Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Unsur Budaya Teks Cerita Rakyat Danau Toba dalam Buku Bahan Ajar Bipa Sahabatku Indonesia untuk Pemelajar Bipa 4 Rosa Lamria Mardiana Simbolon; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3894

Abstract

Pengajaran BIPA bagi pemelajar memiliki tujuan bukan hanya untuk memperlancar berbahasa Indonesia tapi juga memperkenalkan budaya Indonesia. Pemerolehan pengenalan budaya Indonesia dalam proses pembelajaran BIPA dapat ditemukan dalam suatu teks narasi, salah satunya adalah cerita rakyat. Salah satu cerita rakyat Indonesia yang dapat ditemukan yakni Legenda Danau Toba seperti yang disajikan dalam buku Sahabatku Indonesia bagi Pemelajar BIPA level 4 yang diterbitkan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Teks cerita rakyat menjadi sarana yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pemelajar bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana unsur budaya terkandung dalam cerita rakyat Danau Toba dan bagaimana pemanfaatannya dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melakukan analisis terhadap teks cerita rakyat Danau Toba yang terdapat dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4. Data dikumpulkan melalui pencermatan teks dan interpretasi terhadap unsur budaya yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks cerita rakyat Danau Toba dalam buku bahan ajar tersebut mengandung berbagai unsur budaya, termasuk bahasa daerah, pengetahuan lokal, mata pencaharian masyarakat setempat, dan aspek religi. Pemanfaatan cerita rakyat ini dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4 dapat memberikan pengalaman belajar yang holistik, menggabungkan aspek linguistik dengan pemahaman mendalam tentang konteks budaya Indonesia.
Analisis Kelayakan Bahan Ajar Bipa pada Isi Materi Buku Sahabatku Indonesia untuk Pemelajar Bipa Level 1 Hsb, Siti Fatimah Handayani; Humairah, Nurul Intan; Amar, Fika Salsabilla; Simanjuntak, Marini Joy Stella; Harahap, Safinatul Hasanah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian isi buku ajar Sahabatku Indonesia untuk Pemelajar BIPA level 1 yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Buku Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Dokumen yang dianalisis berupa buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat A1 (BIPA 1) yang disusun dan disebarluaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Objek penelitian berupa isi secara keseluruhan, bahasa, dan muatan budaya yang ditawarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar Sahabatku Indonesia untuk BIPA level 1 disajikan sebagian besar telah memenuhi tujuan utama pengajaran bahasa. Namun, ada beberapa bagian isinya yang sulit dipahami, sehingga diperlukan buku pendidikan prasekolah yang mendukung korpus data bahasa. Pembuatan korpus pra-buku teks mutlak diperlukan untuk mengatasi struktur halus kamus, termasuk lemma/sublemma, kelas kata, definisi, contoh penggunaan, dll.
Memperkaya Kosakata BIPA: Optimalisasi Media Kamus Elektronik Antonin dan Sinonim dalam Pembelajaran BIPA Lubis, Ilman Nafi’an; Hasibuan, Hafizna Irasa; Maysarah, Siti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media dalam pembelajaran bahasa merujuk pada alat bantu yang mempermudah kegiatan pembelajaran bahasa. Salah satu jenis media adalah kamus elektronik merupakan platform digital yang dirancang untuk membantu pengguna dalam memahami makna kata atau frasa. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang pada penelitian ini di fokuskan pada optimalisasi pengetahuan antonim dan sinonim media kamus elektronik bertujuan untuk memperkaya kosa kata bagi pemelajar BIPA. Kamus elektronik sinonim dan antonim merupakan aplikasi atau platform digital yang menyediakan informasi tentang sinonim (kata-kata dengan makna yang mirip atau sama) dan antonim (kata-kata dengan makna yang berlawanan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan informasi yang memuat media pembelajaran berbasis aplikasi dan pengaplikasian aplikasi tersebut sebagai media atau sumber pembelajaran dari textbook, jurnal, artikel ilmiah, data digital, dan dokumen lain. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: (1) mencari dan mengumpulkan jurnal dan buku sebagai sumber literatur; (2) menginventarisasi teori dan pendekatan yang relevan; (3) melakukan olah data dan fakta yang ditemukan berkaitan dengan topik yang dipilih; dan (4) menyusun hasil penelitian sesuai dengan informasi yang ditemukan. Kamus elektronik memuat pencarian cepat, pengucapan kata (fitur audio), definisi kata, navigasi mudah, aktualisasi dan pembaruan, dan Fitur Tambahan seperti kuis, permainan kata, dan latihan.
Keefektifan Laman Interaktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Intensif Mahasiswa BIPA Level 2 Di Universitas Negeri Surabaya: Keefektifan Laman Interaktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Intensif Mahasiswa BIPA Level 2 Di Universitas Negeri Surabaya Alfarobby, Mufti; Suyatno, Suyatno; Sodiq, Syamsul
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11 No. 2 Bulan September 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v11n2.p229-241

