Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Studi Literatur: Thermotherapy untuk Mengatasi Nyeri Dada pada Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) Ervina Setia Ningsih; Wachidah Yuniartika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.876 KB)

Abstract

Nyeri dada yang tidak terkontrol yang menyebabkan masalah fisiologis dan psikologis. Kondisi ini meningkatkan beban kerja jantung dan meningkatnya oksigen myocardial, menghasilkan memperburuk iskemia myocardial dan bertambahnya tekanan pada dada. Salah satu terapi non farmakologi yang diterapkan untuk mengurangi nyeri dada pada pasien sindrom koroner akut salah satunya dengan terapi panas (thermotherapy). Tujuannya untuk mengidentifikasikan efektifitas intervensi thermotherapy terhadap nyeri dada dan perubahan status fisiologis. Metode yang digunakan dalam literature review ini adalah mengumpulkan dan melakukan analisa textbook. Sumber literatur review ini diperoleh dari textbook dan artikel elektronik seperti ScienceDirect, World Health Organisation, Google Scholar, PubMed dan Clinical Key dengan kriteria textbook dan artikel yang dipublikai selama periode 2014-2020 dengan kriteria inklusi pada literatur ini yaitu artikel Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia dengan tanggal publikasi 5 tahun terakhir mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, artikel dalam bentuk full teks sedangkan kriteria eksklusi yaitu artikel publikasi tidak dalam bentuk publikasi tidak asli seperti surat ke editor, abstrak saja dan buku.. Hasil setelah pengumpulan artikel didapatkan 960 artikel yang sesuai dengan kata kunci, setelah itu excluded studies lagi berdasarkan kriteria inklusi sehingga jumlah total artikel yang memenuhi syarat untuk review adalah 5 artikel. Thermotherapy menggunakan Hot pack yaitu kantong yang berisi gel silikat yang dihangatkan menggunakan pemanas air hingga 500C. Apabila tidak ada hot pack bisa diberikan dengan cara lain yaitu menggunakan kantong pemanas yang diisi air dengan suhu 500C kemudian dibungkus dengan handuk katun dan diletakkan dibagian depan dada selama 20 menit setiap 12 jam selama 24 jam. Thermotherapy dapat meredakan nyeri dada dengan melebarkan arteri koroner, meningkatkan proses angiogenesis dan meningkatkan perfusi miokad selain itu sebagai mediator inflamasi miokardium yang terluka. Berdasarkan hasil review 5 artikel dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi panas efektif dalam menurunkan nyeri dan memperbaiki status fisiologis pada pasien acute coronary syndrome.
Studi Literatur: Perawatan Luka Bakar Grade II dengan Delima (Pomegranate) Dinda Ria Supia; Wachidah Yuniartika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.393 KB)

Abstract

Kejadian luka bakar menyebabkan mortalitas dan morbiditas lebih dari 90 %. Menurut World Health Organization (WHO) kurang lebih 265.000 kematian pertahun diseluruh dunia, dan 70 % merupakan wanita. American Burn Association (ABA) terdapat 486.000 kasus luka bakar sebanyak 3.240 kematian pertahun akibat kontak dengan listrik, zat kimia, benda panas. RSCM tahun 2011 sampai 2012 total luka bakar 303 pasien, RSU Sanglah Denpasar 154 pasien. Pemberian antibiotik yang tidak sesuai aturan pakai dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Pada kejadian infeksi luka bakar dalam hal ini perlu penggunaan terapi alami yang dapat mengurangi resiko terjadinya resistensi dan dapat mempercepat penyembuhan luka bakar grade II. Tujuan penulisan ini untuk mengidentifikasi efektifitas kulit buah delima dalam perawatan luka bakar grade II. Metode yang digunakan dengan pencarian database eletronik sciencedirect, google scholer, elsevier dan batas pencarian 2015 sampai 2020 dengan kata kunci luka bakar, grade II, dan kulit delima. Hasil analisa dari 5 jurnal yang dilakukan pada studi ini. Didapatkan hasil pemberian ekstrak delima dapat mempersingkat waktu penyembuhan luka bakar pada tikus, pemberian ekstrak kulit delima secara topikal pada luka bakar dapat menghambat kolonisasi bakteri resistensi (MRSA) dibandingkan dengan penggunaan mupirocin saja, pemberian formulasi hydrogel topikal mengandung silikinin yang terdapat pada delima dapat mencegah terjadinya antiinflamasi pada luka yang terdapat pada tikus, kulit delima memiliki efek penyembuhan luka dan dapat mempercepat penutupan luka dan epitelisasi, dan pemberian krim ekstrak etanolik 2 delima merah 20% dapat menghambat terjadinya penurunan jumlah kolagen pada dermis kulit mencit yang terpapar ultraviolet. Kesimpulan dari semua studi melaporkan efektivitas kulit delima yang digunakan dengan sediaan krim, hydrogel, maupun ekstrak topikal dapat mempercepat penyembuhan luka bakar, mempercepat terjadinya epitelisasi, mampu mencegah dan menghambat MRSA. Penggunaan delima dalam bentuk sediaan ekstrak topical dapat dilakukan di Indonesia karena mudah dibuat dan bahan pembuatannya mudah didapatkan.
