Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

EVALUASI PENERIMAAN DOSIS RADIASI PADA PEKERJA RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD WONOSARI Roo'in Mas'uul, Ali; Putro, Wahyu Murti Cahyo; Marlina, Dina; Budiyono, Tris; Handoyo, Junaidi Eko
Kaunia: Integration and Interconnection Islam and Science Journal Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kaunia.4243

Abstract

Radiation workers, who routinely utilize radiation sources, face a high risk due to prolonged exposure to low doses of radiation. The radiation dose for radiation workers must remain low to not exceed the specified dose limits. The specified dose limits for radiation workers is 20 mSv per year or 100 mSv within 5 years. This study aims to determine the radiation dose outcomes received by radiation workers and their correlation with the number of radiological examinations in the last 5 years at the Radiology Department of RSUD Wonosari. The research was conducted as a quantitative study with a survey approach, and the data were obtained from the receipt of film badge usage reports over a period of five years, as well as data on the number of radiological examinations conducted over the same five-year period in the Radiology Department of RSUD Wonosari. The results of the study indicate that the radiation dose received by radiology personnel at RSUD Wonosari in the last 5 years does not exceed the specified dose limits set by and has a low correlation with the number of radiology examinations conducted in the facility.
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan terhadap Waktu Pelayanan Radiologi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Winarto, Herri Octa; Setiawan, Yahmin; Solihah, Maratu; Fatimah, Andini Nur; Ramadhani, Poppy; Handriyanto, Nova Tri
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4321

Abstract

Pelayanan kesehatan akan dirasakan berkualitas oleh para pelanggannya jika penyampaiannya dirasakan melebihi harapan para pengguna layanan. Penilaian para pengguna jasa pelayanan ditujukan kepada penyampian jasa, kualitas pelayanan, atau cara penyampaian jasa tersebut kepada para pemakai jasa. Pelayanan radiodiagnostik adalah pelayanan untuk menghasilkandiagnosis dengan menggunakan radiasi pengion yang meliputi pelayanan radiologi konvensional salah satunya yaitu foto thorax. Pelayanan foto thorax dilakukan di instalasi Radiologi dengan alur kegiatan pasien rawat jalan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis waktu tunggu pasien yang merupakan komplain yang sering terjadi di pelanggan pelayanan kesehatan, karena menunggu terlalu lama sangat tidak menyenangkan dan membuat pasien tidak sabar sehingga mengurangi waktu tunggu merupakan tujuan yang harus dicapai. Penelitian ini dilakukan secara observasional menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, Rata-rata waktu tunggu pasien foto Thorax mencapai 1 jam 29 menit. Waktu tunggu tersebut tercapai dengan adanya dorongan dari SOP (Standar Operasional Prosedur) Pemeriksaan di Instalasi Radiologi RSUD Aulia. Selain itu, pemberian hasil pemeriksaan kepada pasien foto Thorax sesuai dengan waktu Standar Minimal Pelayanan. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeriksaan pun sudah ditetapkan sehingga dapat menentukan pelayanan foto Thorax dan adanya penambahan Sumber Daya Manusia (SDM).
PENERAPAN SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT PADA INSTALASI RADIOLOGI RAWAT JALAN DI RSUD TOTO KABILA Datukarama, Silvana; Fauziah Wahyuningsi Ismail; Fatmah Ma'ruf
Jurnal Ilmiah dr. Aloei Saboe Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah dr. Aloei Saboe
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/jias.v4i1.1649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SIMRS terkait komponen input atau pelaksanaan SIMRS pada instalasi radiologi rawat jalan di RSUD Toto Kabila, mengetahui penerapan SIMRS terkait komponen proses atau pelaksanaan SIMRS pada instalasi radiologi rawat jalan di RSUD Toto Kabila, mengetahui penerapan komponen output atau pelaksanaan SIMRS pada instalasi radiologi rawat jalan di RSUD Toto Kabila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan keabsahan data dilakukan dengan cara credibility, transferbility, depandability, dan compirmability. Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan SIMRS terkait komponen input yang anggaran APBD di instalasi radiologi sudah mencukupi akan tetapi masih kurang tenaga kerja yang menyebabkan tingginya beban kerja yang akan menimbulkan berbagai masalah, penerapan SIMRS terkait komponen proses yaitu indikator yang terdapat di instalasi radiologi sudah lengkap jenis pemeriksaan seperti jenis pemeriksaan (CT,USG) penerapan SIMRS terkait komponen output yaitu instalasi radiologi mempunyai laporan bulanan dan laporan tahunan selalu tepat waktu setiap bulan laporan bulanan di serahkan kebagian rekam medik dan dipaparkan di manajemen, dan proses monitoring dan evaluasi dalam penerapan SIMRS yaitu dengan merekap data – data pasien setiap hari dan kemudian dialporkan ke BPJS.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Pasien terhadap Lampu Indikator di Ruang Radiologi di RSU Kertha Usada Buleleng Genoveva Adventania Niron; Kadek Sukadana
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i3.1335