Abstract

This research aims to describe the effectiveness of the interactive page "Cerita Kita" to improve the intensive reading skills of BIPA students at Surabaya State University. The learning product used is an interactive website page that can make it easier for BIPA students to access reading learning. The results of this development were tested in learning in the ISS BIPA class at Surabaya State University. The development model used is the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) development model to determine the effectiveness of interactive pages. This research uses a quantitative approach with data collection methods using observation sheets, interviews, and questionnaires. The subjects in this research were BIPA level 2 students at Surabaya State University. In line with the objectives, the research results show the effectiveness of the page based on observations of student activities (80%) and the completion of learning outcomes in the very good category (100%), BIPA students showed a positive response to the interactive page with a percentage of 96.9%. Key Words: Website, intensive reading, BIPA.
Problematika Komunikasi Pemelajar BIPA dan Mitra Bahasa dalam Pelaksanaan Tutorial Program BIPA UM 2022 Diella Rosa; Gatut Susanto; Imam Suyitno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4408

Abstract

Suatu proses komunikasi dapat dikatakan berhasil ketika mitra tutur dapat memahami pesan yang disampaikan oleh penutur. Namun, dalam proses komunikasi, dimungkinkan pula adanya gangguan komunikasi yang menyebabkan terhambatnya keberhasilan komunikasi. Dalam pembelajaran bahasa kedua atau bahasa lanjutan, pemelajar seringkali menemui berbagai problematika komunikasi. Problematika komunikasi yang terjadi dalam pelaksanaan tutorial dapat terjadi dari aspek kebahasaan maupun nonkebahasaan. Pada penelitian ini, pemelajar dan mitra bahasa yang diteliti berasal dari program-program BIPA UM tahun 2022, yaitu program In-Country dan program Critical Language Scholarship (CLS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Sumber data dalam penelitian kualitatif ini merupakan 15 narasumber, partisipan, atau informan yang berasal dari mitra bahasa program In-Country 2022 dan CLS 2022. Berdasarkan hasil analisis penelitian, ditemukan empat problematika aspek kebahasaan dan tiga problematika aspek nonkebahasaan. Problematika aspek kebahasaan berupa 1) keterbatasan kosakata, 2) ketidaktepatan penggunaan aspek leksikal, 3) ketidaktepatan penggunaan aspek gramatikal, dan 4) kesalahan pelafalan. Problematika aspek nonkebahasaan berupa 1) kondisi fisik, 2) gegar budaya (shock culture), dan 3) lingkungan.
PEMANFAATAN LKS BERMUATAN MATERI CERITA RAKYAT, BUDAYA, DAN WISATA SUMENEP SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA: UTILIZATION OF LKS CONTAINING MATERIAL ON FOLK STORIES, CULTURE, AND SUMENEP TOURISM AS BIPA TEACHING MATERIALS Sa'adah, Widadatus; Suyatno, Suyatno; Mulyono, Mulyono
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v14i2.79516

