Filter By Year

1945 2024


Found 123 documents
Search Media Periklanan

Kontroversi Karya-Karya Edgar Degas mengenai Misogini dan Relevansinya dengan Isu Objektifikasi Perempuan dalam Media Sosial dan Periklanan Natanael, Dafy Bintang; Indrajaya, Ferdinand
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i1.8701

Abstract

Makalah ini membahas bagaimana objektifikasi perempuan dapat ditelusuri kembali ke karya-karya seni kontroversial Edgar Degas pada akhir abad ke-19 dan relevansinya dengan pandangan terhadap perempuan sampai saat ini. Penggambaran perempuan sebagai objek hasrat dalam media sosial dan periklanan pada zaman ini telah memengaruhi citra tubuh perempuan dan menimbulkan tekanan untuk memenuhi suatu standar kecantikan tertentu. Konsep male gaze memainkan peran kunci dalam pemaknaan ini, mengindikasikan dominasi pandangan laki-laki dalam media visual dan penekanan pada penampilan fisik perempuan. Pembiaran dominasi dan tindakan objektifikasi ini melahirkan beberapa permasalahan seperti, kecemasan dan rasa malu akan penampilan diri, eating disorders, depresi, serta penurunan produktivitas. Dengan fenomena objektifikasi perempuan yang terus berkelanjutan, tanggapan yang tepat dari masyarakat diperlukan. Makalah ini hendak mengeksplorasi dan menganalisis permasalahan tersebut dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, khususnya penelitian kepustakaan (library research). Melalui Langkah metodologis tersebut, penulis menyimpulkan bahwa masyarakat memiliki peran krusial dalam meresponi dan memerangi objektifikasi perempuan secara aktif. Upaya ini dapat dicapai dengan penggunaan media sosial dan periklanan secara etis serta kritis. Hal ini dapat ditunjukkan oleh contoh kasus Billabong. Kasus ini menunjukkan bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam memberi tekanan terhadap industri media untuk mengadopsi praktik pemasaran yang menghormati martabat perempuan. Melaluinya, narasi yang berdampak buruk bagi citra dan kesejahteraan perempuan di era digital ini dapat berubah.
Etika Periklanan Pada Media Sosial Instagram di Era Influencer Azharia; Novitasari, Adinda Wulan; Priyanda, Adinda Bagesa; Handoko, Daniel
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/ycrcy705

Abstract

The development of social media such as Instagram has transformed advertising paradigms with the emergence of influencer marketing. Influencers play a crucial role in shaping consumer opinions and behaviors, leveraging their trust and credibility to promote products in a personal and authentic manner. However, this practice also faces ethical challenges, particularly regarding transparency in marking sponsored content. Regulations and platform initiatives have been introduced to enhance transparency, yet understanding and compliance remain significant issues. This study highlights the need for stricter guidelines and education for influencers to ensure more ethical advertising practices in today's digital age. Keywords: Advertising Ethics; Social Media; Instagram; Influencer
Agama sebagai produk: membedah komodifikasi Agama Islam dalam industri media perfilman dan periklanan Humaira, Aisyah
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i4.23095

