Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelatihan Skrining Status Gizi dan Edukasi Kesehatan untuk Cegah Malnutrisi pada Remaja Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Erika, Erika; Tampubolon, Masrina Munawarah; Suci, Wice Purwani; Putri, Syeptri Agiani
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.497-503

Abstract

Today's teenagers grow up in an environment that puts them at risk of experiencing micronutrient deficiencies. One of the causes is their limited knowledge, which affects their decision-making when it comes to choosing nutritious food from the options available to them. To address these issues, nutritional status screening training and health education are necessary to prevent malnutrition among adolescents. This community service aims to increase health knowledge among teenagers and improve their skills in screening for nutritional status. The method used is training through the provision of health information related to balanced nutrition, reproductive health, and the nutritional needs of teenagers. After the material is delivered, the program continues with a simulation involving weighing, measuring height, and calculating body mass index. This activity involved 20 teenagers in Limbungan Baru Village, Pekanbaru City. The results showed an increase in the percentage of teenagers with a good level of knowledge, from 15% before the training to 75% after the training. Adolescents who have received training need to be involved in posyandu (community health center) activities so that their skills are maintained and can contribute to increasing community independence in maintaining health status.
GAMBARAN PERILAKU IBU MENYUSUI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PUTING LECET Cahyani, Vinda Maya; Lestari, Widia; Suci, Wice Purwani
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Puting Lecet merupakan salah satu masalah yang sering dijumpai pada masa menyusui. Perilaku dalam mengatasi permasalahan puting lecet menjadi kunci penting sebagai pencegahan terjadinya masalah puting lecet pada ibu saat menyusui. Tujuan mengetahui gambaran perilaku ibu menyusui dalam mengatasi permasalahan puting lecet yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Metode menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, dengan sampel sebanyak 67 ibu menyusui yang sedang mengalami puting lecet dengan teknik pengambilan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan tindakan yang telah dilakukan validitas dan reliabilitas. Hasil mayoritas responden berusia 20-35 tahun, usia bayi responden mayoritas berusia 0-1 bulan, pendidikan terakhir responden yaitu SMA/SLTA, status pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (IRT) dan mayoritas paritas responden yaitu multipara. Pengetahuan responden baik sebesar 62,7%, dengan sikap yang cukup 88,1% dan memiliki tindakan yang buruk sebanyak 73,1% dalam mengatasi permasalahan puting lecet. Simpulan pengetahuan responden baik, namun sikap dan tindakan responden belum baik dalam mengatasi permasalahan puting lecet. Kata kunci: Puting Lecet; Perilaku; Menyusui.
Gambaran Penerapan Identifikasi Pasien dengan Benar Pada Perawat Pelaksana di Rawat Inap Azaura Audrey, Nadia; Purwani Suci , Wice; Dwi Guna, Stephanie Dwi Guna
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 9 No 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v9i1.10328

Abstract

Identifikasi pasien merupakan sasaran pertama dalam keselamatan pasien. Penerapan identifikasi pasien dengan benar oleh perawat diperlukan untuk memastikan kesesuaian perawatan dan kebutuhan medis pasien sehingga tidak terjadinya insiden yang dapat membahayakan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan identifikasi pasien dengan benar pada perawat pelaksana di rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan jumlah responden 95 perawat pelaksana menggunakan teknik purposive sampling yang berlokasi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian: Mayoritas 95 responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 79 orang (83,2%), usia sebagian besar 26 – 35 tahun sebanyak 52 orang (54,7%), tingkat pendidikan terakhir sebagian besar DIII Keperawatan 50 orang (52,6%), memiliki masa kerja > 10 tahun sebanyak 46 orang (48,4%). Seluruh responden telah mendapatkan sosialisasi patient safety dengan total 95 orang (100,0%). Tingkat pengetahuan perawat pelaksana hampir seluruhnya dalam kategori baik sebanyak 92 orang (96,8%). Berdasarkan sikap perawat pelaksana dalam identifikasi pasien berada dikategori baik sebanyak 52 orang (54,7%), kepatuhan perawat pelaksana dalam penerapan identifikasi pasien sebagian besarnya tidak patuh sebanyak 54 orang (56,8%). Kesimpulan: Perawat pelaksana memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam menerapkan identifikasi pasien dengan benar di rawat inap serta sebagian besar perawat pelaksana tidak patuh dalam menerapkan identifikasi pasien dengan benar di rawat inap dikarenakan tidak sesuainya penerapan identifikasi pasien yang dilakukan dengan kebijakan yang telah ditetapkan.  Peningkatan kinerja perawat pelaksana dalam penerapan identifikasi pasien dapat dilakukan dengan menerapkan supervisi secara berkala sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi untuk menghasilkan kinerja yang optimal.
Adolescent Menstrual Hygiene Education and Screening: "Haid Bersih" Guidelines for Wetland Areas Tampubolon, Masrina Munawarah; Misrawati, Misrawati; Dewi, Yulia Irvani; Utami, Sri; Erika, Erika; Suci, Wice Purwani; Aulia, Nur; Lestari, Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18702