Abstract

Radiation protection is an action to reduce the impact of radiation arising from radiation exposure. Radiation sign lights are one of the requirements of x-ray aircraft facilities for radiation safety in hospitals intended for officers and the surrounding community in the radiology installation area. After the radiation indicator light is bright red and the door of the radiology examination room is closed, the patient's family is not allowed to enter so as not to be exposed to radiation or scattered radiation which has a very dangerous impact on health. The type of research used is a type of quantitative research using a descriptive method. This method aims to create an objective picture or descriptive description of a situation using numbers, starting from data collection, interpretation of the data as well as its appearance and results. The majority of respondents in this study were between 26 and 45 years old. The majority of respondents (78%) do not know about Indicator lights in the radiology room. Only (16%) or 8 respondents knew enough about the topic, and (6%) or 3 respondents knew it well. Based on the results of the study on "The Level of Patient Family Knowledge Regarding Indicator Lights in the Radiology Room at Kertha Usada Buleleng Hospital", the following conclusions can be drawn: The majority of respondents showed a low level of knowledge related to indicator lights. Analysis of demographic characteristics such as age, education, and gender significantly affects their level of knowledge.
EVALUASI PENERAPAN SOP PENGGUNAAN DAN PELEPASAN APD DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 Hermawan, Dudung; Heru , Nursama; Putra Syarif Hidayat , Eka
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi prosedur penggunaan dan pelepasan APD Covid-19, meliputi ketersediaan APD di bagian radiologi, pengetahuan radiografer, pelatihan tentang pemakaian dan pelepasan APD Covid-19, ketersediaan brosur/poster prosedur pemakaian dan pelepasan APD Covid-19, kepatuhan radiografer menjalankan SOP penggunaan dan pelepasan APD Covid-19. Desain penelitian analitik. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Desember 2021, dengan menyebarkan kuesioner melalui formulir online kepada radiografer di Indonesia, diperoleh data sebanyak 85 responen radiografer. Data diolah dengan analisis deskriptif univariat, dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 52 rumah sakit yang diteliti, ketersediaan APD_Covid19 berupa masker medik terdapat 2 Rumah sakit mengalami kekurangan, sedangkan 50 Rumah Sakit tercukupi bahkan sangat banyak tersedia. Masker N95 ada 2 Rumah Sakit yang tidak tersedia, yang mengalami kekurangan masker N95 sebanyak 3 Rumah Sakit Pelindung wajah terdapat 3 Rumah Sakit mengalami kekurangan. Radiografer yang bekerja di Level Perlindungan Tingkat 1 sebanyak 10 orang, Level Perlindungan Tingkat 2 sebanyak 34 orang, Level Perlindungan Tingkat 3 sebanyak 34 orang, dan Level Perlindungan tingkat 4 sebanyak 20 orang. Hasil Uji chi squre menunjukkan adanya dampak pelatihan penggunaan dan pelepasan APD Covid-19 dengan kepatuhan radiografer dalam menjalankan prosedur penggunaan dan pelepasan APD Covid-19. Adanya dampak pemahaman penggunaan dan pelepasan APD Covid-19 dengan kepatuhan radiogarfer dalam menjalankan prosedur penggunaan dan pelepasan APD Covid-19. Adanya dampak ketersediaan brosur/poster terhadap kepatuhan radigrafer dalam menjalankan prosedur penggunaan dan pelepasan APD Covid-19. Adanya dampak rumah sakit yang memiliki SOP terhadap kepatuhan radiogarafer dalam menjalankan prosedur penggunaan dan pelepasan APD Covid-19. Adanya dampak rumah sakit yang memberikan penjelasan terhadap kepatuhan radiogarafer dalam menjalankan prosedur penggunaan dan pelepasan APD Covid-19.
Penatalaksanaan Pemeriksaan Humerus Dengan Metode Crosstable Dengan Klinis Trauma Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ummi Rosnati Banda Aceh Pocut Zairiana Finzia; Dewi Febriyanti; Muhammad Farhan
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i1.858

