Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Culture-Based Indonesian Language Program for Foreign Speakers (BIPA) at BIPA Course Institutions in Yogyakarta Haliq, Abdul; Akhiruddin, Akhiruddin; Ismail, Asri
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 9, No 1 (2025): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v9i1.66363

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the Indonesian language teaching program for foreign speakers organized by the BIPA institution and how cultural integration in language learning enhances students' comprehension and language skills. This study seeks to answer two main questions: (1) What is the structure and implementation of the Indonesian language teaching program in BIPA institutions? (2) How does cultural integration in BIPA learning affect students' language acquisition? This study employed a qualitative approach, utilizing semi-structured interview and documentation as data collection methods. The collected data were analyzed through thematic analysis techniques involving coding, categorization, and interpretation of emerging patterns from interview responses and studied documents. The results show that BIPA programs can be categorized into two main types: (1) Indonesian for Academic Purposes (BIPATA) which focuses on linguistic aspects and their use in academic settings, and (2) Indonesian for Cultural Purposes, which emphasizes hands-on experience in a cultural context. Academic-based programs are conducted through classroom learning with a theoretical approach and language practice in a formal environment. Meanwhile, culture-based programs include activities outside the classroom, such as cultural camps, visits to historical sites and tourist attractions, jumparingan (traditional archery), and cultural workshops. Further analysis reveals that cultural integration in learning not only enriches participants learning experiences but also accelerates language acquisition through direct interaction with Indonesian society and cultural environment. Thus, this study highlights the significance of a culture-based approach in Indonesian language teaching for foreign speakers to enhance their communicative skills and contextual understanding of the language.  Keywords: BIPA, culture, program, foreign learners
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) BAGI GURU DI GREEN SCHOOL: INDONESIAN LANGUAGE LEARNING FOR FOREIGN SPEAKERS (BIPA) FOR TEACHERS AT GREEN SCHOOL Mas Indriyani, Putu Amelia; Sutama, I Made; Utama, I Dewa Gede Budi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i2.100426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bagi guru di Green School. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran BIPA di Green School melibatkan analisis kebutuhan yang adaptif, tes penempatan berdasarkan CEFR, penyusunan silabus yang disesuaikan namun dengan fokus reseptif, serta penyesuaian bahan ajar, khususnya melalui penambahan kosakata sehari-hari dan penyederhanaan teks bacaan untuk pemelajar dewasa. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menerapkan pendekatan campuran (eclectic) oleh pengajar yang memadukan berbagai strategi pengajaran komunikatif dan kontekstual sesuai konteks kebahasaan pemelajar. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara formatif melalui tugas-tugas di akhir sesi dan sumatif pada akhir program berupa tes lisan dengan penutur asli, yang secara khusus menekankan keterampilan berbicara namun juga mengidentifikasi tantangan pemelajar dalam struktur kalimat.
BATIK: BAHAN AJAR DIGITAL BIPA BERMUATAN BUDAYA PEKALONGAN UNTUK PEMELAJAR BIPA 1 Diah Puspitaningrum; Prameswari, Tri Hana; Hana, Antika Bela Laelatun
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran BIPA bagi mahasiswa asing digunakan sebagai bekal awal pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia dalam upaya membantu adaptasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan bahan ajar digital yang memuat budaya lokal Pekalongan bagi mahasiswa BIPA 1. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (RnD) dengan metodologi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pengembangan BATIK (Bahan Ajar BIPA Terpadu Bahasa Indonesia) dikembangkan menggunakan situs Google dengan memuat sepuluh materi sesuai dengan kompetensi yang dikuasai BIPA 1. Budaya lokal Pekalongan meliputi penggunaan nama orang dan daerah, penggunaan sapaan khas dan sistem kekerabatan, memberikan informasi budaya Pekalongan, tempat wisata dengan pengetahuan sosial budaya, tradisi khas dan etika santun. Bahan ajar digital dikembangkan dengan mendeskripsikan materi berdasarkan empat keterampilan berbahasa. Soal dan latihan dikembangkan dengan aplikasi digital yang dapat langsung mencatat jawaban dan memberikan nilai.
ANALISIS SINTAKSIS KOMPARATIF INDONESIA-PORTUGIS DALAM PENGEMBANGAN MATERI BIPA: COMPARATIVE SYNTAX ANALYSIS OF INDONESIAN-PORTUGUESE IN THE DEVELOPMENT OF BIPA MATERIALS Varia, Karlito; Sulistiany Idris, Nuny; Sundusiah, Suci
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 6 (2025): AGUSTUS-SEPTEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i6.3845

