Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Importance of Innovation in Learning Poetry Using Various Media at Elementary School Level: A Literature Review Indra Rasyid Julianto; Diardana Prima Sintasari; Widya Gusvita; Rifa'atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Educational Insights Vol. 3 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : PT Ilmu Inovasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58557/eduinsights.v3i1.114

Abstract

This study serves as a reference to understand that teachers have access to a variety of instructional media that can be optimally utilized in teaching poetry writing at the elementary level. It highlights how digitalization in education requires teachers to continuously innovate in their teaching practices. The appropriate use of media makes the process of learning poetry writing more accessible and easier to grasp. These media tools assist students in interpreting the meaning conveyed through various forms of content. With the support of media, students are able to compose poems in a more systematic and structured manner. The teacher's role in delivering the material also plays a crucial part in ensuring the smooth flow of the learning process. Integrating media into poetry instruction creates a fresh and engaging learning environment for students, moving beyond textbooks or methods that may be difficult to comprehend. This research adopts a qualitative descriptive method, using literature review from a range of relevant articles to support the investigation.
REPRESENTASI BUDAYA LOKAL DALAM CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN SEMIOTIK ROLAND BARTHES Dicky Rafly Pradana; Rizka Adelia Amanda; Rifa’atussalwa Hayati; Widya Gusvita
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2523

Abstract

Budaya lokal dalam karya sastra sering direpresentasikan tidak hanya melalui pernyataan eksplisit, tetapi juga melalui tanda, simbol, tindakan tokoh, dan relasi sosial yang dibangun dalam teks. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca kembali cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari sebagai teks sastra yang merekam nilai budaya masyarakat pedesaan di tengah kemiskinan, ketimpangan sosial, dan daya tahan hidup masyarakat desa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi budaya lokal dalam cerpen Senyum Karyamin melalui kerangka semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah teks cerpen Senyum Karyamin, sedangkan data sekunder berupa buku dan artikel jurnal yang relevan dengan semiotika, budaya lokal, dan kajian sastra Indonesia. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, kemudian dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima tanda budaya yang dominan, yaitu kerja keras, kesederhanaan, sikap menerima keadaan atau nrimo, religiusitas, solidaritas sosial, serta senyum Karyamin sebagai tanda ironi penderitaan dan keteguhan hidup. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa cerpen Senyum Karyamin tidak hanya menceritakan kehidupan buruh desa yang miskin, tetapi juga merepresentasikan pandangan hidup masyarakat pedesaan Banyumas yang menjunjung kesabaran, ketekunan, kehidupan kolektif, dan kepasrahan spiritual. Kontribusi penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan terletak pada penguatan pembacaan semiotik sebagai cara mengungkap makna budaya lokal serta penempatan cerpen sebagai dokumen kultural yang menyimpan nilai kehidupan masyarakat.  
Analisis Gangguan Berbahasa pada Tokoh Melati Dalam Film Moga Bunda Disayang Allah: Kajian Psikolingustik Aziz Fauzi; Rifa'atussalwa Hayati; Didi Pramisdi Winanto Saputro; Widya Gusvita; Kemala; Nungki Mayang Sari; Silvi Indriyani
ZARATHUSTRA (Jurnal Sosiologi dan Filsafat) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Zarathustra: Jurnal Sosiologi dan Filsafat
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKajian ilmu psikolinguistik berfokus mempelajari bahasa yang mengaitkan psikologi terkaittentang bagaimana manusia memperoleh, mempelajari, memahami, dan menggunakan sebuahbahasa. Pada psikolinguistik terdapat salah satu bahasan yaitu gangguan berbahasa yangmerupakan ketidakmampuan individu untuk menggunakan, memahami dialog baik verbal maupunnonverbal, salah satunya ialah seseorang yang mengidap deafblind. Pasien dengan buta tulimengalami masalah neurologis. Penyakit ini memiliki efek sosial, perilaku, dan linguistik. Penelitianini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini akanmendeskripsikan berbagai kendala yang ada didalam filem tersebut tentang gangguan berbahasayang dikhususkan pada tokoh Melati dari film Moga Bunda di Sayang Allah dilanjutkan membahastiga masalah bahasa—gangguan bahasa biologis, afasia, dan autisme—terkait dengan perilaku yangmenyimpang.Kata kunci : Gangguan Berbahasa, deafblind, psikolinguistik
Analisis Tindak Tutur Ilokusi Dalam Podcast Close The Door Deddy Corbuzier Episode Korban Sindikat WO Firda Pebriyanti; Rifa’atussalwa Hayati; Widya Gusvita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh host dan narasumber dalam Podcast Close The Door episode Korban Sindikat Wedding Organizer (WO). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi dalam Podcast Close The Door episode Korban Sindikat Wedding Organizer (WO). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui simak catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 data tindak tutur ilokusi yang terdiri atas 4 tindak tutur ilokusi asertif, 1 tindak tutur ilokusi direktif, dan 2 tindak tutur ilokusi ekspresif. Tindak tutur asertif menjadi jenis yang paling dominan karena digunakan untuk menyampaikan informasi dan pengalaman yang dialami narasumber terkait permasalahan wedding organizer yang dibahas dalam podcast.