Abstract

Ossa Humerus adalah teknik pemeriksaan radiografi pada tulang lengan atas dengan menggunakan sinar-x. Penelitian ini bertujuan umtuk mengetahui teknik penatalaksanaan pemeriksaan Humerus menggunakan metode Crosstable dengan klinis trauma. Pemeriksaan ini dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh pada bulan Desember 2020 dengan menggunakan metode observasi deskriptif. Penelitian ini melibatkan satu orang pasien dengan klinis Fraktur, satu radiografer, dan satu orang radiolog. Dalam penelitian ini, pemeriksaan Ossa Humerus di Instalasi Radiologi Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh menggunakan dua proyeksi, yaitu : Anterior Posterior (AP) dan Lateral Crosstabel dari kedua gambaran radiografi tersebut, didapatkan informasi diagnostik dengan jelas dan akurat, yaitu pemeriksaan Ossa Humerus pada pasien dengan klinis Fraktur 1/3 proksimal. Dari hasil penelitian terhadap teknik pemeriksaan Ossa Humerus dengan menggunakan proyeki Crosstable dengan kasus trauma didapatkan hasil bahwa proyeksi AP, lebih jelas tampak kedua sendi dibandingkan proyeksi Crosstable yang hanya tampak satu sendi yaitu elbow joint. Pada pemeriksaan Ossa Humerus proyeksi AP sudah termasuk kriteria yang baik dan benar, sedangkan proyeksi Crosstable dari hasil gambaran belum memenuhi kriteria gambaran yang baik dan benar karena pada proyeksi Crosstable hasil gambarannya lebih menampakkan pemeriksaan Elbow Joint.
Gambaran Motivasi Kepatuhan Radiografer Terhadap Penggunaan Alat Monitoring Dosis Radiasi Personal Thermoluminicence Dosimeter Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh Finzia, Pocut Zairiana; Fahrul Roji
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): April: Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i2.1836

