Filter By Year

1945 2024


Found 840 documents
Search RADIOLOGI

Studi Kasus Sistem Pengarsipan Hasil Dokumen Radiograf Dan Hasil Ekspertise Di Instalasi Radiologi Rs TK III Dr. Soetarto Dea G. Taha; Ike Ade Nur Liscyaningsih; Fisnandya Meita Astari
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v2i4.150

Abstract

Pengelolaan rekam medis harus memenuhi prinsip ketersediaan, keakuratan, keamanan, dan kemudahan akses sebagaimana diatur dalam Permenkes RI No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Namun, sistem pengarsipan hasil radiografi di Instalasi Radiologi RS TK III dr.Soetarto masih dilakukan secara manual. Hasil cetak radiograf disimpan dalam kardus tanpa pengelompokan yang jelas dan dimusnahkan secara cepat karena keterbatasan ruang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengarsipan hasil dokumen dan alasan penyimpanan hasil dokumen hanya 3 bulan di instalasi radiologi RS TK III dr.Soetarto. Metode: Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Radiologi RS TK III dr.Soetarto pada Oktober 2024 hingga Maret 2025. Informan terdiri dari kepala ruangan, staf tata usaha, dan radiografer. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sistem pengarsipan manual tidak terstruktur dan tidak efisien. Pemusnahan rutin arsip menyebabkan potensi kehilangan data medis penting. Digitalisasi dinilai dapat mengatasi kendala tersebut. Kesimpulan: Sistem pengarsipan di instalasi radiologi RS TK III dr.Soetarto masih kurang optimal. Digitalisasi arsip hasil radiograf dapat menjadi Solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan penyimpanan data medis.
Pencitraan Radiologi Pada Kanker Esofagus: Laporan Kasus Rahmadika, Latifa; Nurwanto; Djauhari, Thantawy; Andala Putra, Muslim; Irma Pratiwi, Vivi; Hariono Limanto, Nico
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28596

Abstract

Kanker esofagus merupakan salah satu kanker paling mematikan dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang rendah, yaitu kurang dari 20%. Dua subtipe utama kanker esofagus adalah karsinoma sel skuamosa (ESCC) dan adenokarsinoma (EAC), dengan perbedaan epidemiologi dan faktor risiko. Diagnosis seringkali terlambat karena gejala nonspesifik seperti disfagia dan penurunan berat badan, sehingga pasien sering didiagnosis pada stadium lanjut dengan prognosis buruk. Ilustrasi Kasus: Ny. S, perempuan 69 tahun, dirawat di IGD dengan keluhan utama perut penuh dan mual selama tiga minggu. Disfagia progresif (kesulitan menelan makanan padat) selama satu bulan, sensasi makanan tersangkut, dan penurunan berat badan 5 kg dalam dua bulan terakhir disertai lemas setelah makan. Riwayat GERD >10 tahun tidak terkontrol dan kebiasaan konsumsi makanan pedas/asam. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, nyeri tekan epigastrium ringan, massa keras di epigastrium yang tidak bergerak saat menelan. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan anemia mikrositik hipokrom dan karsinoma sel skuamosa. Pasien didiagnosis dengan karsinoma sel skuamosa esofagus, anemia penyakit kronis, dan kolelithiasis. Tata laksana yang diberikan berupa transfusi PRC (2 kolf), suplemen vitamin. Kesimpulan: Laporan kasus ini menggambarkan temuan kasus kanker esofagus yang ditangani hingga pasien stabil untuk mendapat terapi definitif.
ANALISIS KESELAMATAN RADIASI BERDASARKAN PERKA BAPETEN NO.04 TAHUN 2020 DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2022 Napitupulu, Rohana; Rizqi Ulla Amaliah; Trisna Dewita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i2.404

