Anita Setyowati
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

START Triage Video Education Improves Earthquake Disaster Response Knowledge among Anesthesiology Nursing Students: A One-Group Pretest–Posttest Study Muhammad Zaidan Yudzkar; Anita Setyowati; Raden Sugeng Riyadi
Genius Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2026): Nursing Education, Emergency Preparedness, and Community Health Practice
Publisher : Genius Publishing (CV. Gerbang Ilmu Nusantara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66763/gjn.v2i1.33

Abstract

Background:  Earthquake disasters may cause mass casualties and require rapid victim prioritization through appropriate triage. START triage is a simple method for disaster response, but students’ knowledge of its application may still be limited. Video education may help improve students’ understanding of triage procedures. Objectives:  This study aimed to examine the effect of START triage video education on earthquake disaster response knowledge among anesthesiology nursing students. Methods: Quantitative pre-experimental study used a one-group pretest–posttest design. A total of 70 first-semester anesthesiology nursing students were selected using simple random sampling. Participants received a five-minute START triage educational video. Knowledge was measured before and after the intervention using a 20-item questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Before the intervention, 34.4% of students had good knowledge. After the intervention, the proportion increased to 67.2%. The Wilcoxon test showed a significant improvement in knowledge after video education (p < 0.001). Conclusions: START triage video education significantly improved earthquake disaster response knowledge among anesthesiology nursing students and may be used as a practical learning medium in disaster preparedness education.
Pengaruh Demonstrasi Resusitasi Jantung Paru terhadap Motivasi Menolong Korban Henti Jantung Gezia Noersyahbania; Ratih Kusuma Dewi; Anita Setyowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2267

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Rendahnya motivasi masyarakat dalam memberikan pertolongan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya angka kelangsungan hidup korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh demonstrasi resusitasi jantung paru terhadap motivasi menolong korban henti jantung. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang merupakan anggota Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Sentolo dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Seluruh item dinyatakan valid (r hitung > r tabel), dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,901 (>0,60), sehingga instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi menolong setelah diberikan demonstrasi resusitasi jantung paru. Analisis statistik menunjukkan nilai ????-value sebesar 0,000 (????<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh demonstrasi resusitasi jantung paru terhadap motivasi menolong korban henti jantung.
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SPINAL ANESTESI PADA PASIEN PRE OPERASI DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Alvina Maharani Nur Aisyah; Joko Murdiyanto; Anita Setyowati
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.666

Abstract

Anestesi spinal atau Subarachnoid Block (SAB) merupakan anestesi regional dengan menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan pembedahan merupakan prosedur invasif dengan menggunakan tindakan anestesi, hal ini dapat menimbulkan kecemasan. Kurangnya pengetahuan mengakibatkan seseorang lebih mudah mengalami kecemasan. Pengetahuan dapat ditingkatkan dengan pemberian edukasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media video terhadap tingkat pengetahuan spinal anestesi pada pasien pre operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah non probability sampling berupa purposive sampling, sampel 52 pasien pre operasi dengan tindakan spinal anestesi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Nilai probabilitas dalam uji statistik non parametrik Wilcoxon adalah 0,000, sehingga hasil menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan spinal anestesi pada pasien pre operasi sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi melalui media video terhadap tingkat pengetahuan spinal anestesi pada pasien pre operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
PERBEDAAN KEJADIAN POSTOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DENGAN METODE ERACS DAN NON-ERACS DI RS PKU MUHAMMADIYAH LAMONGAN Sri Yuniarti Rohmaniyah; Raden Sugeng Riyadi; Anita Setyowati; Munadi
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.693

Abstract

Sectio Caesarea merupakan prosedur persalinan yang semakin diminati seiring dengan perkembangan teknologi medis, dengan metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) yang terbukti mempercepat pemulihan dibandingkan metode Non-ERACS. Namun, salah satu efek samping yang sering terjadi pasca operasi adalah Post-Operative Nausea and Vomiting (PONV), yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian PONV pada pasien SC dengan metode ERACS dan Non-ERACS di RS PKU Muhammadiyah Lamongan. Untuk mengetahui Perbedaan mengetahui Perbedaan Kejadian Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pasien post operasi Sectio Caesarea dengan metode ERACS dan Non-ERACS di RS PKU Muhammadiyah Lamongan. Desain penelitian ini yaitu kuantitatif komparatif, desain studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Jumlah responden sebanyak 40 dengan kelompok ERACS sebanyak 20 responden dan kelompok Non-ERACS sebanyak 20 responden. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai p-value 0,005<0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kejadian Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pasien post operasi Sectio Caesarea dengan metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) dan Non-ERACS di RS PKU Muhammadiyah Lamongan. Metode ERACS terbukti lebih efektif dalam menurunkan frekuensi kejadian PONV.
HUBUNGAN HIPOTENSI INTRA OPERATIF TERHADAP MUAL MUNTAH PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN SPINAL ANESTESI DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Julia Ananda Nur Imani; Anita Setyowati; Aisyah Nur Azizah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.711

