Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat melalui Air Bersih dan Penataan Lingkungan di Buntu Bebo Tana Toraja Rilva Toding Bua'; Agustinus Mantong; Althon K Pongtuluran; Azril Tangke Sombolinggi; Agus Masola
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25485

Abstract

ABSTRAK Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism/CBT) merupakan strategi penting dalam mendorong pembangunan wilayah berkelanjutan, namun keberhasilannya juga dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan. Objek Wisata Buntu Bebo masih menghadapi keterbatasan pada penyediaan air bersih dan kebersihan kawasan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan wisata melalui pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan perencanaan sistem air bersih dan penataan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui survei, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta penerapan teknologi tepat guna dengan melibatkan ±25–30 peserta. Hasil menunjukkan bahwa sistem air bersih kombinasi pompa dan gravitasi mampu memenuhi kebutuhan air sebesar ±1.000–1.500 liter per hari, penataan kawasan meningkatkan kebersihan dari ±40% menjadi ±80%, serta sosialisasi meningkatkan pemahaman masyarakat hingga ±70%. Secara keseluruhan, integrasi perencanaan teknis dan pemberdayaan masyarakat terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan wisata berbasis CBT. Oleh karena itu, diperlukan implementasi berkelanjutan sistem air bersih serta penguatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat untuk mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Kata Kunci: Community-Based Tourism, Sistem Air Bersih, Partisipasi Masyarakat, Penataan Kawasan, Wisata Berkelanjutan.  ABSTRACT Community-based tourism (CBT) has been an important strategy in promoting sustainable regional development; however, its success has also been influenced by the availability of basic infrastructure and environmental quality. The Buntu Bebo Tourism Site still faced limitations in clean water supply and environmental cleanliness. This study aimed to improve the quality of tourism area management through a community empowerment approach integrated with clean water system planning and environmental arrangement. The method used was a participatory approach involving field surveys, socialization, training, assistance, and the application of appropriate technology with approximately 25–30 participants. The results showed that the clean water system using a combination of pumping and gravity flow was able to meet water demand of approximately 1,000–1,500 liters per day, environmental arrangement improved cleanliness from approximately 40% to 80%, and socialization increased community understanding by approximately 70%. Overall, the integration of technical infrastructure planning and community empowerment proved to be effective in improving CBT-based tourism management. Therefore, further implementation of the clean water system and strengthening of community-based environmental management were required to support sustainable tourism development. Keywords: Community-Based Tourism, Clean Water System, Community Empowerment, Environmental Cleanliness, Tourism Management.
Analisis Kepuasan Pengguna Jalan Ruas Bolu–Rantepao Rilva Toding Bua'; Azril Tangke Sombolinggi; Ermitha Ambun Rombe Dendo
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/wvy9qf17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna jalan pada Ruas Bolu–Rantepao sebagai salah satu koridor utama di Kabupaten Toraja Utara yang melayani mobilitas lokal maupun regional. Lima variabel pelayanan jalan dianalisis, yaitu kondisi fisik jalan (X₁), kelancaran arus lalu lintas (X₂), fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel pelayanan terhadap kepuasan pengguna jalan (Y), serta Importance–Performance Analysis (IPA) dengan pendekatan derived importance untuk menentukan prioritas peningkatan pelayanan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) dan kelancaran arus lalu lintas (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan, sedangkan variabel fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅) tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Hasil IPA menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) berada pada Kuadran I sebagai prioritas utama peningkatan karena memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah, terutama terkait kondisi perkerasan, marka, dan rambu pada segmen tertentu seperti jembatan Sungai Sa’dan. Variabel kelancaran arus lalu lintas (X₂) berada pada Kuadran II sehingga kinerjanya perlu dipertahankan. Temuan ini memberikan dasar yang jelas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan pelayanan jalan secara efektif dan tepat sasaran.
Analisis Keselamatan Jalan Terhadap Persepsi Tingkat Risiko Kecelakaan Ruas Rantepao–Sa’dan Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Todingbua; Abdias Tandi Arrang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 4 (2025): Paulus Civil Engineering Journal, Vol.7, No.4
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qweefk21

Abstract

Keselamatan jalan merupakan aspek penting dalam sistem transportasi karena berkaitan langsung dengan risiko kecelakaan lalu lintas yang dirasakan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi keselamatan jalan terhadap persepsi tingkat risiko kecelakaan pada pengguna Ruas Jalan Rantepao–Sa’dan. Variabel yang dianalisis meliputi kondisi permukaan jalan, rambu dan marka jalan, penerangan jalan, serta kepatuhan pengguna jalan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 131 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel. Secara deskriptif, kondisi permukaan jalan dinilai cukup baik, sementara rambu dan marka serta penerangan jalan masih kurang memadai. Hasil regresi menunjukkan bahwa rambu dan marka jalan, penerangan jalan, serta kepatuhan pengguna jalan berpengaruh signifikan terhadap persepsi tingkat risiko kecelakaan, dengan rambu dan marka jalan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas keselamatan visual dan pembinaan perilaku disiplin pengguna jalan.
Evaluasi Pengadaan Konstruksi Jalan Berbasis SPSE di Toraja Utara dan Tana Toraja Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Toding Bua'
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/z7tvdc75

