Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN PAI BERWAWASAN MODERASI BERAGAMA Fathurohim, Fathurohim; Wanojaleni, Kartika; Muliyah, Pipit; Hanafi, Jurez
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2031-2037

Abstract

Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku yang seimbang dan toleran terhadap perbedaan agama dan kepercayaan. Moderasi beragama penting untuk ditanamkan kepada generasi muda, khususnya peserta didik SD, agar mereka memiliki sikap toleran dan menghargai perbedaan. Dalam rangka mewujudkan generasi muda yang moderat, maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang moderasi beragama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan desain pembelajaran PAI berwawasan moderasi beragama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran PAI berwawasan moderasi beragama pada KKG PAI di SD Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta didik SD Negeri 1 Sidareja. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang lebih baik tentang moderasi beragama. Hal ini terlihat dari hasil diskusi dan praktik yang dilakukan oleh peserta didik. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan desain pembelajaran PAI berwawasan moderasi beragama dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang moderasi beragama.
MENGUBAH GENGSI MENJADI PRESTASI: PENERAPAN METODE JOURNALLING KREATIF UNTUK PENGEMBANGAN DIRI REMAJA DI SMA NEGERI KEDUNGREJA Fathurohim, Fathurohim; Mualimah, Mualimah; Ma’rifan, Annas; Ismawan, Akmal; Alifatun Nazah, Luftfi; Qonita Khamidah, Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.%p

