Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Formulasi Gel Peel Off Anti Jerawat Kombinasi Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine Palmifiolia (L.) Merr) Dan Daun Jambu Biji Siti Mahyuni; Almasyhuri Almasyhuri; Sabrina Amanda
Jurnal Dunia Farmasi Vol 7, No 3 (2023): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v7i3.5791

Abstract

Pendahuluan: Ekstrak bawang dayak dan daun jambu biji mempunyai aktivitas antibakteri ter Propionibacterium acne karena memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Keunggulan sediaan gel peel off yaitu memiliki sifat tiksotropi sehingga mudah merata dan memberikan sensasi dingin pada kulit. Tujuan: Membuat formulasi gel peel off anti jerawat dari kombinasi ekstrak daun bawang dayak dan daun jambu biji. Metode: Dibuat 4 formula sediaan gel peel off dengan kombinasi ekstrak bawang dayak (5%) dan ekstrak daun jambu biji (F2: 2,5%), (F3: 5%), (F4: 10%). Terhadap sediaan dilakukan uji organoleptik, uji mutu (uji homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji viskositas) dan uji aktivitas antibakteri. Hasil: Uji organoleptik menghasilkan sediaan  gel peel off berwarna coklat, beraroma khas, dan berbentuk semi padat. Uji mutu menunjukkan F1 sampai F3 memenuhi syarat mutu, sedangkan F4 memiliki pH diatas batas yang diperbolehkan. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan semua formula memiliki aktifitas antibakteri. Kesimpulan: Bahwa F3 adalah formula paling optimal sebagai masker gel peel off anti jerawat dengan nilai DDH 19,5 mm kategori sedang.
EDUKASI SUMBER KARBO RENDAH GLIKEMIK PENGGANTI NASI DAN PENGOLAHANNYA UNTUK PENDERITA DIABETES Siti Mahyuni; Trirakhma Sofihidayati; Fitria Dewi Sulistiyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57436

Abstract

Prevalensi penderita diabetes di Indonesia cendrung meningkat setiap tahun. Peningkatan prevalensi diabetes melitus berkaitan dengan asupan karbohidrat. Umumnya masyarakat awam terhadap indeks glikemik pada karbohidrat. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus, dilakukan edukasi mengenai indeks glikemik pangan. Metode edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi dan pembagian brosur terkait penyakit diabetes dan pola asupan pangan. Efektifitas kegiatan edukasi dievaluasi melalui pretest dan post test terkait materi edukasi. Dari kegiatan edukasi diketahui bahwa pengetahuan masyarakat mengenai penyakit diabetes cukup baik yaitu 74 % reponden menjawab benar terkait gejala diabetes. Namun pengetahuan masyarakat mengenai indeks glikemik pangan sangat rendah yaitu 16 % responden memberikan jawaban keliru terkait indeks glikemik, dan 23 % tidak tepat dalam memilih pangan rendah glikemik. Setelah kegiatan edukasi, tingkat pengetahuan masyarakat meningkat dimana 96 % responden memberikan jawaban benar mengenai gejala diabetes, 88 % reponden memberikan jawaban benar mengenai indeks glikemik pangan, dan 91% tepat dalam memilih pangan rendah glikemik. Responden juga memberikan penilaian positif terhadap pemberian brosur karena brosur membantu dalam memahami dan mengingat materi yang disampaikan, serta menjadi rujukan dalam menentukan indeks glikemik pangan. Dapat disimpulkan kegiatan edukasi dan pembagian brosur meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap diabetes dan indeks glikemik pangan dan diharapkan memberikan manfaat langsung dalam upaya mengendalikan penyakit diabetes melitus melalui pemilihan pangan rendah glikemik