Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Korelasional Kualitas Tidur dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin Abdul Zaki; Mila Sartika; Previarsi Rahayu; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61573

Abstract

Anemia remains a health problem among adolescent girls that can lead to decreased concentration, fatigue, and productivity. One factor that is thought to be related to anemia is sleep quality. This study aims to determine the relationship between sleep quality and anemia among adolescent girls at SMP Negeri 1 Cabangbungin in 2025. This study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 84 female students selected according to the research criteria. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire, while the incidence of anemia was determined based on hemoglobin level tests using an Hb meter with an anemia threshold of <12 g/dL. The results showed that 57.1% of respondents had poor sleep quality and 56.0% had anemia. Spearman's test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05) and r = -0.685, indicating a strong relationship or correlation between sleep quality and the incidence of anemia in adolescent girls. There is a strong and significant relationship between sleep quality and the incidence of anemia among adolescent girls. Improving sleep quality is recommended as part of anemia prevention efforts in this population.Keywords: Adolescent girls, Anemia, Hemoglobin, Sleep quality.
Pola Makan Remaja Putri Dengan Kejadian Dismenore Di Kabupaten Bekasi Diana Marisa Azizah; Ananda Patuh Padaallah; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Yulidian Nurpratiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1259

Abstract

Dismenore merupakan rasa nyeri pada perut bagian bawah hingga panggul yang terjadi selama periode menstruasi, yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta proses belajar. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore adalah pola makan. Pola makan yang tidak sembang, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, natrium, dan makanan cepat saji, dapat meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kejadian dismenore. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dismenore dengan nilai p-Value = 0,032 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Diharapkan remaja putri dapat menerapkan pola makan sehat untuk mengurangi risiko dismenore.
Edukasi Media Leaflet dan Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Demam Berdarah Dengeu: Quasi Eksperimen Ridwan Hamid; Mila Sartika; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.59768

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis. Di Indonesia pada tahun 2022 dilaporkan sebanyak 131.265 kasus DBD dengan 1.183 kematian. Dan kembali meningkat di tahun 2024 mencapai 210.644 kasus dengan 1.239 kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas media leaflet dan video edukasi pencegahan DBD terhadap kejadian DBD di Desa Sukarahayu. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pretest–posttest two group design. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 74 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok media leaflet dan media video. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok media leaflet dan video (p=0,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua media (p=0,000), dengan mean rank media video (48,93) lebih tinggi dibandingkan leaflet (26,77). Kesimpulan edukasi kesehatan dalam penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan media video lebih efektif dibandingkan media leaflet.