekunder yang didukung oleh Data Primer. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rangka pengembangan UMKM di Indonesia diperlukan instrumen hukum yang menjadi landasan dan acuan dalam pelaksanaannya, sehingga persoalan yang dihadapi oleh UMKM dapat teratasi.
GIMICS AS A POLITICAL COMMUNICATION APPROACH Muhamad Agung Dharmajaya; Nani Nurani Muksin; M. Elfan Kaukab; Wan Noor Hazlina Wan Jusoh
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 16 No. 1 (2024): Communication Culture & Digitalization
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v16i1.9596

Abstract

The use of political communication through gimmicks to increase candidate popularity continues to emerge, although traditional methods are still partly relevant. However, gimmicks without substance are a challenge for candidates and democratization. This research aims to see the relevance of gimmicks as an alternative to political communication. The method used in this research is descriptive qualitative. The findings show that gimmicks can be used as a political communication approach. Strengthening the gimmick is important, especially when offering the candidate's ideas. Political communication through gimmicks is too focused on entertainment and does not fully address the need for reform ideas in resolving public issues.
Implikasi Ekonomi UU Telekomunikasi Nomor 36 Tahun 1999 dan Ekosistem Komunikasi Digital Muhamad Agung Dharmajaya; Muhamad Isnan Nur Ikhwan; Fajri Syahiddinillah; Harmonis Harmonis
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 23, No. 1 June 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v23i1.3643

Abstract

Telecommunications is important in the current era because it allows people to connect with each other and access information and services easily and quickly. The aim of this research is to analyze the economic implications of the Universal Access Telecommunications Law on regulatory review and its impact on the digital communications ecosystem. This study used qualitative research methods. The data collection technique in this research uses the literature study method. The data that has been collected is then analyzed through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that telecommunications inequality is one of the challenges in efforts to advance the nation through information and communication technology innovation, while the right to obtain telecommunications is a right that every Indonesian citizen has. In Law no. 36 of 1999, in article 16 there are regulations regarding the implementation of universal access, universal service is a policy that aims to ensure the availability of telecommunications services and internet access that is equitable and affordable for all communities, especially poor and remote communities.
Komunikasi Politik dalam Lanskap Digital: Inovasi hingga Disinformasi Berita Politik Dharmajaya, Muhamad Agung; Abdurrohman, Haidar; Harmonis, Harmonis
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.315

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mentransformasi komunikasi politik secara mendasar, memberikan peluang untuk inovasi dalam penyampaian pesan dan keterlibatan masyarakat. Namun, era digital juga menghadirkan tantangan serius, terutama disinformasi yang dapat merusak proses demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi yang muncul dalam komunikasi politik digital dan mengidentifikasi tantangan yang diakibatkan oleh penyebaran disinformasi. Dengan pendekatan kualitatif berbasis analisis data sekunder, penelitian ini mengungkap bahwa platform digital mampu memperluas akses informasi politik dan memperkuat partisipasi masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko manipulasi informasi. Artikel ini menawarkan rekomendasi strategis bagi aktor politik dan masyarakat untuk memaksimalkan manfaat teknologi digital sambil meminimalkan dampak negatif disinformasi.
GIMICS AS A POLITICAL COMMUNICATION APPROACH Dharmajaya, Muhamad Agung; Muksin, Nani Nurani; Kaukab, M. Elfan; Jusoh, Wan Noor Hazlina Wan
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 16 No. 1 (2024): Communication Culture & Digitalization
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v16i1.9596

Abstract

The use of political communication through gimmicks to increase candidate popularity continues to emerge, although traditional methods are still partly relevant. However, gimmicks without substance are a challenge for candidates and democratization. This research aims to see the relevance of gimmicks as an alternative to political communication. The method used in this research is descriptive qualitative. The findings show that gimmicks can be used as a political communication approach. Strengthening the gimmick is important, especially when offering the candidate's ideas. Political communication through gimmicks is too focused on entertainment and does not fully address the need for reform ideas in resolving public issues.
The Role of Convergent Media in Maintaining Public Trust During the Political Year in Indonesia Dharmajaya*, M. Agung; Setiawan, Asep
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 4 (2023): Educational, Historical Studies and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i4.35801

Abstract

Convergent media plays an increasingly important role in shaping people's views and understanding of politics. The purpose of this study is to understand the role of convergent media in maintaining public trust in a political year. This research was conducted using qualitative research methods. The data collection technique in this research is a literature study that has been indexed by Google Schoolar. The data that has been collected is then analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that convergent media has an important role in maintaining public trust in the political year. Convergent media can act as providers of accurate and balanced information, providers of space for the public to participate in the political process and guardians of media independence.
Penguatan Regulasi Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dharmajaya, M. Agung; Haykal, Hassanain; Seftiadi, Yosep
Fokus Bisnis Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol. 22 No. 2 (2023): Fokus Bisnis
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokbis.v22i2.688

Abstract

Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan konstitusional Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka pemerintah perlu mengembangkan kebijakan strategis terkait Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM). UMKM telah diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebagai payung hukum, di samping peraturan perundang-undangan lainnya. Namun demikian, di sisi lain, pelaksanaan pengembangan UMKM khususnya di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai permasalahan antara lain aksesbilitas, manajemen, permodalan, teknologi, bahan baku, informasi dan pemasaran, infrastruktur, birokrasi dan pungutan, kemitraan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini, yaitu yuridis normatif dengan sifat deskripsi analitis dan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan serta konseptual. Data yang digunakan yaitu Data Sekunder yang didukung oleh Data Primer. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rangka pengembangan UMKM di Indonesia diperlukan instrumen hukum yang menjadi landasan dan acuan dalam pelaksanaannya, sehingga persoalan yang dihadapi oleh UMKM dapat teratasi.
Membangun Kepercayaan yang Berkelanjutan di Era Disruptif Komunikasi: Perspektif Media dan Komunikasi Digital Dharmajaya, Agung; Minangkabawi, Harmonis
Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 2 (2024): VOLUME 18 NO 2 APRIL 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol18.iss2.art9

Abstract

The purpose of this research is to find out the factors that can build sustainable trust in the field of disruptive communication from the perspective of digital media and communication. This research uses qualitative research methods. The data collection technique in this research is done by literature study by exploring journals, books and other information relevant to the research. The data that has been collected is then analyzed in three processes, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that building sustainable trust in the disruptive communication field is an ongoing challenge. Transparency, accountability, education and collaboration are important strategies to maintain credibility and trust. The case of the presidential election illustrates the impact of media and digital communications on public perception, and emphasizes the need for responsible practices. As the media landscape continues to evolve, addressing potential issues such as algorithmic bias and privacy concerns is critical to ensure trust in digital communications remains intact.