Abstract

Masa remaja merupakan fase krusial dalam pencarian jati diri yang seringkali diwarnai dengan tekanan teman sebaya dan kultur "gengsi" yang dapat menghambat pengembangan potensi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengubah orientasi siswa dari validasi eksternal menuju prestasi internal melalui intervensi journalling kreatif di SMA Negeri Kedungreja. Metode yang digunakan adalah desain kuasi-eksperimental one-group pre-test/post-test yang melibatkan 60 siswa. Intervensi terdiri dari seminar psikoedukasi, lokakarya journalling kreatif, dan pendampingan terbimbing selama 14 hari. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test, sementara data kualitatif diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai growth mindset (+114.3%) dan motivasi berprestasi internal (+72.0%), serta penurunan signifikan pada kecemasan terkait status sosial (-35.9%). Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa jurnal berfungsi sebagai "ruang aman" untuk refleksi diri. Studi ini memvalidasi journalling kreatif sebagai intervensi yang efektif, berbiaya rendah, dan menarik bagi pengembangan diri remaja, serta menyumbangkan model praktis bagi program bimbingan konseling di sekolah untuk menumbuhkan budaya berorientasi prestasi yang lebih sehat
Penguatan Seni Islam Siswa Melalui Pelatihan Kaligrafi di SD Negeri 04 Segaralangu Kecamatan Cipari Kabupaten  Cilacap MUHAMAD HABIB; SYAMSUL MA'ARIF; FATHUROHIM FATHUROHIM
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 02 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan serta meningkatkan keterampilan dasar seni kaligrafi Islam bagi siswa di SD Negeri 04 Segaralangu, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. Sebagai bagian dari warisan budaya dan pilar penting dalam peradaban Islam, pengenalan kaligrafi sejak dini dianggap krusial. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang terdiri dari tiga tahap: (1) sosialisasi mengenai sejarah dan keutamaan kaligrafi dalam Islam untuk membangun minat siswa; (2) demonstrasi dan praktik langsung penulisan kaligrafi dasar (khat Naskhi) dengan bimbingan intensif dari tim pengabdi; dan (3) evaluasi karya serta pemberian umpan balik untuk mengukur perkembangan keterampilan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh siswa yang terlibat. Secara kualitatif, terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam menggoreskan pena dan menulis huruf-huruf hijaiyah sesuai kaidah kaligrafi. Pelatihan ini berhasil menanamkan dasar-dasar seni Islam dan memberikan keterampilan baru yang bermanfaat, sejalan dengan upaya melestarikan kaligrafi sebagai manifestasi keimanan dan media dakwah.
Pendampingan Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Implementasi Pembelajaran Diferensiasi untuk Siswa Berkebutuhan Khusus GALIH PRAYOGA; YULIA PRAMESTI; FATHUROHIM FATHUROHIM; ANIROH ANIROH
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 02 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan mandat kebijakan nasional dan sejalan dengan nilai-nilai keislaman, namun implementasinya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) sering terhambat oleh keterbatasan kompetensi guru dalam melayani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MI di Purwokerto dalam merancang dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terstruktur selama tiga bulan, meliputi: (1) Asesmen kebutuhan awal melalui pre-test dan Focus Group Discussion (FGD); (2) Workshop untuk membangun pemahaman konseptual; (3) Pendampingan implementatif berbasis coaching untuk pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi dan praktik mengajar; serta (4) Evaluasi akhir melalui post-test dan analisis produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru. Secara kuantitatif, skor rata-rata pemahaman konseptual guru meningkat dari 42.5 menjadi 85.2. Secara kualitatif, analisis produk menunjukkan peningkatan kualitas Modul Ajar yang dihasilkan, dan observasi kelas mengkonfirmasi adanya perubahan praktik mengajar dari pendekatan seragam menjadi lebih responsif terhadap keragaman siswa. Diskusi hasil menunjukkan bahwa model pendampingan berkelanjutan (coaching) menjadi faktor kunci keberhasilan dalam mentransformasikan teori menjadi praktik, melampaui efektivitas pelatihan konvensional. Disimpulkan bahwa model pendampingan terintegrasi ini efektif untuk meningkatkan kapasitas guru MI dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Direkomendasikan adanya replikasi model pendampingan ini di lingkup yang lebih luas oleh Kementerian Agama.
Pendampingan Peningkatan Keterampilan Desain Pembelajaran Guru sebagai Implementasi GALIH PRAYOGA; VIVIT ANDIANINGSIH; FATHUROHIM FATHUROHIM; PIPIT MULIYAH
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 03 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka merepresentasikan sebuah reformasi fundamental dalam lanskap pendidikan Indonesia, beralih dari pendekatan berbasis konten yang kaku menuju kerangka kerja yang fleksibel dan berpusat pada kompetensi. Keberhasilan implementasi kurikulum ini sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merancang pengalaman belajar yang efektif dan bermakna. Namun, studi awal dan observasi lapangan mengidentifikasi adanya kesenjangan signifikan antara tuntutan kurikulum dan kesiapan guru, terutama dalam keterampilan teknis menyusun perangkat ajar seperti modul ajar. Menanggapi permasalahan ini, sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan telah dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan desain pembelajaran guru secara kolaboratif dengan memperkenalkan kerangka kerja Backward Design (Desain Mundur). Proses PAR melibatkan siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan bersama-sama antara tim pengabdi dan para guru sebagai partisipan aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi kognitif dan keterampilan praktis guru dalam merancang modul ajar yang selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Backward Design berfungsi sebagai "sistem operasi" yang ideal untuk Kurikulum Merdeka, memberikan struktur metodologis yang jelas bagi guru untuk menerjemahkan prinsip-prinsip kurikulum ke dalam praktik kelas yang efektif. Pendampingan partisipatif disimpulkan sebagai strategi krusial untuk memitigasi risiko implementasi dan memastikan keberhasilan reformasi pendidikan nasional.
The Correlation between Akidah Akhlak Learning Outcomes and Muslimah Dress Code Outside School Opi Qurotul Aini; Fathurohim Fathurohim; Pipit Muliyah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 22, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v22i2.2542

