Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Waktu Tunggu Pemeriksaan Foto Toraks Pasien Rawat Jalan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2015 Yusri, Muhammad
Jurnal ARSI : Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Department of Radiology Dr. Mohammad Hoesin hospital in Palembang 2014, many patients perform chest x ray examination, whom were patients radiographic outpatient. The waiting time radiographic services in RSMH not in accordance with the Standard Minimum Service Hospital less than 3 hours. This study aims to determine the factors associated with waiting time chest X-ray. This research was conducted by measuring the waiting time to 68 selected respondents The result showed radiographic waiting time 184.44 minutes. Based on statistical test found the waiting time in the reading room is the photo that most affect the length of waiting time radiographic.
Analisis Pelaksanaan Kalibrasi Alat Kesehatan Dan Keselamatan Radiasi Di Bagian Radiologi RSU Sembiring Deli Tua Tahun 2023 Aulia, Aulia; Batubara, Saiful
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9730

Abstract

Kalibrasi adalah proses penentuan nilai nominal yang benar dari suatu alat ukur dan/atau proses. Departemen radiologi adalah salah satu layanan medis spesialis yang didanai rumah sakit. Di bidang radiologi ini, sinar-X digunakan untuk tujuan diagnostik. Sinar-X adalah jenis radiasi pengion yang paparannya dapat bermanfaat dan berbahaya. Hal ini dapat dicegah dengan menerapkan aspek manajemen proteksi radiasi. Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengetahui penerapan kalibrasi alat proteksi dan keselamatan radiasi di bagian radiologi RSU Sembiring. Jenis penelitian ini 22menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Pengujian akurasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peralatan radiologi medik yang terkalibrasi dan penerapan keselamatan radiasi dalam persyaratan manajemen, persyaratan proteksi radiasi, konstruksi fasilitas dan audit keselamatan belum sepenuhnya memenuhi persyaratan. Proposal meliputi pembelian peralatan pengukuran, pemasangan peralatan proteksi radiasi, pembersihan ruang uji, persiapan rencana tanggap darurat pengendalian radiasi, serta pelatihan dan pemeliharaan pengawas
Pengaruh hipertensi terhadap terjadinya stroke hemoragik berdasarkan hasil ct-scan kepala di instalasi radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Soewarno, Soegimin Ardi; Annisa, Yunia
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1626

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor resiko yang kuat untuk terjadinya stoke hemoragik yang dapat dimodifikasi baik bagi laki‐laki ataupun wanita. Hipertensi dapat meningkatkan risiko untuk terjadinya stroke sekitar dua sampai empat kali. Tekanan darah tinggi merusak endotel dan menaikkan permeabilitas dinding pembuluh darah terhadap lipoprotein. Bila terjadi kenaikan tekanan darah sistemik, maka tekanan perfusi pada dinding kapiler menjadi tinggi. Pembuluh darah dapat pecah dan terjadi perdarahan di otak. Perdarahan pada otak ini dapat memberikan gambaran yang abnormal pada CT-Scan kepala berupa lesi hiperdens. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hipertensi terhadap terjadinya stroke hemoragik berdasarkan pemeriksaan kepala CT-Scan di Instalasi Radiologi RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Metode penelitian dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik fixed disease sampling dengan lokasi di Bagian Radiologi dan Instalasi Rekam Medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo yang di dapatkan 90 responden. Instrumen penelitian menggunakan data klinis untuk melihat tekanan darah pasien dan data pemeriksaan CT-Scan kepala. Hasil: Hasil Penelitian di dapatkan bahwa berdasarkan Chi Square test (X²) dimana hasil X² hitung didapatkan 7,91 > X² tabel 3,969 dengan derajat kebebasan (db) 1 pada taraf signifikansi (α) = 5 % serta angka probabilitas 0,005 dan hasil analisis statistik Odd Ratio sebesar 4,76. Kesimpulan: Hipertensi berpengaruh terhadap terjadinya stroke hemoragik berdasarkan pemeriksaan CT-Scan Di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
WORKSHOP RADIOLOGI TATA LAKSANA PEMERIKSAAN HSG PADA KASUS INFERTILITAS SERTA SOSIALISASI PENGISIAN SIPORLIN DAN MANAJEMEN ORGANISASI Aulia Annisa; Danil Hulmansyah; Shelly Angella; R. Sri Ayu Indrapuri
Awal Bros Journal of Community Development Vol 4 No 2 (2023): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/abjcd.v4i2.387