Penggunaan Pursed Lip Breathing pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Rita Dwi Kusumawati; Wachidah Yuniartika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.452 KB)

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah gangguan saluran pernafasan kronis yang tidak reversibel penuh yang disebabkan oleh obstruksi saluran nafas Tujuan: untuk mengidentifikasi efektivitas intervensi pursed lip brething pada pasien PPOK. Metode: Pencarian menggunakan database elektronik: google scholar (3) dan science direct (2). Pencarian terbatas dari tahun 2016 sampai 2020 dalam bentuk full text. Istilah pencarian meliputi kata kunci sebagai berikut: pursed lip breathing, dan PPOK. Kriteria inklusi: responden berusia minimal 18 tahun dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, menggunakan intervensi pursed lip brething. Hasil: sesuai criteria dan metode dari 5 jurnal didapatkan hasil pursed lip breathing nilai peak expiratory flow mengalami peningkatan dan kombinasi pursed lip breathing dan guided imagery music nilai peak expiratory flow mengalami peningkatan(1). Pada penggunaan tripoid position dan pursed lip brething terdapat perbedaan dimana pursed lip brething lebih efektif terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK dibandingkan dengan tripoid position (2). Evaluasi dalam kelompok intervensi pasien PPOK dengan pursed lip brething dalam saturasi oksigen perifer, laju pernafasan, denyut nadi, dan indeks tekanan darah sistolik mengalami peningkatan(3). Dan pursed lip brething berpengaruh pada evaluasi fisiologis(4). Pernafasan diafragma dan pernafasan diafragmatik ditambah pernafasan pursed lip brething meningkatkan peningkatan volume pasang-surut dinding dada dan kompartemennya serta pengurangan frekuensi pernafasan dibandingkan dengan pernafasan yang tenang(5) Kesimpulan: semua studi melaporkan efektivitas intervensi Pursed lip brething dalam PPOK.
Studi Literatur: Thermotherapy untuk Mengatasi Nyeri Dada pada Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) Ningsih, Ervina Setia; Yuniartika, Wachidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri dada yang tidak terkontrol yang menyebabkan masalah fisiologis dan psikologis. Kondisi ini meningkatkan beban kerja jantung dan meningkatnya oksigen myocardial, menghasilkan memperburuk iskemia myocardial dan bertambahnya tekanan pada dada. Salah satu terapi non farmakologi yang diterapkan untuk mengurangi nyeri dada pada pasien sindrom koroner akut salah satunya dengan terapi panas (thermotherapy). Tujuannya untuk mengidentifikasikan efektifitas intervensi thermotherapy terhadap nyeri dada dan perubahan status fisiologis. Metode yang digunakan dalam literature review ini adalah mengumpulkan dan melakukan analisa textbook. Sumber literatur review ini diperoleh dari textbook dan artikel elektronik seperti ScienceDirect, World Health Organisation, Google Scholar, PubMed dan Clinical Key dengan kriteria textbook dan artikel yang dipublikai selama periode 2014-2020 dengan kriteria inklusi pada literatur ini yaitu artikel Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia dengan tanggal publikasi 5 tahun terakhir mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, artikel dalam bentuk full teks sedangkan kriteria eksklusi yaitu artikel publikasi tidak dalam bentuk publikasi tidak asli seperti surat ke editor, abstrak saja dan buku.. Hasil setelah pengumpulan artikel didapatkan 960 artikel yang sesuai dengan kata kunci, setelah itu excluded studies lagi berdasarkan kriteria inklusi sehingga jumlah total artikel yang memenuhi syarat untuk review adalah 5 artikel. Thermotherapy menggunakan Hot pack yaitu kantong yang berisi gel silikat yang dihangatkan menggunakan pemanas air hingga 500C. Apabila tidak ada hot pack bisa diberikan dengan cara lain yaitu menggunakan kantong pemanas yang diisi air dengan suhu 500C kemudian dibungkus dengan handuk katun dan diletakkan dibagian depan dada selama 20 menit setiap 12 jam selama 24 jam. Thermotherapy dapat meredakan nyeri dada dengan melebarkan arteri koroner, meningkatkan proses angiogenesis dan meningkatkan perfusi miokad selain itu sebagai mediator inflamasi miokardium yang terluka. Berdasarkan hasil review 5 artikel dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi panas efektif dalam menurunkan nyeri dan memperbaiki status fisiologis pada pasien acute coronary syndrome.
