Filter By Year

1945 2024


Found 840 documents
Search RADIOLOGI

Analisis nilai Computer Tomography Dose Index (CTDI) dan Dose Length Product (DLP) pada pemeriksaan Multislice Computed Tomography (MSCT) trauma kepala dewasa di instalasi radiologi Rumah Sakit Balimed Denpasar, Bali S. Masuku , Rachmat
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i8.593

Abstract

Salah satu upaya optimasi proteksi dan keselamatan radiasi dalam pelaksanaan prosedur radiologi diagnostic yaitu MSCT bagi pasien adalah dengan menerapkan Diagnostik Reference Level (DRL) sesuai jenis dan objek pemeriksaan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Nilai CTDI dan DLP pada Pemeriksaan MSCT Trauma kepala Dewasa diinstalasi Radiologi RS Balimed Denpasar,Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey yang bertujuan untuk meganalisis nilai CTDI dan DLP pada pemeriksaan MSCT Trauma kepala Dewasa diinstalasi Radiologi RS Balimed Denpasar,Bali. Perhitungan nilai kuartil 3 (75 percentil) dari CTDI dan DLP yang diterima pasien pada Pemeriksaan MSCT Trauma kepala Dewasa diinstalasi Radiologi RS Balimed Denpasar Bali, diperoleh sebanyak 30 sampel. Nilai DRL atau kuartil 3 (75 percentil) yang diperoleh sebesar 66,70 mGy untuk CTDIvol dan 1760,87 mGy*cm untuk DLP. Berdasarkan perbandingan dosis pada pemeriksaan MSCT trauma kepala dewasa di instalasi Radiologi RS Balimed Denpasar dengan nilai 75 percentil dari CTDI dan DLP yang diterima pasien pada pemeriksaan MSCT Trauma kepala Dewasa diinstalasi Radiologi RS Balimed Denpasar,Bali yaitu sebesar 66,70 mGy untuk nilai CTDIvol dan 1760,87 mGy*cm untuk nilai DLP, melebihi nilai standar yang direkomendasikan BAPETEN/IDRL 2021.
Evaluasi dosis radiasi pada pemeriksaan radiologi intervensi Coronary Angiography Rumah Sakit Umum Arifin Achmad Miyantra, Tritania Sukma
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2024): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i11.615

Abstract

Pemeriksaan Coronary Angiography dengan menggunakan panduan Fluoroscopy tidak lepas dari dosis radiasi yang bervariasi.Saat menjalani pemeriksaan dengan menggunakan Fluoroscopy, pasien menerima dosis yang cukup bervariasi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui nilai DAP, Air kerma, dan Fluorotime pada pemeriksaan radiologi intervensi Coronary Angiography RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau pada tahun 2022.  Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode restropektif, Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2022 di Rumah Sakit Umum Arifin Achmad Provinsi Riau dengan cara melakukan observasi dan dokumentasi terhadap keseluruhan pemeriksaan Coronary Angiography pada logbook dan data tersimpan pada komputer.  Hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan nilai Dose Are Product (DAP) dan Air kerma, dan fluorotime pada pemeriksaan Coronary angiografi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yang didapatkan masih melebihi dari profil dosis aplikasi Si-INTAN.
The Use of Panoramic Radiography for Condyle Shape Detection on Menopausal Periods in Dentistry Radiology Installation – Dental and Oral Hospital of Universitas Sumatera Utara: Penggunaan Radiografi Panoramik untuk Mendeteksi Bentuk Kondilus pada Menopause di Instalasi Radiologi Kedokteran Gigi – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara Manja, Cek Dara; Rizky Gusti MS; Sheilla Suhaila Matondang
Dentika: Dental Journal Vol. 24 No. 1 (2021): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dentika.v24i1.3712

