Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Gadget dengan Kemampuan Bicara dan Bahasa Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Sirajul Muna; Afriana Afriana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.756

Abstract

Tumbuh kembang anak tidak dapat dilepaskan dari fungsi bermain yang dimiliki oleh anak, tumbuh kembang masa anak meliputi kemampuan berbahasa, berbicara, kreativitas, bagi tumbuh kembang kognitif dan sosial anak. Fungsi bermain tidak saja dapat meningkatkan tumbuh kembang kognitif dan sosial, tetapi juga tumbuh kembang bahasa, disiplin, tumbuh kembang moral, kreativitas dan tumbuh kembang fisik anak. Data survey dari Januari s/d Agustus 2025 didapatkan jumlah balita 0-5 tahun sebanyak 148 (80,5%), dan balita 2-5 tahun sebanyak 98 jiwa, balita dengan speech delay sebanyak 54 jiwa (36,4%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan kemampuan bicara dan bahasa pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2025”. Penelitian ini merupakan penelitian analitik secara cross sectional, menggunakan uji Chi Square Test Window 25. Penelitian dilakukan pada tanggal 23 Agustus s/d 04 September 2025. Populasi pada penelitian ini adalah balita di Wilayah Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh sebanyak 148 orang, sampel dalam penelitian dilakukan secara Stratified Random Sampling, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 orang. Hasil uji statistik dengan Chi Square didapatkan nilai p-value 0,000 berarti ada hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan perkembangan bicara dan bahasa pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Kesimpulan menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan perkembangan bicara dan bahasa pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh dengan p-value = 0,000. Diharapkan orang tua dapat meningkatkan sikap dalam mengawasi anak dalam bermain gadget dengan membatasi waktu pemakaian gadget.
The Relationship Between Low Birth Weight (LBW) and Basic Immunization Status with the Incidence of Stunting in Toddlers Grace Carol Sipasulta; Dahniar Dahlan; Sirajul Muna; Resty Noflidaputri
Bulletin of Inspiring Developments and Achievements in Midwifery Vol. 2 No. 2 (2025): December, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/bidan.v2i2.329

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has a serious impact on children's growth and development. This study aims to determine the relationship between low birth weight (LBW) and basic immunization status with the incidence of stunting in toddlers in the Selayo Public Health, Solok Regency in 2019. The study used a case-control design with 58 respondents (29 stunted, 29 not stunted) selected by purposive sampling. Data were obtained through interviews and observations of KIA books, analyzed using the Chi-Square test at a 95% confidence level. The results showed a significant relationship between LBW and the incidence of stunting (p = 0.047; OR = 3.9) and between incomplete basic immunization status and stunting (p = 0.029; OR = 4.1). It was concluded that LBW and basic immunization status play an important role in increasing the risk of stunting. The implications of this study encourage increased nutrition education for pregnant women and the implementation of complete basic immunization to reduce the prevalence of stunting.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TENTANG PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK MUHAMMADIYAH KOTA BANDA ACEH Sirajul Muna; Roza Aryani; Yusrizal Yusrizal
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60633

Abstract

Fenomena pergaulan bebas di Aceh saat ini sangat memprihatinkan, khususnya dikalangan muda mudi banyak ditemui pasangan yang tidak memiliki ikatan resmi melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Menurut Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPA) menyatakan bahwa kasus pergaulan bebas di Aceh sudah sering terjadi dan kasus pernikahan pada usia 16-18 tahun mencapai 19,5% serta usia dibawah 15 tahun sebesar 3%. Data yang diperoleh dari Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh terdapat 1 orang remaja yang melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual dengan hasil positif mengalami penyakit menular seksual, hasil wawancara diketahui bahwa remaja tersebut sudah melakukan hubungan seksual diluar pranikah berulang kali dengan pacarnya. Kesehatan  reproduksi mencakup aspek fisik, mental dan sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi, ini memiliki peran yang penting untuk membentuk pemahaman dan perilaku yang sehat di kalangan generasi muda. Persoalan  kesehatan reproduksi remaja di Indonesia masih kurang  mendapat perhatian, dan dianggap tabu. Untuk menyingkapi hal ini perlu  kesadaran dan peran serta dari berbagai instansi terkait untuk memberikan pengetahuan sedini mungkin mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.  Remaja memiliki keterbatasan akses informasi dan pelayanan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi sehingga mengakibatkan beban kesehatan seksual dan reproduksi menjadi tinggi.