Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Inovasi Awal Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat di Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja Sombolinggi, Azril Tangke; Rilva Toding Bua; Abdias Tandi Arrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jpkm.v7i01.1571

Abstract

Pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism/CBT) merupakan pendekatan pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata. Pendekatan ini dinilai penting karena mampu mendorong keberlanjutan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup besar, namun belum dikelola secara optimal melalui pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi awal pengembangan wisata berbasis masyarakat melalui pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan melibatkan aparat lembang dan masyarakat setempat sebagai mitra utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, sosialisasi, diskusi, pelatihan, dan pendampingan masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi wisata, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep CBT dan keberlanjutan, serta perumusan konsep awal pengelolaan wisata berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata. Masyarakat mulai mampu mengidentifikasi potensi wisata alam dan budaya lokal, serta menunjukkan inisiatif dalam pengembangan sarana pendukung wisata secara swadaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan dan pendekatan partisipatif efektif dalam mendorong kesiapan masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan wisata. Kegiatan pengabdian ini memiliki makna penting sebagai langkah awal dalam membangun pengelolaan wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Lembang Saluallo.
Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat melalui Air Bersih dan Penataan Lingkungan di Buntu Bebo Tana Toraja Rilva Toding Bua'; Agustinus Mantong; Althon K Pongtuluran; Azril Tangke Sombolinggi; Agus Masola
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25485

Abstract

ABSTRAK Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism/CBT) merupakan strategi penting dalam mendorong pembangunan wilayah berkelanjutan, namun keberhasilannya juga dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan. Objek Wisata Buntu Bebo masih menghadapi keterbatasan pada penyediaan air bersih dan kebersihan kawasan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan wisata melalui pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan perencanaan sistem air bersih dan penataan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui survei, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta penerapan teknologi tepat guna dengan melibatkan ±25–30 peserta. Hasil menunjukkan bahwa sistem air bersih kombinasi pompa dan gravitasi mampu memenuhi kebutuhan air sebesar ±1.000–1.500 liter per hari, penataan kawasan meningkatkan kebersihan dari ±40% menjadi ±80%, serta sosialisasi meningkatkan pemahaman masyarakat hingga ±70%. Secara keseluruhan, integrasi perencanaan teknis dan pemberdayaan masyarakat terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan wisata berbasis CBT. Oleh karena itu, diperlukan implementasi berkelanjutan sistem air bersih serta penguatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat untuk mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Kata Kunci: Community-Based Tourism, Sistem Air Bersih, Partisipasi Masyarakat, Penataan Kawasan, Wisata Berkelanjutan.  ABSTRACT Community-based tourism (CBT) has been an important strategy in promoting sustainable regional development; however, its success has also been influenced by the availability of basic infrastructure and environmental quality. The Buntu Bebo Tourism Site still faced limitations in clean water supply and environmental cleanliness. This study aimed to improve the quality of tourism area management through a community empowerment approach integrated with clean water system planning and environmental arrangement. The method used was a participatory approach involving field surveys, socialization, training, assistance, and the application of appropriate technology with approximately 25–30 participants. The results showed that the clean water system using a combination of pumping and gravity flow was able to meet water demand of approximately 1,000–1,500 liters per day, environmental arrangement improved cleanliness from approximately 40% to 80%, and socialization increased community understanding by approximately 70%. Overall, the integration of technical infrastructure planning and community empowerment proved to be effective in improving CBT-based tourism management. Therefore, further implementation of the clean water system and strengthening of community-based environmental management were required to support sustainable tourism development. Keywords: Community-Based Tourism, Clean Water System, Community Empowerment, Environmental Cleanliness, Tourism Management.
Analisis Kepuasan Pengguna Jalan Ruas Bolu–Rantepao Rilva Toding Bua'; Azril Tangke Sombolinggi; Ermitha Ambun Rombe Dendo
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/wvy9qf17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna jalan pada Ruas Bolu–Rantepao sebagai salah satu koridor utama di Kabupaten Toraja Utara yang melayani mobilitas lokal maupun regional. Lima variabel pelayanan jalan dianalisis, yaitu kondisi fisik jalan (X₁), kelancaran arus lalu lintas (X₂), fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel pelayanan terhadap kepuasan pengguna jalan (Y), serta Importance–Performance Analysis (IPA) dengan pendekatan derived importance untuk menentukan prioritas peningkatan pelayanan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) dan kelancaran arus lalu lintas (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan, sedangkan variabel fasilitas keselamatan dan penerangan (X₃), kenyamanan lingkungan dan fasilitas pejalan kaki (X₄), serta manajemen dan pengaturan lalu lintas (X₅) tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Hasil IPA menunjukkan bahwa kondisi fisik jalan (X₁) berada pada Kuadran I sebagai prioritas utama peningkatan karena memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah, terutama terkait kondisi perkerasan, marka, dan rambu pada segmen tertentu seperti jembatan Sungai Sa’dan. Variabel kelancaran arus lalu lintas (X₂) berada pada Kuadran II sehingga kinerjanya perlu dipertahankan. Temuan ini memberikan dasar yang jelas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan pelayanan jalan secara efektif dan tepat sasaran.
Analisis Keselamatan Jalan Terhadap Persepsi Tingkat Risiko Kecelakaan Ruas Rantepao–Sa’dan Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Todingbua; Abdias Tandi Arrang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 4 (2025): Paulus Civil Engineering Journal, Vol.7, No.4
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qweefk21

