Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Mango (mangifera indica l.) leaf extract can reduce the growth of candida albicans: a descriptive study Sari, Putri Purnama; Alamsyah, Yenita; Kornialia, Kornialia
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 8, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v8i1.52876

Abstract

Pengobatan Gigi Gratis Santriwati Panti Asuhan Liga Dakwah Padang Kornialia Kornialia; Hanim Khalida Zia; Yenita Alamsyah
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.3.634-642.2024

Abstract

The 2018 basic health research of the Indonesian Ministry of Health reported that dental and oral health problems in adolescents have a large percentage. In contrast, caries or cavities have the most significant proportion at 45.3%, and swollen gums have 14%. Meanwhile, according to WHO, those who experience cavities in the 12-year-old age group are 43.43%, and in the 15-year-old age group are 33.54%. Of this proportion, only a few receive services from dental medical personnel. Community service was carried out at the Liga Dakwah Padang Orphanage. In the initial survey, when the team interviewed the foster teachers, it was discovered that so far, many female students have experienced dental and oral problems, ranging from toothache, cavities, bleeding gums, and canker sores. The foster teachers gave them available painkillers at the orphanage or went to the nearest health center to treat the students' toothaches. The community service aimed to improve the dental and oral health of the female students who live there by providing counseling, services, and dental and oral care to female students with dental and oral problems. The method of implementing the activity is: 1. Dental and oral health counseling, demonstration of brushing teeth, discussion and provision of pretest and posttest questionnaires, 2. Service activities were carried out at the dentist's practice for female students with dental and oral problems, such as caries, fillings, extractions, and tartar cleaning. The results of this service were that dental and oral health counseling activities were carried out for female students so that the level of knowledge of female students improved, increasing from 23.7% to 50.8%. Dental and oral care has been carried out for 49 female students with the following actions: cleaning of tartar to 11 people, fillings to 19 people, extractions to 14 people, and provision of toothache medicine to 5 people. This activity provided students access to dental services and improved their dental and oral health. This service activity concluded that there is an increase in female students' knowledge about dental and oral health and their level of dental and oral health.
Pemeriksaan Status Kebersihan Rongga Mulut Anak Menggunakan PHP Indeks pada Siswa-siswi SD di Kecamatan Karawitan, Tabanan, Bali Valendriyani Ningrum; Citra Lestari; Yenita Alamsyah; Intan Batura Endo Mahata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut pada anak masih menjadi perhatian serius terutama dimulai dari status kebersihan rongga mulutnya. Status kebersihan rongga mulut dapat diketahui salah satunya dengan pemeriksaan PHP (Patient Hygiene Performance) indeks. Pemeriksaan status kebersihan mulut dengan menggunakan indikator plak gigi dilakukan pada 262 anak Sekolah Dasar di Kecamatan Karawitan, Tabanan, Bali. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk deteksi dini masalah kebersihan rongga mulut dan sebagai sarana edukasi terkait pencegahan penumpukan plak gigi yang dapat memicu masalah pada rongga mulut. Metode pelaksanaan dilakukan dengan melakukan penyuluhan, kemudian pemeriksaan PHP indeks dan diakhiri dengan simulasi sikat gigi yang baik. Evaluasi program dilakukan sesuai target sasaran jumlah siswa yang terlibat yakni 200 siswa siswi, ternyata capaian pelaksanaan melebihi target tersebut yakni 262 siswa siswi SD. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil yang diperoleh mayoritas anak yang diperiksa berjenis kelamin laki-laki 54.58%, status kebersihan mulut anak baik perempuan dan laki-laki sebagian besar menunjukkan kategori sedang sebanyak 59.16% dan urutan skor plak tertinggi yakni pada gigi 11 labial, 26 buccal, 16 buccal, 31 labial, 46 lingual dan 36 lingual. Kesimpulan dari program ini adalah sebanyak 262 siswa siswi telah dilakukan penyuluhan dan pemeriksaan plak menggunakan PHP indeks. Dengan adanya program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para siswa siswi untuk meningkatkan pemeliharaan kebersihan mulut.
Effect of gargling with green tea (Camellia sinensis) brewing on plaque index score of fixed orthodontic users of dental students of Baiturrahmah University: Efek berkumur dengan seduhan teh hijau (Camellia sinensis) terhadap skor indeks plak pengguna ortodonti cekat mahasiswa kedokteran gigi Universitas Baiturrahmah Warani, Parastia; Kornialia; Orienty, Fauzia Nilam; Alamsyah, Yenita; Amly, Dina Auliya
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i2.1218

