Filter By Year

1945 2024


Found 840 documents
Search RADIOLOGI

Perilaku Penerapan Protokol Pencegahan Covid-19 di Era New Normal pada Tenaga Kesehatan (Studi Kasus di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka) Amelia Kadir; Andi Asri; Bromo Kusumo Achmad
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v1i3.43

Abstract

Pada era new normal atau kebiasaan baru pemerintah tetap menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan, khususnya kepada tenaga kesehatan radiografer yang berisiko tinggi terhadap terjangkit Covid-19. Dari 13 tenaga kesehatan di Instalasi Radiologi BLUD Rumah Sakit Benyamin Guluh sebanyak 8 orang diketahui pernah terpapar Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di era new normal pada tenaga kesehatan di Instalasi Radiologi BLUD Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala instalasi radiologi dan informan biasa adalah tenaga radiografer berjumlah 6 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Validasi data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini ditemukan penerapan protokol kesehatan di instalasi radiologi Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka pada era new normal sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Komite PPI Rumah Sakit. Walaupun begitu, masih terdapat petugas kesehatan di instalasi radiologi yang kurang dalam menerapkan protokol kesehatan terutama dalam era new normal ini, disebabkan karena mereka merasa bahwa kasus Covid-19 sudah menurun sehingga mereka mulai melonggarkan penerapan protokol.
Literatur Review : Analisis Faktor Pembekuan Darah dan Gambaran Radiologi pada Pasien Covid 19 Basri, Hasri Ainun; Syahril, Erlin; Damopolii, Suciati; Damopolii; Kamaluddin, Irna Diyana Kartika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.14944

Abstract

COVID-19 is a contagious illness caused by a newly identified coronavirus, Sars-Cov 2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2), which was identified in 2019. Thrombocytopenia, increased D-dimer, delayed prothrombin time, and disseminated intravascular coagulation were among the abnormalities of blood clotting factors seen in COVID-19 patients. Increased D-dimer concentrations, slightly reduced platelet counts, and delayed prothrombin time are typical findings in individuals with coagulopathy who are infected with COVID-19. To confirm a diagnosis of COVID-19 in individuals infected with SARS-CoV-2, radiographic tests such CT scans and thoracic photographs are required. Radiological examinations and CT-Scan and thoracic photo which is often found ground glass opacities, crazy-paving, pleural effusion, sub-pleural bands, pulmonary edema, consolidation, reticular opacities and paracardiac atelectasis, traction bronchiectasis and vacuolar signs. This study aims to analyse blood coagulation factors and radiological features in covid 19 patients. A Literature Review with a Narrative Review is the methodology used in this research. Secondary data sourced from electronic sites such as Pubmed, Clinical Key, and Springer Link provide the bulk of this study's data set. Articles were found using the following keywords: COVID-19, radiological imaging, blood clotting factors. In order to address the research issue statement, 20 research papers were chosen from the scope literature. Radiological imaging and blood clotting factors in COVID-19 patients were reported in 20 separate investigations. The review's findings suggest that radiographic exams for coagulation abnormalities and ground glass opacities are common in individuals with severe COVID-19 infection.
Teknik Pemeriksaan Thorax pada Khasus Fraktur Clavicula Sinistra di Instalasi Radiologi RSUD Dr. M. Ashari Kabupaten Pemalang Sari, Amanda; Tasania, Novia Putri; Suraningsih, Nanik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16153

Abstract

Pada kasus yang diduga patah tulang dadu (fraktur clavicula), peneliti melakukan pemeriksaan sinar X dada (thorax) dengan proyeksi anterior posterior (AP) saat pasien terlentang (supine). Ini berbeda dengan teori yang mengatakan bahwa pada kasus dugaan fraktur clavicula, pemeriksaan sinar X clavicula seharusnya menggunakan proyeksi anterior posterior dan AP aksial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pemeriksaan sinar X dada yang digunakan pada kasus ini di Instalasi Radiologi RSUD Dr. M. Ashari Pemalang, serta alasan mengapa mereka digunakan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada bulan Juli 2023. Setelah data dikumpulkan, peneliti melakukan transkripsi, reduksi data, penelitian literatur, dan sampai pada kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pemeriksaan sinar X dada pada kasus fraktur clavicula di Instalasi Radiologi tersebut dilakukan dengan posisi AP saat pasien terlentang. Ini dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi fraktur clavicula, membandingkan clavicula kanan dan kiri, dan untuk melakukan pemeriksaan fisik sebelum operasi.
Studi Kasus Pemilihan Slice Thickness Pada Protokol Pemeriksaan CT Scan Sinus Paranasaldengan Klinis Sinusitis di Instalasi Radiologi Dr. Soedono Madiun Kusuka, Arrizal Nazaro; Mukmin, Amril; Mufida, Widya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19969