Abstract

Abstract: The Correlation between Akidah Akhlak Learning Outcomes and Muslimah Dress Code Outside SchoolNowadays, fashion trends have developed rapidly by bringing up various clothing models that affect the ethics of Muslim women's dress. This study aims to determine whether there is a relationship between the learning outcomes of akidah akhlak and the ethics of Muslim women's dress outside school for class XII students. This research is a type of field research with a quantitative approach with sampling using a random sampling technique of as many as 75 class XII students. Data collection techniques in this study used observation techniques, interviews, documentation, and questionnaires (questionnaires). The analysis technique in this study used the Spearman Rank Correlation technique using the IBM SPSS 25 statistical operating system. The results of this study indicate that the value of the correlation coefficient between the learning outcomes of akidah akhlak and the ethics of dressing Muslim women outside school is 0.270 with rtable 0.227 which indicates that Ha is accepted and H0 is rejected and included in the strength of the low correlation relationship. With a significance level value of 0.019 <0.05. This means that there is a relationship between the results of learning akidah akhlak and the ethics of dressing Muslim women outside the school with a positive or unidirectional correlation direction.Abstract: Hubungan antara Hasil Belajar Akidah Akhlak dengan Etika Berbusana Muslimah di Luar SekolahDewasa ini, tren fashion telah berkembang pesat dengan memunculkan model pakaian yang beragam hingga mempengaruhi etika berbusana wanita muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara hasil belajar akidah akhlak dengan etika berbusana muslimah di luar sekolah siswa kelas XII. Penelitian ini merupakan jenis field research dengan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sample random sampling sebanyak 75 siswa kelas XII. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner (angket). Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan teknik Korelasi Spearman Rank dengan menggunakan system operasi statistic IBM SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi antara hasil belajar akidah akhlak dengan etika berbusana muslimah di luar sekolah sebesar 0,270 dengan rtabel 0,227 yang menunjukan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak dan termasuk dalam kekuatan hubungan korelasi rendah. Dengan nilai taraf signifikasi 0,019 < 0,05. Yang berarti terdapat hubungan antara hasil belajar akidah akhlak dengan etika berbusana muslimah di luar sekolah dengan arah korelasi positif atau searah.
The Philosophical Value and Urgency of Deep Learning in Islamic Education: A Study on Teachers’ Perspectives Fathurohim; Frendi Fernando; Aniroh; Galih Prayoga; Muhamad Habib; Supriyanto; Vivit Andianingsih
Jurnal At-Tarbiyat: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 3 (2025): Digital Cultural Transformation and Islamic Character Education
Publisher : Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/jat.88i3.131

Abstract

The urgency of applying deep learning approaches in Islamic Religious Education (IRE) is increasingly relevant in the digital age, which demands meaningful and character-building learning, not just memorization. This study aims to analyze the opportunities and challenges of implementing deep learning approaches in the context of IRE in Indonesia. Using qualitative methods with a case study approach and thematic analysis of the perspectives of IRE teachers, this study explores the perceptions, practices, and obstacles encountered in the implementation process. The results show that teachers generally welcome this approach positively because it is considered capable of enhancing creativity and the relevance of IRE values to real life. However, its implementation is still hampered by limited resources, low conceptual understanding, resistance to paradigm shifts, and a lack of ongoing training. Further analysis reveals the alignment between the principles of meaningful, mindful, and joyful learning with Islamic values such as tafakkur, akhlak, and ibadah in the learning process. In conclusion, the application of deep learning in PAI requires synergy between teachers, educational institutions, and policymakers to optimize the integration of spiritual values with modern pedagogical methods. This study recommends strengthening teacher capacity and adaptive curriculum policies as strategic steps towards a more holistic and contextual transformation of PAI learning.
Pendampingan Pendirian Madrasah Unggulan Bilingual Global: Implementasi Peningkatan Mutu Berkelanjutan Pendidikan pada MI Ma’arif 04 Desa Gentasari Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap: Mentoring for the Establishment of a Global Bilingual Leading Madrasah: Implementation of Continuous Quality Improvement of Education at MI Ma'arif 04, Gentasari Village, Kroya District, Cilacap Regency Tobroni, Imam; Fathurohim, Fathurohim; Habib, Muhamad; Muliyah, Pipit
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 4 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i4.10376

Abstract

This article discusses a community service program aimed at supporting the establishment of a globally competitive bilingual flagship madrasah at MI Ma'arif 04 in Gentasari Village, Kroya Sub-district, Cilacap. This program is part of an effort to enable the madrasah to compete with other educational institutions, particularly in addressing global education challenges. It also focuses on empowering the community in education by leveraging existing potential to develop a high-quality, competitive madrasah. The program involves active participation from the entire madrasah community and broad public engagement, including various stakeholders. The mentoring activities cover numerous aspects, ranging from planning and preparing facilities and infrastructure to developing a globally-oriented bilingual curriculum, teacher training, and public outreach and school promotion. This program is expected to improve the quality of education at MI Ma'arif 04 Gentasari in a sustainable manner, thereby generating positive impacts on social change and community development.
Women's Empowerment Counseling and the Challenges of Beneficiary Graduation: From Dependency to Independence Imam Alfi; Lutfi Faishol; Umi Halwati; Fathurohim Fathurohim
Smart Society Vol. 6 No. 1 (2026): Smart Society
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v6i1.931

