Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

PERAN RADIOLOGI FORENSIK DALAM PEMERIKSAAN KASUS TRAUMA TAJAM DI DADA AKIBAT PERKELAHIAN : LAPORAN KASUS BERBASIS ILMIAH MAHILA, NIUFTI AYU DEWI; ARROZHI, MUHAMMAD YUSUF
JURNAL ILMIAH SIMANTEK Vol 8 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH SIMANTEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A man came to the Emergency Department of PDHI Islamic Hospital Yogyakarta with chest injuries from being stabbed by his sibling. Cases of sharp trauma to the chest often cause emergency medical conditions that require quick and accurate diagnosis to optimize patient care. Cases of sharp trauma associated with violent acts are often the focus in forensic science for the purpose of identification, reconstruction of events and determination of causal factors. Radiography is one of the diagnostic tools commonly used to evaluate injuries to the chest that contribute to evidence in the process of legal investigations.
Analisis Dosis Efektif Pada Pemeriksaan CT-SCAN Kepala Kontras di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Surya Husadha Denpasar Juniaty Teroci Mamun; Kadek Yuda Astina; A. A. Aris Diartama
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: USADA NUSANTARA
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/usd.v2i1.675

Abstract

The effective dose is the dose on the CT-Scan that hits the patient's organs. The effective dose received by the patient should not exceed 3 standards that have been set both nationally and internationally. Nationally, the dose received by patients has been regulated in the Head of Bapeten Regulation on Diagnostic Reference Level (DRL). While internationally, the effective dose is regulated in the International Commission on Radiological Protection (IRCP). According to BAPETEN number 1211/K/V/2021 CTDIvol contrast head is 60mGy while DLP is 2500mGy.cm. The purpose of this study was to determine the amount of effective dose received by patients at the CT-Scan examination of the contrast head at the Radiology Installation of Surya Husadha Hospital Denpasar. The method used in this research is the quantitative method. Reference sources used in the preparation of this article include books, as well as articles in English and Indonesian scientific journals.
TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI OS HUMERUS PADA KASUS FRAKTUR 1/3 PROXIMAL OS HUMERUS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TJUANDA, YUSRIWAN
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 6 No 4 (2022): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The humerus is the longest bone of the upper limb, showing a shaft and two ends (Pearce, 2009). We can generally understand that this bone is located between the shoulder and elbow. A fracture is a break in the continuity of the bone and this condition can be caused by direct or indirect trauma, underlying disease or repeated pressure on the bone. A fracture is a break in the continuity of the bone and this condition can be caused by direct or indirect trauma, underlying disease or repeated pressure on the bone. Research Method: the type of research used is qualitative with a case study approach. The data collection methods used in this research were observation, documents and in-depth interviews. Data analysis was carried out through the data reduction stage, presenting data in the form of open coding, drawing and drawing conclusions. Research Results: Humerus Os radiographic examination technique in fracture cases at the Radiology Installation of North Sumatra University Hospital. On the X-Ray examination of the Humerus Os with a fracture case in the patient with the name Mr. X, visible fracture in the proximal 1/3 of the right humerus with postetolateral dislocation and contraction. Joint gap. Description: fracture of the proximal 1/3 of the right humerus with postelolateral dislocation and contraction. Conclusion: The technique for radiographic examination of the humerus in cases of the proximal 1/3 of the humerus in the Radiology Installation of the North Sumatra University Hospital is to use basic projections, namely Antero-Posterior (AP) and Lateral.
PENDAMPINGAN KAJIAN KESELAMATAN LAYANAN DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT PANTI WILASA DR. CIPTO SEMARANG Muninggar, Jodelin; Rondonuwu, Ferdy S.; Sutresno, Adita; Maslebu, Giner; Wibowo, Nur Aji; Setiawan, Andreas; Putri, Dera Anastasya; Mayasari, Anisa
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v4i22023p159-168

Abstract

The Radiology Unit is a support unit to provide Radio Diagnostics and Radio Therapy service support. Patient safety studies that emphasize patient safety (Patient Savety) are the main thing and priority in every service provided. Panti Wilasa Dr Cipto Hospital as a Health Service Center in the Radiology Unit has conventional X-Ray, Fluoroscopy, Ultrasound, Panoramic, and CT Scan equipment, must also have Radiology Service Safety Standards. This standard is a reference in working on all types of services and equipment and levels for Radio Diagnostis and Radio Therapy. Until now, a Service Safety Study has not been prepared in the radiology unit. For this reason, it is necessary to assist the Service Safety Study in the Radiology Unit. The drafting team came from the Physics Study Program together with Level 7 Medical Physicists in the fields of Radio Diagnostics, Nuclear Medicine and Radiotherapy and Level 2 Medical Radiation Protection Officers.
Penerapan Proteksi Radiasi Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Sitti Normawati
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober :Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v1i2.2229

