Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

REALISASI KESANTUNAN PADA ACARA TALK SHOW “MATA NAJWA” Widya Gusvita
Riksa Bahasa Vol 2, No 2 (2016): Riksa Bahasa Vol. 2 No.2 November 2016
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v2i2.9571

Abstract

This study aimed to describe the use of politeness language in the communication process in the mass media television. The process of communication is not only considering the language according to the rules of grammar, but also got to see decency and civility in its use. The method used in this research is qualitative descriptive. The data collection technique used is the technique see and record. The data analysis technique used is dishonest. Source of research data be recorded impressions talk show "Mata Najwa" with guest stars Habibie. This research data is a speech containing the implementation and violations of politeness maxims, either to obey or violate the principle of politeness. Researcher found the number of terms of carrying and violations of politeness maxims there are 54 data. From these data, speech containing the implementation of as many as 38 pieces, and a speech containing 16 pieces violations. 
Metafora dalam lirik lagu Berita Pada Kawan ciptaan Ebiet G. Ade: Kajian semantik Gusvita, Widya; Dita Rizqi Mawaddatur Rohmah; Rifa’atussalwa Hayati
JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 3 No 1 (2023): pendidikan dan pengajaran
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the use of metaphors and find out some of the metaphors in the lyrics of the song Berita Untuk Kawan created by Ebiet G. Ade for learning Indonesian Semantics. The type of research used is qualitative based on descriptive methods which are carried out when researchers want to know answers to problems with a phenomenon that is happening. The data used in this study are metaphors that are obtained or found in every word or in every phrase with certain data collection steps. The results of this study are that there are 8 metaphors in the lyrics of the song Berita Untuk Kawan created by Ebit G. Ade consisting of: rocky dry land, street stones, little shepherds, sea, coral, waves, sun, and grass. The metaphors obtained from the song contain many meanings related to something that is felt and encountered by someone in solitude while traveling. By knowing some of the metaphors in the lyrics of the song Berita Untuk Kawan, created by Ebiet G.Ade. then we can understand the thoughts, meanings, and messages expressed, so that we can enrich the vocabulary that is suitable for learning Indonesian Semantics.
Dieksis dalam film pendek KAI - Pulang: Analisis pragmatik Gusvita, Widya; Apriyani, Yolanda
JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 3 No 2 (2024): pendidikan dan pembelajaran
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to identify, define, analyze and classify various types of deixis and the use of deixis in the short film Pulang. This study uses qualitative methodology and descriptive analysis. The focus of the research is the short film Pulang. The stages of this research consist of; 1) the author prepares to find information related to this research, and watches the short film Pulang. 2) The following are the activities used to collect data. To make data identification easier, films are taken from the internet. In every film there is deixis in it, the things obtained are then recorded by marking. 3) Use of descriptive methods in data analysis. And examined based on the types of deixis and their use.
Analisis Kesulitan Penguasaan Metodologi Penelitian Pendidikan pada Mahasiswa Non-Tradisional di Progam Studi PBSI Irwansyah, Novi; Gusvita, Widya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kesulitan mahasiswa non-tradisional dalam menguasai metodologi penelitian serta menganalisis implikasi pedagogis dari kesulitan tersebut dalam konteks Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Penelitian ini dilakukan di sebuah universitas swasta di wilayah suburban-industrial Indonesia, dengan pendekatan kualitatif interpretatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen akademik. Hasil penelitian mengungkap empat temuan utama. Pertama, mahasiswa mengalami keterputusan epistemologis terhadap disiplin ilmu PBSI, yang menghambat pemaknaan mendalam atas kegiatan penelitian. Kedua, terjadi reduksi tujuan pembelajaran menjadi bersifat prosedural dan praktis, sehingga metodologi hanya dipahami sebagai syarat administratif penulisan skripsi. Ketiga, terdapat fragmentasi antara metodologi, substansi keilmuan, dan konteks kehidupan mahasiswa, yang menyebabkan desain riset menjadi tidak relevan secara akademik maupun kontekstual. Keempat, mahasiswa menunjukkan kebutuhan tinggi terhadap pendekatan pedagogis yang diferensial dan berbasis demonstrasi sebagai sarana memahami metodologi secara fungsional. Temuan ini menunjukkan urgensi reformulasi pendekatan pengajaran metodologi penelitian di pendidikan tinggi, khususnya bagi populasi mahasiswa non-tradisional. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan desain kurikulum dan praktik pedagogis yang lebih kontekstual, responsif, dan berkeadilan epistemik.
Image Media to Improve Students Poetry Writing Skills in Elementary School Julianto, Indra Rasyid; Saputro, Pramisdi Winanto; Hayati, Rifa'atussalwa; Gusvita, Widya; Sintasari, Diardana Prima
Cognitive Insight in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Cognitive Insight in Education
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/cognitive.v1i1.3