Abstract

Departemen Radiologi merupakan salah satu fasilitas penunjang rumah sakit untuk mendiagnosis penyakit dengan menggunakan peralatan sinar-X. Sinar-X adalah jenis radiasi pengion. Sinar-X tidak hanya bermanfaat, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ahli radiologi dan komunitas lingkungan kerja radiasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan proteksi radiasi pada fasilitas radiasi RSUD Kota Tanjung Pinang. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan observasional, wawancara dan checklist pada setiap aktivitas pekerja radiasi. Hasil dari penelitian diperoleh persyaratan managemen dari 34 poin terdapat 32 poin ada dan memenuhi standar,1 poin ada dan belum memenuhi standar, 1 poin tidak ada. Dari persyaratan proteksi radiasi seluruh komponen telah memenuhi standar. Dari persyaratan teknik seluruh komponen memenuhi standar. Untuk persyaratan verifikasi keselamatan terdapat 1 komponen memenuhi standar, 1 komponen ada dan belum memenuhi standar, 1 komponen tidak ada. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dari empat variabel penelitian yaitu persyaratan managemen, proteksi radiasi, teknik, dan verifikasi keselamatan dengan total 45 poin terdapat 41 poin telah terpenuhi dan memenuhi standar Perka Bapeten No. 4 Tahun 2020, 2 poin terpenuhi tetapi belum memenuhi standar dan 2 poin tidak ada. Kata kunci : Keselamatan radiasi, radiologi Abstract The Department of Radiology is one of the hospital's supporting facilities for diagnosing diseases using X-ray equipment. X-rays are a type of ionizing radiation. X-rays are not only useful, but can also cause health problems for radiologists and the radiation work environment community. The research method is a qualitative method with an observational approach, interviews and checklists on each radiation worker activity. The results of the study obtained management requirements of 34 points, 32 points exist and meet the standard, 1 point exists and does not meet the standard, 1 point does not exist. From the radiation protection requirements, all components have met the standard. From the technical requirements, all components meet the standards. For safety verification requirements there are 1 component that meets the standard, 1 component exists and does not meet the standard, 1 component does not exist. The conclusion of this study is that of the four research variables, namely management requirements, radiation protection, engineering, and safety verification with a total of 45 points, 41 points have been met and meet the standards of Perka Bapeten No. 4 of 2020, 2 points are met but do not meet the standards and 2 points are missing. Key Word : Radiation safety, radiology
Kinerja Pegawai Ditinjau dari Perceived Organizational Support, Kompensasi, Organizational  Citizenship Behavior,  Lingkungan Kerja, dan Stres Kerja pada Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi Eka Sulistiya; Istiatin; Sudarwati
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rkxajp89