Studi Literatur: Perawatan Luka Bakar Grade II dengan Delima (Pomegranate) Supia, Dinda Ria; Yuniartika, Wachidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian luka bakar menyebabkan mortalitas dan morbiditas lebih dari 90 %. Menurut World Health Organization (WHO) kurang lebih 265.000 kematian pertahun diseluruh dunia, dan 70 % merupakan wanita. American Burn Association (ABA) terdapat 486.000 kasus luka bakar sebanyak 3.240 kematian pertahun akibat kontak dengan listrik, zat kimia, benda panas. RSCM tahun 2011 sampai 2012 total luka bakar 303 pasien, RSU Sanglah Denpasar 154 pasien. Pemberian antibiotik yang tidak sesuai aturan pakai dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Pada kejadian infeksi luka bakar dalam hal ini perlu penggunaan terapi alami yang dapat mengurangi resiko terjadinya resistensi dan dapat mempercepat penyembuhan luka bakar grade II. Tujuan penulisan ini untuk mengidentifikasi efektifitas kulit buah delima dalam perawatan luka bakar grade II. Metode yang digunakan dengan pencarian database eletronik sciencedirect, google scholer, elsevier dan batas pencarian 2015 sampai 2020 dengan kata kunci luka bakar, grade II, dan kulit delima. Hasil analisa dari 5 jurnal yang dilakukan pada studi ini. Didapatkan hasil pemberian ekstrak delima dapat mempersingkat waktu penyembuhan luka bakar pada tikus, pemberian ekstrak kulit delima secara topikal pada luka bakar dapat menghambat kolonisasi bakteri resistensi (MRSA) dibandingkan dengan penggunaan mupirocin saja, pemberian formulasi hydrogel topikal mengandung silikinin yang terdapat pada delima dapat mencegah terjadinya antiinflamasi pada luka yang terdapat pada tikus, kulit delima memiliki efek penyembuhan luka dan dapat mempercepat penutupan luka dan epitelisasi, dan pemberian krim ekstrak etanolik 2 delima merah 20% dapat menghambat terjadinya penurunan jumlah kolagen pada dermis kulit mencit yang terpapar ultraviolet. Kesimpulan dari semua studi melaporkan efektivitas kulit delima yang digunakan dengan sediaan krim, hydrogel, maupun ekstrak topikal dapat mempercepat penyembuhan luka bakar, mempercepat terjadinya epitelisasi, mampu mencegah dan menghambat MRSA. Penggunaan delima dalam bentuk sediaan ekstrak topical dapat dilakukan di Indonesia karena mudah dibuat dan bahan pembuatannya mudah didapatkan.
Penggunaan Pursed Lip Breathing pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Kusumawati, Rita Dwi; Yuniartika, Wachidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah gangguan saluran pernafasan kronis yang tidak reversibel penuh yang disebabkan oleh obstruksi saluran nafas Tujuan: untuk mengidentifikasi efektivitas intervensi pursed lip brething pada pasien PPOK. Metode: Pencarian menggunakan database elektronik: google scholar (3) dan science direct (2). Pencarian terbatas dari tahun 2016 sampai 2020 dalam bentuk full text. Istilah pencarian meliputi kata kunci sebagai berikut: pursed lip breathing, dan PPOK. Kriteria inklusi: responden berusia minimal 18 tahun dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, menggunakan intervensi pursed lip brething. Hasil: sesuai criteria dan metode dari 5 jurnal didapatkan hasil pursed lip breathing nilai peak expiratory flow mengalami peningkatan dan kombinasi pursed lip breathing dan guided imagery music nilai peak expiratory flow mengalami peningkatan(1). Pada penggunaan tripoid position dan pursed lip brething terdapat perbedaan dimana pursed lip brething lebih efektif terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK dibandingkan dengan tripoid position (2). Evaluasi dalam kelompok intervensi pasien PPOK dengan pursed lip brething dalam saturasi oksigen perifer, laju pernafasan, denyut nadi, dan indeks tekanan darah sistolik mengalami peningkatan(3). Dan pursed lip brething berpengaruh pada evaluasi fisiologis(4). Pernafasan diafragma dan pernafasan diafragmatik ditambah pernafasan pursed lip brething meningkatkan peningkatan volume pasang-surut dinding dada dan kompartemennya serta pengurangan frekuensi pernafasan dibandingkan dengan pernafasan yang tenang(5) Kesimpulan: semua studi melaporkan efektivitas intervensi Pursed lip brething dalam PPOK.