Abstract

The PARI Pengda Riau organization as one of the health professions in Riau Province, never stops trying to improve the professional skills of Radiographers through Workshop or Seminar activities, both local, regional, national and international. This activity is very important so that Radiographers in Riau Province can find out various information about technological developments in the field of Radiology and applicable laws so that they can work with high professionalism and responsibility. For this reason, we intend to hold community service in the form of a local workshop in collaboration with radiology professional organizations with the title "Procedure for HSG Examinations in Infertility Cases and Socialization of Filling in Siporlin and Organizational Management". Hopefully this workshop will have a positive impact on radiographers and make a meaningful contribution to the world of health. The method used in this service activity is presentation of material from several resource persons and event sponsors as well as a demonstration of how to update STR on the SIPORLIN application and questions and answers. The target of this training is Radiographers and Students. The result of this training is that the workshop activities ran well and smoothly and were able to improve their abilities in updating knowledge in the field of radiology, especially and regulations related to updating information related to the Health Law.
Studi Retrospektif : Karakteristik Pemeriksaan Radiologi di RSU Bunda Thamrin Medan Periode Januari 2024 - Juli 2024 Evita Sola Gracia
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i3.161

Abstract

Background: Radiology plays a vital role in modern healthcare, offering diagnostic and therapeutic services. RSU Bunda Thamrin Medan provides comprehensive radiology services, ranging from X-ray to CT scan, MRI, and ultrasound. Objective: This study aims to analyze the characteristics of radiology examinations performed at RSU Bunda Thamrin Medan from January to July 2024. Methods: A retrospective, descriptive observational study was conducted. Data from 18,986 patients were collected from medical records, including age, gender, and type of examination. Results: X-ray was the most frequent examination (70.2%), followed by ultrasound (16.6%). Most patients were between 21-50 years of age, with a near-equal distribution between male and female patients. CT scan and MRI were used in more specific cases. Conclusion: X-ray and ultrasound dominate radiological examinations, reflecting their broad utility in diagnosis. CT and MRI, though less frequent, are crucial for complex cases. Continuous equipment maintenance and staff training are needed to support the increasing demand for radiology services.
Gambaran Karakteristik Foto Toraks Pada Pasien Efusi Pleura di Instalasi Radiologi Rsud Tidore Kepulauan Tahun 2020 Rahmatul Alif Riansyah; Dewi Darmayanti; Eko Sudarmo D Prihanto
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 10 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i10.1800

Abstract

Efusi pleura adalah akumulasi cairan di atas kadar normal dalam rongga pleura antara pleura parietalis dan viseralis. Efusi pleura juga merupakan indikator suatu penyebab yang mendasari penyakit dari paru, pleura, atau ekstraparu, yang bersifat akut maupun kronis. Hingga kini, belum terdapat adanya penelitian dan data deskriptif mengenai efusi pleura di kota Tidore. Mengetahui karakteristik foto toraks pada pasien efusi pleura di Instalasi Radiologi RSUD Tidore Kepulauan. Penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian merupakan pasien efusi pleura di kota Tidore tahun 2020 sebanyak 75 sampel. Cara pengambilan sampel dalam penelitan ini yaitu total sampling. Data yang diambil adalah data dari rekam medis pasien dan data primer berupa hasil pemeriksaan foto toraks. Penelitian ini mendapatkan pasien efusi pleura paling banyak pada proporsi umur > 60 tahun (34,7%). Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan 49 pasien (65,3%). Lokasi efusi tersering adalah hemithorak dekstra sebanyak 31 pasien (41,3%). Posisi foto terbanyak yaitu pada proyeksi PA sebanyak 55 pasien (73,3%) dan keterangan klinis tersering yaitu efusi pleura sebanyak 16 pasien (21,3%). Efusi pleura sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dimana lokasinya berada di hemithorak dekstra dengan proyeksi foto PA. Sebagian besar keterangan klinis pada foto toraks didapatkan 16 pasien (21,3%) mengalami gejala awal yaitu efusi pleura sebagai gejala awal penyakit.
ANALISIS FAKTOR PENGULANGAN RADIOGRAF (REPEAT ) DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PADANG PARIAMAN mareta, santa
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2801

Abstract

On increasing efficiency in producing good radiograph results without wasting material, and time for diagnostic imaging. One of the methods that will be described is repeat analysis which aims to determine the percentage of repetition of radiographs that occur and the causes of repetition of radiographs in the Radiology Installation at RSUD. Padang Pariaman which has an impact on the radiation dose received by patients. Descriptive quantitative research design, conducted directly by observation on Computed Radiography and conventional examination patient register books. The results showed that the repetition rate of radiographs in October to December 2022 at the Radiology Installation of the Padang Pariaman Regional General Hospital was 3.1%. The factor that occurs the most repetition is the equipment factor with a repetition of 22 times with a percentage of 45.83% this repetition occurs because the image that has been exposed when scanned becomes white or there is no image of the object. The percentage of radiograph repetition rates that occur in the Radiology Installation of Padang Pariaman Hospital exceeds the standard tolerance limit set by the Indonesian Minister of Health Number 129 / Menkes / SK / II / 2008 which is ≤ 2%.Key words: Radiology, Repeat, Computed Radiography
Gambaran Peralatan Proteksi Radiasi di Intalasi Radiologi Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada: The Overview of Radiation Protection Equipment At Radiology Installations of Hasta Husada Special Surgical Hospital Wahyuni, Farida; Sugiarti, Sri; Aryati, Kus Endah; Usfiniti, Yuliana Kono
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9025