Abstract

Performance data from 2022 to 2024 indicates that employee performance in 2024 is less than optimal, with a downward trend. This phenomenon prompted an evaluation by examining five determinants that influence employee performance. This quantitative research aims to examine the effects of POS, compensation, OCB, work environment, and job stress on employee performance. The Radiology Unit of Dr. Moewardi Regional Hospital was used as the research object, and this census study used a sample of 45 employees. Data were collected through questionnaires, with multiple linear regression data analysis. The research results showed that POS, compensation, OCB, and work environment had a significant effect on performance, but job stress was not proven to affect employee performance.
Analisis Persepsi Tenaga Kesehatan Terhadap Protokol Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Instalasi Radiologi Rubiyanto, Hamdi; Sokhibi, Ahmad Hariri; Ibtisamah , Nyiayu Hafizah
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penerapan protokol kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di instalasi radiologi rumah sakit sangat penting untuk melindungi tenaga kesehatan dan pasien dari potensi bahaya radiasi dan faktor psikososial lainnya. Meskipun penting, penerapannya di lapangan sering terhambat oleh tantangan dalam pemahaman, pelatihan, dan sumber daya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi tenaga kesehatan terhadap penerapan protokol K3 di instalasi radiologi rumah sakit dan mengidentifikasi tantangan serta solusi yang dapat meningkatkan penerapan protokol tersebut. Metode: Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan, melibatkan 12 partisipan yang bekerja di instalasi radiologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun tenaga kesehatan memahami pentingnya protokol K3, implementasinya di lapangan terbatas oleh kurangnya pelatihan spesifik, keterbatasan alat pelindung diri, serta beban kerja yang tinggi. Stres psikososial juga menjadi tantangan tambahan. Kesimpulan: Untuk meningkatkan keselamatan di instalasi radiologi, perlu ada peningkatan pelatihan yang lebih spesifik, penyediaan alat pelindung diri yang memadai, serta manajemen stres dan dukungan dari pihak rumah sakit untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. Kata kunci: protokol K3, instalasi radiologi, tenaga kesehatan, keselamatan kerja, stres psikososial, penerapan K3.
Dampak Stres Kerja pada Pekerja Radiologi: Studi Kualitatif di Rumah Sakit Umum Hasmy, Achmad; Darojatun, Ibnu Taris
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stres kerja pada pekerja radiologi di rumah sakit umum merupakan masalah penting yang memengaruhi kinerja dan kesejahteraan mereka. Stres ini dapat disebabkan oleh beban kerja tinggi, tuntutan emosional, jam kerja panjang, dan kondisi lingkungan kerja yang terbatas. Penanganan yang kurang tepat dapat mempengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab stres kerja pada pekerja radiologi dan mengidentifikasi dampaknya terhadap kinerja dan kesejahteraan mereka. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pekerja radiologi di rumah sakit umum, dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil: Faktor penyebab stres pada pekerja radiologi meliputi beban kerja tinggi, tuntutan teknis dan emosional, jam kerja panjang, serta faktor lingkungan dan interpersonal. Dampak stres terhadap kinerja termasuk penurunan konsentrasi, kesalahan prosedural, gangguan komunikasi, dan pengambilan keputusan yang buruk. Secara fisik, stres menyebabkan gangguan tidur, kelelahan, dan masalah kesehatan lainnya. Secara mental, stres berkontribusi pada kecemasan, depresi, dan burnout. Kesimpulan: Stres kerja di sektor radiologi mempengaruhi kinerja dan kesejahteraan pekerja. Untuk mengurangi dampak negatif stres, perlu diterapkan kebijakan yang memperbaiki beban kerja, lingkungan kerja, serta program dukungan organisasi.
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Radiologi: Dampaknya terhadap Efisiensi Tenaga Kerja dan Keunggulan Layanan melalui Pendekatan Fenomenologi Budiati, Tri Asih; Wahyuni, Wilda; Safitri, Mutiara
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan radiologi merupakan elemen penting dalam sistem kesehatan yang mendukung diagnosis dan terapi pasien. Namun, tenaga radiologi menghadapi berbagai risiko kerja, seperti paparan radiasi ionisasi, cedera muskuloskeletal, dan tekanan mental akibat beban kerja. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, serta mendukung kualitas layanan radiologi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan lingkungan kerja ramah K3 terhadap produktivitas tenaga radiologi dan kualitas layanan yang diberikan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Informan terdiri dari tenaga kerja radiologi, supervisor, dan manajer K3 yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan pengalaman kerja minimal dua tahun. Data dianalisis menggunakan teknik coding, kategorisasi, dan tematisasi, serta divalidasi melalui triangulasi dan member checking. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan rutin dan sosialisasi K3 meningkatkan pemahaman tenaga kerja tentang keselamatan kerja. Kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) meningkat, meskipun beberapa tenaga kerja mengeluhkan ketidaknyamanan. Observasi mengungkapkan bahwa fasilitas radiologi sebagian besar memenuhi standar K3, tetapi beberapa area, seperti penyimpanan bahan berbahaya dan pemeliharaan peralatan, membutuhkan perbaikan lebih lanjut. Budaya keselamatan kerja juga menunjukkan perkembangan, dengan tenaga kerja yang lebih proaktif melaporkan insiden keselamatan. Kesimpulan: Penerapan lingkungan kerja ramah K3 terbukti meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan kualitas layanan radiologi. Investasi dalam pelatihan, peningkatan ergonomi APD, dan penguatan budaya keselamatan kerja diperlukan untuk memastikan layanan radiologi yang berkualitas tinggi. Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Layanan Radiologi, Ergonomi Tempat Kerja, Alat Pelindung diri (APD) dan Produktivitas dan kualitas layanan