Abstract

The examination of the CT Scan of the Paranasal Sinuses with clinical sinusitis at the Radiology Installation of Dr. Soedono Madiun Hospital uses a slice thickness reformat of 0.6 mm and a maximum of 3 mm with head CT scanning with the paranasal sinus CT protocol in order to obtain slice thickness slices below 1 mm and using windo bone. The selection of the use of slice thikness 0.6 and the use of windowing bone according to the Operational Procedure (SOP). Meanwhile, according to Bruce W. Long, (2016), the CT-Scan examination of the paranasal sinuses a slice thickness of 3-5 mm.The type of research is qualitative descriptive with a case study approach to study how the procedure for CT Scan scan of the paranasal sinus in patients with indications of sinusitis at the Radiology Installation of dr. Soedono Madiun Hospital, the research was carried out in November 2024 - April 2025, with 3 radiographers and 1 specialist doctor. Data collection techniques by observation, interviews and documentation studies. Data analysis is carried out by data collection, data reduction, data presentation and then conclusions are drawn. Based on the observation results of the reason for the use of a slice thickness of 0.6 mm in the CT scan examination of the paranasal sinus with clinical sinusitis, the use of a slice thikness of 0.6 mm is in accordance with the request of the sending doctor and approved by the radiologist specialist. The use of a 0.6 mm slice thikness produces a radiographic image that has noise, but can show a more detailed anatomy of the paranasal sinuses. The selection of windowing used in CT Scan examination with clinical sinusitis uses window bone which can show the entirety of the anatomy of the facial bone cavity and can evaluate the bone structure in the sinuses whether they are infected or not. Based on this research can be concluded that the use of a 0.6 mm slice thikness on a CT scan of the paranasal sinus with clinical sinusitis can reveal a more detailed and optimal anatomy of the paranasal sinuses, thus easily helping the radiologist to establish the diagnosis appropriately. The selection of windowing is also important in conducting anatomical assessments, the bone window is used to see or display the bone structures around the paranasal sinuses in high detail, for example such as the sinus wall, nasal septum, and osteomeatal complex.
Analisis Faktor Penyebab Repeat Exposure Pada Citra Radiograf Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) Bisra, Marido; Fadila, Rona; Purnamasari, Devi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21063

Abstract

Pemeriksaan radiografi merupakan prosedur penting dalam diagnosis medis. Namun, pengulangan (repeat exposure) pada citra radiograf dapat meningkatkan paparan radiasi yang tidak perlu kepada pasien dan menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam prosedur pelayanan. Standar pengulangan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan adalah ≤2%, namun belum ada analisis repeat exposure yang dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pengulangan citra radiograf dan menganalisis faktor-faktor penyebabnya di Instalasi Radiologi Rumah Sakit PMC. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik survei. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap pemeriksaan radiografi selama bulan Maret hingga Mei 2025. Data dianalisis menggunakan rumus perhitungan persentase pengulangan dan dikategorikan berdasarkan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukan Dari 944 pemeriksaan radiografi yang dilakukan selama periode tersebut, ditemukan 82 kasus pengulangan dengan persentase sebesar 8,6%, yang melebihi batas standar nasional. Faktor penyebab terbesar adalah posisi pasien (40,2%), diikuti oleh pergerakan pasien (25,6%), artefak (23,1%), dan masalah teknis pada alat (10,9%).
Rancang Bangun Sistem Pengontrolan Luas Penyinaran Kolimator Sinar-X Pada Pesawat Radiologi Menggunakan Sistem Berbasis Robotik Suwarmiyati; Soekarman
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3023

