Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PEMANFAATAN APLIKASI WORDWALL UNTUK PENGENALAN KOSA KATA MAKANAN KHAS BATAK TOBA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIPA
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan makanan khas Batak Toba kepada pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula melalui aplikasi  Wordwall. Wordwall, sebagai aplikasi berbasis web yang memungkinkan pembuatan kuis dan aktivitas interaktif, diintegrasikan dalam pembelajaran untuk meningkatkan minat dan pemahaman lintas budaya. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengungkapkan keefektifan Wordwall dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall tidak hanya memperkaya kosakata dan keterampilan bahasa, tetapi juga memberikan wawasan tentang budaya Batak Toba melalui pendekatan yang lebih menarik dan komunikatif. Kesimpulannya, Wordwall efektif dalam mengatasi tantangan pembelajaran budaya dan bahasa dengan menciptakan suasana belajar yang interaktif dan mendalam.
Pemanfaatan Sastra Pariwisata dalam Pengajaran BIPA Satinem; Juwati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1039

Abstract

Peristiwa dalam sastra yang memberikan sumbangan terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia. Sejauh ini tidak banyak wisatawan mancanegara mengetahui storytelling dari tempat wisata yang dikunjungi. Demikian banyak penulis teks sastra yang sebatas melukiskan tempat pariwisata tanpa memiliki tujuan ekonomis tertentu. Hal itu dapat dipadukan sebagai ajang promosi dari karya sastra yang ditulis. Manfaatnya sektor pariwisata akan dapat meningkat. Hal lain juga linier terhadap budaya literasi membaca karya sastra. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan dan mengimplementasikan teks-teks sastra dengan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai pengajaran BIPA. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan kualitatif deskriptif yaitu mencari teori dan relevansi yang relefan. Kemudian, menjelaskan temuan dari penelitian yang didapat dari berbagai sumber seperti buku, pustaka dan jurnal. Hasil penelitian ini Beberapa cerita rakyat digunakan sebagai bahan ajar BIPA yang dapat mengenalkan pariwisata di Indonesia yaitu di Lombok dengan Putri Mandalika, di Yogyakarta dengan cerita Roro Jonggrang dan Candi Prambanan. Kemudian, karya sastra berupa novel yaitu Laskar Pelangi membantu di Belitung, novel Cintaku di Lembata membantu di NTT. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pengajar BIPA untuk menjadikan karya sastra pariwisata sebagai bahan ajar BIPA dan mengenalkan pariwisata yang ada di Indonesia kepada mahasiswa BIPA melalui karya sastra sehingga menjadi tertarik untuk berkunjung secara langsung.
CHALLENGES OF TEACHING INDONESIAN FOR FOREIGN SPEAKERS (BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING/BIPA) IN AUSTRIA DURING THE PANDEMIC COVID-19 Annisa, Robita Ika; Sumaludin, M. Maman
Academic Journal PERSPECTIVE: Education, Language, and Literature Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian (The Institute of Research) Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/perspective.v10i2.7226

Abstract

Out of the 41 countries that run the Indonesian Language Learning Program for Foreign Speakers, in collab with the Language Development and Cultivation Agency under the auspices of the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Austria is one of them. When the learning went online due to the Covid-19 pandemic, teachers, students, and Indonesian Language for Foreign Speakers class organizers, the Indonesian Embassy in Vienna together with the University of Vienna, faced challenges. Based on this background, this study aims to describe the challenges of Indonesian Language teachers for Austrian when they implement the learning by online. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The writer got the data through interviews and questionnaires to Indonesian Language teachers for Austrian from winter 2020 to winter 2021 and was strengthened by literature studies. As a result, teachers face various challenges such as technical issues with the devices and internet networks, and time gaps between Indonesia and Austria. Online classes are widely open for everyone in Austria, but at the same time amount of students is also rising because some of them preferred to do it face to face, and the difficulty of managing online classes with high heterogeneity. The efforts made by teachers in responding to these challenges include varying learning activities, opening communication spaces with students through various platforms, utilizing various online platforms that are relevant to learning topics, and organizing and inviting guest lecturers for speaking class and cultural topics.
Model Pembelajaran Berbasis Saintifik Menggunakan Alat Peraga E Pen Interaktif dengan Muatan Kearifan Lokal pada Era Industri 4.0 untuk Pengajaran BIPA di Uninus Rani Siti Fitriani
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2019): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/dj.v6i2.2187