Abstract

This article aims to assist elementary school teachers in teaching poetry writing skills. Writing poetry is often perceived as a challenging process that requires considerable time to implement. Moreover, writing instruction in general is frequently seen as complex due to the various cognitive demands it places on students. One of the main challenges lies in the stigma that the creative writing process must integrate both linguistic and non-linguistic elements to contribute to the cohesion of a text in an academically sound manner. This study employs a qualitative descriptive approach, focusing on the use of visual media in poetry writing instruction through a literature review. The use of images can support students, particularly at the elementary level, by offering a more engaging and innovative learning experience. Based on the analysis of 10 literature sources, visual media significantly enhance students’ poetry writing abilities. Therefore, this method may serve as an effective alternative for teachers in the instructional process and as a means to cultivate literary appreciation.
Memahami Poster Lingkungan sebagai Bentuk Edukasi melalui Pendekatan Tindak Tutur dan Mode Komunikasi Fauzi, Aziz; Swara, Marrieta Moddies; Gusvita, Widya; Aswandinata, Aswandinata; Abdillah, Surya
Paedagogie Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/paedagogie.v21i1.16239

Abstract

Masalah lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebijakan dan aspek teknis, tetapi juga dengan strategi komunikasi yang mampu membangun kesadaran dan tanggung jawab moral publik. Poster edukasi lingkungan menjadi salah satu media yang efektif karena memadukan unsur visual dan verbal dalam menyampaikan pesan persuasif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana poster edukasi lingkungan membangun ajakan moral melalui strategi pragmatik multimodal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa 16 poster edukasi lingkungan yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kategori tindak tutur direktif serta relasi antara unsur verbal dan visual dalam membentuk daya ilokusi dan perlokusi pesan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi direktif ajakan kolektif merupakan kategori yang paling dominan, diikuti oleh direktif instruksional, larangan, peringatan, motivasional, dan regulatif-informatif. Unsur verbal seperti kalimat imperatif, ajakan inklusif, dan pertanyaan retoris bekerja secara simultan dengan elemen visual, seperti warna, ilustrasi, simbol, dan komposisi berperan untuk memperkuat konstruksi ajakan moral. Temuan ini menegaskan bahwa makna dalam poster tidak berdiri secara tekstual semata, melainkan terbentuk melalui integrasi multimodal yang membangun solidaritas sosial dan kesadaran ekologis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian pragmatik multimodal serta implikasi praktis dalam perancangan media edukasi lingkungan yang lebih persuasif dan strategis.
METODE ROLE PLAYING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DRAMA DI SEKOLAH DASAR Julianto, Indra Rasyid; Saputro, Pramisdi Winanto; Hayati, Rifa'atussalwa; Gusvita, Widya; Sintasari, Diardana Prima
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v2i1.89

Abstract

This research proposes the use of role-playing as an alternative method for teaching drama skills in elementary schools, employing a literature review methodology. The concept of role-playing is grounded in proven educational theories, particularly Lev Vygotsky's emphasis on social interaction in learning. Constructivist approaches and Jean Piaget's child development theory also provide relevant foundations for developing drama skills through role-playing. Drama skills play a crucial role in shaping students' characters, boosting confidence, and instilling moral values. Implementation challenges for teaching drama skills in elementary schools include teachers' lack of understanding, resource limitations, academic pressure, and concerns related to assessment. Nevertheless, the role-playing method offers significant potential in engaging students, enhancing creativity, and improving communication skills. By incorporating these aspects, role-playing emerges as an effective and efficient method for teaching drama skills at the elementary school level.
Strategi Semiotika terhadap Penamaan Jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang Ahmad Suiman; Widya Gusvita; Novi Irwansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39761