Abstract

Treatment with fixed orthodontic appliances can pose various risks, especially increasing plaque accumulation. Green tea (Ca-mellia sinensis) which is one of the natural alternatives that can be used to inhibit dental plaque formation, contains catechins, flavonoids and tannins as antibacterial Streptococcus mutans which is the agent of dental plaque formation. This article discus-ses the difference in orthodontic plaque index (OPI) scores before and after rinsing with green tea brewing (GTB) in fixed ortho-dontic users. Experimental research with a one-group pretest-posttest design using research subjects namely preclinical stu-dents of Baiturrahmah University Faculty of Dentistry class 2022 and 2023 who used fixed orthodontics according to the inclu-sion criteria totalling 40 people. Data collection according to the examination of OPI score before and after gargling with GTB. Data analysis showed a significance value of p=0.000 (p<0.05) which indicated that there was a difference in OPI scores be-fore and after gargling, which decreased from 41.75% to 23.94%. It was concluded that gargling with GTB can reduce the OPI score of fixed orthodontic users.
PERBEDAAN SKOR PLAK PEMAKAI PERANTI ORTODONTI CEKAT ANTARA MAHASISWA FKG DENGAN MAHASISWA FK UNIVERSITAS BAITURRAHMAH ANGKATAN 2011-2014 Selvia, Intan Dery; Kornialia, Kornialia; Alamsyah, Yenita
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.149 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.65

Abstract

Peranti ortodonti cekat saat ini sudah banyak digunakan di masyarakat luas. Masyarakat sering tidak menyadari resiko dari penggunaan peranti ortodonti cekat. Peranti ortodonti cekat memiliki bentuk yang rumit sehingga mempermudah melekatnya plak lebih lama dan dapat meningkatkan risiko karies, gingivitis, dan kemungkinan terjadi penyakit periodontal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat perbedaan skor plak pemakaian peranti ortodonti cekat antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2011-2014 Universitas Baiturrahmah. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80. Sampel berjumlah 44 orang yang terdiri dari 22 mahasiswa fakultas kedokteran dan 22 mahasiswa fakultas kedokteran gigi. Analisis data dilakukan dengan uji Independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,200>0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan skor plak pemakaian peranti ortodonti cekat antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2011-2014 Universitas Baiturrahmah. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa fakultas kedokteran maupun mahasiswa kedokteran gigi tidak menunjukkan perbedaan skor plak pada pemakaian peranti ortodonti cekat.
ANALISA GAMBARAN RONTGEN FOTO SEFALOMETRI LATERAL TERHADAP PROFIL WAJAH PADA PASIEN PERAWATAN ORTODONTI Fitri, Hilna; Iswani, Resti; Alamsyah, Yenita
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.859 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.62

Abstract

Radiografi sefalometri adalah radiografi standar yang digunakan untuk radiografi tulang tengkorak dimana sefalometri digunakan secara ekstensif dalam ortodonti untuk menilai hubungan gigi dan rahang pada tulang wajah, analisa konveksitas wajah bisa dilihat dengan menggunakan rontgen foto sefalometri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa gambaran rontgen foto sefalometri lateral terhadap konveksitas wajah pada pasien ortodonti anak di RSGM dan FKG Universitas Baiturrahmah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini rekam medik pasien yang sedang melakukan perawatan orthodonti di RSGM Baiturrahmah pada tahun 2014-2016 dengan 50 pasien. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh profil wajah laki-laki sebelum perawatan ortodonti lebih banyak dengan profil wajah datar yaitu 16 orang (61,5%) dan sesudah perawatan ortodonti profil wajah menjadi lebih banyak pada datar yaitu 21 orang (80,8%) dan Profil wajah perempuan sebelum perawatan ortodonti lebih banyak dengan profil wajah datar yaitu 17 orang (58,6%) dan sesudah .perawatan ortodonti profil wajah menjadi lebih banyak pada datar yaitu 18 orang (62,1%).
Formulasi dan evaluasi sediaan mouth spray minyak atsiri daun sereh (Cymbopogon citratus) untuk penanganan gingivitis Fadhillah, Annisa Maika; Kornialia, Kornialia; Alamsyah, Yenita; Sari, Widya Puspita
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 10, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v10i1.69596

