Claim Missing Document
Check
Articles

Empowering Wetland Rice Farmers: Strengthening Capability and Income through Farmer Group Participation Andri Amaliel Managanta; Fiske Angelin Tokare; Toyip; Ita Mowidu
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 8 No. 01 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v8i01.36270

Abstract

Farmer groups play a role in improving farmers' skills through education, optimizing commodity trade and distribution, and providing agricultural input to increase output. This research aims to determine the various roles of farmer groups and analyze various factors that influence the improvement of farming skills and income of lowland rice farmers. This research was carried out in Buyumpondoli Village, Poso Regency. Buyumpondoli Village was chosen deliberately because it is a rice production center. Sampling was carried out using the proportional random sampling method, with a population of 570 farmers from 21 rice farming groups. By applying the Slovin formula, a sample size of 122 rice farmers was determined. Farmer groups function as learning and production units, helping farmers improve their abilities in cultivation, harvesting, post-harvest, and marketing. However, farmers' farming capabilities are considered moderate and tend to reduce rice farmers' income due to less than an optimal implementation of the cultivation, post-harvest, and marketing processes. Despite this, farmers' income remains high, reaching an average of IDR 5.624.103 per month. Farmer groups should enhance their role as learning platforms by providing regular training and fostering collaboration among members to share knowledge. Additionally, adopting modern agricultural technologies and marketing strategies can help improve productivity and farmers' income.
CHARACTERISTICS OF PHYSICAL PROPERTIES OF SOIL UNDER COCOA PLANTS IN THE LOWLANDS OF LAPE VILLAGE AND THE NAPU HIGHLANDS Ita Mowidu; Andri Amaliel Managanta; Ria Dewiyanti Tologana; Fitria
Agropet Vol 23 No 1 (2026): Vol 23 No 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cocoa is a plantation commodity of high economic value. Soil physical properties are one of the factors supporting production. Elevation is believed to influence the physical properties of the soil. The study aims to determine the physical soil characteristics of lowland and highland cocoa plantations in Poso Regency. The research was conducted from November 2024 to January 2025. The treatment of landscape conditions—specifically flat terrain and slopes in both lowlands and highlands—was implemented using a Randomized Complete Block Design (RCBD). Each treatment was replicated 10 times. The soil physical properties observed were soil color, bulk density (BV), porosity, available water content, and drainage pores. Research results indicate that the soil beneath the cocoa canopy in the Napu highlands is dark in color, whereas in the Lape lowlands, it is light-colored. This is attributed to differences in parent material and climatic conditions. In the Lape lowlands, on the sloping landform, the soil has a bulk density of 0.78 g/cm³, a porosity of 71.08%, an available water content of 38.94% by weight (or 30.37% by volume), and drainage pores of 6.75%. In the valley landform, the soil bulk density is 1.14 g/cm³, porosity is 57.40%, available water content is 39.47% by weight or 45.15% by volume, and drainage porosity is 7.52%. In the sloping terrain of the Napu Highlands, the soil has a bulk density of 1.05 g/cm³, a porosity of 60.49%, an available water content of 38.17% by weight (or 39.92% by volume), and a drainage porosity of 11.48%. In the valley landform, the bulk density is 0.69 g/cm³, porosity is 75.36%, available water content is 39.75% by weight or 27.35% by volume, and drainage pores account for 12.39%. The level of available water at all locations is classified as high (>25%), and plant roots do not encounter mechanical impedance. Keywords: lowlands, highlands, cocoa, soil physical properties
Keragaman Genetik Dan Fenotipik Beberapa Karakter Buah Tanaman Pala (Myristica fragrans, Houtt) Unisexual Andri A. Managanta
Agropet Vol 9 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.3

