Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pemanfaatan Media Digital dalam Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Desa Prayungan dengan Metode ABCD (Asset Based Community Development) M. Ivan Ariful Fathoni; Siti Khoiriyah
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12846

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pedesaan. Studi ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait pemanfaatan media digital dalam memengaruhi perkembangan UMKM di Desa Prayungan dengan menggunakan pendekatan ABCD. Metode: Metode yang digunakan, yaitu metode ABCD sebagai pendekatan utama dalam menggali dan mengembangkan potensi Masyarakat UMKM Desa Prayungan. Hasil: Peningkatan ketrampilan dalam mengelola dan memasarkan produk dengan basis caption dan packaging yang menarik dalam media sosial bagi pelaku UMKM Desa Prayungan, yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan pertumbuhan usaha. Kesimpulan: Sosialisasi penggunaan media digital berupa media sosial dan platform e-commerce telah membantu UMKM Desa Prayungan untuk mencapai lebih banyak pelanggan, meningkatkan pendapatan, dan mengembangkan bisnis mereka.
Optimalisasi Peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pilar SDGs dan Peneguh Karakter Aswaja di Desa Kendung Kecamatan Padangan Fathoni, M. Ivan Ariful; Indriana, Nilna
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20734

Abstract

Background: Desa Kendung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan berkat tanahnya yang subur dengan hasil utama seperti padi, jagung, singkong, dan tembakau. Namun, masyarakat masih kurang berinovasi dalam mengolah hasil pertanian sehingga hanya dijual langsung atau disetorkan ke BUMDES. Kepala Desa Kendung menginginkan adanya pelatihan agar masyarakat dapat lebih kreatif dan mandiri. Selain itu, partisipasi pemuda juga rendah, sehingga komunikasi pemerintah desa dengan masyarakat kurang optimal. Sebagai solusi, tim pengabdian memperkenalkan Koperasi Merah Putih melalui seminar sekaligus membuat website pencatatan keuangan koperasi. Selain itu, diadakan pelatihan pengolahan hasil pertanian, khususnya pembuatan donat tape sebagai bentuk pemberdayaan UMKM. Program ini selaras dengan SDGs dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) dengan tahapan: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny, berfokus pada pengembangan berbasis aset lokal.