Abstract

Penelitian pemanfaatan lembar kerja mahasiswa BIPA dilatar belakangi hasil wawancara analisis masalah dan kebutuhan kepada pengajar dan pembelajar. Adapun berdasarkan hasil wawancara dengan pengajar BIPA UNESA, terindetifikasi beberapa masalah diantaranya, kurangnya contoh teks untuk mahasiswa BIPA dan penyajian materi dan soal yang kurag beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan LKS bermuatan materi cerita rakyat, budaya, dan wisata untuk mahasiswa BIPA. Pengembangan produk LKS menggunakan pendekatan R&D dengan model  analyze, design, development, implementation, dan evaluation (ADDIE). Mahasiswa BIPA adalah warga asing yang biasanya menyukai aktivitas wisata. Adapun budaya dan cerita rakyat merupakan unsur yang perlu ada dalam materi karena dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membantu pemelajar asing memahami dan mengapresiasi budaya Indonesia dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia.. Berdasarkan hasil impelentasi dan evaluasi yang dilakukan, produk LKS memiliki kemenarikan dan kebermanfaatan serta dapat diaplikasikan pada kelas pembelajaran BIPA.   Manfaat penelitian ini adalah mempermudah pengajar dan pemelajar pada proses pembelajaran BIPA melalui LKS yang meliputi kompetensi menyimak, membaca, berbicara dan menulis.
Pengenalan Budaya Sumatera Utara Melalui Permainan Kincir Angka pada Pemelajar BIPA: Introduction to North Sumatra Culture Through the Number Wheel Game for BIPA Students Hera Sapira Br Karo; Maya Rani Manurung; Dian Syahfitri
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 03 (2024): Research Articles, December 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i03.5583

Abstract

Culture is the result of human thought that can be in the form of objects or actions, which need to be preserved in order to maintain the nation's historical heritage. This study focuses on the introduction of two ethnic groups, namely Batak Toba and Batak Karo. In Batak Toba, marriage customs are one of the prominent cultures in the lives of the Batak Toba people. Meanwhile, Batak Karo has a typical food, namely Cimpa. The uniqueness of these two cultures enriches the diversity of Indonesian customs that attract the attention of many people, including foreign speakers. BIPA teaching research aims to help foreign learners achieve the ability to communicate in Indonesian well and correctly. The focus of this study is to introduce the culture of North Sumatra, especially the Batak Toba and Batak Karo cultures, through the Kincir Angka game. This study uses a qualitative descriptive method, namely an approach that aims to explore or describe the social situation as a whole. Based on the results of the study, it can be concluded that the Kincir Angka game is effective in helping BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) learners understand and get to know the culture of North Sumatra, especially the culture of the Batak Toba and Batak Karo tribes. The results of the trial showed that the use of this game can improve learners' memory of cultural elements, such as traditional Batak Toba clothing and typical Batak Karo food. The application of the Kincir Angka game as a learning medium helps overcome the limitations in teaching culture that are often faced by BIPA teachers and makes it easier for learners to match visual information with words in Indonesian.
Kesulitan Pembelajar Bahasa Asing Indonesia (BIPA) dalam Mempelajari BIPA Adwitya Widya Dhari; Syafryadin
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v12n1.p113-122

Abstract

The Subject of this study is the difficulties confronted by the Indonesian foreign language learners (BIPA) that taught by postgraduate English Education students at University of Bengkulu. Data collection involves a total of 20 participants aged from 19 to 63 years who attended six to seven online sessions conducted by postgraduate students in their third semester, with a quantitative research method. Participants were assessed for their experience and hardships via a questionnaire regarding how they were challenged by the learning setting out alongside pronunciation, vocabulary, grammar, cultural barriers, and lack of time practicing. It came out that out of the challenges the students encountered vocabulary and averages were the most fundamental problems together with pronunciation, grammar, cultural differences, and insufficient time to practice speaking. This is consistent with the literature on the subject of cultural and psychological variables working in combination with linguistic factors learning in a virtual environment. The conclusion reached in the study is that to deal with the above problems better teaching strategies such as the use of technology, culture, and practice are needed.
Phonological Errors in BIPA Learners' Speech During the Handai Indonesia Festival: A Study Based on the BIPA Kemdikbud YouTube Channel Wijayanti, Natasya Dwi; Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Andrian, Setia Naka
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.2.p.571-589