Abstract

This research is motivated by the high dependence of beneficiaries on social assistance. Beneficiary Families (KPM) face mental, psychological, and social obstacles in achieving post-graduation economic independence, so that financial-based empowerment programs are considered not effective enough. This research aims to understand the role of empowerment counseling in the process of social assistance for graduates, especially in psychosocial, behavioral, and economic aspects, to support the transition process from dependence to sustainable independence. The approach of this study uses a descriptive qualitative method with a phenomenological analytical framework to understand the subjective experiences of beneficiaries in the local context of Banyumas Regency. Data collection was carried out through active observation, in-depth interviews, and documentation to capture the meaning, perception, and process of social assistance as experienced and interpreted by the informants. The research subjects consisted of five social companions at the sub-district level and fifty families of graduation participants from ten communities in Banyumas. Data were analyzed through the process of reduction, classification, and mapping of findings by linking field results to empowerment theory and community counseling practices. The results of the research on social assistance through community empowerment counseling for beneficiary graduates (PKH) in Banyumas indicate that empowerment counseling plays a role in supporting the independence process of participants. This research explicitly highlights women's empowerment in the transition from dependence on social assistance to economic and psychosocial independence, with empowerment counseling as a key element in the process of change. The mentoring approach through socialization, access, partnerships, and independent business development is understood as an effort to increase personal autonomy through strengthening motivation, confidence, and mindset changes. The application of cognitive restructuring techniques, motivational interviewing, support groups, and community support through KUBE and community leaders strengthens the sustainability of the graduation process
KONSEP SEKOLAH BERBASIS MULTIPLE INTELIGENCES MENURUT MUNIF CHATIB DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Kartika Wanojaleni; Fathurohim Fathurohim; Eka Pujiyanto
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 33, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v33i1.13446

Abstract

AbstrakMultiple intelligences (kecerdasan majemuk) merupakan sebuah teori kecerdasan hasil perubahan makna pemahaman kecerdasan yang sebelumnya yaitu teori kecerdasan yang cenderung diartikan sempit yang hanya dinilai verbal dan matematika saja kini oleh Gardner diubah menjadi lebih luas, yaitu menjadi kecerdasan yang majemuk. Dan saat ini konsep Multiple intelligences atau kecerdasan majemuk mulai dipakai oleh beberapa sekolah maupun diterapkan dalam bidang pendidikan. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep sekolah berbasis multiple intelligences menurut Munif Chatib dan apakah ada relevansi konsep sekolah berbasis multiple intelligences dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsep sekolah yang berbasis kecerdasan ganda menurut Munif Chatib. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif dan jenis penelitian pustaka atau yang disebut juga library research, yang menghasilkan data deskriptif melalui pengamatan terhadap ucapan, tulisan, atau perilaku orang. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik dokumentasi dan juga melengkapi dengan wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep sekolah berbasis multiple intelligences menurut Munif Chatib yaitu: 1. Menganut the best process bukan the best input; 2. Proses yang terbaik (the best process); 3.Outputnya sekolah manusia menganut penilaian autentik. Dan konsep ini menunjukkan adanya relevansi dalam pendidikan Islam hal ini dapat dilihat dari segi education for all, menghargai segala jenis kecerdasan manusia, Prinsip Islam yang mengutamakan kesetaraan antara individu juga tercermin dalam perumusan tujuan Pendidikan Islam.Kata kunci: Sekolah, Multiple Intelegences, Munif Chatib, Pendidikan IslamAbstractMultiple intelligences (multiple intelligences) is a theory of intelligence resulting from changes in the meaning of understanding intelligence which was previously a theory of intelligence that tends to be interpreted narrowly which is only assessed verbally and mathematically now by Gardner is changed to be broader, namely into multiple intelligences. And now the concept of Multiple intelligences or multiple intelligences began to be used by several schools or applied in the field of education. The formulation of the problem raised in this study is how the concept of multiple intelligences-based schools according to Munif Chatib and whether there is relevance to the concept of multiple intelligences-based schools in Islamic education. The purpose of this study is to describe the concept of multiple intelligences-based schools according to Munif Chatib. The research described in this context involves library research that utilizes a qualitative approach, which is a type of study that generates descriptive data based on observations of people's speech, writing, or behavior. While the required data collection techniques are obtained through documentation, complemented by interviews. This research shows that the concept of multiple intelligences-based schools according to Munif Chatib is: 1. Adhering to the best process not the best input; 2. The best process; 3.The output of the human school adheres to authentic judgment. And this concept shows the relevance in Islamic education, this can be seen in terms of education for all, respecting all types of human intelligence, this is in line with Islamic principles that do not discriminate one from another and aspects in the formulation of Islamic Education goals. Keywords: School, Multiple Intelligences, Munif Chatib, Islamic Education