Abstract

ABSTRACT Adolescents in Pekanbaru face significant reproductive health challenges, including anemia, vaginal discharge, and menstrual pain. Many students are hesitant to take the blood supplement tablets provided by the UKS and lack education on menstrual hygiene management. To address these issues, the team developed the "Haid Bersih" module. The initiative aims to deliver promotional and preventive services, as well as education on menstrual hygiene management, aligning with University IKU 3 and 5. The methods employed include reproductive health screening and menstrual hygiene education. Screening is conducted for both female and male students using a questionnaire that covers access to counselling, menstrual experiences, reproductive health problems, and incidents of sexual violence. The "Haid Bersih" module specifically provides guidelines for menstrual hygiene in wetland areas. The results indicated enthusiastic reception of the educational activities by UKS students, teachers, and nurses. Students received booklets and accessed information through posters and QR codes for screening. The screening revealed that while the majority of adolescent girls had received counselling on puberty and sexually transmitted disease prevention, sexual health education remained minimal. Many girls reported discomfort during menstruation and other reproductive health issues. Generally, male students exhibited signs of puberty. There is a clear need for further education and enhanced digital literacy among adolescents to access reproductive and sexual health information. These findings highlight the necessity of a comprehensive approach to addressing adolescent reproductive health in Pekanbaru Keywords: Adolescent Reproductive Health, Menstrual Hygiene Management, Adolescent Screening
Upaya Pencegahan Phlebitis oleh Perawat Pelaksana di Ruang Rawat INAP Rilasari, Meijilia; Suci, Wice Purwani; Fitri, Aminatul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2641

Abstract

Phlebitis merupakan peradangan pada dinding vena akibat trauma dari pemasangan infus yang disertai rasa nyeri, teraba hangat, kemerahan dan bengkak pada area insersi. Perawat pelaksana berperan dalam pemberian terapi intravena kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran upaya pencegahan phlebitis oleh perawat pelaksana di ruang rawat inap . Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian sebanyak 97 perawat pelaksana yang diambil berdasarkan kriteria insklusi dengan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data menggunakan lembar ceklist observasi dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas jenis kelamin responden adalah perempuan (85,6%), usia 26-35 tahun (46,4%), mayoritas pendidikan adalah Ners (54,6%), dan masa kerja mayoritas selama 1-5 tahun (34,0%). Perawat pelaksana memiliki upaya pencegahan phlebitis yang baik di ruang rawat inap sebanyak 55 perawat (56,7%), menjaga kebersihan tangan dengan baik sebanyak 66 perawat (68,0%), menggunakan alat pelindung diri (APD) pada kategori  baik sebanyak (100%), melakukan antiseptik kulit pada kategori baik sebanyak 97 perawat (100%), memilih lokasi insersi dengan baik sebanyak 86 perawat (88,7%), dan melaksanakan observasi kateter vena pasien pada kategori baik sebanyak 83 perawat (85,6%). Perawat pelaksana memiliki upaya pencegahan phlebitis yang baik di ruang rawat inap RSUD Arifin Achmad sesuai SOP pemasangan infus yang ditetapkan rumah sakit. Sebaiknya perawat terus melakukan evaluasi terhadap upaya pencegahan phlebitis sehingga meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Gambaran Faktor Risiko Tertusuk Jarum dalam Penerapan Praktik Menyuntik pada Mahasiswa Profesi Ners Oktaviani, Fadila Agita; Suci, Wice Purwani; Utami, Sri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2687