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan pala rakyat Desa Sepe, Kecamatan Lage milik Frans Labina sebagai tempat pengambilan sampel dan penelitian dilakukan selama bulan Desember 2012 - Maret 2013. Sebanyak 205 sampel diambil dari satu pohon induk berjenis kelamin betina unisexual. Koefisien Keragaman Genetik (KKG) digunakan untuk menduga potensi kemajuan genetik dalam seleksi beberapa karakter buah tanaman pala, yaitu: Berat segar daging buah, Berat segar fuli buah, Berat segar biji buah, Diameter buah, Panjang biji buah dan Lebar biji buah. Keseluruhan karakter yang diamati memiliki frekwensi heterozygote yang tinggi, yakni 42.4%-59.0% dan nilai KKG yang berkisar antara 6.08%-22.56% dengan kriteria keragaman dari sedang hingga cukup. Karakter berat segar fuli buah memiliki nilai KKG yang paling tinggi (22.02%) dengan criteria keragaman cukup adalah karakter yang paling berpotensi untuk memperoleh kemajuan genetik melalui seleksi karena memiliki keragaman genetik yang luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari keragaman genetik dan fenotipik beberapa karakter buah tanaman pala (Myristica fragrans, Houtt) Unisexual yang berasal dari satu pohon induk. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi kepada pemulia dan petani dalam usaha menseleksi buah tanaman pala.
PENERAPAN METODE SELEKSI MASSA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS VARIETAS JAGUNG MANADO KUNING Andri Managanta
Agropet Vol 10 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan seleksi massa dalam upaya meningkatkan produktivitas Jagung Manado Kuning di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso selama 4 bulan dari bulan Januari 2007 sampai dengan April 2007. Populasi yang diteliti berjumlah 2000 tanaman yang dianalisis berjumlah 100 tongkol untuk populasi C1 dan 20 untuk populasi C0. Data yang diperoleh dianalisis statistik untuk menghitung respon seleksi dan nilai duga daya waris.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan penerapan metode seleksi massa pada tanaman jagung Varietas Manado Kuning di desa Talikuran Kecamatan Tompaso dapat meningkatkan berat biji pertongkol rata-rata sebesar 0,01 g (2,7 %) selama satu daur seleksi serta karakter jumlah biji dalam satu baris (JBB), jumlah biji (JB), panjang tongkol (PT), berat biji (JBi), dan berat tongkol (BT) memiliki respon seleksi yang berbeda-beda. Nilai duga daya waris dari karakter jumlah biji dalam satu baris (tinggi), jumlah biji (sedang), panjang tongkol (tinggi), berat biji (sedang) dan berat tongkol (rendah). Berdasarkan respon seleksi dan nilai duga daya waris pada pertanaman Jagung Manado Kuning di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso dapat menjadi dasar dalam melakukan seleksi pada populasi berikutnya. Kata Kunci: Jagung Manado Kuning, Seleksi Massa, Respon Seleksi, Daya Waris
STUDI HABITAT DAN IVENTARISASI ANGGREK HITAM (Black Orchid) DI KAWASAN HUTAN CAGAR ALAM BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN, KABUPATEN POSO Andri A. Managanta
Agropet Vol 11 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.24