Abstract

AbstrakKomodifikasi merupakan sebuah proses transformasi atau pengubahan suatu nilai guna menjadi suatu nilai yang dapat dikomersilkan atau dijual. Dalam konteks yang lebih luas, komodifikasi tidak hanya terbatas pada barang fisik saja, melainkan pada aspek-aspek abstrak seperti nilai-nilai keagamaan. Kajian ini meneliti fenomena komodifikasi agama Islam pada industri media perfilman dan periklanan. Dalam kajian ini, metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka dilakukan untuk mengidentifikasi penelitian terkini mengenai komodifikasi agama Islam. Selanjutnya, konteks ekonomi politik dikaji melalui analisis kualitatif tentang bagaimana prinsip-prinsip agama membentuk taktik pemasaran iklan dan produksi film. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman menyeluruh tentang fungsi pemain utama, peraturan, dan dinamika pasar. Teori yang digunakan dalam kajian ini ialah Teori Ekonomi Politik dan Teori Semiotika. Teori Ekonomi Politik memberikan kerangka untuk mengkaji bagaimana komodifikasi agama Islam menciptakan nilai ekonomi. Analisis ini mengidentifikasi peran dunia usaha, kebijakan pemerintah, dan dinamika pasar dalam memahami bagaimana nilai-nilai agama diintegrasikan ke dalam strategi perekonomian. Konsep semiotika, khususnya tokoh seperti Ferdinand Saussure, Charles Sanders Peirce, dan Roland Barthes menjadi alat analisis untuk mendekonstruksi simbolisme agama di media. Analisis semiotika membantu kita memahami bagaimana simbol-simbol ini dibuat, diinterpretasikan, dan digunakan dalam konteks pemasaran dan film. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memahami kompleksitas dinamika ekonomi dan semiotika yang terlibat dalam proses komodifikasi keagamaan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa makna agama telah menjelma menjadi komoditas yang dapat dijual dan diinterpretasikan dalam konteks ekonomi politik dan analisis simbolik. Terdapat kritik terhadap komodifikasi agama Islam dengan menyebutkan kekhawatiran akan potensi kerugian yang ditimbulkannya terhadap nilai-nilai agama, perilaku stereotip, dan distorsi makna. Kajian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana komodifikasi Islam berdampak pada tren dalam industri film dan periklanan. Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya aspek moral dan kemasyarakatan, menggarisbawahi perlunya pendekatan seimbang yang mempertimbangkan faktor ekonomi dan agama dalam masyarakat.Kata kunci: komodifikasi agama, islam, semiotik, ekonomi politik, media, periklanan, perfilman Abstract Commodification is a process of transforming or changing a useful value into a value that can be commercialized or sold. In a broader context, commodification is not only limited to physical goods, but also to abstract aspects such as religious values. This study examines the phenomenon of Islamic religious commodification in the film and advertising media industry. In this study, the method used is a qualitative method with a literature review approach. A literature review was conducted to identify the latest research on the commodification of the Islamic religion. Furthermore, the context of political economy is examined through a qualitative analysis of how religious principles shape advertising marketing tactics and film production. This approach allows for a thorough understanding of the key players' functions, regulations, and market dynamics. The theories used in this study are Political Economy Theory and Semiotic Theory. Political Economy Theory provides a framework for examining how the commodification of Islam creates economic value. This analysis identifies the role of the business world, government policies, and market dynamics in understanding how religious values are integrated into economic strategies. The concept of semiotics, especially figures such as Ferdinand Saussure, Charles Sanders Peirce, and Roland Barthes, has become an analytical tool to deconstruct religious symbolism in the media. Semiotic analysis helps us understand how these symbols are created, interpreted, and used in marketing and film contexts. The purpose of this study is to understand the complexity of economic dynamics and semiotics involved in the process of religious commodification. The results of this study show that the meaning of religion has been transformed into a commodity that can be sold and interpreted in the context of political economy and symbolic analysis. There is criticism of the commodification of Islamic religion, citing concerns about the potential harm it causes to religious values, stereotypical behavior, and distortion of meaning. This study contributes to the understanding of how Islamic commodification impacts trends in the film and advertising industries. The statement underscored the importance of moral and societal aspects, underscoring the need for a balanced approach that considers economic and religious factors in society. Keywords: commodification of religion, islam, semiotics, political economy, media, advertising, cinema
DAMPAK MEDIA SOSIAL, INFLUENCER MARKETING DAN PERIKLANAN ONLINE TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN IMPULSIFIKASI GENERASI Z DI INDONESIA: PERAN FOMO Gunawan, Hendrik; Andara, Maria Rosi; Hardayu, Audisty Prana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41622