Perlindungan terhadap Pekerja dan Pasien di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Pertamina: Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 melalui Pembaruan Prosedur Budiati, Tri Asih; Rubiyanto, Hamdi; Fatihah, Imanda Khansa
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Corona virus disease 2019 atau COVID 19 adalah virus yang penularannya melalui droplet berbentuk bulat atau oval dengan diameter 60 – 140 nm serta memiliki panjang genom sekita 26 hingga 32 kPa. Virus ini memiliki tingkat penyebaran yang cepat dan mematikan sehingga perlu dilakukan pencegahan penyebarannya. Tujuan: Pemeriksaan untuk mendiagnosa virus ini adalah CT Scan yang mana dapat mengetahui tingkat keparahan virus ini menginfeksi paru paru. Upaya perlindungan dilakukan oleh Rumah Sakit Pusat Pertamina terhadap pasien dan pekerja baik dari penyebarannya maupun perlindungan dari radiasi. Metode: Penelitian ini merupakan literatur review dan observasi lapangan terhadap kebijakan dan tindakan Instakasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Pertamina dalam melakukan upaya perlindungan terhadap pasien dan pekerja di ruangan CT Scan. Hasil: Hasil penelitian ini ialah Rumah Sakit Pusat Pertamina melakukan upaya pencegahan penyebaran virus COVID 19 dengan memperbaharui alur pemeriksaan pada instalasi radiologi, membagi rumah sakit dalam tiga zonasi, upaya perlindungan pasien dan pekerja serta melakukan desinfeksi pada alat CT Scan serta ruangan CT scan. Kesimpulan : Rumah Sakit Pusat Pertamina telah mengimplementasikan berbagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan memperbarui alur pemeriksaan, membagi zonasi, serta melakukan desinfeksi dalam rangka memberikan perlindungan untuk pasien dan pekerja, dan telah dijalankan secara efektif.
Mengoptimalkan Keselamatan Radiasi dalam Pelayanan Kesehatan: Studi Fenomenologi di Instalasi Radiologi Mahmudah, Dian; Saputra, Rakha Hafizh
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Keselamatan radiasi adalah aspek kritis dalam layanan kesehatan berbasis teknologi radiasi, seperti radiologi, untuk melindungi pasien, tenaga medis, dan masyarakat dari risiko paparan radiasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan strategi implementasi budaya keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kebijakan terkait keselamatan radiasi, melibatkan tenaga medis, teknisi radiologi, petugas keselamatan, dan manajemen rumah sakit. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi budaya keselamatan radiasi meliputi kurangnya pengetahuan, sikap bervariasi, dan keterbatasan anggaran, sementara kebijakan keselamatan sudah dirancang sesuai standar regulasi. Kesimpulan: Implementasi budaya keselamatan radiasi di RSPP berjalan cukup baik, namun memerlukan peningkatan pelatihan, dukungan manajemen, dan alokasi anggaran yang memadai untuk mengatasi kendala. Rekomendasi: Disarankan pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur, sistem pelaporan insiden yang transparan, dan kampanye internal untuk meningkatkan efektivitas budaya keselamatan radiasi di rumah sakit. Kata kunci: Budaya Keselamatan Radiasi, Pelayanan Kesehatan, Studi Kualitatif, Departemen Radiologi, Implementasi Kebijakan.
ULTRASAFE: ULTRASOUND LITERACY AND RADIOLOGY AWARENESS FOR SAFE EXAMINATIONS: ULTRASAFE: LITERASI ULTRASONOGRAFI DAN KESADARAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI YANG AMAN Ma’rifah, Alifatus Wahyu Nur; Kiren, Saddam Hamid Al; Azzahra, Azarine Aurelliahandy; Lagentu, Eby Patricia; Muttaqin, Iyadz; Mevia, Nova Eka Arta; Rafida, Putri Citra; Desitasari, Firnanda
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I2.2025.195-201

Abstract

Background: In many regions, including Surabaya, ultrasonography (USG) remains underutilized for the early detection of non-obstetric conditions due to limited public understanding of its diagnostic value. This lack of awareness poses a challenge to the optimal delivery of healthcare services. Objective: This community service program aimed to increase public knowledge about the role of ultrasonography in healthcare through the ULTRASAFE (Ultrasound Literacy and Radiology Awareness for Safe Examinations) initiative. Method: The activity consisted of two sessions. The first involved a presentation and discussion with 35 participants from Bronggalan, Surabaya. The second included a mobile outreach session through the distribution of brochures and posters, accompanied by a question-and-answer segment. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to assess knowledge improvement. Results: Following the discussion and interactive presentations, participants demonstrated a clear understanding of the benefits of ultrasonography imaging. The program significantly improved participants’ knowledge, as reflected in the increase of the mean score from 83.11% to 95.98%, with an N-gain value of 0.76. Conclusion: The ULTRASAFE activity effectively enhanced public literacy and attitudes toward ultrasonography as a diagnostic tool at Bronggalan, Surabaya.

Page 78 of 84 | Total Record : 840