Abstract

Sulawesi   adalah   pulau   terbesar   dan   terpenting   di  Wallace, suatu wilayah unik di dunia, tempat bercampurnya  tumbuhan  dan  hewan  dari  Asia  dan  Australia.  Apabila  dibandingkan  dengan pulau Jawa dalam luasan yang sama, telah berhasil  dikoleksi 200 spesimen herbarium. Kondisi ini menunjukkan  masih  diperlukan  lebih  banyak  kegiatan  eksplorasi  flora  di  Sulawesi untuk mengungkap kekayan flora dan potensinya.  Sebanyak   27   suku,   40   marga,   dan   76   jenis   pohon  dinyatakan  endemik  di  Sulawesi. Agar  keberadaan  jenis-jenis  anggrek  di  suatu  wilayah   dapat   diketahui   dengan   baik,   diperlukan suatu  penelitian  berupa  eksplorasi  dan  inventarisasi. Eksplorasi  bertujuan  untuk   mengambil  contoh tanaman  yang  mempunyai  nilai  ekonomi  dan  nilai ilmu  pengetahuan   yang  penting, sedangkan inventarisasi  bertujuan  untuk  mendata  keragaman jenis  tanaman  di  suatu  kawasan,  sehingga  apabila nantinya  kawasan  tersebut  mengalami  perubahan ekosistem,  sudah  tersedia  data  keragaman  floranya. Studi habiat dan inventarisasi  dilakukan  di  Kawasan Hutan Cagar Alam Bancea,  Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso  pada  Maret – Oktober  2014. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif. Bertujuan untuk membuat deskripsi, atau gambaran mengenai kelimpahan keragaman genetik anggrek terlebih khusus anggrek hitam (black orchid) di Kawasan Hutan Cagar Alam Bancea dengan cara mengakumulasi data yang diperoleh.Berdasarkan hasil pengamatan terdapat berbagai jenis anggrek alam yang tumbuh secara alami dan hasil survey identifikasi spesies anggrek yang dilaksanakan ditemukan 24 spesies, 13 genus dan 78 rumpun. Jenis anggrek yang ada di dalam kawasan Hutan Cagar  Alam Bancea antara lain: Eria feroks, Eria rigida, Aerides thibautian, Spathoglottis plicata, Spathoglottis asperata, Spathoglottis sp Thrixspermum trichoglottis, Agrostophyllum stipulatum, Agrostophyllum majus, Dendrobium finlaysonianum, Dendrobium discolor, Dendrobium sp, Coelogyne speciosa, Coelogyne spa, Coelogyne spb, Coelogyne spc, Cymbidium pubescens, Phalaenopsis gigantean, Phalaenopsis bellina, Grammatophyllum scriptum, Grammatophyllum sp, Bulbophyllum ecinolobium, Arundina graminifolia, Lusia sp.Anggrek Hitam ditemukan dominan terdapat pada zona 3 (tiga) ditemukan sebanyak 13 rumpun dan spesies pohon yang menjadi  inang Angrek Hitam (black orchid) adalah Theobrema cacao, Ficus benjamina, Agathis sp, Elmerillia ovalis, Arenga pinnata dan pohon  inang   yang   paling banyak  ditempeli  adalah Agathis sp.Kata Kunci: Anggrek Hitam (black orchid), Studi Habitat, Inventarisasi
Motivasi Dan Persepsi Petani Padi Terhadap Intensi Penggunaan Pupuk Organik Di Desa Leuwibatu Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Andri Amaliel Managanta
Agropet Vol 13 No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.183

Abstract

Penggunaan pupuk organik dapat diindentifikasi lebih awal melalui intensi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi motivasi, persepsi terhadap intensi penggunaan pupuk organik, menganalisis hubungan motivasi, persepsi terhadap intensi penggunaan pupuk organik. Menganalisis pengaruh norma subjektif, persepsi pengendalian perilaku dan  sikap individu terhadap intensi penggunaan pupuk organik. Penelitian dilaksanakan dikelompok tani Rahayu Mekar Leuwibatu Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Populasi 110 petani dan sampel sebanyak 64 orang petani. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan model analisis jalur (path analysis) dan pengolahan data menggunakan program Lisrel 9.2 dan smartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara motivasi dan persepsi  petani padi terhadap intensi penggunaan pupuk organik. Ini berarti semakin tinggi motivasi dan persepsi petani maka akan semakin tinggi pula intensi penggunaan pupuk organik pada petani. Adanya pengaruh dari sikap terhadap perilaku, norma subjektif dan persepsi pengendalian perilaku petani padi terhadap intensi penggunaan pupuk organik.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Pemuda Pedesaan dalam Melakukan Usahatani Padi Sawah Wahyuni Wahyuni; Andri Amaliel Managanta; Ridwan Ridwan
Agropet Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.523

Abstract

Pemuda pedesaan merupakan sumber daya manusia terbaik dalam pembangunan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pemuda pedesaan, usahatani padi sawah, pemenuhan kebutuhan informasi, minat dan Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda pedesaan dalam melakukan usahatani padi sawah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini Minat pemuda di Desa Buyumpondoli untuk melakukan usahatani padi sawah berada dalam kategori sedang. Hal ini dikarenakan pemuda pedesaan lebih memilih bekerja di luar usahatani padi sawah. Tingkat kekosmopolitan yang tinggi cenderung mendorong pemuda untuk beralih dari bekerja di sektor pertanian ke sektor usaha lain yang lebih menguntungkan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan dari Kakao menjadi Padi Sawah Sunarmin Sunarmin; Andri Amaliel Managanta; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.527

