Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

THE EFFECT OF FAMILY FUNCTIONING AND PEER CONFORMITY ON VERBAL BULLYING BEHAVIOR IN EARLY ADOLESCENCE Prasasti, Putri Maulani Sri; Rahayuningsih, Idha; Puspitaningrum, Noer Suci Endah
World Psychology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/wp.v4i2.1011

Abstract

Verbal bullying among early adolescents represents one of the most pervasive behavioral problems in school environments and is strongly associated with family dynamics and peer group influences. Adolescents who experience poor family functioning often lack emotional regulation and empathy, while high peer conformity increases their susceptibility to negative social behaviors, including verbal aggression. This study aims to examine the effect of family functioning and peer conformity on verbal bullying behavior among early adolescents. A quantitative correlational research design was employed, involving 120 students aged 12–15 years from several junior high schools in Gresik Regency. Data were collected using three validated instruments: the Family Assessment Device (FAD), the Peer Conformity Scale, and the Verbal Bullying Behavior Scale. Data analysis was conducted using multiple regression analysis with SPSS 26. The results indicate that both family functioning and peer conformity significantly influence verbal bullying behavior, with peer conformity showing a stronger predictive effect. Dysfunctional family environments and excessive peer conformity were found to increase the likelihood of adolescents engaging in verbal bullying. These findings highlight the importance of strengthening family communication patterns and promoting assertive peer norms to prevent aggressive verbal behavior in school contexts.
The Meaning of Integrity among Public Officers: a Phenomenology Study Rahayuningsih, Idha; Suryanto, Suryanto; Suhariadi, Fendy; Hadi, Cholichul
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 11 No 4 December 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v11i4.24505

Abstract

Good governance can be realized if public officials have integrity. The integrity of public officials is a source of public trust in the government's performance in providing public services. This research aims to describe the meaning of integrity and internal factors that strengthen integrity from the perspective of public officials. Our study used a qualitative method based on phenomenological philosophy. Participants were selected based on three criteria: (1) echelon II officials as Heads of Regional Government Work Units, (2) have excellent work performance, and (3) have never violated the code of ethics, regulations, and laws. We conducted face-to-face, in-depth interviews to collect the data and analyze the data using. Our findings reveal eight meanings of integrity by public officials and internal factors that strengthen integrity. Eight meanings of integrity include carrying out duties and obligations seriously; being honest in carrying out tasks; discipline, complying with procedures and regulations; consistency between values/principles and behavior; being fair; having moral courage; being a role model for subordinates; not abusing position for personal gain or specific parties. Meanwhile, internal factors that strengthen integrity include: social-oriented terminal value, moral-oriented instrument value; competency-oriented instrument value, self-awareness as a public servant, simple lifestyle, change motivation, learning motivation, and achievement motivation. 
PENGARUH HARDINESS DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRESS PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI PASAR TRADISIONAL DUDUK SAMPEYAN Yolanda, Elvira; Rahayuningsih, Idha
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v1i3.509

Abstract

Para pelaku usaha khususnya pedagang pasar tradisional memiliki ancaman tersembunyi, berupa ketegangan serta tekanan yang dapat tiba-tiba menyerang kesejahteraan para pedagang. Hal tersebutt menjadi pemicu stres bagi pedagang pasar tradisional. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan pengaruh adanya hardiness dan dukungan sosial terhadap stres pada pedagang pasar tradisional di Pasar Tradisional Duduk Sampeyan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah populasi yaitu 218 pedagang dan 141 sampel untuk penelitian. Metode pengumpulan data dari ketiga variabel tersebut menguunakan kuisioner berupa angket yang berdasarkan skala Likert yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek stres oleh Sarafino dan Smith (2012) aspek hardiness oleh Frank &Huston, serta aspek dukungan sosial oleh Sarafino& Smith. (2012). Data ketiga variabel diolah dengan teknik regresi linier berganda. Perhitungan uji F menggunakan aplikasi SPSSV.25 menampilkan sig = 0,000 yang mana nilai signifikansi tersebut lebih kecil dibandingkan 0,05 ( 0,000 < 0,05) maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis pertama diterima atau terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel stress dengan variabel hardiness dan dukungan sosial.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA TERHADAP KEMATANGAN KARIR PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK Surya, Afanin Rahmadanti; Rahayuningsih, Idha; Setiawan Wicaksono, Awang
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v2i4.973