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang yang menunjukkan penggunaan berbagai unsur bahasa, budaya, dan simbol sosial sebagai strategi untuk membangun identitas produk serta menarik perhatian konsumen. Penamaan jajanan tidak hanya berfungsi sebagai label produk, tetapi juga sebagai tanda yang mengandung makna tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif dan makna konotatif yang terkandung dalam penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang berdasarkan kajian semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis semiotika Roland Barthes yang difokuskan pada makna denotatif dan konotatif. Data penelitian berupa nama-nama jajanan yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan pencatatan data di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi penanda, petanda, makna denotatif, dan makna konotatif yang terkandung dalam setiap nama jajanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 nama jajanan yang layak dianalisis setelah melalui proses validasi ahli. Penamaan jajanan tersebut membentuk lima pola utama, yaitu penamaan berbasis identitas lokal, penamaan berbasis bahasa daerah, penamaan berbasis bahasa populer dan media sosial, penamaan berbasis prestise dan bahasa asing, serta penamaan berbasis sensasi atau hiperbola. Secara denotatif, nama-nama jajanan berfungsi sebagai identitas yang menjelaskan jenis, bahan, atau karakteristik produk. Secara konotatif, nama-nama tersebut mengandung makna yang berkaitan dengan lokalitas, keakraban, kemewahan, keunikan, kreativitas, serta daya tarik emosional yang ditujukan kepada konsumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang merupakan praktik semiotik yang memanfaatkan tanda-tanda budaya sebagai strategi komunikasi simbolik dalam budaya konsumsi urban. Nama jajanan tidak hanya berfungsi sebagai penanda produk, tetapi juga sebagai sarana pembentukan citra, identitas, dan persepsi konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Pematuhan Maksim Kualitas dan Maksim Relevansi Pada Dialog Film Galaksi Serly Listiyani; Rifa’atussalwa Hayati; Widya Gusvita
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11686

Abstract

Prinsip kerja sama merupakan salah satu kajian pragmatik yang menjelaskan bagaimana penutur dan mitra tutur bekerja sama agar komunikasi berlangsung secara efektif. Penerapan prinsip tersebut dapat ditemukan dalam dialog film yang merepresentasikan interaksi sosial melalui penggunaan bahasa. Film Galaksi menampilkan berbagai percakapan antartokoh yang mencerminkan pematuhan terhadap prinsip kerja sama sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif pragmatik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan maksim kualitas dan maksim relevansi serta mengidentifikasi fungsi komunikatif yang terdapat pada dialog film Galaksi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa dialog antartokoh dalam film Galaksi, sedangkan data penelitian berupa tuturan yang mematuhi maksim kualitas dan maksim relevansi. Data dikumpulkan melalui teknik simak, rekam, dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu serta disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 21 data yang mematuhi prinsip kerja sama, terdiri atas 11 data pematuhan maksim kualitas dan 10 data pematuhan maksim relevansi. Pematuhan maksim kualitas menjadi bentuk yang paling dominan karena para tokoh cenderung menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan keadaan yang sebenarnya. Selain itu, fungsi komunikatif yang paling banyak ditemukan adalah memberikan informasi, diikuti fungsi memberikan penjelasan, memberikan konfirmasi, menolak permintaan, menolak ajakan, meminta penjelasan, menyampaikan permintaan maaf, memberikan perintah, memberikan penegasan, dan menghentikan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pematuhan prinsip kerja sama berkontribusi dalam menciptakan komunikasi yang efektif, memperjelas penyampaian pesan, serta mendukung perkembangan alur cerita dalam film Galaksi.
Tindak Tutur Ilokusi Dalam Tuturan Jerome Polin Pada Kanal Youtube Nihongo Mantappu: Kajian Pragmatik Yolanda Apriyani; Widya Gusvita; Novi Irwansyah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi dalam tuturan Jerome Polin pada kanal YouTube Nihongo Mantappu. (2) Menjelaskan fungsi tindak tutur ilokusi dalam komunikasi pada video YouTube Nihongo Mantappu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi penyidik dan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan 30 data tindak tutur ilokusi yang terdiri atas 14 data tindak tutur asertif, 7 data tindak tutur direktif, 3 data tindak tutur komisif, dan 6 data tindak tutur ekspresif. Dari keseluruhan data tersebut, tindak tutur asertif merupakan jenis yang paling dominan. Dominannya tindak tutur asertif menunjukkan bahwa fungsi komunikatif dalam penelitian ini lebih berorientasi pada penyampaian informasi dan pengetahuan kepada mitra tutur maupun penonton sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai secara efektif. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa tindak tutur ilokusi memiliki peran penting dalam membangun interaksi yang komunikatif, edukatif, dan persuasif, sehingga pesan yang disampaikan melalui media digital, khususnya YouTube, dapat dipahami secara efektif oleh penonton.