Ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan akibat alih fungsi lahan sawah, khususnya di Provinsi Riau yang didominasi perkebunan kelapa sawit. Kabupaten Pelalawan, Desa Pulau Muda, menjadi lokasi prioritas program cetak sawah dengan potensi lahan rawa yang belum optimal dimanfaatkan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas survey investigasi dan desain (SID), yang sering terkendala oleh rendahnya partisipasi petani dan keterbatasan akurasi data spasial. Kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan metode Focus Group Discussion (FGD) dan Geographic Information System (GIS) dalam proses SID untuk menghasilkan desain yang partisipatif dan presisi. Metode yang digunakan meliputi analisis GIS berbasis overlay peta tematik, pemetaan UAV dengan sistem Post Processed Kinematic (PPK) dan FGD yang melibatkan kelompok tani dan pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan integrasi GIS dan FGD menghasilkan desain cetak sawah seluas 750 ha yang sesuai dengan kondisi biofisik dan sosial. Sebanyak 509 calon petani tervalidasi, kesepakatan batas lahan, pembagian petak, dan perencanaan infrastruktur pendukung. Pendekatan ini meningkatkan akurasi desain, legitimasi sosial, dan peluang keberhasilan implementasi program.
Copyrights © 2026