Abstract

Panoramic radiographs can be used to detect temporomandibular morphology and condylar changes. This study shape-determines the female condyle in perimenopausal and postmenopausal using panoramic radiography. It used an observational survey technique with a sample of 80 people, consisting of 40 perimenopausal aged between 20 and 29, and 40 postmenopausal females aged over 52. The results on the perimenopausal condyle process obtained a round shape of 43.7%, an angle of 32.5%, and a pointed shape of 23.7%. Furthermore, the shape of the condylar process in postmenopause is 37.5% pointed, 30% angled, 25% round, and 7.5% flat. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance value of p<0.05. The results showed that changes in the size and shape of the condyles occur with age. There is a significant difference in the condyle shape between perimenopausal and postmenopausal periods.
Penatalaksanaan Pemeriksaan Radiologi Pada Kasus Obstruksi Ileus Taroh, Maulis; diva nugrahaning prayoga, Arya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 5 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i5.594

Abstract

Ileus Obstruktif merupakan keadaan dimana isi lumen saluran cerna tidak bisa disalurkan ke distal atau anus. Adapun pada ketiga jurnal yang dibahas penulis, masing-masing jurnal memiliki prosedur pemeriksaan yang berbeda yaitu proyeksi pemeriksaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiologi pada kasus obstruksi ileus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau kajian literature dengan metode kualitatif. Waktu penelitian agustus-september 2022. Penulis melakukan pencarian bahan pustaka, kemudian menganalisa isi, menuangkan hal yang dipertanyakan kedalam rumusan masalah, mengkaji topik yang dibahas, menganalisa data, melakukan pembahasan kemudian membuat kesimpulan serta saan. Hasil Penelitian Pemeriksaan awal pada pasien dengan gejala kardinal ileus obstruktif meliputi pemeriksaan foto polos abdomen posisi erect dan left lateral decubitus. Pada hasil rontgen abdomen 3 posisi pasien ini menunjukkan adanya dilatasi beberapa loops proyeksi usus halus, serta terdapat gambaran batas udara cairan yang tersususn step ladder atau pola tangga pada posisi erect. Proyeksi yang digunakan pada pemeriksaan radiologi pada kasus obstruksi ileus agar hasil didapatkan maksimal dan menegakkan diagnosa yaitu AP abdome polos, AP setengah duduk dan LLD.
Karakteristik Pasien Akut Abdomen Berdasarkan Foto Polos Abdomen 2 Posisi di Bagian Radiologi RSD Tidore Kepulauan Firly, Mohammad Zeid; Darmayanti , Dewi; Masrika, Nur Upik En
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 9 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i9.851

Abstract

Akut abdomen atau nyeri akut abdomen merupakan kasus kegawatdaruratan abdomen yang ditandai dengan adanya keluhan nyeri abdomen yang datang secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 24 jam. Beberapa kasus dapat mengancam jiwa yang berujung kematian. Melihat kasus akut abdomen yang tinggi dengan penyebab yang beragam dan bisa berpotensi untuk mengancam jiwa, serta dari studi literatur yang dilakukan oleh peneliti di mana tidak ditemukan adanya penelitian mengenai gambaran karakteristik akut abdomen di kota Tidore, maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian untuk mengetahui kondisi akut abdomen di Tidore kepulauan melalui gambaran karakteristik foto polos abdomen 2 posisi di Instalasi Radiologi RSD Tidore Kepulauan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien akut abdomen berdasarkan foto polos abdomen 2 posisi di RSD Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Jenis data yang dikumpulkan adalah data sekunder berupa rekam medik pasien akut abdomen di bagian radiologi RSD Tidore Kepulauan periode Januari hingga Desember tahun 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 72 kasus akut abdomen hasil terbanyak didapatkan di kelompok usia lansia (37,5%), jenis kelamin laki-laki (68,1%), dan ekspertise foto mengalami dilatasi usus (48,6%). Kasus akut Abdomen berdasarkan foto polos abdomen 2 posisi terbanyak dialami pada lansia, laki-laki, dan hasil ekspertise yang didapat berupa gambaran dilatasi usus.
Gambaran Karakteristik Foto Toraks Pada Pasien Efusi Pleura di Instalasi Radiologi Rsud Tidore Kepulauan Tahun 2020 Riansyah, Rahmatul Alif; Darmayanti, Dewi; Prihanto, Eko Sudarmo D
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 10 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i10.1800

