Dismenore merupakan rasa nyeri pada perut bagian bawah hingga panggul yang terjadi selama periode menstruasi, yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta proses belajar. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore adalah pola makan. Pola makan yang tidak sembang, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, natrium, dan makanan cepat saji, dapat meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kejadian dismenore. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dismenore dengan nilai p-Value = 0,032 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Diharapkan remaja putri dapat menerapkan pola makan sehat untuk mengurangi risiko dismenore.