Abstract

Abstrak. Era revolusi industri 4.0 membawa perubahan dalam metode dan model pembelajaran BIPA. Salah satunya dengan model pembelajaran berbasis saintifik menggunakan alat  peraga e pen interaktif dengan muatan kearifan lokal untuk pengajaran. Model pembelajaran berbasis saintifik ini sesuai dengan kurikulum 2013 yang meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan tes (pretest dan postest),  model dan alat peraga tersebut sangat membantu proses kegiatan belajar menyimak, berbicara, membaca, dan menulis untuk mahasiswa asing di Uninus.  Pembelajar BIPA yaitu mahasiswa asing dapat belajar bahasa Indonesia sekaligus memahami bagaimana kearifan lokal Indonesia dari kekayaan budayanya seperti makanan, pakaian, rumah adat, alat musik, dan sebagainya dengan mudah, efektif, efesien, dan menyenangkan.  Model  pembelajaran berbasis saintifik menggunakan alat peraga e pen interaktif dengan muatan kearifan lokal pada era industri  4.0 dapat meningkatan citra positif bahasa Indonesia dan kearifan  lokal Indonesia bagi pembelajar BIPA.Kata Kunci: model saintifik, e pen interaktif, BIPA, kearifan lokal
Kajian Kesalahan Pemelajar BIPA dalam Praktik Menulis di Politeknik Negeri Bali Ida Artha Adnyana; Sagung Mas Suryaniadi
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2020): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v7i1.2583

Abstract

Abstrak. Kemampuan menulis pemelajar BIPA, sangat dibutuhkan sebagai bagian dari kemahiran berbahasa Indonesia.  Saat ini kemampuan menulis pemelajar BIPA di Politeknik Negeri Bali masih kurang memadai.  Untuk meningkatkan kemampuan menulis   diperlukan metode  pengajaran yang tepat. Penggunaan metode berbasis teks dirasa tepat oleh para pengelola pengajaran BIPA dan dibuatlah buku ajar khusus untuk pemelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan  berbasis teks. Artikel ini membahas beberapa kesalahan pemelajar BIPA dalam praktik menulis dengan menggunakan pendekatan menulis berbasis teks tersebut, baik menyangkut proses menulisnya maupun produk tulisan yang dihasilkannya.      Pengumpulan  data  penelitian  dilakukan dengan observasi, wawancara, dan kuesioner  kepada 17 pemelajar BIPA tahun 2018/2019. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode agih (distribusional) dengan mengacu pada profil kemampuan menulis (ESL composition profile). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemelajar belum memahami secara baik metode menulis.  Produk tulisan yang dihasilkan juga masih banyak terdapat kesalahan terutama pada isi, organisasi, dan kebahasaan. Dari  hasil analisis  juga dapat  disimpulkan  bahwa   rata-rata kemampuan menulis pemelajar BIPA dengan menggunakan model pemelajaran berbasis teks sudah berada pada kategori baik dengan   nilai rata-rata 74.  Kisaran tingkat keterbacaan (fog index) antara 10-14 dengan rata-rata 12,02.  Ini berarti model dan aplikasi metode menulis berbasis teks cukup membantu dalam meningkatkan pemelajaran menulis.Kata kunci: kesalahan menulis, teks, pemelajar BIPA
Pemanfaatan Youtube Sebagai Bahan Ajar Berbicara Bagi Pembelajar BIPA Rae Dadela; Deanty Rumandang Bulan; Dani Hermawan
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2021): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/dj.v8i1.4420