Abstract

Efusi pleura adalah akumulasi cairan di atas kadar normal dalam rongga pleura antara pleura parietalis dan viseralis. Efusi pleura juga merupakan indikator suatu penyebab yang mendasari penyakit dari paru, pleura, atau ekstraparu, yang bersifat akut maupun kronis. Hingga kini, belum terdapat adanya penelitian dan data deskriptif mengenai efusi pleura di kota Tidore. Mengetahui karakteristik foto toraks pada pasien efusi pleura di Instalasi Radiologi RSUD Tidore Kepulauan. Penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian merupakan pasien efusi pleura di kota Tidore tahun 2020 sebanyak 75 sampel. Cara pengambilan sampel dalam penelitan ini yaitu total sampling. Data yang diambil adalah data dari rekam medis pasien dan data primer berupa hasil pemeriksaan foto toraks. Penelitian ini mendapatkan pasien efusi pleura paling banyak pada proporsi umur > 60 tahun (34,7%). Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan 49 pasien (65,3%). Lokasi efusi tersering adalah hemithorak dekstra sebanyak 31 pasien (41,3%). Posisi foto terbanyak yaitu pada proyeksi PA sebanyak 55 pasien (73,3%) dan keterangan klinis tersering yaitu efusi pleura sebanyak 16 pasien (21,3%). Efusi pleura sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dimana lokasinya berada di hemithorak dekstra dengan proyeksi foto PA. Sebagian besar keterangan klinis pada foto toraks didapatkan 16 pasien (21,3%) mengalami gejala awal yaitu efusi pleura sebagai gejala awal penyakit.
Studi Kasus Tata Letak Ruang Radiologi terhadap Kinerja Pegawai di Instalasi Radologi RSI Siti Aisyah Madiun Tasya, Tasya; Astari, Fisnandya Meita; Wati, Retno
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2511

Abstract

Tata letak adalah elemen penting dalam perancangan fasilitas yang mendukung kelancaran proses pelayanan, termasuk di Instalasi Radiologi Siti Aisyah Madiun, yang menurut Permenkes Nomor 24 Tahun 2020 seharusnya memenuhi standar tertentu. Namun, tata letak ruang radiologi di tempat tersebut belum sesuai dengan ketentuan, seperti jaraknya yang jauh dari IGD, ICU, dan IBS, tidak adanya ruangan khusus untuk dokter dan radiografer, serta ukuran ruangan yang sempit yang mengganggu kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tata letak terhadap kinerja pegawai di instalasi tersebut, menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dari Mei hingga Agustus 2024, dengan melibatkan satu dokter spesialis dan tiga radiografer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data dan transkrip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh empat faktor: struktur organisasi, kurangnya sumber daya manusia, kondisi lingkungan kerja, dan komunikasi internal. Untuk meningkatkan kinerja, disarankan agar tata letak ruang radiologi diperbaiki dengan mendekatkannya ke layanan lain, memperluas ukuran ruangan, dan menyediakan ruang khusus untuk dokter serta radiografer.
Pengembangan Alat Peraga Simulator Mesin Sinar X sebagai Bahan Ajar Mata Kuliah Radiologi Dasar Jiwatami, Agatha Mahardika Anugrayuning
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 15, No 2 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v15i2.17630

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan simulator mesin sinar x yang digunakan sebagai alat peraga dalam mata kuliah Peralatan Radiologi dan untuk mengetahui kualitas dan kelayakan simulator. Simulator ini dibuat sebagai media pembelajaran untuk melengkapi pemahaman mahasiswa dalam mempelajari pengoperasian mesin sinar x. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Uji kelayakan media pembelajaran dilakukan dengan presentase dari ahli materi 85% dan ahli media 83%. Hasil uji coba media pembelajaran kepada mahasiswa didapat persentase rata-rata dari semua indikator adalah 84,78% sehingga simulator mesin sinar x ini layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa. Media pembelajaran simulator mesin sinar x membantu mahasiswa untuk lebih memahami Langkah-langkah pengoperasian mesin sinar x.  
Effect of Organizational Commitment, Work Environment and Work Stress on Job Satisfaction of Radiology Installation Employees at Hospital: Pengaruh Komitmen Organisasi, Lingkungan Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Instalasi Radiologi Rumah Sakit Utami, Linda Muji; Prapanca, Detak
Indonesian Journal of Law and Economics Review Vol. 18 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.098 KB) | DOI: 10.21070/ijler.v18i0.872