Abstract

Radiasi pengion adalah jenis energi yang dilepaskan oleh atom yang merambat dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau partikel. Keselamatan terhadap radiasi pengion adalah salah satu aspek yang penting untuk dilakukan. Keselamatan radiasi merupakan upaya yang dilaksanakan untuk menciptakan kondisi yang sedemikian rupa agar efek radiasi terhadap manusia dan lingkungan tidak melampaui nilai batas yang ditentukan. Proteksi radiasi merupakan komponen integral dari infrastruktur kerja departemen radiologi. Prinsip utama proteksi radiasi adalah memberikan perlindungan yang memadai terhadap paparan radiasi yang tidak semestinya kepada personel yang terlibat langsung atau tidak langsung dengan radiasi. Penelitian ini untuk mengetahui penggunaan alat proteksi radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan alat ukur checklist yang diberikan kepada seluruh radiografer. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada dapat disimpulkan bahwa peralatan proteksi radiasi gonad shield dan surveimeter tidak tersedia di Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada. Pemeliharan dan perawatan peralatan proteksi radiasi yang ada sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga peralatan proteksi radiasi tidak ada yang rusak dan dapat digunakan dengan baik.
ANALISIS NILAI COMPUTED TOMOGRAPHY DOSE INDEX (CTDI) PADA PHANTOM KEPALA DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SAYANG RAKYAT MAKASSAR Ilham, Ilham; Zelviani, Sri; Jumardin, Jumardin; Bariah, Khaerul
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 1 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i1.37149

Abstract

This research aims to determine the CTDI value on a CT Scan aircraft using Dose Profiler and to determine the comparison of the CTDI (Computed Tomography Dose Index) value on the surface of each measurement position. The measurement method was carried out by measuring the CT Scan radiation dose with the CTDI value on the phantom using a RaySafe multimeter at a voltage of 130 kV, using a thickness of 10 mm, a time current accuracy of 100 mAs, 200 mAs and 300 mAs. The research results show the dose received on the surface of each type of phantom position with different time current accuracy respectively for a time current of 100 mAs at the center (9.139 mGy), type 1 (9.606 mGy), type 2 (9.170) type 3 (9.221) , and type 4 (9,210). A time current of 200 mAs is found at the center (9,110 mGy), edge 1 (9,578 mGy), edge 2 (9,546 mGy), edge 3 (9,224 mGy), and edge 4 (9,200 mGy). A time current of 300 mAs is found at the center position (18.39 mGy), edge 1 (19.33 mGy), edge 2 (19.18 mGy), edge 3 (18.48 mGy), and 4 (18.51 mGy) . Time-current variations affect the radiation dose that can be received by the phantom and have a linear influence on the CTDIvol value.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENERAPAN DASAR PROTEKSI RADIASI EKSTERNAL TERHADAP VARIABEL DEMOGRAFI MAHASISWA DIII RADIOLOGI DI UNIVERSITAS BAITURAHMAH PADANG Sari, Oktavia Puspita; Mareta, Santa; Nur Ulia, Nadila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.32077

Abstract

Keselamatan kerja radiasi merupakan perlindungan kepada seseorang, sekelompok orang, kepada keturunan terhadap kemungkinanan yang merugikan kesehatan akibat paparan radiasi. Pemanfaatan sumber radiasi harus dilakukan secara cermat,mematuhi ketentuan keselamatan kerja. Kepatuhan pada penerapan dasar proteksi radiasi, harus dilakukan secara cermat. Kepatuhan penerapan aturan keselamatan radiasi sebagai upaya menghindari efek negatif akibat pemanfaatan radiasi. Fenomena pada mahasiswa, memiliki kecenderungan kurang patuh  penerapan aturan proteksi radiasi, mengabaikan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepatuhan dengan demografi mahasiwa prodi D3 Radiologi. Penelitian ini menggunakan desain cros sectional, dengan teknik total sampling sebanyak 205. Instrumen penelitian menggunakan kuisoner. Pengolahan data menggunakan menggunakan Uji Chii Square. Pengujian hipotesa , dengan nilai p 0,97(p >0,05) sehinga H0 diterima dan Ha di tolak, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan dengan jenis kelamin. Pengujian hipotesa nilai p 0,424 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan umur. Pengujian hipotesa p  0,203 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan tahun masuk Kuliah. Kepatuhan penerapan dasar proteksi radiasi eksternal meliputi pengaturan jarak, waktu dan penggunaan perisai . Pengujian hipotesa, diperoleh tidak terdapat hubungan dengan umur, jenis kelamin dan tahun masuk kuliah. Kepatuhan penerapan suatu hal tidak dapat secara langsung di kaitkan oleh umur,jenis kelamin karena kepatuhan juga di pengaruhi oleh pengawasan, dan adanya reward/punishment.

Page 52 of 85 | Total Record : 841