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara penggunaan media sosial, paparan iklan daring dan influencer, Fear of Missing Out (FOMO), serta perilaku pembelian impulsif pada Generasi Z di Indonesia, dengan fokus pada peran mediasi FOMO. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional, penelitian melibatkan 100 responden Generasi Z (18-25 tahun) yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dengan skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan SmartPLS 4.0 melalui Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan FOMO secara signifikan memediasi hubungan antara iklan daring dan pembelian impulsif, serta antara paparan influencer dan pembelian impulsif. Paparan influencer memiliki efek terkuat pada FOMO, diikuti iklan daring dan penggunaan media sosial. Model penelitian menunjukkan kemampuan prediktif kuat untuk FOMO dan sedang untuk perilaku pembelian impulsif. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan strategi pemasaran digital yang efektif bagi konsumen Generasi Z.
KETERKAITAN ANTARA PERIKLANAN SOSIAL MEDIA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KONSUMEN GENERASI Z Ramah Sri Wulandari; Muhamad Yusuf; Ade Kurniawan; Safitri Putri Derajat
KRAKATAU (Indonesian of Multidisciplinary Journals) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effectiveness of social media advertising in capturing the attention of Generation Z. This generation has unique consumer characteristics, such as reliance on digital technology, a preference for online shopping, and trust in reviews and recommendations from other users. Social media platforms like Instagram, TikTok, and Facebook have become strategic tools due to their interactive nature and accessibility. Creative, relevant, and engaging advertising content has been proven to significantly influence purchasing decisions. Additionally, trust plays a key role in building loyalty, with elements such as quick responses, transparency, and consistent product quality being primary determinants. This study also highlights Generation Z's preference for personalized and value-driven shopping experiences. Therefore, advertisements emphasizing transparency, honesty, and interactivity have great potential to foster emotional connections with consumers, positioning social media as a critical tool in marketing strategies to enhance brand engagement and customer loyalty.
MENINGKATKAN PENJUALAN UMKM DAN KETERLIBATAN PELANGGAN MELALUI PERSONAL BRANDING PERIKLANAN MEDIA SOSIAL Tsalasa An Nisaa; Joko Suryono
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 7: Februari 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periklanan media sosial bagi UMKM dapat meningkatkan visibilitas merek, keterlibatan pelanggan, dan pertumbuhan penjualan. Pendekatan untuk menguatkan merek adalah melalui personal branding tokoh berpengaruh, untuk membangun citra positif dari sebuah merek. Penelitian ini bertujuan menunjukkan periklanan media sosial menggunakan dukungan personal branding dapat menciptakan citra dan meningkatkan keterlibatan pelanggan, meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian terdiri Rimbang Rayya food content enthusiast, Kedai Seblak Juara, dan followers. Validitas menggunakan teknik triangulasi, melibatkan perbandingan data wawancara, analisis konten. Hasil temuan, Periklanan media sosial menggunakan dukungan personal branding Rimbang Rayya teori The Eight Laws of Personal Branding mampu mempromosikan produk, menciptakan citra dan meningkatkan keterlibatan pelanggan, meningkatkan penjualan. Hal ini dapat dilihat dari dukungan Rimbang Rayya terhadap Seblak Juara melalui: 1) pendekatan humor, 2) memotivasi audiens untuk berpartisipasi dalam kompetisi konten dan penghargaan terhadap makanan lokal, 3) gaya komunikasi santai, hangat, ramah, 4) penyampaikan informasi yang detail, 5) penyampaian konten di platform Instagram dan TikTok, 6) sikap konsisten dalam konten dan gaya komunikasi, 7) ketekunan dalam mengembangkan metode template, 8) membangun goodwill melalui konten yang menarik.
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL UNTUK PERIKLANAN DESA TAMIANG KECAMATAN PAMUKAN UTARA KOTABARU novyanti, rika; haryanto, rudy; wardhana, muhammad wahyu
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v7i1.14443

Abstract

Era digital adalah sebuah keadaan yang harus dihadapi oleh para pelaku bisnis. Perubahan pola belanja masyarakat luas ke pasar digital memaksa para pelaku bisnis untuk terus beradaptasi.. Terdapat beberapa tantangan untuk pelaku bisnis melakukan digitalisasi produk. Tantangan pertama, yang juga tantangan utama, berasal dari literasi digital. Ditambah dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum sanggup untuk beradaptasi dengan permintaan online yang membutuhkan tanggapan cepat. Padahal, kunci dari berjualan secara online adalah dengan respon yang cepat yang dibarengi dengan produksi barang yang cepat juga. Dengan adanya pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk optimalisasi media social untuk periklanan Desa Teluk Tamiang Kecamatan Pamukan Utara Kabupaten Kotabaru dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi kepada perangkat desa dan juga UMKM di wilayah tersebut diharapkan para pelaku UMKM yang selama ini telah mengenal penjualan secara daring dapat lebih mengoptimalkan media social yang mereka miliki sehingga produktifitas dan peluang dari pasar lebih optimal .
PERANCANGAN MEDIA PERIKLANAN DALAM MEMPROMOSIKAN TAMAN HUTAN BAMBU KEPUTIH Kurniawan, Jeffry Dwi; Oemar, Eko Agus Basuki
BARIK Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jdkv.v1i3.36114

