Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemanfaatan Nasi Basi Dan Kulit Buah Nanas Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Paranita Asnur; Ratih Kurniasih; Inti Mulyo Arti; Evan Purnma Ramdan; Fitri Yulianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rg792q68

Abstract

Limbah nasi basi dan kulit buah nanas melimpah setiap hari dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dan dibuang dengan percuma menjadi limbah rumah tangga dan limbah pasar, berkontribusi sebagai penyumbang polusi pada lingkungan. Nasi basi dan kulit buah nanas termasuk bahan organik yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Tim pengabdian kepada masyarakat memberikan penyuluhan, berbagi ilmu dan pengetahuan teknologi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari nasi basi dan kulit buah nanas di lingkungan RT 03 RW 14 Taman Pagelaran desa Padasuka, Kabupaten Bogor. Hasil kegiatan berupa produk pupuk organik cair nasi basi dan kulit buah nanas, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dari mulai persiapan bahan hingga penggunaan pupuk organik cair pada tanaman di pekarangan di sekitar rumah warga. Pembuatan pupuk organik cair yang konsisten dan sesuai standar, mendukung upaya pemeritah dalam mengurangi limbah rumah tangga dan pasar. Selain itu, penggunaan pupuk rumahan juga menghasilkan nilai ekonomi hingga menambah pendapatan masyarakat dan menstabilkan kesuburan tanah pada pertanian urban
Pengaruh metode dan waktu pinching terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman marigold (Tagetes erecta L.) Khoerun Nisa Zakiyatul Amaliyah; Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal; Inti Mulyo Arti
JURNAL AGRONIDA Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v11i2.21433

Abstract

Pinching is a cultivation technique intended to reduce apical dominance to stimulate lateral shoot growth and redirect plant energy toward flower formation. Apical dominance occurs when the apical bud grows more actively than lateral buds due to the influence of the auxin hormones. Previous studies mostly focused on the pinching methods at a single timing, so research on combinations of pinching methods and timing in marigold plants remains limited. This study aimed to analyze the effects of pinching methods and timing on the growth and yield of marigold (Tagetes erecta L.) plants. The research was conducted from January to May 2025 at UG Carte Field, Universitas Gunadarma Technopark (UGT), using a one-factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with 10 treatments and 3 replications, resulting in 30 experimental units with 4 sample plants each. Treatments included: no pinching (P0), single pinching at 14 DAP (P1), single pinching at 21 DAP (P2), single pinching at 28 DAP (P3), 1⅟2 pinching at 14 DAP (P4), 1⅟2 pinching at 21 DAP (P5), 1⅟2 pinching at 28 DAP (P6), double pinching at 14 DAP (P7), double pinching at 21 DAP (P8), and double pinching at 28 DAP (P9). Observed variables included growth and yield parameters. The double pinching treatment at 28 DAT (P9) produced the highest number of secondary branches (47.33 branches) and number of leaves (328.83 leaves). Meanwhile, the single pinching treatment at 28 DAT (P3) resulted in the highest flower diameter (90.45 mm) and fresh weight per flower (30.07 g).
Integrating Bio P2000Z and NPK Fertilizers on Yield of Local Soybean to Support Food Self-Sufficiency Pebian, Dhio Faturrohman Adha; Arti, Inti Mulyo; Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10900

Abstract

Soybean (Glycine max L. Merril) is a major food commodity with high demand in Indonesia, both for consumption and industrial purposes. Efforts to increase soybean productivity require optimal fertilization, including a combination of Bio P2000Z and NPK fertilizer. This study aimed to analyze the effects of Bio P2000Z and NPK fertilizers on the growth and yield of the Ratu Serang soybean variety. The research was conducted from January to May 2025 at the Gunadarma University Technopark field in Cianjur, using a Factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors: Bio P2000Z concentration (0, 5, 10%) and NPK fertilizer dosage (0, 1, 3 g/plant). There were nine treatment combinations with four replications, resulting in a total of 36 experimental units. The observed parameters included flowering ageand yield (harvest age, number of pods per plant, fresh biomass weight, and dry biomass weight). Data were analyzed using ANOVA at a 5% significance level followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) post-hoc test. The results showed that both Bio P2000Z and NPK fertilizers had a significant effect on the growth and yield of the Ratu Serang soybean variety.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) DENGAN PUPUK KANDANG SAPI DAN NPK PADA SISTEM IRIGASI TETES Desianti, Sabrina; Arti, Inti Mulyo; Risnawati; Nugraha, Julio Aria
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.38

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus secara tunggal dapat menurunkan produktivitas tanah dan tanaman. Penggunaan pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan pupuk organik dapat meningkatkan efektivitas serta meningkatkan produktivitas tanah dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tumbuh dan bobot hasil panen tanaman lobak putih (Raphanus sativus L.) dengan pupuk NPK dan pupuk kandang sapi pada sistem irigasi tetes. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak 2 faktor. Faktor pertama pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu (N0) kontrol, (N1) pupuk NPK 400 kg/ha, (N2) pupuk NPK 700 kg/ha. Faktor kedua pupuk kandang sapi terdiri dari 3 taraf yaitu (P0) kontrol, (P1) pukan sapi 15 ton/ha, (P2) pukan sapi 30 ton/ha. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), intensitas serangan hama (%), bobot segar tanaman (g) dan bobot umbi (g) lobak. Data yang diperoleh berasal dari program aplikasi pengolahan data yaitu SAS (Statistical Analysis System) dan uji lanjut DMRT (Duncаn Multiple Rаnge Test) pаdа α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik yaitu pupuk NPK N1 = 400 kg/ha5.6 g dan pupuk kandang sapi P1 = 15 ton/ha pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot umbi dan bobot segar tanaman
Korelasi Antara Faktor Klimatologi Terhadap Karakter Vegetatif Dan Generatif Tanaman Bunga Telang Dengan Pemupukan NPK Dan MKP Jinaan, Fairuuz Athaayaa; Kalsum, Ummu; Arti, Inti Mulyo
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9288

Abstract

Tanaman bunga telang merupakan salah satu tanaman leguminosa yang memiliki berbagai kandungan khususnya senyawa antosianin serta memiliki beragam manfaat yakni sebagai tanaman hias, produk konsumsi maupun obat herbal. Potensi pemanfaatan bunga telang yang tinggi perlu disesuaikan dengan peningkatan produksi bunga telang. Pemupukan dan kesesuaian klimatologi merupakan faktor penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman telang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara klimatologi dalam greenhouse dengan karakter vegetatif dan generatif tanaman bunga telang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan 7 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dengan 4 tanaman sampel sehingga diperoleh 112 tanaman. Faktor klimatologi yang diamati meliputi suhu udara, kelembaban udara serta intensitas cahaya di dalam greenhouse. Karakter vegetatif yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering serta nisbah tajuk akar. Sementara karakter generatif yang diamati yaitu umur awal berbunga, jumlah bunga, frekuensi pemanenan, bobot per bunga, bobot total bunga segar per tanaman dan bobot total bunga kering per tanaman. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan korelasi yang nyata antara klimatologi dalam greenhouse dengan karakter generatif tanaman bunga telang, namun ditemukan korelasi yang nyata antar variabel pada klimatologi dalam greenhouse, klimatologi dalam greenhouse dengan karakter vegetatif, antar variabel pada karakter vegetatif, antar variabel pada karakter generatif serta antara karakter vegetatif dengan generatif.