Abstract

Simulasi Pengaturan Luas Penyinaran Kolimator Sinar-X Pada Pesawat Radiologi Dengan Sistem Robotik Berbasis Microkontrolel Arduino. Kemajuan teknologi elektronik berdampak positif pada bidang kedokteran.Perpaduan kedua ilmu ini melahirkan peralatan elektromedik yang sangat berguna dalam bidang kedokteran. Dalam dunia medis kita mengenal salah satu bagian dari alat x-ray yakni Kolimartor yang berfungsi untuk mengatur luas penyinaran sinar x-ray yang akan mengenai objek. Kolimator merupakan salah satu bagian dari pesawat sinar-X yang memiliki fungsi untuk pengaturan besarnya ukuran lapangan radiasi.Setiap pesawat sinar-X dapat memiliki bentuk dan desain kolimator yang berbeda namun secara garis besar cara pengaturann luas penyinarannya masi sama kebanyakan masi manual,oleh karena itu pembuatan simulasi penyinaran luas kolimator semi-otomatis ini dapat memudahkan user dari alat ini untuk mengaturnya.
EVALUASI NILAI CTDIvol DAN DLP PADA PEMERIKSAAN MSCT KEPALA DEWASA DENGAN KLINIS SUSPECT SNH (STROKE NON-HEMORRHAGIC) DI INSTALASI RADIOLOGI RSU PRIMA MEDIKA DENPASAR Nuriawan, I Made Sutha; Eka Juliantara, I Putu; Pratista, Made Sayang
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i2.12415

Abstract

Abstrak: Evaluasi Nilai CTDIvol dan DLP Pada Pemeriksaan MSCT Kepala Dewasa Dengan Klinis Suspect Snh (Stroke Non-Hemorrhagic) Di Instalasi Radiologi Rsu Prima Medika Denpasar. DRL (Diagnostic Reference Level) merupakan indeks estimasi dosis radiasi sebagai acuan optimalisasi dosis pada CT Scan yang dinyatakan dalam CTDIvol (Computed Tomography Dose Index Volume) dan DLP (Dose Length Product). Fasilitas pelayanan kesehatan direkomendasikan untuk dapat memiliki DRL lokal sebagai salah satu indikator mutu dalam suatu instalasi radiologi sebagai indikator pembanding dengan DRL nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sebaran nilai dosis radiasi pada CT scan kepala orang dewasa dengan klinis SNH berdasarkan nilai CTDIvol dan DLP mengacu pada referensi IDRL dari BAPETEN. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional untuk menganalisis data dosis pasien berdasarkan nilai CTDIvol dan DLP pada pemeriksaan CT Scan kepala dewasa dengan klinis suspect SNH di Instalasi Radiologi RSU Prima Medika Denpasar periode Desember 2022 sampai dengan Mei 2023 dengan sampel sebanyak 141 pasien. Sampel nilai CTDIvol dan DLP yang diperoleh kemudian dilakukan analisis frekuensi untuk mendapatkan sebaran nilai minimum, maximum, nilai rata-rata serta nilai persentil 50 dan 75. Nilai persentil yang dihasilkan selanjutnya dibandingkan dengan nilai IDRL tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan Nilai CTDIvol pada pemeriksaan MSCT kepala dewasa dengan klinis suspect SNH (Stroke Non-Hemorrhagic) bervariasi dengan nilai terendah 34,03 mGy, nilai tertinggi 72,44 mGy, rata-rata 36,91 mGy, nilai persentil 50 sebesar 36,50 mGy dan persentil 75 sebesar 37,00 mGy. Nilai DLP terendah sebesar 631,19 mGy*cm, nilai tertinggi sebesar 1569,94 mGy*cm, rata-rata 877,89 mGy*cm, serta nilai persentil 50 sebesar 890,97 mGy*cm dan persentil 75 sebesar 946,74 mGy*cm. Nilai CTDIvol dan DLP yang dihasilkan pada pemeriksaan MSCT kepala dewasa dengan klinis suspek SNH (Stroke Non-Hemorrhagic) di RSU Prima Medika Denpasar masih dibawah nilai referensi yang direkomendasikan BAPETEN dalam IDRL 2021.
Teknik pemeriksaan ct stonografi pada kasus nefrolitiasis di instalasi radiologi RSUD Kabupaten Buleleng Sambawitasia, I Putu Yudha
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 11 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i11.488