Pelatihan Aplikasi Pemasaran Online pada Kader Posyandu Lansia Yuniartika, Wachidah; Mangifera, Liana; Nofandrilla, Nieldya; Musalamah, Siti; Damayanti, Silvianita; Ajie, Anjani Bharata
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pengetahuan kader dalam pelaksanaan Posyandu sangat dibutuhkan, selain dapat menjadi penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu kader juga dapat memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat, dan menuntun untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Keberhasilan suatu posyandu tidak lepas dari kerja keras kader yang secara sukarela mengelola posyandu di wilayah dan lokasi masing masing. Kurangnya pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan yang memadai bagi kader dapat menyebabkan kurangnya pemahaman tentang tanggung jawab kader, kurangnya suatu informasi serta kurangnya koordinasi antara petugas kesehatan dengan kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu dapat mengakibatkan rendahnya tingkat minat kehadiran masyarakat untuk datang ke Posyandu.Progam suatu posyandu merupakan tanggung jawab seorang kader karena kader juga sangat berperan penting dalam pelaksaanan posyandu. Tidak lancarnya suatu posyandu dapat disebabkan oleh kader yang tidak aktif dalam kegiatan yang sudah diselenggarakan. Kader kesehatan yang benar adalah kader yang bersedia menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Tugas petugas kesehatan disini hanya mengawasi dan membimbing kader posyandu untuk melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat akan mengadakan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dari kader lansia. Tim Pengabdian Masyarakat terdiri dari tim pengabdian masyarakat Program studi keperawatan, program studi ekonomi manajemen, dan program studi Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 di Posyandu Purbosari 2 dan 7 Desa Purbayan dengan jumlah responden 18 orang kaer lansia. Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap persiapan, pre test, pemberian materi tentang strategi pemasaran online, selanjutnya tim pengabdian membuat akun instagram dan facebook, cara membuat desain konten dan praktik langsung dengan didampingi fasilitator cara membuat desain produk dan upload di media social dan yang terakhir adalah post test dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini didapatkan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dari kader lansia.
Co-Authors Aan Sofyan Abdu Rahim Kamil Aisyah Dani Hanifah Ajie, Anjani Bharata Ananta, Dyaz Surya Anindya Suryawati Anjani Bharata Ajie Anwar, Syamsul Arvita Ningtyas Aulai Rahman Azizah S, Nur Bharata Ajie, Anjani Bima Murti, Tiara Charisma Alzura Damayanti, Silvianita Dani Hanifah, Aisyah Daris Trigamadia Dian Hudiyawati Dinda Ria Supia Diny Oktri Sani Dyaz Surya Ananta Elok Kurniasari Elsa Muntazila Ilaiha Enita Dewi Ervina Setia Ningsih Erwanindyasari, Risma Nuril Estu Werdani, Kusuma Fariz Farisulhaq, Ahmad Fatimah Nur Janah Amini Fauzan Muhammad Febina Fitri Karunia Febina Sulistyo Firmansyah, Mohammad Faizal Framesti Nurjanah Framesti Nurjanah Gita Febri Cahyani Herlinah, Lily Iftah Sofia Syfa Kartinah Kartinah Kusumawati, Rita Dwi Laili, La’isal Liana Mangifera Liana Mangifera Luluk Ria Rahma M Faig Mujabi Mohammad Rizqi Mujabi, M Faig Musalamah, Siti mutiah, siti Nafisah, Hasna Nanik Widyaningsih Nieldya Nofandrilla Niken Enggal Dwi Astuti Nikmah Nurul Utami Ningsih, Ervina Setia Ningsih, Tri Hadi Nun Alea Syavinka, Zuan Nur Janah Amini, Fatimah Nur Nurhidayah Muthohharoh Nuriyatul Fitriyah Nurjannah, Framesti Oktaviani Fitriyah Pamunkas, Bangkit Bayu Rahmah, Tasya Aulifiah Refina Anggraini Retnosari, Merlina Ria Rahma, Luluk Rita Dwi Kusumawati Santi, Catur Novita Septin Nabila Fakhira Driela Putri Setiyo Purwanto Setiyo Purwanto Silvianita Damayanti Siti Musalamah Siti Mutiah Sri Lestari Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri, S Supia, Dinda Ria Supristyani , Her Surya Ananta, Dyaz Susanti, Mayra Rizky Syah, Zaki Qothrunnada Hamdani Syavinka, Zuan Nun Alea Syfa, Iftah Sofia Titania Nur Rizkya Verent Vidanindya Ivena Vinami Yulian Violeta Yuman Tanaya Wijarwanti, Linda Sukma Wita Oktaviana Yuliyanti, Wahyu Ardita Zuan Nun Alea Syavinka Zuhro Muyassarotus Safaniah