Abstract

Pengadaan pekerjaan konstruksi jalan memegang peranan strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah serta menjamin pemanfaatan anggaran publik yang efektif dan akuntabel. Proses pengadaan tidak hanya ditentukan oleh nilai penawaran terendah, tetapi juga oleh kelayakan kualifikasi dan kesiapan teknis penyedia jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi kualifikasi dan penawaran teknis pada pengadaan pekerjaan konstruksi jalan berbasis Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) di Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja Tahun Anggaran 2025. Data yang digunakan berupa dokumen hasil evaluasi pengadaan terhadap 83 peserta tender, yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji Chi-Square, dan analisis proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelulusan kualifikasi peserta tender tergolong sangat tinggi, sedangkan kelulusan pada tahap evaluasi teknis relatif lebih rendah dan bervariasi antar lokasi. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa faktor peralatan dan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) memiliki hubungan signifikan terhadap kelulusan evaluasi teknis, sedangkan faktor personil manajerial tidak konsisten. Analisis proporsi menunjukkan perbedaan signifikan tingkat kelulusan evaluasi teknis antar lokasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh faktor teknis memiliki peran yang sama penting dalam sistem evaluasi gugur, sehingga ketidaksesuaian pada salah satu aspek teknis akan menyebabkan penawaran tidak lolos serta mempengaruhi tingkat persaingan dan nilai pengadaan konstruksi jalan.
Integrated Traffic Safety Assessment Using Accident Equivalent Numbers And Road User Perceptions In Tana Toraja Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Toding Bua'; Abdias Tandy Arrang; Yulius Pakiding
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 17 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v17i1.784

Abstract

Traffic safety in mountainous regions is influenced by the interaction between infrastructure conditions, traffic exposure, and road user behavior. This study aims to analyze traffic accident characteristics and evaluate the influence of road user perceptions on accident risk on the Makale–Rantepao National Road in Tana Toraja, Indonesia. The study employed an integrated quantitative approach by combining objective historical data and subjective perception data within a single traffic safety framework. Secondary data consisted of traffic accident records from 2022–2025 and traffic exposure indicators, including vehicle ownership and population data from 2021–2024. Primary data were collected through a questionnaire survey involving 110 road users conducted in early 2026. Data analysis was performed using the Accident Equivalent Number (AEN) method, traffic exposure ratio analysis, descriptive statistics, and multiple linear regression. The results indicate that traffic accidents in Tana Toraja fluctuated during the study period, with the highest AEN recorded in 2022 at 815 and the lowest in 2025 at 351. Meanwhile, the vehicle-to-population ratio increased from 0.322 in 2021 to 0.373 in 2024, indicating increasing traffic pressure and exposure risk. Regression analysis demonstrates that road surface conditions, road safety facilities, and road user behavior significantly influence accident risk perception, with a coefficient of determination (R²) of 0.457. Among the independent variables, road surface condition showed the strongest influence on perceived accident risk. The findings suggest that integrating accident severity indicators, traffic exposure, and road user perceptions provides a more comprehensive understanding of traffic safety conditions in mountainous areas. This study contributes to the development of an integrated traffic safety assessment framework that can support sustainable road safety management and policy formulation in developing regions.
The Role Of Household Characteristics And Regional Transportation In Trip Generation In Semi-Rural Areas Of North Toraja Yulius Pakiding; Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Toding Bua'; Abdias Tandy Arrang
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 17 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v16i2.794

Abstract

This study aims to analyze household trip generation in semi-rural areas of North Toraja based on household characteristics and regional transportation conditions. The study was conducted in Pangli and Sa'dan Matallo located along the Rantepao–Sa’dan provincial road corridor. This research employed a quantitative approach using a survey method with 181 household respondents. Data analysis was carried out using descriptive analysis, binary logistic regression, and Chi-Square analysis with the assistance of IBM SPSS Statistics software. The results indicate that vehicle ownership and number of family members significantly influence the probability of household trip generation, with significance values of 0.006 and 0.000, respectively. Meanwhile, household income does not significantly affect household trip generation categories. The Chi-Square analysis shows that travel time has a significant relationship with trip generation categories with a significance value of 0.033, while transportation mode and travel distance do not show significant relationships. In addition, regional transportation characteristics indicate an increase in population and motor vehicle growth in North Toraja Regency from 2021 to 2024, with a coefficient of determination value of , indicating a very strong relationship between population growth and motor vehicle growth. The findings suggest that household trip generation in semi-rural areas is influenced by a combination of household socio-economic characteristics, regional development, and transportation conditions. This study is expected to provide recommendations for regional transportation planning and mobility management in semi-rural areas.
Pengaruh Kinerja Ruas Jalan terhadap Kepuasan Pengguna Jalan Poros Rantepao–Pangala' di Kabupaten Toraja Utara Satrio Wardana; Bastian Artanto Ampangallo; Azril Tangke Sombolinggi
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol. 9 No. 01 (2026): JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v9i01.6412