Abstract

Radiation protection is a branch of science and engineering that discusses environmental health which is related to providing protection to a person or group of people from the possible negative consequences of ionizing radiation. This research aims to determine the implementation of radiation protection in the Radiology Installation at Dadi Hospital, South Sulawesi Province. This study uses research methods, namely conducting observations and interviews at the hospital. Based on the research results, it was concluded that the implementation of radiation protection in the Radiology Installation room at Dadi Hospital, South Sulawesi province was not in accordance with Bapeten's operational standards so its implementation was not optimal.
Teknik Radiografi Os Clavicula Pada Kasus Fracture di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Medan Panuntun, Mahendro Aji
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v1i3.515

Abstract

Latar Belakang: Os clavicula atau tulang selangka diklasifikasikan sebagai tulang panjang, memiliki corpus atau body dan dua ujung yang membentuk sendi dengan tulang lainnya. Os clavicula berada da;a, posisi horizontal di atas costae pertama dan membentuk bagian anterior dari shoulder joint. Pada sisi lateral disebut extremitas acromialis dan membentuk sendi dengan acromion process dari scapula yang disebut acromio clavcular joint. Tujuan: Untuk mengetahui prosedur pemeriksaan os clavicula di Instalasi Radiologi Rumah sakit Universitas Sumatera Utara. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Medan. Populasi diambil adalah sesuai pasien yang dilakukan pada pemeriksaan Os Clavicula sedangkan sampel diambil adalah salah satu pasien kasus fracture os Clavicula di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Sumatera Utara. Metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara, pengolahan data yang diperoleh melalui wawancara yang mendalam pada radiografer. Data yang didapatkan observasi, wawancara dikumpulkan, kemudian dilakukan reduksi data maka dilakukan koding terbuka yaitu pengambilan dari obserbasi dan wawancara terhadap responden. Hasil: Pada pemeriksaan X-Ray Os Clavicula dengan kasus penderita atas nama Tn. X, tampak fracture oblique pada mid clavicula distress dengan posisi overlopping dan minimal focal soft tissue swelling. Teknik pemeriksaan X-Ray konvensional Os Clavicula pada kasus fracture di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara tidak ada persiapan khusus bagi penderita. Kesimpulan: Teknik pemeriksaan radiografi os clavicula pada kasus fracture di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara yaitu menggunakan proyeksi AP erect.
Analisis Sistem Manajemen Keselamatan Radiasi Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Khusus Paru Medan Tandionugroho, Samuel
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v2i3.518

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan instrumen yang bertujuan untuk melindungi perusahaan, pekerjaan, dan masyarakat dari bahaya yang didapat akibat kecelakaan kerja. Pekerja radiasi termasuk kedalam pekerjaan yang berbahaya dan memiliki resiko tinggi terpapar radiasi, yang dapat mengakibatkan efek stokastik dan efek deterministik. Salah satu cara mencegah dan meminimalisir radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi yaitu dengan sistem manajemen keselamatan radiasi di instalasi radiologi,yang terdiri dari organisasi proteksi radiasi, pemantauan dosis perorangan, peralatan proteksi radiasi, pemeriksaan kesehatan, penyimpanan dokumen, jaminan kualitas, serta pendidikan dan latihan, sebagai upaya untuk mengurangi dampak resiko radiasi serta menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. Pada penelitian ini mendeskripsikan sistem manajemen keselamatan radiasi di Rumah Sakit Khusus Paru Medan, dengan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Sampel yang diambil adalah 7 komponen komponen Sistem Manajmen Keselamatan Radiasi Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Khusus Paru Medan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah organisasi proteksi radiasi dipimpin oleh kepala rumah sakit, petugas proteksi radiasi berjumlah 1 orang, dan pekerja radiasi berjumlah 12 orang yang berperan guna mengurangi resiko yang terjadi akibat paparan radiasi di instalasi radiologi. Alat pemantauan dosis perorangan dimiliki oleh seluruh petugas yang bekerja di instalasi radiologi yang dibaca dalam periode triwulan. Peralatan proteksi radiasi hanya menggunakan apron yang berjumlah 4 apron, sedangkan alat proteksi radiasi lainnya belum terpenuhi. Pemeriksaan kesehatan setiap pekerja radiasi secara berkala sekali dalam 1 tahun. Pendokumentasian yaitu catatan hasil dosis, dan kartu kesehatan kerja, selalu disimpan selama lima tahun terhitung sejak pekerja radiasi berhenti bekerja. Jaminan kualitas sinar-X yang ada di instalasi radiologi Rumah Sakit Khusus Paru Medan dibuat dalam program jaminan kualitas untuk kegiatan perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan perawatan instalasi. Pendidikan dan pelatihan yang ada di instalasi radiologi Rumah Sakit Khusus Paru Medan tentang proteksi keselamatan radiasi belum semua didapatkan oleh pekerja radiasi Dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen keselamatan radiasi terlaksana dengan baik untuk safety pasien, lingkungan dan petugas. Disarankan pemenuhan alat proteksi radiasi lainnya dan pendidikan dan latihan untuk semua pekerja radiasi.
Analisis Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Foto Thorax Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Khusus Paru Medan Tjuanda, Yusriwan
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v2i3.519