Abstract

CT Stonografi merupakan CT scan saluran ginjal yang biasanya digunakan untuk mendeteksi adanya batu pada ginjal dan patologi lain seperti adanya massa pada ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan, alasan penggunaan ketebalan irisan 10 mm, dan cara menentukan ukuran batu ginjal menggunakan CT Stonography pada kasus nefrolitiasis di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah 3 orang radiografer, 1 orang ahli radiologi, dan 1 orang dokter pengirim. Dari hasil penelitian pemeriksaan CT Stonografi di RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan persiapan khusus puasa 12 jam sebelum pemeriksaan. Posisi pasien terlentang (kepala lebih dulu). Pemindaian area dari diafragma ke simfisis pubis. Parameter pemindaian menggunakan protokol abdomen routine, ketebalan irisan 10 mm. Alasan menggunakan ketebalan irisan 10mm adalah pemilihan slice thickness 10 mm sudah bisa mengevaluasi kelainan dengan baik. Sehingga Pemeriksaan CT Stonografi kasus nefrolitiasis dengan posisi pasien terlentang (head first), pemilihan ketebalan irisan 10 mm pada teknik pemeriksaan CT stonografi kasus nefrolitiasis di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Buleleng untuk pemilihan slice thickness 10 mm sudah bisa mengevaluasi kelainan dengan baik. Selain itu pemilihan slice thickness 10 mm bisa lebih memudahkan di Filmming karena tidak perlu banyak membuang gambar.
Prosedur pemeriksaan MRI Ankle pada Kasus Achiles Tear Ruptur di Instalasi Radiologi General Hospital Kasih Ibu Denpasar Nur Rahman, Muhammad Farid Novrie; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Triningsih, Triningsih
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i3.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang pemeriksaan MRI pada achiles tear ruptur menggunakan head coil. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pemeriksaan MRI ankle pada kasus Achiles Tear Ruptur dengan menggunakan head coil. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa head coil merupakan coil yang dapat berperan sebagai pemancar RF sckaligus dan penerima sinyal schingga sering disebut transreceiver. Keuntungan head coil yaitu merupakan coil yang memiliki dua preamplifier (penerima dua sinyal) yang mendapatkan phase 90° yang berbeda, sehingga dapat meningkatkan SNR dan mengurangi pulse power sampai setengahnya. Keuntungan yang lainnya yaitu menghasilkan homogenitas yang baik dibanding semua koil, dan penggunaan head coil pada pemeriksaan MRI Ankle sudah cukup untuk menampilkan informasi diagnostic ankle jika ada kelainan kasus Achiles Tear Ruptur.
Estimasi nilai dosis radiasi pada pemeriksaan CT-Scan Kepala Dewasa Non Kontras berdasarkan nilai CTDI dan DLP di Instalasi Radiologi RS TK II Pelamonia Virgin, Yull Aviva; Astina, I Kadek Yuda; Pratista, Sayang
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i4.536

Abstract

Saat proses scanning CT-Scan, pasien menerima dosis radiasi sinar-X, sehingga perlu dilakukan pengukuran besarnya estimasi dosis radiasi yang diterima pasien dalam setiap pemeriksaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi nilai dosis radiasi pada pemeriksaan CT Scan kepala dan Menganalisis Nilai Dosis Radiasi dengan acuan IDRL. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif yaitu dengan melakukan pengamatan yaitu dengan mengamati nilai dosis CTDIvol dan DLP, penulis mengambil 151 sampel dan dari data yang didapatkan dilakukan analisis menggunakan software SPSS. Berdasarkan data hasil perhitungan uji statistik Estimasi Nilai kuatil 3 dari CTDIvol pada pemerikaan CT-Scan Kepala Non Kontras sebesar 49.90 mGy dan DLP sebesar 1199.10 mGy*cm, jika dilihat dari panduan IDRL 2021, masih dibawah dari nilai yang dianjurkan oleh BAPETEN, dimana nilai yang ditetapkan untuk CT-Scan Kepala Dewasa Non Kontras yaitu sebesar 60 untuk nilai CTDI dan 1275 mGy*cm untuk nilai DLP.

Page 75 of 84 | Total Record : 840