Articles
PENGARUH HARDINESS DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRESS PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI PASAR TRADISIONAL DUDUK SAMPEYAN
Yolanda, Elvira;
Rahayuningsih, Idha
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v1i3.509
Para pelaku usaha khususnya pedagang pasar tradisional memiliki ancaman tersembunyi, berupa ketegangan serta tekanan yang dapat tiba-tiba menyerang kesejahteraan para pedagang. Hal tersebutt menjadi pemicu stres bagi pedagang pasar tradisional. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan pengaruh adanya hardiness dan dukungan sosial terhadap stres pada pedagang pasar tradisional di Pasar Tradisional Duduk Sampeyan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah populasi yaitu 218 pedagang dan 141 sampel untuk penelitian. Metode pengumpulan data dari ketiga variabel tersebut menguunakan kuisioner berupa angket yang berdasarkan skala Likert yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek stres oleh Sarafino dan Smith (2012) aspek hardiness oleh Frank &Huston, serta aspek dukungan sosial oleh Sarafino& Smith. (2012). Data ketiga variabel diolah dengan teknik regresi linier berganda. Perhitungan uji F menggunakan aplikasi SPSSV.25 menampilkan sig = 0,000 yang mana nilai signifikansi tersebut lebih kecil dibandingkan 0,05 ( 0,000 < 0,05) maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis pertama diterima atau terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel stress dengan variabel hardiness dan dukungan sosial.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA TERHADAP KEMATANGAN KARIR PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK
Surya, Afanin Rahmadanti;
Rahayuningsih, Idha;
Setiawan Wicaksono, Awang
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47353/sikontan.v2i4.973
According to the results of research interviews with students, it was shown that there were 7 people who were immature in their careers and there were 8 students who lacked parental social support. Therefore the aim of the researchers was to determine the influence of Self-Efficacy, Parental Social Support on Career Maturity in SMA Muhammadiyah 1 Gresik Students. This study uses a type of quantitative research. Respondents in this study were Grade 12 students of SMA Muhammadiyah 1 Gresik. The sampling technique used was non-probability sampling by incidental sampling. The sample used was 127 respondents. The results of Test (R2) show a number of 0.062, which means that the Self-Efficacy and Social Support of Parents variables contribute 62% to the career maturity variable, while the remaining 38% is influenced by other variables not examined in this study. According to the hypothesis in line to get a significance result of 0.007 less than 0.05. For Self-Efficacy on Career Maturity, a significance value of 0.168 <0.05 is obtained, which means that there is no significant effect. Meanwhile, between parents' social support for career maturity, a significance value of 0.002 <0.05 is obtained, which means that it is interpreted that there is a significant influence.
Edukasi Komunikasi Persuasif Pada Pasien Supporter (Pendamping Pasien) Tuberkulosis
Farra Putri, Javaniar Nabila;
Rahayuningsih, Idha
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 12 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58812/jpws.v3i12.1724
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang menyerang berbagai organ tubuh, terutama paru-paru. Di Indonesia, angka kasus TB terus meningkat, dengan banyak pasien mengalami tantangan dalam menyelesaikan pengobatan. Selain durasi pengobatan yang panjang, faktor motivasi menjadi kunci keberhasilan dalam menuntaskan perawatan TB. Motivasi merupakan dorongan yang mendorong pasien untuk tetap berkomitmen pada pengobatan, meskipun menghadapi efek samping obat dan perubahan fisik. Peran pendamping pasien dalam memberikan dukungan moral dan motivasi sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Namun, banyak pendamping yang merasa kesulitan untuk mempertahankan motivasi pasien karena berbagai hambatan emosional dan fisik. Penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi persuasif dalam mendukung motivasi pasien, serta bagaimana pendamping dapat membantu pasien mengatasi tantangan selama proses pengobatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pendamping pasien dalam meningkatkan efektivitas dukungan mereka pada pasien TB.
Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Teknik Mozaik pada Siswa TKA
Wardani, Dinda Kristina Hari;
Oktavia, Citrawanti;
Rahayuningsih, Idha
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3188
Permasalahan pada penelitian ini adalah pengembangan motorik halus. Berdasarkan hasil asessmen awal melalui observasi dan wawancara di TK A didapatkan data bahwa ada dua siswa yang mempunyai motorik halus yang tertinggal dibandingkan teman sekelasnya. Siswa tersebut menunjukkan bahwa masih belum bisa menggenggam krayon dengan benar, gerak mata belum bisa fokus, belum mampu menggunakan alat makan dengan benar, belum bisa melempar dan menangkap bola, dll. Â Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari teknik mozaik terhadap peningkatan motorik halus. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen. Desain eksperimen pada penelitian ini yaitu one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 anak. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria subjek adalah anak berusia 4-5 tahun dan motorik halusnya tidak sesuai dengan standart perkembangan anak usia 4-5 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan teknik mozaik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada siswa usia 4-5 tahun di TK X yang terlihat dari peningkatan skor postest yang pada subjek 1 didapatkan hasil indikator BSB pada pretest 0,0% dan pada posttest 7,31 % sedangkan subjek 2 didapatkan hasil indikator BSB pada pretest 0,0% dan pada posttest 6,65 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa teknik mozaik dapat meningkatkan motorik halus siswa.