Abstract

Pelayanan radiologi adalah pelayanan medik yang menggunakan semua modalitas dengan menggunakan sumber radiasi pengion dan non pengion untuk diagnosis atau terapi dengan panduan imaging. Mutu pelayanan di rumah sakit khususnya di instalasi radiologi di pengaruhi dengan proses pemberian pelayanan dimana salah satunya adalah waktu tunggu hasil pelayanan foto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan foto thorax pasien rawat jalan di instalasi radiologi Rumah Sakit Khusus Paru Medan. Metoda penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Instalasi radiologi Rumah Sakit Khusus Paru Medan pada bulan Juni 2022. Metoda pengambilan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi dan analisis data analisis data dilakukan dengan observasi, kajian dokumen, kemudian dibandingkan analisis kualitatif Hasil penelitian yang dilakukan selama satu bulan dengan sampel 50 pasien rawat jalan foto thorax didapatkan rata-rata waktu tunggu pasien di ruang pendaftaran 6,74 menit, ratarata waktu tunggu pasien di ruang pemeriksaan 6,34 menit, rata-rata pembacaan foto thorax 4,64 menit dan rata-rata waktu tunggu hasil foto thorax 40,2 menit khusus paru medan tentang waktu tunggu hasil pelayanan foto thorax yaitu ≤ 3 jam atau 180 menit. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa standar Pelayanan yang diterapkan di Rumah Sakit Khusus Paru sudah terpenuhi sesuai dengan peraturan Kepmenkes No. 129/Menkes/SK/11/2008 dengan waktu pembacaan hasil pemeriksaan foto thorax dihitung mulai dari pasien di foto sampai dengan hasil di ekspertise di print ≤ 3 jam.
Teknik Pemeriksaan Radiografi Genu Pada Kasus Osteoarthritis Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Vina Estetica Panuntun, Mahendro Aji; Brian, Brian; Samuel, Samuel; Ryvando, Ryvando; Glend, Glend
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v1i3.522

Abstract

Osteoarthritis merupakan bentuk artritis yang paling umum. Gangguan ini lebih banyak di derita oleh perempuan dari pada laki – laki. Sendi yang paling sering terkena osteoarthritis adalah sendi yang harus memikul beban tubuh, antara lain lutut, panggul, vertebra lumbal, dan sendi – sendi pada jari. Hasil pemeriksaan yang dilakukan pada salah satu pasien Osteoarthirispada Genu di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Vina Estetica Medan ditemukan bahwa teknik pemeriksaan genu (sendi lutut) dengan kasus osteoarthritis di Rumah Sakit Vina Estetica Medan menggunakan proyeksi AP dan Lateral dengan posisi supine dikarenakan pasien tidak sanggup untuk posisi ereck. Pada pemeriksaan genu (sendi lutut) dengan kasus osteoarthritis dalam posisi supine pasien tidak akan merasakan sakit pada saat diperiksa
Analisis Peranan Inspirasi Pada Pemeriksaan Thorax Posterior Anterior (PA) Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Khusus Paru Medan Panuntun, Mahendro Aji; Ryvando, Ryvando; Theresia, Theresia; Simanjuntak, Nikson
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v3i2.523

Abstract

Pada pemeriksaan thoraks, terkadang pasien kurang mengerti atau tidak mengikuti petunjuk yang diberikan mengenai inspirasi yang dibutuhkan saat menjalani pemeriksaan thoraks. Hal tersebut dapat menyebabkan gambaran radiografi yang dihasilkan kurang berkualitas atau kurang informatif sehingga mempengaruhi kemampuan dokter dalam memberikan diagnosis yang akurat atau mempengaruhi keputusan pengobatan yang tepat. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif melalui observasi lapangan, studi pustaka, dan dokumentasi. Dimana sebanyak 50 gambar foto Thorax dianalisis dengan cara membandingkan kriteria gambar inspirasi baik dan buruk. Hasil perbandingan akan didapatkan gambar yang memenuhi kriteria foto Thorax baik dan buruk disertai dengan penyebab keberhasilan dan kegagalan inspirasi. Hasil penelitian ini didapatkan 26 foto Thorax yang memenuhi kriteria inspirasi baik dan 24 foto Thorax yang tidak memenuhi kriteria inspirasi baik dari 50 sampel. Perbandingan dilakukan dengan 7 kriteria yaitu Costae 6 anterior kanan tampak, costae 10 posterior kiri tampak lengkap, Costae anterior kanan tampak berbentuk V. Costae posterior kiri bentuknya seperti huruf A. Costae 6 anterior kanan depan memotong hemidiafragma di tengah, Costae 7 anterior kanan depan memotong hemidiafragma kanan 1/3 lateral dan terlihat iga posterior kiri 9 dan iga posterior kiri 10. Dimana 26 foto Thorax yang memenuhi kriteria inspirasi baik dipengaruhi oleh pasien yang menghirup dengan baik dan 24 foto Thorax yang tidak memenuhi kriteria inspirasi baik disebabkan oleh pasien yang tidak kooperatif seperti kurangnya pendengaran dan tingkat pemahaman inspirasi. Sehingga didapatkan peranan inspirasi pada pemeriksaan thoraks sangat penting dan pada pemeriksaan thoraks inspirasi dilakukan dengan 26 baik dan 24 buruk.

Page 48 of 85 | Total Record : 841