Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIOPIA TINGGI Devi Susanti; Leni Novianti; Rizcita Prilia Melvani; M Fakhruddin; M. Hanafiah
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1409

Abstract

Studi yang dikerjakan oleh Holden menemukan bahwa prevalensi miopia global adalah 22,9% dan miopia tinggi 2,7% pada tahun 2000. Dalam dekade berikutnya, prevalensi miopia meningkat menjadi 28,3% dan miopia tinggi naik menjadi 4,0% pada tahun 2010. Prediksi untuk tahun 2050 menyatakan bahwa prevalensi miopia akan mencapai 49,8% dan miopia tinggi akan mencapai 9,8%. Selain itu, data dari WHO pada tahun 2010 mencatat bahwa prevalensi miopia global adalah 27% dan miopia tinggi adalah 2,8%. Berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya miopia pada pasien meliputi genetik dan pola hidup Miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya.Tinjauan Pustaka: miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 responden. Hasil Penelitian : Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value =0,006 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value = 0,03 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola hidup dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Kesimpulan : berdasarkan hasil dari uji chi square terdapat ada hubungan antara faktor genetik dan pola hidup terhadap terjadinya miopia tinggi pada pasien di Optik Global Palembang.
Studi Kepustakaan Kualitatif Mengenai Peran Lingkungan Sosial, Budaya, Dan Ekonomi Dalam Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Masyarakat Indonesia Rizcita Prilia Melvani
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clean and healthy living behavior is a major determinant of public health status influenced by social, cultural, and economic factors in complex and multidimensional manner. This research aims to analyze the role of social environment, culture, and economy in influencing clean and healthy living behavior of Indonesian society through comprehensive qualitative literature study. Research method uses library research approach with thematic content analysis technique of secondary literature from 2021-2025 period published in reputable journals. Research findings indicate social environment plays fundamental role in health knowledge transmission through educational institutions and communities with understanding improvement up to 40% and behavior change between 27-45% across various indicators. Cultural factors influence adoption patterns and practice persistence varying across regions reflecting Indonesian sociocultural heterogeneity. Economic conditions determine access to sanitation facilities and food security mediating relationship between dietary patterns and stunting incidence in toddlers. Conclusion shows complex interaction of these three dimensions requires integrative approach in designing effective, contextual, and sustainable public health interventions to improve Indonesian society health status holistically. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Social Cultural Economic Determinants, Indonesian Public Health Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan determinan utama derajat kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan ekonomi secara kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi dalam mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Indonesia melalui studi kepustakaan kualitatif yang komprehensif. Metode penelitian menggunakan pendekatan library research dengan teknik analisis konten tematik terhadap literatur sekunder periode 2021-2025 yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan sosial berperan fundamental dalam transmisi pengetahuan kesehatan melalui institusi pendidikan dan komunitas dengan peningkatan pemahaman hingga 40% serta perubahan perilaku antara 27-45% pada berbagai indikator. Faktor budaya mempengaruhi pola adopsi dan persistensi praktik yang bervariasi antar wilayah mencerminkan heterogenitas sosiobudaya masyarakat Indonesia. Kondisi ekonomi menentukan akses terhadap fasilitas sanitasi dan ketahanan pangan yang memediasi hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan menunjukkan interaksi kompleks ketiga dimensi tersebut memerlukan pendekatan integratif dalam merancang intervensi kesehatan masyarakat yang efektif, kontekstual, dan berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia secara holistik. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Determinan Sosial Budaya Ekonomi, Kesehatan Masyarakat Indonesia