Abstract

ABSTRACT Introduction: Gingivitis is an inflammation of the gingival tissue commonly caused by the accumulation of bacterial plaque and remains a major oral health problem with a high prevalence. Long-term use of synthetic antiseptics such as chlorhexidine may cause adverse effects; therefore, safer natural alternatives are needed. Lemongrass (Cymbopogon citratus) essential oil possesses antibacterial and anti-inflammatory activities that support its development as an active ingredient in oral care preparations. This study aimed to formulate and evaluate the physicochemical quality and stability of a mouth spray preparation containing lemongrass (Cymbopogon citratus) essential oil as a potential alternative for the management of gingivitis. Methods: This study was an experimental laboratory study with a descriptive design. Lemongrass essential oil mouth spray preparations were formulated at two concentrations, 0.25% and 0.5%. The evaluation focused on the quality of the preparation, including organoleptic testing, pH measurement, viscosity testing, hedonic testing, and stability testing over four weeks of storage at room temperature (25 ± 2°C). Results: Both formulations were liquid and homogeneous. The 0.25% formulation had a pH below the ideal oral pH range (6–7), whereas the 0.5% formulation met the oral pH range. The viscosity values of both formulations were close to that of water (±1 cP). Organoleptically, the 0.25% formulation exhibited a clearer appearance and milder aroma, while the 0.5% formulation was more preferred by panelists in terms of taste. Both preparations showed good stability over four weeks of storage without significant physical changes. Conclusion: Lemongrass essential oil mouth spray preparations met the quality parameters and remained stable during storage. The 0.5% formulation represents the optimal formulation and may be considered for further development as a preparation for the management of gingivitis.KEY WORDS: gingivitis, mouth spray, lemongrass essential oil, cymbopogon citratus, formulation evaluationFormulasi dan evaluasi sediaan mouth spray minyak atsiri daun sereh (Cymbopogon citratus) untuk kandidat terapi gingivitis: Studi eksperimentalABSTRAK Pendahuluan: Gingivitis merupakan peradangan jaringan gingiva yang umumnya disebabkan oleh akumulasi plak bakteri dan masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut dengan prevalensi tinggi. Penggunaan antiseptik sintetis seperti klorheksidin dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami yang lebih aman. Minyak atsiri daun sereh (Cymbopogon citratus) memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi yang mendukung pengembangannya sebagai bahan aktif sediaan perawatan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu serta stabilitas sediaan mouth spray yang mengandung minyak atsiri daun sereh sebagai alternatif penanganan gingivitis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan pendekatan deskriptif. Sediaan mouth spray minyak atsiri daun sereh diformulasikan dalam dua konsentrasi, yaitu 0,25% dan 0,5%. Evaluasi diarahkan pada mutu sediaan, meliputi uji organoleptik, pengukuran pH, uji viskositas, uji hedonik, serta uji stabilitas selama empat minggu penyimpanan pada suhu ruang (25±2°C). Hasil: Kedua formulasi berbentuk cair dan homogen. Formulasi 0,25% memiliki pH di bawah rentang ideal rongga mulut (6–7), sedangkan formulasi 0,5% memenuhi standar pH rongga mulut. Nilai viskositas kedua formulasi mendekati viskositas air (±1 cP). Secara organoleptik, formulasi 0,25% memiliki warna lebih jernih dan aroma lebih ringan, sedangkan formulasi 0,5% lebih disukai panelis dari segi rasa. Kedua sediaan menunjukkan stabilitas yang baik selama empat minggu penyimpanan tanpa perubahan fisik yang signifikan. Simpulan: Sediaan mouth spray minyak atsiri daun sereh memenuhi parameter mutu sediaan dan stabil selama penyimpanan. Formulasi dengan konsentrasi 0,5% merupakan formulasi terbaik dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan untuk penanganan gingivitis.KATA KUNCI: gingivitis, mouth spray, minyak atsiri daun sereh, cymbopogon citratus, evaluasi sediaan.