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of organizational commitment, work environment and work stress on job satisfaction of radiology installation employees at RSUD Sidoarjo.This study uses a type of quantitative research. The technique used in this study is a non-probability sampling technique with a saturated sample, which is a sampling technique if all members of the population are used as research samples. The sample size in this study were 77 employees of the radiology installation at RSUD Sidoarjo.The results of the study found that organizational commitment partially and simultaneously positive effect on job satisfaction, work environment partially and simultaneously positive effect on job satisfaction and job stress negatively affects job satisfaction.
TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX TAMPAK CERVICAL KLINIS SUSPECT CROUP AND COUGH PEDIATRIC DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD dr. R. SOETIJONO BLORA Soraya, Gustiana Eva; Anggraeni, Ari; Wati, Retno
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5778

Abstract

Croup and cough (laryngotracheobronchitis) is an upper respiratory tract infection that causes swelling of the larynx and trachea. This condition typically resolves on its own with the use of analgesics or warm steam. However, if the swelling worsens, further treatment is required, including radiological imaging. Generally, the radiographic projections used for patients with clinical croup and cough are cervical upper airway AP (AnteroPosterior) and lateral views. At the Radiology Department of Dr. R. Soetijono General Hospital in Blora, patients with clinical croup and cough are examined using AP (AnteroPosterior) thoracic projections with a cervical view. This study aims to determine the technique and role of cervical thorax imaging in suspected croup and cough cases. The method used is qualitative with a case study approach. The study subjects include 1 radiology specialist and 3 radiographers. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study revealed that the examination technique used in clinical cases of suspected croup and cough at the Radiology Department of Dr. R. Soetijono General Hospital in Blora is the cervical axial cephalad 15º projection, combining two objects simultaneously. However, this projection has not been able to optimally play a role in diagnosing clinical cases of suspected croup and cough. In conclusion, the use of the AP cervical thoracic projection has not been able to optimally show narrowing in the larynx and trachea regions. ABSTRAKCroup and cough (laryngotracheobronchitis) adalah suatu infeksi saluran pernapasan atas yang menyebabkan pembengkakan pada laring dan trakea, penyakit ini biasanya dapat sembuh sendiri dengan penggunaan obat analgetik maupun uap hangat. Namun jika pembengkakan semakin parah maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut, salah satunya adalah pemeriksaan penunjang radiologi. Pada umumnya proyeksi radiografi yang digunakan pada pasien dengan klinis croup and cough adalah cervical upper airway AP (AnteroPosterior) dan lateral, sedangkan di Instalasi Radiologi RSUD dr. R. Soetijono Blora pada pasien klinis croup and cough menggunakan proyeksi AP (AnteroPosterior) thorax tampak cervical. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik dan peranan pemeriksaan thorax tampak cervical pada klinis suspect croup and cough. Metode menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian 1 dokter spesialis radiologi, dan 3 radiografer. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa teknik pemeriksaan yang digunakan dalam klinis suspect croup and cough di instalasi radiologi RSUD dr. R. Soetijono Blora adalah proyeksi thorax tampak cervical axial chepalad 15º dengan menggabungkan dua objek secara bersamaan, namun proyeksi tersebut belum mampu secara optimal berperan dalam mendiagnosis klinis suspect croup and cough. Kesimpulannya penggunaan proyeksi thorax AP tampak cervical belum mampu secara optimal untuk memperlihatkan penyempitan pada daerah laring dan trakea.

Page 76 of 84 | Total Record : 840