Abstract

Anestesi regional diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah spinal anestesi, dengan lokasi penyuntikan di vertebra lumbal sekitar L4-L5. Hipotensi merupakan salah satu resiko yang harus diperhatikan dalam prosedur spinal anestesi. Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh hipotensi pada saat intraoperatif memicu terjadinya perasaan tidak nyaman pada perut. Tujuan penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan hipotensi intra operatif terhadap mual muntah pada pasien Sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 42 responden, dengan teknik sampling accidental sampling, uji yang digunakanan adalah uji kendall tau. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 52 responden merasa mual saja sebanyak 23 responden (42,3%), responden mengalami retching sebanyak 7 (13,5%), dan responden yang mengalami mual lebih dari 30 menit atau muntah ≥ 2 kali sebanyak 0 responden (0%), sedangkan responden tidak merasa mual dan muntah sebanyak 22 responden (42,3%). Hasil uji Kendall tau didapatkan hasil 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara hipotensi intra operatif dengan kejadian mual muntah pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
HUBUNGAN JENIS PEMBEDAHAN DENGAN KEJADIAN POST ANESTHETIC SHIVERING (PAS) PASCA SPINAL ANESTESI DI RUANG RECOVERY ROOM IBS RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Nadila Huriyati; Anita Setyowati; Ellyda Septiani Pramita
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.734

Abstract

Post Anesthetic Shivering (PAS) merupakan salah satu komplikasi umum pasca anestesi, khususnya spinal anestesi, yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen, ketidaknyamanan, bahkan gangguan pada penyembuhan luka pasca operasi. Beberapa faktor diduga berperan dalam terjadinya PAS, salah satunya adalah jenis pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis pembedahan dengan kejadian Post Anesthetic Shivering (PAS) pasca spinal anestesi di ruang recovery room RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 55 responden yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi jenis pembedahan dan derajat shivering berdasarkan skala Crossley and Mahajan. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami shivering derajat 1 (34,5%) dan derajat 2 (32,7%). Terdapat kecenderungan peningkatan derajat shivering seiring bertambahnya berat jenis pembedahan. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis pembedahan dan kejadian PAS dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,649. Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara jenis pembedahan dengan kejadian Post Anesthetic Shivering pasca spinal anestesi. Semakin berat jenis pembedahan, semakin tinggi pula derajat PAS yang terjadi. Hasil ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pencegahan shivering pada pasien dengan risiko tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN INFORMED CONSENT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI ANESTESI SPINAL DI RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN Ajuk Nike Ernani; Anita Setyowati; Aisyah Nur Azizah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.737

Abstract

Anestesi spinal meskipun efektif menghilangkan rasa sakit seringkali menimbulkan masalah psikososial yaitu kecemasan pada pasien pre operasi. Kecemasan yang tidak jelas dapat diatasi dengan pemberian informed consent yang baik. Didapatkan 81% pasien mengalami kecemasan saat akan menjalani anestesi spinal karena kurangnya informasi yang diterima oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informed consent terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi anestesi spinal di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimen dengan one group pretest posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 38 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian informed consent, mayoritas pasien mengalami kecemasan berat (44,7%) dan panik (21,1%). Setelah intervensi, terjadi penurunan signifikan dengan 78,9% pasien mengalami kecemasan ringan dan tidak ada pasien yang mengalami kecemasan berat atau panik. Analisis statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,000), mengindikasikan bahwa informed consent efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemberian informed consent yang jelas dan komprehensif berperan penting dalam mengurangi kecemasan pasien sebelum menjalani anestesi spinal.
PENGARUH PEMBERIAN INFUS HANGAT TERHADAP KEJADIAN SHIVERING PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RS MUHAMMADIYAH LAMONGAN Sulfa Rahma Pebriani; Anita Setyowati; Joko Murdiyanto
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.764

Abstract

Spinal anestesi merupakan tindakan menghilangkan sensorik motorik dengan dimasukkannya obat ke rongga subarachnoid, efek samping setelah tindakan spinal anestesi yaitu Post Anesthetic Shivering (PAS). Shivering ini dapat diatasi dengan menggunakan pemberian infus hangat untuk meminimalkan perubahan suhu normal tubuh pasien. Didapatkan yang mengalami shivering dengan tindakan anestesi spinal sebanyak 70%. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian infus hangat terhadap kejadian shivering pada pasien spinal anestesi di RS Muhammadiyah Lamongan. Metode yang digunakan pada penelitian menggunakan metode Kuantitatif dengan desain penelitian Quasy Eksperimen dengan Posttest-Only Control Group. Sampel pada penelitian ini adalah 38 responden dengan purposive sampling. Pengumpulan data yang diambil oleh peneliti dan melakukan analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil pada penelitian menunjukan bahwa pemberian infus hangat terhadap kejadian shivering  memiliki pengaruh yang dibuktikan dengan uji Mann-Whitney (Asymp-sig = 0,000). Sehingga hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian infus hangat terhadap kejadian shivering pada pasien spinal anestesi di RS Muhammadiyah Lamongan.