Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN KELAINAN REFRAKSI PADA ASTIGMATISME TERHADAP KEJADIAN PRESBIOPIA DI OPTIK NEDIA KOTA MANNA Devi Susanti; Leni Novianti; Rizcita Prilia Melvani; M. Fakhruddin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.333

Abstract

Kelainan refraksi adalah kondisi yang disebabkan oleh kelainan dalam panjang sumbu (axial length) atau kelainan daya refraksi media. Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi adalah salah satu penyebab yang paling umum dari gangguan penglihatan. Astigmatisme (mata silinder) adalah kondisi di mana kekuatan refraksi kornea atau lensa bervariasi karena perubahan bentuk permukaan sehingga cahaya jatuh di dua titik di depan retina. Kondisi ini menyebabkan penderita harus memutar mata sehingga efek lubang jarum dapat dilihat. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara faktor genetik dan penggunaan gadget terhadap kejadian astigmatisme di Optik Reka Jaya Palembang Tahun 2024. Metode Penelitian : Dalam Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen yaitu faktor genetik dan penggunaan gadget dan variabel dependen yaitu astigmatisme. Hasil Penelitian : Dari data bivariat diperoleh dari 48 responden terdapat 33 responden (68,8%) mengalami astigmatisme dan 15 responden (31,3%) tidak mengalami astigmatisme. Diperoleh 31 responden (64,6%) mengalami astigmatisme berdasarkan faktor genetik sedangkan 17 responden (35,4%) bukan berdasarkan faktor genetik. Diperoleh 32 responden (66,7%) mengalami astigmatisme berdasarkan penggunaan gadget yang buruk sedangkan 16 responden (33,3%) penggunaan gadget yang baik. Kesimpulan : Berdasarkan Analisa data yang dilakukan diperoleh Kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dan penggunaan gadget secara simultan dengan kejadian astigmatisme. Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan faktor genetik dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,006 dan Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan penggunaan gadget dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,021.
PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA SINDROM ASTHENOPIA Devi Susanti; Leni Novianti; Rizcita Prilia Melvani; M Fakhruddin; M Hanafiah
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.2451

Abstract

Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.
Penyuluhan Kebiasaan Jarak Membaca Dan Kelelahan Mata Terhadap Kejadian Presbiopia Di Optik Nedia Kota Manna Devi Susanti; M Fakhruddin; Esther Wijaya; Rizcita Prilia Melvani
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jck.v2i1.289

Abstract

Mata merupakan panca indra yang sangat penting dalam kehidupan manusia,fungsi mata adalah untuk melihat yang di pengaruhi oleh tajam penglihatan. Mata akan merasa lelah setelah bekerja dengan melihat dekat, mata akan menjadi lelah bila mata terangsang terus menerus. Kelelahan mata dapat terjadi akibat terlalu lamanya bekerja otot-otot dalam mata atau otot-otot penggerak bola mata. Kemampuan mata untuk melihat dengan jelas akan ditentukan oleh ukuran objek,derajat kontras antara objek dengan sekelilingnya,lumnisi,serta lamanya waktu melihat objek tersebut. Untuk menghindari silaukarena letak dari sumber cahaya yang kurang tepat maka sebaiknya mata tidak secara langsung menerima cahaya dari sumbernya akan tetapi cahaya tersebut harus mengenai objek yang akan dilihat yang kemudian di pantulkan oleh objek tersebut kemata kita. Tujuan dari penelitian ini adalah Hubungan antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata secara simultan terhadap kejadian presbiopia di Optik Nedia Kota Manna. Penelitian ini bersifat survey analitik yang bertujuan untuk mengetahui faktor -faktor yang berhubungan antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata terhadap terjadinya kejadian presbiopia di Optik Nedia Kota Manna, dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel independen (kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata) dan variabel dependen (kejadian presbiopia) dilakukan secara bersamaan. Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata secara simultan dengan kejadian presbiopia di Optik Nedia tahun 2023
Faktor Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Diare Balita Di Kelurahan Karyajaya Kota Palembang Rizcita Prilia Melvani
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jck.v2i1.302

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan masih banyak ditemukan di Indonesia. Tingginya angka kejadian penyakit-penyakit berbasis lingkungan disebabkan oleh masih buruknya kondisi sanitasi dasar terutama air bersih dan jamban di Kelurahan Karyajaya Kota Palembang. Air bersih dan jamban sangat berpengaruh pada anak balita seperti penyakit diare. Melalui penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengetahui faktor sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare balita di Kelurahan Karyajaya Kota Palembang dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 60 rumah yang memiliki balita. Instrument penelitian berupa kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji chi square (????= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan jamban terhadap kejadian diare balita (p value = 0,009), namun tidak ditemukan pengaruh antara sarana air bersih terhadap diare balita (p value = 0,535).