Abstract

Abstrak. Keberadaan youtube saat ini telah memberikan perubahan yang signifikan. Salah satunya dalam pembelajaran BIPA. Youtube dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah aspek bahasa dan tuturan youtuber food vlogger, Ria SW dalam menginformasikan suatu hal berdasarkan aspek kebudayaan lokal dalam 15 video yang tersaji dalam kanal youtube miliknya; bagaimanakah penyusunan bahan ajar berbicara Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing yang bermuatan kebudayaan lokal; bagaimanakah efektivitas penggunaan bahan ajar Bahasa Indonesia bermuatan kebudayaan daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik dari satu variabel maupun lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel lain dengan data yang berbentuk kata, skema, atau gambar. Hasil analisis dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 102 data penggunaan kosakata tidak baku, 117 kosakata penamaan, dan 68 tuturan khusus youtuber Ria SW. Selanjutnya hasil uji kelayakan bahan ajar melalui angket yang disebarkan kepada beberapa pengajar BIPA diperoleh hasil bahwa bahan ajar tersebut layak untuk digunakan. Hal ini ditunjukkan dari hasil angket diperoleh rata-rata 73% para pengajar menyatakan sangat setuju. Adapun harapan dari penelitian ini adalah para pengajar dapat memanfaatkan bahan ajar tersebut dalam pembelajaran.Kata kunci: bahan ajar, berbicara, BIPA, youtube
Pengembangan Bahan Ajar BIPA dalam Perspektif Etnografi Komunikasi Galih Kusumo; Agnes Herlina Dwi Hadiyanti
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2022): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v9i2.7097

Abstract

Abstrak. Dalam pengembangan bahan ajar BIPA, pengajar perlu juga melihat bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam konteks lingkungan situasi sosial yang sesungguhnya. Bahasa menjadi inti dari komunikasi sekaligus sebagai pembuka realitas bagi manusia dan manusia membentuk kebudayaannya dan masyarakat melalui komunikasi. Untuk dapat mewujudkan hal-hal tersebut dalam bahan ajar, pengajar perlu memperhatikan beberapa faktor seperti analisis kebutuhan, perumusan tujuan pembelajaran, pelacakan latar belakang budaya siswa BIPA, dan identifikasi kemampuan berbahasa siswa BIPA. Dalam pemilihan bahan pembelaran, pengajar perlu memilih bahan-bahan yang otentik dan berorientasi pada budaya. Hal tersebut akan membantu siswa BIPA untuk mampu memahami dan mampu mempraktikkan berbagai pola komunikasi dalam suatu masyarakat dengan baik dan benar.Kata Kunci: Bahan Ajar, Etnografi Komunikasi, BIPA
Cultural Encounters in the BIPA Classroom: A Cross-Cultural Understanding of International students’ Perceptions of Indonesian Culture Tiawati, Refa Lina; Tatalia, Ricci Gemarni; Dwintia, Suci; Rahmad, Hari Adi; Nawi, Nuradlin Syafini; Kurnia, Maya Dewi
Jurnal Gramatika Vol 11, No 1 (2025): Spring Issue (April-September)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2025.v11i1.9453

Abstract

This study explores how international students perceive Indonesian culture while participating in the Bahasa Indonesia for Foreign Speakers (BIPA) program at Padang State University. Framed within Cross-Cultural Understanding (CCU), the study investigates how students’ cultural backgrounds, prior experiences, and exposure to cultural content in language teaching shape their engagement and motivation. Using a descriptive qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation. The findings show that most students positively perceive Indonesian culture, particularly appreciating traditions, hospitality, and food. However, challenges arise with abstract cultural values, such as indirect communication, hierarchical relationships, and concepts of politeness, which sometimes contrast with students' native cultural norms. Students from Southeast Asian countries reported smoother cultural adjustment than those from Western countries. Furthermore, students favored experiential learning—such as field trips, cooking classes, and cultural performances—over theoretical cultural instruction. These insights reinforce the importance of integrating cultural content into language instruction but also highlight the need for culturally responsive pedagogy that considers learners’ diverse cultural frameworks. The study suggests incorporating CCU models (e.g., Byram's ICC Bennett's DMIS) to support intercultural reflection, identity development, and deeper engagement. Future research should explore the longitudinal impacts of cultural learning and implement structured tools to evaluate intercultural competence development.
INTERFERENSI FONOLOGI PADA PEMBELAJAR BIPA ASAL EROPA DI BALI Ida Ayu Putri Adityarini; I Wayan Pastika; I Nyoman Sedeng
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.409.167-186