Efektivitas Laughter Therapy Dalam Menurunkan Kelelahan Pada Peserta Gada Pratama
Maulidah, Nazura Ika;
Rahayuningsih, Idha;
Maulidah, Nazura
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.2945
Fenomana terjadinya kelelahan ini tidak hanya terjadi pada lingkungan kerja formal, tetapi juga dalam proses pelatihan yang intensif seperti pelatihan Gada Pratama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat efektivitas laughter therapy dalam menurunkan kelelahan pada peserta Gada pratama. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah 60 peserta, Namun sampel yang digunakan adalah 36 sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan p = 0,101 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa secara statiktik tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kelelahan sebelumnya dan sesudah diberikan intervensi laughter therapy. Analisis yang digunakan pada penelitian menggunakan bantuan perangkat softwere, yaitu Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP) dan Excel.
Efektifitas Penerapan Job Description Untuk Menurunkan Role Ambiguity Pada Peserta Magang di PT. Swabina Gatra
Rahayuningsih, Idha;
Aprilio, Moch. Habiel
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.3072
Ambiguitas peran adalah kondisi psikologis yang timbul dari tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang tidak jelas di tempat kerja, yang dapat menghambat kinerja individu. tidak hanya terjadi pada karyawan, pada peserta magang juga mengalami ambiguitas peran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas deskripsi pekerjaan dalam menurunkan ambiguitas peran pada peserta magang di PT. Swabina Gatra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain quasi-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Data dikumpulkan menggunakan Skala Ambiguitas Peran yang dikembangkan oleh Rizzo dkk. (1970) dan dianalisis menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon dan Uji N-Gain. Hasil uji N-Gain menunjukkan penurunan pada tingkat ambiguitas peran sebesar 0,65 yang menunjukkan secara statistik intervensi cukup efektif untuk menurunkan ambiguitas peran peserta magang. Penelitian kebaruan ini terletak pada konseptualisasi dan pengujian empiris deskripsi pekerjaan sebagai intervensi psikologis terstruktur untuk mengurangi ambiguitas peran.
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Kesiapan Kerja Pada Mahasiswa Psikologi Tingkat Akhir Universitas Muhammadiyah Gresik
Huda, Miftakhul;
Wicaksono, Awang Setiawan;
Rahayuningsih, Idha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5972
Mahasiswa tingkat akhir dihadapkan pada tuntutan kesiapan kerja yang tinggi seiring dengan transisi dari dunia akademik ke dunia kerja. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan penting dalam kesiapan kerja adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap kesiapan kerja pada mahasiswa Psikologi tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 148 mahasiswa aktif tingkat akhir Fakultas Psikologi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling jenis sampling insidental. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur efikasi diri dan kesiapan kerja. Uji reliabilitas instrumen menggunakan Cronbach’s Alpha, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi sederhana menggunakan SPSS for Windows 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,05, dan kesiapan kerja mahasiswa juga berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,04. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara efikasi diri terhadap kesiapan kerja dengan kontribusi sebesar 82,5%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri mahasiswa, maka semakin tinggi pula kesiapan kerja yang dimiliki. Dengan demikian, efikasi diri merupakan faktor penting yang perlu dikembangkan pada mahasiswa tingkat akhir untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja.
IKLIM ORGANISASI, USIA DAN MASA KERJA SEBAGAI PREDIKTOR SUBJECTIVE WELL-BEING GURU SMP SWASTA X DI SURABAYA
Idha Rahayuningsih
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v19i2.8264
Background: Teachers' subjective well-being is influenced by the environment and situation within the organization. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of organizational climate, age and length of service on subjective well-being of teachers at Private Junior High School X in Surabaya. Method: The study used a quantitative correlational-predictive approach. The sample of the study was 40 teachers at Private Junior High School X in Surabaya. The researcher developed a Likert scale to measure subjective well-being based on Diener (1984, 1993) and organizational climate based on Litwin and Stringer (1965). Result: Logical validity testing was carried out by expert opinion for both scales. On the subjective well-being scale, the r value ranged from 0.273 - 0.66 and the cronbach alpha reliability coefficient = 0.865. On the r value scale, the r value ranged from 0.804 - 0.825 while the coefficient was 0.822 reliability. F = 15.204 and p = 0.001 < 0.05 indicate that the regression equation model Y = 42.591 + 0.598.X1 + 0.643.X2 + 1.055.X3 is a goodness of fit to predict subjective well-being through organizational climate, age and tenure. Conclution: R² = 0.559, indicates that 55.9% of the subjective well-being variance can be explained simultaneously by changes in organizational climate, age and tenure while 44.1% is explained by other variables. The results of the study also show that partially organizational climate, age and tenure have a positive and significant effect on subjective well-being.
Peran Penalaran Moral Sebagai Mediator Pengaruh Iklim Etis Organisasi Terhadap Integritas Karyawan
Idha Rahayuningsih
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v20i2.10558
Background: Several previous studies have proven the role of moral reasoning as an important determinant for someone to make ethical decisions and ethical behavior in organizations. Meanwhile, the ethical climate of the organization can affect the process of moral reasoning which is then translated into ethical behavior. Objective: Therefore, this study aims to determine the mediating role of moral reasoning on the influence of organizational ethical climate on employee integrity. Sampling with incidental sampling technique. Method: It was found that 101 employees were willing to fill out a questionnaire via google.form. Data is collected through an ethical integrity scale that refers to the Du Toit concept. (2015); Defining Issues Test (DIT) developed (Rest, 1979) and organizational ethical climate scale developed (Victor and Cullen, 1987). Data analysis used the SmartPLS 4 application which included measurement model analysis, good fit model testing, and structural model analysis. Result: The results of the analysis show the role of law-oriented moral reasoning and social order as a partial mediator on the effect of organizational ethical climate on integrity.