Abstract

Cedera tertusuk jarum adalah cedera akibat terkena jarum suntik yang dapat terjadi karena beberapa faktor dan dapat menyebabkan penularan infeksi melalui darah seperti HIV, HCV dan HBV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko tertusuk jarum dalam penerapan praktik menyuntik pada mahasiswa profesi ners. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh mahasiswa profesi ners dari Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Sampel penelitian berjumlah 140 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Kasus kejadian tertusuk jarum terjadi pada 31 mahasiswa dari 140 mahasiswa, banyak terjadi pada perempuan 28 orang dan sebagian besar dialami pada rentang usia 21-25 tahun sebanyak 31 orang. Mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja sebanyak 24 mahasiswa, dengan kejadian tertusuk jarum mayoritas dialami oleh mahasiswa yang belum memiliki pengalaman bekerja sebanyak 28 orang. Sebanyak 72 mahasiswa belum pernah mengikuti pelatihan pencegahan cedera tertusuk jarum dan 21 mahasiswa mengalami kejadian tertusuk jarum. Pengetahuan mahasiswa mengenai kecelakaan tertusuk jarum mayoritas baik namun terdapat 29 orang yang memiliki pengetahuan baik mengalami kejadian tertusuk jarum. Perilaku pencegahan cedera tertusuk jarum pada mahasiswa mayoritas baik, namun kejadian tertusuk jarum sebagian besar dialami oleh mahasiswa yang memiliki perilaku baik sebanyak 25 orang. Gambaran faktor risiko tertusuk jarum dalam penelitian ini banyak terjadi pada mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman kerja sebagai perawat dan tidak pernah mengikuti pelatihan pencegahan cedera tertusuk jarum.
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN IBU HAMIL DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Nurjanah, Nurjanah; Erika, Erika; Suci, Wice Purwani
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): EDISI 2 JULI - DESEMBER2024
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian ibu disebabkan oleh kematian langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung adalahsebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan, atau masa nifas, dan segala intervensi ataupenanganan komplikasi yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranpenyebab kematian ibu hamil di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yang diakibatkan olehperdarahan, preeklamsia /eklamsia, dan infeksi. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desainretrospective study. Penentuan sampel menggunakan total sampling yaitu data 59 kasus kematianibu hamil tahun 2018-2023 di RSUD Arifin Achmad. Instrumen penelitian menggunakan formulirabstraksi data berupa lembar pengumpul data. Penelitian menemukan faktor penyebab kematian ibuhamil adalah akibat pendarahan (47,5%), preeklampsia / eklampsia (30,5%), dan infeksi (22,0%). Kasus perdarahan dijumpai dengan diagnosa hydatidiform mole, plasenta previa with haemorrhage, dan lainnya. Kasus preeklampsia / eklampsia dijumpai pada penelitian ini dengan diagnosa severepre-eclamsia, eclamsia in pregnancy, dan lainnya. Kasus infeksi dijumpai dengan diagnosaoligohydramnios, false labour before 37 completed weeks of gestation, dan lainnya. Pencegahankematian ibu hamil dapat menurunkan angka kematian ibu terutama pada kasus pendarahan sebagaifaktor yang tertinggi penyebab kematian ibu hamil. Perdarahan abnormal dari vagina saat hamilperlu mendapat perhatian khusus. Keadaan ini dapat menjadi tanda dari kondisi serius yang bisamembahayakan kehamilan, keselamatan janin dan ibu.
Efektifitas Breast Care Dan Oxytocin Massage Untuk Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Wice Purwani Suci; Dessika Larassati; Nurul Hijja
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu postpartum mengalami permasalahan yang berhubungan dengan produksi ASI. Breast care dan oxytocin massage dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektivitas breast care dan oxytocin massage terhadap peningkatan ASI ibu postpartum. Desain yang digunakan adalah desain deskriptif. Penelitian dilakukan kepada 2 orang ibu postpartum di ruangan Teratai RSUD Arifin Achmad. Pengumpulan data menggunakan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Peningkatan produksi ASI terjadi setelah diberikan breast care dan oxytocin massage dengan rata-rata tertinggi yaitu, 22,5 cc. Jumlah produksi ASI juga dipengaruhi oleh psikologis, aktifitas, proses persalinan, usia persalinan, frekuensi menyusui, rawat gabung, berat bayi lahir dan asupan nutrisi.
HUBUNGAN SELF AWARENESS TERHADAP KEPATUHAN FIVE MOMENTS OF HAND HYGIENE PERAWAT Juliana, Dea Adelia; Suci, Wice Purwani; Lestari, Widia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i1.417