Abstract

Phonological errors are one of the main challenges in learning Indonesian as a Foreign Language (BIPA). This study aims to describe the phonological errors made by BIPA learners during the Handai Indonesia Festival on the BIPA Kemdikbud YouTube channel. Using a mixed-methods approach, data were collected through observation and note-taking techniques, then analyzed based on the identified phonological error patterns. The results indicate that out of 144 phonological error data points, phoneme substitution was the most dominant type of error (95 occurrences), followed by phoneme addition (25 occurrences) and phoneme omission (24 occurrences). These errors were primarily caused by first-language interference, with learners from Egypt and China exhibiting significantly higher error rates compared to learners from other countries. The implications of this study highlight the need for more adaptive phonology teaching methods in BIPA programs. Currently, phonological aspects receive less attention compared to grammar and vocabulary. Further research is recommended to explore the effectiveness of these strategies in reducing phonological errors and improving BIPA learners' speech intelligibility.
BUDAYA BALI SEBAGAI MEDIA MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT PEMULA/BALI CULTURE AS A MOTIVATION MEDIUM IN LEARNING INDONESIAN FOR FOREIGNERS (BIPA) FOR BEGINNER LEVEL Sang Ayu Putu Eny Parwati
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.654.323-333

Abstract

AbstrakPengenalan budaya lokal sebagai media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis bagi pemelajarnya. Media pembelajaran yang menyangkut budaya pada bahasa yang dipelajari juga dapat membantu peserta didik meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, serta memudahkan penafsiran dan memadatkan informasi, seperti yang ada dalam budaya Bali yang dapat diaplikasikan dalam pengajaran BIPA untuk Tingkat Pemula. Dengan menerapkan metode studi pustaka yang berlandaskan pada beberapa sumber dan pengetahuan penulis tentang budaya Bali, tulisan ini dapat dipaparkan dengan metode naturalistik karena hal-hal yang berkaitan dengan masalah budaya dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting). Hasil yang diperoleh, yaitu budaya Bali sebagai media pembelajaran BIPA untuk pemelajar Tingkat Pemula, khususnya bagi pemelajar yang sedang belajar di Bali sangat menarik untuk disampaikan sebagai media penunjang pembelajaran utama dan sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan memahami materi yang sedang dipelajari oleh pemelajar. Pengenalan etika berbicara dalam bentuk sapaan, mengucapkan salam dengan gestur yang tepat, dan mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan aktivitas adat dan keagamaan yang masih sangat kental dalam budaya Bali sangat perlu dan menarik untuk diketahui oleh pemelajar. Selain itu, gagasan ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun bahan ajar atau bahan penunjang pengajaran BIPA untuk Tingkat Pemula selanjutnya, khususnya bagi lembaga BIPA yang ada di Provinsi Bali.Kata kunci: BIPA, budaya Bali, media, motivasiAbstractThe introduction of local culture as arouse teaching medium in the teaching-learning process can arouse desire and interest, evoke motivation and stimulation of learning activities, and even bring psychological influences to the learners. Learning media related to the culture where a language is learned can also help students to increase understanding, present data attractively and reliably, facilitate interpretation and condense information is available in Balinese culture that can be applied in teaching BIPA for Beginner Level. By applying the literature study method which is based on several sources and the author’s knowledge about Balinese culture, this paper can be presented with naturalistic methods because matters relating to cultural issues are carried out in natural settings. The results obtained that the Balinese culture as BIPA learning media for Beginner Level students, especially for students who are studying in Bali is very interesting to be conveyed as a primary learning support medium and as a motivation to improve the ability to understand what is being learned by students. The introduction of ethics speaks in the form of greetings, says greetings with appropriate gestures, and expresses matters related to traditional and religious activities that are still very thick in Balinese culture. In addition, this idea can be taken into consideration in preparing teaching materials or supporting materials for BIPA teaching for the next Beginner Level, especially for BIPA institutions in the Province of BaliKeywords: BIPA, Balinesse culture, supporting materials, motivation

Page 5 of 118 | Total Record : 1176