Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Keamanan Sistem Informasi Akuntansi dalam Era Digital: Konsep dan Implementasi Simanjuntak, Hana Elisabet; Purba, Hasna Cecilia; Br Ginting, Jesika Trimanda; Aruan, Putri Angzelina; Panjaitan, Ribka Joy Nejevrina; Darma, Jufri
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i2.2950

Abstract

The development of digital technology has driven transformation in accounting information systems (AIS), improving efficiency and accuracy in financial data management. However, this progress is also accompanied by new challenges, especially related to information security risks such as cyber attacks, data leaks, and misuse of information. This research aims to analyze the concept of security in AIS and its implementation in the business world. Using the literature study method, this research examines various strategies implemented by companies to protect financial data, including the implementation of security policies, employee training, and the use of encryption technology and two-factor authentication (2FA). Case studies on PT Astra International and PT Herald Sulsel show that these measures are effective in improving the protection of financial information. However, challenges such as the increasing complexity of cyberattacks and lack of employee awareness are still obstacles that must be overcome. Therefore, strengthening security policies and continuous education for all stakeholders are needed so that accounting information systems remain safe and reliable in the face of evolving digital threats.
Penilaian Risiko Keamanan Informasi Pusat Data pada Instansi XYZ Artie, Helsha Zania; Hilman, Muhammad; Yazid, Setiadi
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 7, No. 2 (June 2025)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v7i2.1160

Abstract

Information security is a critical aspect of protecting an organization's essential assets, including data centers that store and process sensitive information. The XYZ Agency, responsible for managing public finances, places a high priority on maintaining data confidentiality, integrity, and availability. Therefore, improving information security needs to be done through a risk assessment of assets located in the XYZ Agency Data Center. This research aims to evaluate information security risks at the XYZ Agency Data Center using the ISO 27005:2018 and NIST SP 800-30 frameworks. The assessment was performed through qualitative analysis involving interviews, internal document review, and observation. The findings revealed 111 identified risks, categorized as 48 very low risks, 50 low risks, 9 medium risks, and 4 high risks. Among these, 13 risks 4 high risks and 9 medium risks require mitigation. Mitigation efforts should prioritize seven data center assets with medium and high risks, namely application server assets, database servers, virtual host servers, agency service applications, agency service data, virtual server staffing applications, and staffing applications.
Analisis Aspek Keamanan Informasi Data Pasien Pada Rekam Medis Elektronik Di UPT Puskesmas Karangploso Afifah, Nur; Untung Slamet Suhariyono; Fita Rusdian Ikawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.812

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) serve as evidence of the implementation of information technology in healthcare services. To ensure the security of information in electronic medical records, Indonesian Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022 on Medical Records, Article 29, outlines three key aspects: confidentiality, integrity, and availability. The objective of this study is to examine data security at Karangploso Community Health Center (Puskesmas Karangploso). This research employs a descriptive qualitative approach. The subjects of the study are users who have access to electronic medical records at Puskesmas Karangploso, while the object is the E-Puskesmas application. The instruments used in this study include interview guidelines and observation guidelines. Data collection was carried out through observation and interviews. The data processing techniques in this research involve data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analysis used is descriptive. The results of the study focus on the security of electronic medical record data in the E-Puskesmas application based on the aspects of confidentiality, integrity, and availability at Puskesmas Karangploso. In terms of confidentiality, data security is maintained as staff members are required to log in to the E-Puskesmas application using their respective usernames and passwords. Regarding integrity, data security is ensured because data can only be edited by users in their respective sections, and major data deletions or modifications can only be performed by authorized personnel. For availability, data security is also guaranteed, as necessary data can be accessed quickly, and electronic medical records are securely stored in the database without risk of loss for up to 25 years. The conclusion of this study highlights the importance of healthcare facilities in safeguarding patient data within the implementation of electronic medical records, as well as the potential consequences if patient medical record information is leaked and misused by unauthorized parties.
Analisa Keamanan Sistem Informasi Website Menggunakan Metode Penetration Testing Dengan OWASP Top 10 2021 (Studi Kasus PT. XYZ) Fajar Royyan Wachid, Achmad; Nasrullah, Muhammad; Fenaldo Maulana, Rizky
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya risiko serangan terhadap keamanan data berbasis website menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk PT XYZ, perusahaan pengembang software untuk apotek dan klinik yang telah digunakan oleh lebih dari 2.500 apotek dan klinik di lebih dari 400 kota di Indonesia. Data yang disimpan mencakup informasi sensitif yang harus dijaga agar tidak jatuh ke pihak yang tidak berwenang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kerentanan dalam sistem informasi PT XYZ dan memberikan rekomendasi peningkatan keamanan. Pengujian dilakukan dengan metode penetration testing menggunakan OWASP Top 10 2021. Hasil pengujian menemukan beberapa kerentanan signifikan, termasuk kelemahan kontrol akses, kegagalan kriptografi, SQL Injection, XSS, serta masalah konfigurasi keamanan seperti kurangnya header CSP dan X-Frame-Options. Beberapa komponen sistem juga rentan akibat penggunaan versi jQuery yang usang dan CVE yang belum diperbarui. Selain itu, ditemukan masalah validasi otentikasi serta kelemahan dalam logging dan monitoring. Rekomendasi perbaikan mencakup penguatan kontrol akses, penerapan parameterized queries, konfigurasi header keamanan yang lebih ketat, pembaruan komponen sistem, serta peningkatan sistem otentikasi dan monitoring. Dengan implementasi perbaikan ini, PT XYZ dapat meningkatkan keamanan sistem dan melindungi data pelanggan secara lebih efektif.
Evaluasi Keamanan Sistem Informasi Situs Web Lembaga XYZ OWASP Top 10 2021 Arya Andita, Rizky; Nasrullah, Muhammad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga XYZ memiliki 2 situs web untuk menjalankan tugasnya, situs A yang menyajikan berita kegiatan lembaga dan situs B yang menyediakan informasi lembaga serta menyimpan data pribadi pengguna (email, nomor telepon, alamat, dan dokumen KTP). Mengingat sensitivitas data dan potensi serangan siber yang dapat merusak kredibilitas, kedua situs harus dilengkapi lapisan keamanan yang kuat. Dengan menggunakan pendekatan pengujian penetrasi berdasarkan OWASP Top 10 2021, penelitian ini mengevaluasi kerentanan melalui tahapan Planning, Information Gathering, Vulnerability Scanning, Attacking, Validasi, Analisa Hasil, dan Reporting. Hasil pengujian mengidentifikasi 11 kerentanan di situs A (1 high, 6 medium, 4 low) dan 11 kerentanan di situs B (2 high, 4 medium, 5 low). Berdasarkan temuan tersebut, disusun rekomendasi perbaikan untuk mengurangi potensi serangan siber serta melindungi reputasi lembaga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan keamanan situs web lembaga melalui pengujian penetrasi guna melindungi data dan informasi penting. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi keamanan siber. Kata kunci— Keamanan situs web, Evaluasi Kerentanan, Uji Penetrasi, OWASP Top 10, Lembaga XYZ
Investigasi Tantangan dalam Penerapan Tata Kelola Keamanan Informasi di Sektor-Sektor Utama: Analisis Komparatif Lintas Negara Saraswati, Karisa; Purwandari, Betty; Trisnawaty, Ni Wayan
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 14 No. 2 (2025): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v14i2.4637