Abstract

Pendahuluan: Profesi perawat adalah salah satu profesi yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan. Perawat yang melakukan pelayanan selama bertugas harus menjaga kepatuhan pada five moments of hand hygiene. Pelaksanaan kepatuhan five moments of hand hygiene memiliki kendala pada kesadaran diri (self awareness) perawat dalam penerapan prosedur hand hygiene. Self awareness bagi perawat dapat bermanfaat untuk mengenali kondisi lingkungan yang mempengaruhi kemampuan untuk memberikan perawatan efektif dengan pelaksanaan kepatuhan five moments of hand hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self awareness terhadap kepatuhan five moments of hand hygiene pada perawat di Irna Medical dan Irna Surgical RSUD Arifin Achmad. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif melalui pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 89 responden perawat yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisi yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan analisis data self awareness dikategorikan tinggi sebanyak 58 responden (65.2%), besar responden patuh dalam melaksanakan five moments of hand hygiene yaitu sebanyak 57 responden (64.0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa self awareness terhadap kepatuhan five moments of hand hygiene perawat berhubungan dengan p-value 0,044 < 0,05. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki self awareness tinggi dan kepatuhan dalam melaksanakan five moments of hand hygiene, sehingga didapatkan bahwa self awareness berhubungan dengan kepatuhan five moments of hand hygiene perawat. Kata kunci: five moments of hand hygiene; kepatuhan; perawat; self awareness
GAMBARAN PENERAPAN HAND HYGIENE PADA MAHASISWA PROFESI NERS Azizah, Azizah; Suci, Wice Purwani; Tampubolon, Masrina Munawarah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.476

Abstract

Background: The incidence rate of HAIs (Healthcare-Assosiated Infection) is a benchmark for hospital services; if the HAI rate of a hospital is high, it can be interpreted that the quality of the hospital's services is poor. The spread of HAIs can occur even through non-invasive actions, such as physical contact between an infected patient and other patients or visitors, or with the hospital environment. The low level of compliance among healthcare workers in implementing hand hygiene can lead to an increase in the spread of HAIs in hospitals. Nursing students are personnel who often come into direct contact with patients, and the proper and correct implementation of hand hygiene is very important to reduce the spread of HAIs in hospitals. Objective: To determine how hand hygiene is applied among nursing profession students at Riau University. Methods: This research is a descriptive study with a quantitative approach. The sample in this study consisted of 128 respondents thats all are nursing profession students at Riau University using the total sampling method. Result: Out of 128 student respondents, the majority applied hand hygiene positively (56,25%). The application of hand hygiene at moment 1 was found to be 75,78% positive, at moment 2 it was 69,53% positive, at moment 3 it was 75% positive, at moment 4 it was 74,22% positive, at moment 5 it was 78,12% positive, and the application of hand hygiene using the 6-step hand hygiene method was found to be 71,87% positive. Conclusion: The nursing profession students at Universitas Riau have positively implemented hand hygiene. The application of hand hygiene among the nursing profession students at Universitas Riau is positive (56,25%) but still needs improvement. Keywords: hand hygiene, handwashing, nursing profession Abstrak Pendahuluan: Angka kejadian HAIs (Healthcare-Assosiated Infection) merupakan tolak ukur pelayanan rumah sakit, jika angka HAIs suatu rumah sakit itu tinggi, maka dapat diartikan pelayanan rumah sakit tersebut memiliki mutu yang buruk. Penyebaran HAIs dapat terjadi bahkan melalui tindakan non-invasif, yaitu dengan adanya kontak fisik antara pasien yang sedang terinfeksi dengan pasien lain atau pengunjung, ataupun dengan lingkungan rumah sakit. Tingkat kepatuhan petugas kesehatan yang masih rendah dalam penerapan hand hygiene dapat menyebabkan semakin tinggginya penyebaran HAIs di Rumah sakit. Mahasiswa profesi ners merupakan petugas yang sering berhadapan langsung dengan pasien, penerapan hand hygiene yang baik dan benar sangat penting untuk mengurangi angka penyeparan HAIs di rumah sakit. Tujuan: Mengetahui bagaimana penerapan hand hygiene pada mahasiswa profersi ners Universitas Riau. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 128 responden yang seluruhnya merupakan mahasiswa profesi ners Universitas Riau dengan metode sampling total sampling. Hasil: Dari 128 mahasiswa responden, didapatkan mayoritas responden menerapkan hand hygiene dengan positif (56,25%). Penerapan hand hygiene pada momen 1 didapatkan 75,78% positif, pada momen 2 didapatkan 69,53% positif, pada momen 3 didapatkan 75% positif, pada momen 4 didapatkan 74,22% positif, pada momen 5 78,12% positif, dan penerapan hand hygiene dengan menggunakan 6 langkah hand hygiene didpatkan 71,87% positif. Kesimpulan: Mahasiswa profesi ners Universitas Riau telah menerapkan hand hygiene dengan positif Penerapan hand hygiene pada mahasiswa profesi ners Universitas Riau positif namun masih perlu untuk ditingkatkan. Kata Kunci: kebersihan tangan, cuci tangan, profesi ners