Abstract

Keselamatan jalan merupakan aspek penting dalam sistem transportasi karena berkaitan langsung dengan risiko kecelakaan lalu lintas yang dirasakan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi keselamatan jalan terhadap persepsi tingkat risiko kecelakaan pada pengguna Ruas Jalan Rantepao–Sa’dan. Variabel yang dianalisis meliputi kondisi permukaan jalan, rambu dan marka jalan, penerangan jalan, serta kepatuhan pengguna jalan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 131 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel. Secara deskriptif, kondisi permukaan jalan dinilai cukup baik, sementara rambu dan marka serta penerangan jalan masih kurang memadai. Hasil regresi menunjukkan bahwa rambu dan marka jalan, penerangan jalan, serta kepatuhan pengguna jalan berpengaruh signifikan terhadap persepsi tingkat risiko kecelakaan, dengan rambu dan marka jalan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas keselamatan visual dan pembinaan perilaku disiplin pengguna jalan.
Evaluasi Pengadaan Konstruksi Jalan Berbasis SPSE di Toraja Utara dan Tana Toraja Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Toding Bua'
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Maret 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/z7tvdc75

Abstract

Pengadaan pekerjaan konstruksi jalan memegang peranan strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah serta menjamin pemanfaatan anggaran publik yang efektif dan akuntabel. Proses pengadaan tidak hanya ditentukan oleh nilai penawaran terendah, tetapi juga oleh kelayakan kualifikasi dan kesiapan teknis penyedia jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi kualifikasi dan penawaran teknis pada pengadaan pekerjaan konstruksi jalan berbasis Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) di Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja Tahun Anggaran 2025. Data yang digunakan berupa dokumen hasil evaluasi pengadaan terhadap 83 peserta tender, yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji Chi-Square, dan analisis proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelulusan kualifikasi peserta tender tergolong sangat tinggi, sedangkan kelulusan pada tahap evaluasi teknis relatif lebih rendah dan bervariasi antar lokasi. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa faktor peralatan dan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) memiliki hubungan signifikan terhadap kelulusan evaluasi teknis, sedangkan faktor personil manajerial tidak konsisten. Analisis proporsi menunjukkan perbedaan signifikan tingkat kelulusan evaluasi teknis antar lokasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh faktor teknis memiliki peran yang sama penting dalam sistem evaluasi gugur, sehingga ketidaksesuaian pada salah satu aspek teknis akan menyebabkan penawaran tidak lolos serta mempengaruhi tingkat persaingan dan nilai pengadaan konstruksi jalan.