Abstract

Kualitas pelayanan jalan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan pengguna dalam melakukan perjalanan. Jalan yang mampu memberikan kenyamanan, keamanan, kelancaran, dan kondisi fisik yang baik akan meningkatkan kualitas layanan transportasi serta mendukung mobilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kenyamanan, keamanan, kelancaran, dan kondisi fisik jalan terhadap kepuasan pengguna Jalan Poros Rantepao–Pangala' di Kabupaten Toraja Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 110 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji Chi-Square, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna jalan secara umum merasa cukup puas terhadap pelayanan jalan dengan nilai rata-rata kepuasan sebesar 3,246. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa karakteristik responden tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan pengguna jalan. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan variabel kenyamanan, keamanan, kelancaran, dan kondisi fisik jalan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan (Sig. = 0,001). Secara parsial, hanya kondisi fisik jalan yang berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,450 dan nilai signifikansi 0,000. Oleh karena itu, peningkatan kualitas fisik jalan melalui pemeliharaan dan perbaikan perkerasan perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kepuasan pengguna jalan.
Analisis Kepuasan Pengguna Jalan pada Ruas Rantepao–Sa’dan-Batusitanduk Kabupaten Toraja Utara Rilva Toding Bua'; Azril Tangke Sombolinggi
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2026.V1302.0135-143

Abstract

Ruas jalan Rantepao–Sa’dan–Batusitanduk merupakan salah satu koridor penting di Kabupaten Toraja Utara yang mendukung aktivitas pendidikan, ekonomi, dan mobilitas masyarakat, sehingga kualitas pelayanan jalan pada ruas ini perlu dievaluasi berdasarkan persepsi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna jalan serta mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan jalan pada ruas Rantepao–Sa’dan–Batusitanduk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner skala Likert 1–5 terhadap 102 responden pengguna jalan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelancaran arus lalu lintas, kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki, serta manajemen lalu lintas dan penegakan aturan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan, dengan kelancaran lalu lintas sebagai faktor paling dominan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,426 menunjukkan model memiliki kemampuan moderat dalam menjelaskan kepuasan pengguna jalan. Hasil perhitungan CSI sebesar 66,2% menunjukkan tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori puas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan jalan perlu difokuskan pada pengelolaan lalu lintas, penataan fasilitas pedestrian, dan pengurangan hambatan lalu lintas guna meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengguna jalan.
Inovasi Awal Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat di Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Toding Bua; Abdias Tandi Arrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jpkm.v7i01.1571

Abstract

Community-based tourism (CBT) is a tourism development approach that places local communities as the main actors in managing and utilizing tourism resources. This approach is considered important as it promotes tourism sustainability while improving community welfare. Lembang Saluallo, located in Sangalla Utara District, Tana Toraja Regency, has considerable natural and cultural tourism potential; however, it has not been optimally managed through a community-based tourism approach. Therefore, this community service activity aims to encourage early innovation in community-based tourism development through community assistance and capacity building. The community service program was conducted by involving local government officials and community members as primary partners. A participatory approach was applied through field observation, socialization, discussions, training, and community mentoring. The stages of the program included identifying tourism potential, increasing community understanding of CBT and sustainability principles, and formulating an initial concept for community-based tourism management. The results indicate an improvement in community understanding and participation in tourism management. The community has begun to identify local natural and cultural tourism potentials and has shown initiative in developing supporting tourism facilities through self-help activities. These findings demonstrate that participatory assistance is effective in enhancing community readiness as the main actor in tourism development. This community service activity is significant as an initial step toward establishing sustainable community-based tourism management in Lembang Saluallo. Keywords : community-based tourism, community empowerment, sustainable tourism, tourism
Pengaruh Penambangan Pasir terhadap Lingkungan di Lembang Maroson Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja Yobelt Putra Hery Patattan; Harni Eirene Tarru’; Azril Tangke Sombolinggi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Juni 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/sh07ec47

Abstract

Aktivitas penambangan pasir memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, namun berpotensi menimbulkan dampak terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebisingan, kerusakan jalan, dan degradasi lahan terhadap kondisi lingkungan berdasarkan persepsi masyarakat di Lembang Maroson, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, serta pengukuran tingkat kebisingan menggunakan aplikasi Sound Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan (p = 0,001) dan degradasi lahan (p = 0,000) berpengaruh signifikan terhadap kondisi lingkungan, sedangkan kerusakan jalan (p = 0,172) tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kondisi lingkungan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,533. Variabel degradasi lahan menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi kondisi lingkungan dengan koefisien regresi sebesar 0,503. Hasil pengukuran kebisingan menunjukkan tingkat kebisingan sebesar 72,5 dBA pada jarak 50 meter, 66,2 dBA pada jarak 100 meter, dan 57,4 dBA pada jarak 150 meter dari lokasi pompa pasir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas penambangan pasir memberikan dampak nyata terhadap kondisi lingkungan masyarakat, terutama melalui degradasi lahan dan kebisingan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan aktivitas penambangan yang lebih baik melalui rehabilitasi lahan dan pengendalian operasional penambangan guna meminimalkan dampak lingkungan serta menjaga keberlanjutan kawasan sekitar.