Abstract

This study aims to determine the motivation for radiographers' compliance with the personal radiation dose monitoring tool Thermoluminescence Dosimeter at the Radiology Installation of Pertamedika Ummi Rosnati Hospital Banda Aceh. This research is a descriptive study with an observational or non-experimental design with a cross-sectional design and a survey approach with 4 radiographers as respondents to determine the level of motivation for radiographers' compliance and the factors that influence the motivation of radiographers' compliance with the personal thermoluminescence dosimeter radiation dose monitoring tool. Data analysis was carried out univariately. The results of this study indicate that there is motivation for radiographers' compliance with the use of personal thermoluminescence dosimeter radiation dose monitoring tools, namely 75%. and the rest were not motivated by compliance with the use of a personal thermoluminescence dosimeter radiation dose monitoring device, namely 25%, with the characteristics of the respondents being mostly female, 50%. and the remaining 50% are male, and the majority of respondents with an average age of 25-35 is 75%. and the remaining 25% with respondents aged 35-45
Studi Kasus Teknik Pemeriksaan Shoulder Joint Dengan Suspect Dislokasi Di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Bantul Azis Abdullah; Ari Anggraeni; Ildsa Maulidya Mar'athus Nasokha
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 9 (2024): JKRI - September 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pemeriksaan shoulder joint dengan suspect dislokasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 sampai dengan bulan Mei 2024 di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Bantul. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara langsung dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 2 radiografer dan 1 dokter spesialis radiologi, sedangkan objek penelitian ini adalah pemeriksaan shoulder joint dengan pada pasien suspect dislokasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data. Penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan shoulder joint dengan suspect dislokasi di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Bantul yaitu pemeriksaan radiografi shoulder joint dengan proyeksi AP dengan kedua tangan pasien memegang beban 5 kg berupa jeriken. Alasan digunakannya beban 5 kg pada pemeriksaan proyeksi AP shoulder joint yaitu untuk mengukur celah acromioclavicular joint yang sakit dengan yang tidak sakit, untuk mengurangi pergerakan yang tidak diinginkan, dan untuk agar shoulder joint simetris kanan dan kiri. Saran penulis sebaiknya di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Batul menambah SPO yang mengatur penggunaan beban pada pemeriksaan shoulder joint. Teknik pemeriksaan shoulder joint dengan suspect dislokasi di Instalasi Radiologi PKU Muhammadiyah Bantul dilakukan proyeksi AP dengan kedua tangan diberi beban 5 kg. Alasan diberikannya beban 5 kg pada tangan pasien dengan suspect dislokasi di Instalasi PKU Muhammadiyah Bantul yaitu untuk mengukur celah acromioclavicular joint kanan dan kiri, serta untuk mengurangi pergerakan yang tidak diinginkan
Teknik Pemeriksaan Radiografi Femur Dengan Modifikasi Penyudutan Central Ray Di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Nabila Fransiska; Ari Anggraeni; Ike Ade Nur Liscyaningsih
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 9 (2024): JKRI - September 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada Januari-Mei 2024. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yaitu 2 radiografer dan 1 dokter spesialis radiologi. Objek dalam penelitian ini adalah pasien dengan pemeriksaan femur proyeksi lateral penyudutan central ray. Pengambilan data dilakukan dengan pedoman observasi, pedoman wawancara, alat perekam, kamera, buku dan pulpen. Analis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Yang didapatkan dari teknik pemeriksaan femur post orif yaitu proyeksi yang digunakan adalah proyeksi Antero-Posterior dan lateral penyudutan central ray 30 derajat. Alasan dilakukan penyudutan central ray 30 derajat karena pasien non-kooperatif dan masih dalam pengaruh obat bius sehingga dilakukan modifikasi proyeksi lateral dengan melakukan penyudutan. Diterbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan femur post orif agar para radiografer mempunyai acuan untuk melakukan modifikasi proyeksi ketika pasien dalam keadaan non-kooperatif. Diterbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan femur post orif agar para radiografer mempunyai acuan untuk melakukan modifikasi proyeksi ketika pasien dalam keadaan non-kooperatif.
Prosedur Pemeriksaan Esofagografi Dengan Klinis Dysphagia Di Instalasi Radiologi RSUD Tidar Kota Magelang Aprilia Putri Djakaria; Retno Wati; Ildsa Maulidya Mar’athus Nasokha
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 9 (2024): JKRI - September 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Tidar Kota Magelang pada bulan Agustus 2023 – Mei 2024. Subjek dari penelitian ini adalah 2 radiografer dan 1 dokter spesialis radiologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah prosedur pemeriksaan esofagografi dengan klinis dysphagia di Instalasi Radiologi RSUD Tidar Kota Magelang dilakukan tanpa ada persiapan khusus, hanya saja pasien diminta melepaskan benda-benda logam disekitar area yang akan diperiksa. Alat dan bahan yang diperlukan yaitu pesawat sinar-X yang dilengkapi dengan fluororscopy, baju pasien, gelas, sendok, media kontras BaSO4, madu rasa dan air masak. Proyeksi post kontras yang dilakukan yaitu proyeksi AP dan RPO. Proyeksi AP untuk melihat keseluruhan dari anatomi esofagus dan RPO untuk melihat esofagus diantara tulang belakang dan jantung. Dua proyeksi tersebut digunakan karena cukup untuk melihat penyempitan yang berada di esofagus. Peneliti menyarankan sebaiknya untuk pemeriksaan esofagografi dalam pengambilan proyeksi oblique menggunakan proyeksi RAO, jika pasien diposisikan RPO maka esofagus akan terletak lebih jauh dari buckystand

Page 50 of 85 | Total Record : 841