Abstract

According to the results of research interviews with students, it was shown that there were 7 people who were immature in their careers and there were 8 students who lacked parental social support. Therefore the aim of the researchers was to determine the influence of Self-Efficacy, Parental Social Support on Career Maturity in SMA Muhammadiyah 1 Gresik Students. This study uses a type of quantitative research. Respondents in this study were Grade 12 students of SMA Muhammadiyah 1 Gresik. The sampling technique used was non-probability sampling by incidental sampling. The sample used was 127 respondents. The results of Test (R2) show a number of 0.062, which means that the Self-Efficacy and Social Support of Parents variables contribute 62% to the career maturity variable, while the remaining 38% is influenced by other variables not examined in this study. According to the hypothesis in line to get a significance result of 0.007 less than 0.05. For Self-Efficacy on Career Maturity, a significance value of 0.168 <0.05 is obtained, which means that there is no significant effect. Meanwhile, between parents' social support for career maturity, a significance value of 0.002 <0.05 is obtained, which means that it is interpreted that there is a significant influence.
Edukasi Komunikasi Persuasif Pada Pasien Supporter (Pendamping Pasien) Tuberkulosis Farra Putri, Javaniar Nabila; Rahayuningsih, Idha
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 12 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i12.1724

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang menyerang berbagai organ tubuh, terutama paru-paru. Di Indonesia, angka kasus TB terus meningkat, dengan banyak pasien mengalami tantangan dalam menyelesaikan pengobatan. Selain durasi pengobatan yang panjang, faktor motivasi menjadi kunci keberhasilan dalam menuntaskan perawatan TB. Motivasi merupakan dorongan yang mendorong pasien untuk tetap berkomitmen pada pengobatan, meskipun menghadapi efek samping obat dan perubahan fisik. Peran pendamping pasien dalam memberikan dukungan moral dan motivasi sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Namun, banyak pendamping yang merasa kesulitan untuk mempertahankan motivasi pasien karena berbagai hambatan emosional dan fisik. Penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi persuasif dalam mendukung motivasi pasien, serta bagaimana pendamping dapat membantu pasien mengatasi tantangan selama proses pengobatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pendamping pasien dalam meningkatkan efektivitas dukungan mereka pada pasien TB.
Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Teknik Mozaik pada Siswa TKA Wardani, Dinda Kristina Hari; Oktavia, Citrawanti; Rahayuningsih, Idha
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3188

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah pengembangan motorik halus. Berdasarkan hasil asessmen awal melalui observasi dan wawancara di TK A didapatkan data bahwa ada dua siswa yang mempunyai motorik halus yang tertinggal dibandingkan teman sekelasnya. Siswa tersebut menunjukkan bahwa masih belum bisa menggenggam krayon dengan benar, gerak mata belum bisa fokus, belum mampu menggunakan alat makan dengan benar, belum bisa melempar dan menangkap bola, dll.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari teknik mozaik terhadap peningkatan motorik halus. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen. Desain eksperimen pada penelitian ini yaitu one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 anak. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria subjek adalah anak berusia 4-5 tahun dan motorik halusnya tidak sesuai dengan standart perkembangan anak usia 4-5 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan teknik mozaik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada siswa usia 4-5 tahun di TK X yang terlihat dari peningkatan skor postest yang pada subjek 1 didapatkan hasil indikator BSB pada pretest 0,0% dan pada posttest 7,31 % sedangkan subjek 2 didapatkan hasil indikator BSB pada pretest 0,0% dan pada posttest 6,65 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa teknik mozaik dapat meningkatkan motorik halus siswa.