Abstract

Kakao salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Tahun 2017 – 2018 lahan kakao di Kabupaten Poso mengalami penurunan luas areal salah satu penyebabnya alih fungsi lahan, contohnya yaitu dilakukan alih fungsi lahan di Desa Masamba dari lahan kakao menjadi padi sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor–faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan dan menganalisis perbedaan pendapatan kakao dan padi sawah. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode sensus dengan responden 24 petani padi sawah dan 20 petani kakao kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis R/C ratio, analisis uji beda nyata, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani padi sawah lebih besar selama 1 tahun yaitu sebesar Rp 22.486.559 dan pada kakao sebesar Rp –9.155.064 selain itu variabel luas lahan dan produksi berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan petani melakukan alih fungsi lahan
Pengaruh Badan Usaha Milik Desa Sumber Sejahtera terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah Indah Kurnia; Andri Amaliel Managanta; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.529

Abstract

Sektor pertanian dapat memiliki kemampuan menghasilkan peningkatan pendapatan bagi petani. Saat pasca panen kapasitas penggilingan padi belum bisa menampung hasil panen petani yang berdampak pada bertumpuknya gabah.Sehingga Pemerintah Desa Masamba mendirikan usaha BUMDes pengilingan padi Sumber Sejahtera.Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani di Desa Masamba dan mengetahui pengaruh usaha pengilingan padi Sumber Sejahtera Terhadap Pendapatan Petani.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2019 di Desa Masamba kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan populasi yaitu seluruh petani yang tergabung dalam anggota penggilingan padi Sumber Sejahtera berjumlah 41 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh pendapatan petani yang tergabung dalam anggota penggilingan Sumber Sejahtera sebesar Rp. 2.418.409 per bulan, dengan nilai R/C - ratio yaitu 1,84> 1 berarti petani yang tergabung dalam usaha BUMDes dikatakan untung. Adapun faktor yang memengaruhi pendapatan petani yaitu penjualan produk samping, penggunaan herbisida dan penggunaan insektisida, dimana penjualan produk samping dan penggunaan herbisida secara tepat dapat meningkatkan pendapatan petani, berbeda dengan penggunaan insektisida yang meningkat mengurangi pendapatan petani.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI DAN FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH Nur Hafni. L; Andri Amaliel Managanta; Ridwan .; Marten Pangli
Agropet Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.642

Abstract

ABSTRAK                                                          Sektor pertanian memiliki peran penting sebagai sumber utama bagi pendapatan petani. Padi adalah salah satu komoditas pertanian utama, karena merupakan kebutuhan pokok bagi penduduk, terutama di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, di mana mayoritas penduduknya adalah petani padi sawah. Penelitian dilakukan dari April hingga September 2019 di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Populasi penelitian mencakup 68 petani padi sawah di desa tersebut. Data diperoleh melalui wawancara dengan semua petani yang menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani padi sawah di Desa Kilo adalah Rp. 3.612.217 per bulan, dengan nilai R/C-ratio sebesar 4,15, yang menunjukkan bahwa usahatani padi sawah di desa layak untuk dijalankan. Faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas meliputi luas lahan, penggunaan pupuk, dan teknik penggunaan peralatan yang tepat, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan pendapatan petani padi sawah di Desa Kilo. ABSTRACTThe agricultural sector plays an important role as the main source of income for farmers. Rice is one of the main agricultural commodities, because it is a staple food for the population, especially in Kilo Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency, where the majority of the population are rice farmers. The study was conducted from April to September 2019 in Kilo Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency. The study population included 68 rice farmers in the village. Data were obtained through interviews with all farmers who were respondents. The results of the study showed that the average income of rice farmers in Kilo Village was IDR 3,612,217 per month, with an R/C-ratio value of 4.15, indicating that rice farming in the village is feasible to run. Factors that influence productivity include land area, fertilizer use, and proper equipment use techniques, all of which contribute to increasing the productivity and income of rice farmers in Kilo Village..Â