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di wilayah Lusofon memerlukan pendekatan linguistik yang mempertimbangkan struktur bahasa ibu peserta didik. Penelitian ini mengkaji perbedaan sintaksis antara Bahasa Indonesia dan Portugis serta implikasinya terhadap pengembangan materi ajar BIPA di SMAN 1 Aileu, Timor Leste. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, data diperoleh dari analisis teks naratif dan ekspositori kedua bahasa, observasi pembelajaran, dan wawancara dengan pengajar serta peserta didik. Temuan menunjukkan kontras signifikan dalam pola subjek-predikat, sistem afiksasi, dan konstruksi klausa kompleks. Bahasa Indonesia mempertahankan urutan S-P-O-K yang stabil, sedangkan Portugis menunjukkan fleksibilitas urutan konstituen dengan sistem konjugasi verbal yang kompleks. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan kontrastif dalam kurikulum BIPA sebagai strategi pedagogis yang responsif terhadap karakteristik linguistik lokal.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi melalui Metode Kolaboratif pada Siswa BIPA di Timor Leste: Improving the Ability to Write Explanatory Texts through Collaborative Methods for BIPA Students in Timor Leste Madeira, Clementino; Sundusiah, Suci; Widia, Ida
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 6 (2025): AGUSTUS-SEPTEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i6.3849

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di sebuah sekolah menengah di Timor Leste melalui penerapan metode kolaboratif. Latar penelitian muncul dari temuan awal di kelas bahwa keterampilan menulis siswa masih rendah pada aspek kosakata, struktur teks, kohesi, koherensi, dan mekanik bahasa. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas akhir program BIPA. Data dikumpulkan melalui tes menulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi; dianalisis secara deskriptif-kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata menulis dari pra-siklus 55,75 (kategori kurang) menjadi 66,25 pada siklus I (cukup) dan 79,50 pada siklus II (baik). Peningkatan kumulatif mencapai 42,6% dari kondisi awal. Observasi kelas memperlihatkan partisipasi dan kolaborasi antarsiswa meningkat, terutama pada sesi peer review dan diskusi struktur teks. Temuan mendukung kerangka konstruktivisme sosial—interaksi dan scaffolding memperkaya proses berpikir, memperjelas ide, dan mendorong revisi efektif. Penelitian merekomendasikan pemanfaatan metode kolaboratif secara konsisten pada pengajaran menulis BIPA, khususnya untuk jenis teks yang menuntut logika kausal dan organisasi informasi seperti teks eksplanasi.
PEMBELAJARAN BIPA YANG MENYENANGKAN: KEINGINAN PEMELAJAR Exciting BIPA Learning: The Desire of Learners Defina, Defina
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.575

Abstract

AbstrakTujuan pembelajaran bahasa akan berhasil jika pembelajaran itu menyenangkan bagi pemelajar. Untuk mengetahui pembelajaran bahasa yang menyenangkan bagi pemelajar adalah dengan melakukan evaluasi pembelajaran dari perspektif pemelajar. Tujuan penulisan ini adalah mendeksripsikan bentuk pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) yang menyenangkan bagi pemelajar   ACICIS 'Agriculture Professional Practicum (APP) 2019. Teori yang digunakan adalah teori evaluasi dan aspek evaluasi dalam pembelajaran bahasa serta konsep pembelajaran yang menyenangkan. Sementara itu, penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Jumlah responden 10 orang pemelajar dan informan satu orang, koordinator ACICIS IPB. Hasilnya, pembelajaran yang menyenangkan bagi pemelajar adalah adanya kejelasan tujuan pembelajaran; tema-tema yang menarik, seperti pertanian; teks, tugas, materi tata bahasa, dan budaya yang memotivasi dengan tidak menyulitkan pemelajar; dan teknik mengajar pengajar yang menyenangkan. Kesimpulan, pembelajaran bahasa asing haruslah tidak mempesulit pemelajar, namun harus menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi belajar.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA KETERAMPILAN MENULIS PEMELAJAR BIPA: APPLICATION OF AUDIO VISUAL LEARNING MEDIA ON THE WRITING SKILLS OF BIPA LEARNERS Nisa, Rahmatyana Azizatu; Muzaki, Helmi
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/estetika.v6i1.459

Abstract

Writing skill is the most difficult language skill to be mastered by BIPA learners. One of the efforts to reduce these difficulties is by choosing effective and interesting learning media. This research was written to describe the use of audio-visual media in learning to write BIPA learners. The research method chosen is descriptive-qualitative and uses the type of library research to find data about the use of audio-visual media. Based on the data obtained, audio-visual media is considered effective to use in writing skills because this media is not only in the form of writing or sound but also equipped with images that can provide a real picture of the material being studied by BIPA learners. Broadly speaking, the steps of applying audio-visual learning media are divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation.
Unsur Budaya Teks Cerita Rakyat Danau Toba dalam Buku Bahan Ajar Bipa Sahabatku Indonesia untuk Pemelajar Bipa 4 Rosa Lamria Mardiana Simbolon; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3894

