Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

INTERNALIZAZI NILAI CINTA DAMAI SERAT WULANGREH PADA KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY (REBT) Setyoningsih, Yunita Dwi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v8i2.7737

Abstract

Nilai cinta damai yang ditemukan dalam serat wulangreh bisa digunakan sebagai pembentukan karakter konseli untuk mencapai keharmonisan berbasis karya sastra Jawa yang terintergasi dalam layanan konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dan intervensi perlakuan. Metode konseling dalam pengembangan nilai cinta damai dalam serat wulangreh berupa nasihat yang secara eskplisit mengungkapkan tata cara pergaulan berupa teks tembang-tembang Jawa. Hasil penelitian menyebutkan bahwa nilai cinta damai dalam serat wulangreh meliputi Tepo-sariro (Tenggang Rasa), Karyanira (Tanggung jawab), Asih (Saling Menghormati), Rereh (Pengendalian diri). Penelitian ini merekomendasikan perlunya layanan bidang pribadi sosial bimbingan dan konseling bermuatan budaya lokal untuk mengurangi perilaku agresif verbal siswa.
Penerapan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Cinematherapy Untuk Meningkatkan Empati Siswa SMA Negeri 1 Malo Novitasari, Zeti; Cahyaningrum, Vesti Dwi; Setyoningsih, Yunita Dwi; Susilo, Hintang
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v9i2.18130

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of group guidance with cinematherapy techniques to increase students' empathy. The research method used is pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. The research subjects were students of class X SMA Negeri 1 Malo for the 2020/2021 academic year. Data were collected through empathy instruments. The data analysis technique used the Wilcoxon test to compare the pre-test and post-test scores. The results of this study indicate that the empathy of class X students of SMA Negeri 1 Malo before being treated with the cinematherapy technique was in the low category with a percentage of 60.36% and after being given treatment with the cinematherapy technique it increased to a high category with an average percentage of 91.08%. The comparison between the results of the percentage of students before and after being given treatment an average of 30.72%. So, it can be concluded that there is a difference between pre-test and post-test, meaning that the group guidance of cinematherapy techniques is effective in increasing empathy for students.
Pengaruh Self Efficacy terhadap Perilaku Asertif dalam Situasi Belajar pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Pati Sitoresmi, Dyah Ayu; Fitriana, Siti; Setyoningsih, Yunita Dwi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2953

Abstract

Perilaku asertif dalam situasi belajar merupakan kompetensi psikososial yang krusial bagi perkembangan akademik remaja, namun faktor-faktor yang mendasarinya pada jenjang SMP masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh self-efficacy terhadap perilaku asertif dalam situasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Pati. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif digunakan dalam penelitian ini. Sampel sebanyak 252 siswa dipilih dari populasi 297 siswa menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy berbasis teori Bandura (1995) dan angket perilaku asertif berbasis Alberti & Emmons (2002), masing-masing terdiri dari 40 butir valid dengan reliabilitas Cronbach's Alpha 0,925 dan 0,909. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana melalui SPSS 26.0. Hasil menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku asertif (β = 0,986; F = 8.571,192; p < 0,001). Koefisien determinasi R² = 0,972 mengindikasikan bahwa 97,2% variansi perilaku asertif dapat dijelaskan oleh self-efficacy, dengan persamaan regresi Ŷ = 4,667 + 0,955X. Temuan ini menegaskan peran sentral self-efficacy sebagai fondasi psikologis perilaku asertif akademik siswa remaja awal. Penguatan self-efficacy melalui layanan bimbingan berbasis pengalaman keberhasilan dan pemodelan teman sebaya direkomendasikan sebagai strategi intervensi di sekolah.
The Influence of Experiential Learning in Field Trip on Career Maturity of Students Yanuari Srianturi; Yunita Dwi Setyoningsih
Journal of Education and Counseling (JECO) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/jeco.v3i2.784

Abstract

The aim of the research to determine the relationship between experiential learning through field trip with career maturity of vocational school student. The research uses quantitative correlation method. The population of research are 10th students of SMK Teuku Umar Semarang consist of 197 students and the sample consist of 120 students with simple random sampling. Data collection method used is the psychological scale and questionnaire.Validity and reliability test use product moment formula and alpha formula. Data were analyzed using descriptive techniques percentage and product moment correlation. Based on the descriptive analysis of the percentage and the product moment correlation indicates that (1) experiential learning in the field trip the students in the high category (2) career maturity of students included in the high criteria, (3) there is correlation between experiential learning through field trip with career maturity of students. Obtained correlation coefficient (rxy) > r table (0,517 > 0,176) with significance = 0,000 and coefficient of determination (R2) or R Square 0,267 = 26,7%. In experiential learning it does not only emphasize thinking processes but also brings together affective and psychomotor experiences through active student learning events.
Urgensi Pelayanan Bimbingan Pribadi Dan Sosial Pada Siswa SMK Agus Afriliyanto; Yunita Dwi Setyoningsih
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v5i1.8633

Abstract

Aspek pribadi dan sosial berkenaan dengan pemahaman dan pengembangan karakteristik, potensi, dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya, baik intelektual, sosial, fisik motorik maupun efektif emosional. Berdasarkan tahap perkembangannya, usia remaja disebut dalam masa transisi atau peralihan karena sedang mengalami perkembangan fisiologis––perubahan fisik primer maupun perubahan fisik sekunder––, perkembangan emosi––psikis atau mental yang mudah berubah-ubah/emosi tidak stabil––dan perkembangan sosial––tuntutan atau beban sosial––yang akan menimbulkan ketakutan, kecemasan bahkan rasa tidak percaya diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kajian pustaka. Berdasarkan penelitian ini didapatkanlah urgensi dari pelaksanaan bimbingan pribadi sosial untuk siswa SMK (remaja). Dalam hal ini adalah implementasi yang digunakan guru bimbingan konseling yaitu: metode tidak langsung diantaranya: bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kolaborasi dengan orangtaua, kaloborasi dengan pihak terkait di luar dari sekolah, kunjungan rumah. Metode langsung yaitu: konseling individual, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan bimbingan individual.