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya telah banyak membuat Taman Hutan Kota yang bertujuan untuk memperluas ruang terbuka hijau di antara padatnya laju pembangunan yang ada di Kota Surabaya. Diantara banyaknya Taman Hutan Kota yang ada di Kota Surabaya, terdapat salah satu taman hutan kota yang mempunyai tema berbeda dari taman yang lain yaitu Taman Hutan Bambu yang berada di Daerah Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi yang ada di wailayah Taman Hutan Bambu Kepuih. Lokasi yang kurang strategis menjadikan tempat ini kurang diketahui oleh masyarakat luas. Kegiatan promosi yang bersifat kolektif juga membuat Taman Hutan Bambu Keputih tidak dapat membangun brand-nya sendiri. Metode pendekatan yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif serta menggunakan analisa SWOT dan konsep USP (Unique Selling Proposition). Rumusan masalah dalam perancangan ini adalah bagaimana konsep perancangan media periklanan Taman Hutan Bambu Keputih dalam mempromosikan kepada masyarakat luas dan juga bagaimana perancangan tersebut dilakukan. Hasil perancangan pada artikel ini berupa media poster, brosur, flyer, dan billboard. dengan perancangan ini diharapkan dapat membantu mempromosikan Taman Hutan Bambu Keputih kepada masyarakat luas dan menjadikan Taman Hutan Bambu Keputih menjadi pilihan destinasi wisata yang perlu dikunjungi di Kota Surabaya. Kata Kunci: Perancangan Periklanan, Promosi, Place Branding, Taman Hutan Bambu
(RE)KONSTRUKSI DAN REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM MEDIA VISUAL PERIKLANAN INDONESIA: UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN Apsari Fajar Prihantini; Sri Nurhidayah; Tri Achmad Efendi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.489

Abstract

Praktik patriarki yang menggunakan perempuan sebagai objek seksual dalam iklan visual menundukkan stereotip gender, mempromosikan dominasi perempuan di berbagai bidang kehidupan, dan memicu pelecehan seksual. Tujuan Penelitian ini adalah untuk me(re)konstruksi citra perempuan dalam media visual periklanan Indonesia sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan serta dapat menjadi bahan kajian untuk menentukan kebijakan dalam peraturan periklanan di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Data diambil dari media yaitu Iklan TV yang tayang di Youtube, dan Angket. Penelitian ini menggunakan teori Stuart Hall dan didukung oleh konsep Male Gaze. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa beberapa iklan menampilkan citra perempuan bermartabat, namun representasi citra perempuan di media periklanan di Indonesia menunjukkan kecenderungan objektifikasi yang signifikan. Terlebih, dari hasil kuesioner yang dibagikan ke 60 responden menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan objektifikasi perempuan dalam media visual periklanan. Peran masyarakat sipil, pelaku bisnis, dan pemerintah sebagai pemegang regulasi saling berkolaborasi untuk menghindari objektifikasi sehingga mencegah kekerasan seksual terhadap perempuan dalam ranah domestik ataupun publik.
PELANGGARAN ETIKA PERIKLANAN DI MEDIA DIGITAL ADS STUDI KASUS PADA IKLAN ULTRAMILK GET YOUR POWER BACK Qori Syamilza Aulia; Daniel Handoko; Mumtazah, Zhahira; Zalfa Putri Salsabila; Raihanda Immanuzaki
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 3 (2025): Juni : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/zssnme88

Abstract

This study explores ethical violations in digital advertising through a case study of the UltraMilk “Get Your Power Back” campaign. Amid the increasing shift to digital platforms, ethical considerations in advertising have become more complex and urgent. Guided by the Indonesian Advertising Ethics Code (Etika Pariwara Indonesia – EPI), this research analyzes the depiction of children in controversial scenes: a boy stepping on an adult, a girl standing on a chair, and a boy on a tree, all lacking proper educational context. Using a qualitative method with a case study and interpretive paradigm, the study employs semiotic analysis and references theories such as social reality construction, value co-creation, and Barthes' semiotics to interpret visual meanings and social implications. Findings indicate that the ad potentially violates Articles 6, 28, and 38 of the EPI, related to safety, decency, and the responsible use of humor. Although the ad achieves emotional engagement, it raises concerns about reinforcing inappropriate social behaviors among young audiences. The study highlights the need for ethical pre-testing, cultural sensitivity, and clearer regulatory frameworks in digital advertising to ensure messages align with societal norms while maintaining creativity.

Page 10 of 13 | Total Record : 123