Abstract

Pengajaran BIPA bagi pemelajar memiliki tujuan bukan hanya untuk memperlancar berbahasa Indonesia tapi juga memperkenalkan budaya Indonesia. Pemerolehan pengenalan budaya Indonesia dalam proses pembelajaran BIPA dapat ditemukan dalam suatu teks narasi, salah satunya adalah cerita rakyat. Salah satu cerita rakyat Indonesia yang dapat ditemukan yakni Legenda Danau Toba seperti yang disajikan dalam buku Sahabatku Indonesia bagi Pemelajar BIPA level 4 yang diterbitkan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Teks cerita rakyat menjadi sarana yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pemelajar bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana unsur budaya terkandung dalam cerita rakyat Danau Toba dan bagaimana pemanfaatannya dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melakukan analisis terhadap teks cerita rakyat Danau Toba yang terdapat dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4. Data dikumpulkan melalui pencermatan teks dan interpretasi terhadap unsur budaya yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks cerita rakyat Danau Toba dalam buku bahan ajar tersebut mengandung berbagai unsur budaya, termasuk bahasa daerah, pengetahuan lokal, mata pencaharian masyarakat setempat, dan aspek religi. Pemanfaatan cerita rakyat ini dalam buku bahan ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk pemelajar BIPA 4 dapat memberikan pengalaman belajar yang holistik, menggabungkan aspek linguistik dengan pemahaman mendalam tentang konteks budaya Indonesia.
Problematika Komunikasi Pemelajar BIPA dan Mitra Bahasa dalam Pelaksanaan Tutorial Program BIPA UM 2022 Diella Rosa; Gatut Susanto; Imam Suyitno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4408

Abstract

Suatu proses komunikasi dapat dikatakan berhasil ketika mitra tutur dapat memahami pesan yang disampaikan oleh penutur. Namun, dalam proses komunikasi, dimungkinkan pula adanya gangguan komunikasi yang menyebabkan terhambatnya keberhasilan komunikasi. Dalam pembelajaran bahasa kedua atau bahasa lanjutan, pemelajar seringkali menemui berbagai problematika komunikasi. Problematika komunikasi yang terjadi dalam pelaksanaan tutorial dapat terjadi dari aspek kebahasaan maupun nonkebahasaan. Pada penelitian ini, pemelajar dan mitra bahasa yang diteliti berasal dari program-program BIPA UM tahun 2022, yaitu program In-Country dan program Critical Language Scholarship (CLS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Sumber data dalam penelitian kualitatif ini merupakan 15 narasumber, partisipan, atau informan yang berasal dari mitra bahasa program In-Country 2022 dan CLS 2022. Berdasarkan hasil analisis penelitian, ditemukan empat problematika aspek kebahasaan dan tiga problematika aspek nonkebahasaan. Problematika aspek kebahasaan berupa 1) keterbatasan kosakata, 2) ketidaktepatan penggunaan aspek leksikal, 3) ketidaktepatan penggunaan aspek gramatikal, dan 4) kesalahan pelafalan. Problematika aspek nonkebahasaan berupa 1) kondisi fisik, 2) gegar budaya (shock culture), dan 3) lingkungan.
CULTURAL APPROACH THROUGH TRADITIONAL DANCE IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING FOR FOREIGN SPEAKERS: PEDAGOGICAL INNOVATION IN THE GLOBAL BIPA PROGRAM: CULTURAL APPROACH THROUGH TRADITIONAL DANCE IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING FOR FOREIGN SPEAKERS: PEDAGOGICAL INNOVATION IN THE GLOBAL BIPA PROGRAM Nuraida, Ida; Nursilah, Nursilah; Ayodele, Osiyemi Olusegun
International Journal of Performing Arts (IJPA) Vol. 4 No. 1 (2025): June
Publisher : Yayasan Pusat Cendekiawan Intelektual Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56107/ijpa.v4i1.246

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of cultural approaches through the integration oftraditional dance in the teaching of Indonesian as a Foreign Language (BIPA) at Hebei ForeignStudies University (HISU), China. The primary focus is on the use of Jathilan (a traditional Javanesedance) and Betawi dance as instructional media to foster cultural awareness and enhance languageskills among international learners. This qualitative case study involved data collection throughdirect observation of both online and offline learning sessions, as well as in-depth interviews withBIPA instructors and participants actively involved in the dance-based learning process. Thefindings indicate that the incorporation of traditional dance significantly boosts learners’motivation, deepens their understanding of Indonesian culture, and creates an inclusive andparticipatory classroom environment. Active involvement in dance practice also strengthensstudents’ emotional and cognitive engagement in language learning. A key element in the success ofthis program is the collaboration between Universitas Negeri Jakarta (UNJ) and HISU through aninternational community service initiative. The study concludes that performing arts-based culturalapproaches offer an innovative pedagogical strategy for BIPA instruction and serve as an effectivetool for Indonesia’s cultural diplomacy on the global stage.

Page 6 of 118 | Total Record : 1176