Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Deep Learning dan AI Adaptif untuk Transformasi Pembelajaran Soal Cerita Matematika bagi Guru Sekolah Dasar Marthinus Yohanes Ruamba; Diki Kurniawan; Ortis Fredy Waromi; Robertho D Burumi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1332

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SD Negeri Inpres Kampung Baru, Kota Jayapura, dalam memanfaatkan teknologi Deep Learning dan AI adaptif untuk menyusun, memvisualisasikan, dan mengevaluasi soal cerita matematika secara kontekstual. Kegiatan dilaksanakan pada 27 April sampai 1 Mei 2026 melalui tahapan diskusi awal dengan pihak sekolah, pre-test, penyampaian materi, praktik penggunaan AI, post-test, focus group discussion, refleksi, dan penyampaian hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, FGD, angket respon guru, serta dokumentasi luaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kemampuan awal guru berada pada kategori sedang dengan rata-rata pre-test 75%. Setelah pelatihan dan pendampingan, rata-rata post-test mencapai 100%, sehingga terdapat peningkatan sebesar 25 poin persentase. Respon guru juga sangat positif; seluruh pernyataan angket memperoleh persentase setuju/sangat setuju sebesar 100%. Guru mampu mengadaptasi soal cerita menjadi lebih dekat dengan konteks lokal Kampung Baru, seperti aktivitas nelayan, Pasar Youtefa, daun sagu, dan ekonomi kampung. Kendala utama yang ditemukan adalah sebagian guru mengalami kesulitan login email dan belum terbiasa menyusun prompt pembelajaran. Luaran kegiatan meliputi modul/e-book praktis, kumpulan soal cerita adaptif berbasis konteks lokal, video dokumentasi, artikel pengabdian, dan peningkatan kompetensi guru. Kegiatan ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alat bantu pedagogis yang efektif apabila digunakan dengan verifikasi guru, pendampingan teknis, dan penguatan etika penggunaan data siswa.
Analisis Konten Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka Berdasarkan Prinsip Pembelajaran Mendalam Rahmatia Prajakti Rumadaul; Raoda Ismail; Marthinus Yohanes Ruamba
Tematik : Jurnal Konten Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): TEMATIK: Jurnal Konten Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Tadris Matematika Fakultas Tadris Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/tematik.v4i1.2544

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengembangan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah melalui prinsip pembelajaran mendalam (deep learning). Buku teks matematika sebagai instrumen utama implementasi kurikulum memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian tujuan tersebut. Namun, representasi karakteristik pembelajaran mendalam dalam konten buku matematika masih memerlukan kajian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konten Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka terhadap prinsip pembelajaran mendalam (deep learning). Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi kualitatif melalui metode analisis isi (content analysis). Objek penelitian berupa Buku Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi menggunakan lembar analisis isi yang disusun berdasarkan indikator penelitian. Reliabilitas pengkodean diuji dengan koefisien Cohen's Kappa. Hasil pengujian menunjukkan nilai κ = 0,84 yang berada pada kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku telah mengakomodasi berbagai karakteristik pembelajaran mendalam, seperti aktivitas eksplorasi konsep, pembelajaran kontekstual, soal berbasis HOTS, dan aktivitas pemecahan masalah. Namun demikian, implementasi prinsip pembelajaran mendalam belum optimal karena latihan soal masih didominasi kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills / LOTS) sebesar 72,09%, sedangkan soal HOTS hanya mencapai 27,91%. Selain itu, aktivitas refleksi, integrasi teknologi, dan pembelajaran kolaboratif masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku teks matematika Kurikulum Merdeka telah mengakomodasi prinsip pembelajaran mendalam, tetapi masih memerlukan penguatan instrumen HOTS untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual siswa.