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui interferensi fonologi yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Eropa di Bali dengan analisis interferensi didasarkan pada bahasa Inggris. Data yang digunakan, yaitu data lisan dan data tulisan yang diperoleh dari tuturan dan tulisan pemelajar ketika belajar bahasa Indonesia di kelas. Penelitian ini berpedoman pada teori interferensi menurut Weinreich (1953). Data lisan dikumpulkan dengan teknik simak libat cakap (SLC), teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik perekaman, dan pencatatan. Data tulisan dikumpulkan dengan metode tes. Data tersebut kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa interferensi fonologi yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Eropa di Bali, yaitu berupa interferensi bunyi vokal (terjadi pada vokal [a], [u], dan [ə]), interferensi bunyi konsonan (terjadi pada konsonan [r], [ŋ], dan [t]), interferensi berupa penambahan bunyi (terjadi pada bunyi [ŋ] dan [ɲ]), dan interferensi berupa penghilangan bunyi (terjadi pada konsonan [r], deret vokal [e] dan [a], serta konsonan [h]). Interferensi ini terjadi karena adanya perbedaan bunyi vokal dan bunyi konsonan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu, interferensi ini juga disebabkan oleh adanya perbedaan pelafalan sebuah bunyi vokal atau bunyi konsonan yang sama pada kedua bahasa tersebut. Kata kunci: Pemelajar BIPA, interferensi, fonologiThis study aimed to determine phonological interference that occurs on BIPA learners from Europe in Bali. Oraland written data are used in this research that were obtained from learners' speeches and writings when learning Indonesian in the class. This research was guided by interference theory according to Weinreich (1953). Oral data were collected using proficient inversion techniques (SLC), skillful in-flight listening techniques (SBLC), recording techniques, and note taking. Writing data were collected by the test method. The data analyzed and presented in formal and informal forms. The results of data analysis showed that phonological interference that occurred in BIPA learners from Europe in Bali, namely in the form of vocal noise interference (occurred in vowels [a], [u], and [ə]), consonant sound interference (occurred in consonants [h] , [r], [g], [ŋ], [t], [g], and [ɲ]), interference in the form of sound addition (occurred in the sounds [ŋ] and [ɲ]), and interference in the form of sound removal ( occurred in consonants [r], vowel series [e] and [a], and consonants [h]). This interference occurred because of differences in vowel and consonant sounds in Indonesian and English. In addition, this interference was also caused by the different pronunciation of a vowel sound or consonant sound in both languages. 
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN TINGKAT ADAPTASI BUDAYA MAHASISWA ASING: KASUS MAHASISWA BIPA IPB Krishandini, Krishandini
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4392.297-318

Abstract

Budaya akan berpengaruh terhadap cara individu berkomunikasi dan berinteraksi. Mahasiswa asing yang datang dengan latar belakang budaya yang berbeda dengan Indonesia bertemu, baik dengan teman sesama mahasiswa maupun dengan dosen. Penting memahami cara individu yang berbeda budaya ini berinteraksi secara personal. Setiap individu memiliki pengetahuan dan pegangan akan nilai dan norma. Sebagai mahasiswa asing yang datang untuk menerima ilmu, tentu perlu beradaptasi dengan budaya setempat. Budaya di Indonesia pun beraneka ragam, keanekaragaman budaya ini tentu memiliki cara yang berbeda untuk dipahami oleh mahasiswa asing agar mereka dapat berinteraksi secara baik. Untuk itu, tujuan penulisan, yaitu (1) menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal mahasiswa BIPA (bahasa Indonesia untuk penutur asing) IPB, (2) menganalisis tingkat adaptasi budaya mahasiswa BIPA IPB, dan (3) menganalisis hubungan efektivitas komunikasi interpersonal dan tingkat adaptasi budaya mahasiswa BIPA IPB. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Pendekatan kuantitatif menggunakan survei yang menjaring 32 responden. Data diambil dengan teknik purposive sampling. Data kuantitaif didukung data kualitatif. Data kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam (indepth interview). Berdasarkan penelitian ditemukan hasil yang menyatakan bahwa komunikasi interpersonal mahasiswa BIPA IPB efektif dengan nilai koefisien korelasi rank Spearman sebesar 0.610. Tingkat p <0.01 menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara efektivitas komunikasi interpersonal dan tingkat adaptasi budaya.  Hal ini terjadi karena mereka memiliki hubungan pertemanan yang erat dan berusaha mengenal budaya Indonesia.

Page 90 of 118 | Total Record : 1176