Abstract

This study investigates the challenges of implementing information security governance across countries. Initial analysis was carried out from cases in Indonesian organizations. Using Kitchenham’s systematic literature review to identify challenges and information security governance expert interviews to validate the result, the research analyzes thirty-four issues and compares them with those in other developing and developed countries. The objective is to identify common challenges, highlight differences, and propose recommendations for improvement. Findings reveal that Indonesia faces difficulties that are similar to those of other developing nations, such as limited leadership support and resource constraints. In contrast, developed countries struggle with overlapping regulations and maintaining compliance despite having stronger frameworks. The study emphasizes the importance of cohesive frameworks, enhanced training, and management support to improve governance practices. These results provide actionable insights for policymakers and organizations to strengthen information security governance and address the increasing complexity of global cybersecurity challenges.
Peran Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Keamanan Perusahaan Melalui Pengaplikasian Enkripsi Lailiyah, Nadhifatul; Supranata, Mardani
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 10, No 1 (2025): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v10i1.8154

Abstract

Untuk membantu eksekutif bisnis dan akuntan membuat keputusan yang tepat, sistem informasi akuntansi (SIA) dibuat untuk mengumpulkan data akuntansi, layanan pelanggan, kemudahan pengambilan keputusan, dan efisiensi akan meningkat dengan sistem yang baik. Kelangsungan bisnis dilindungi, risiko diminimalkan, dan pengambilan keputusan investasi dan peluang bisnis dipercepat berkat keamanan data. Karena kebocoran data dan Kegagalan sistem dapat menyebabkan kehilangan uang dan produktivitas, perusahaan harus memperhatikan keamanan aset informasinya. Di era perkembangan sistem informasi yang sangat cepat ini, sangat penting untuk memperhatikan keamanan informasi perusahaan agar tidak dimiliki oleh individu yang tidak memiliki hak atau tanggung jawab. Memanfaatkan teknologi informasi memiliki banyak keuntungan, terutama bagi bisnis. Bisnis dapat menyediakan, mengelola, dan melaporkan informasi keuangan dengan cepat, mudah, dan akurat dengan menggunakan teknologi informasi. Pencurian data, penggunaan sistem yang melanggar hukum, penghancuran data yang melanggar hukum, dan modifikasi yang melanggar hukum, dan kegagalan sistem adalah beberapa ancaman terhadap sistem informasi yang dapat dicegah. Kata Kunci— Enkripsi, Keamanan Data, Sistem Informasi Akuntansi
Analisis dan Manajemen Risiko Keamanan Aset Teknologi Informasi Menggunakan Metode OCTAVE dan FMEA Berbasis ISO 27001:2022: Studi Kasus : Perusahaan XYZ Ajeng Wahyuningtyas; Ni Made Ika Marini Mandenni; Muhammad Alam Pasirulloh
Neptunus: Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 2 (2025): Mei: Neptunus: Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/neptunus.v3i2.796

Abstract

The advancement of information technology has driven companies to adopt technology-based systems to enhance operational efficiency while also increasing the complexity of information security risks. This study aims to analyse risk factors associated with information security assets, identify potential threats, assess risks, and provide mitigation recommendations. The OCTAVE method was applied to identify threats, vulnerabilities, and critical information technology assets, while FMEA was used to determine risk mitigation priorities based on the Risk Priority Number (RPN). The mitigation recommendations were developed in accordance with ISO 27001:2022 standards. Data collection was conducted through interviews with XYZ company representatives, identifying 34 information security asset risks, including 6 hardware failure potentials, 6 software failure potentials, 14 data failure potentials, 4 human resource failure potentials, and 4 network failure potentials. The risk categorisation results revealed 5 high-level risks, 6 moderate-level risks, 20 low-level risks, and 3 very low-level risks. The mitigation recommendations include three ISO/IEC 27001:2022 clauses: Human Resource Controls, Physical Controls, and Information Technology Controls.
Evaluasi Tingkat Keamanan Informasi SIA UIN SUKA Berdasarkan Indeks KAMI (Information Security ) 4.0. Muhammad Haedar Zhafran Hidayatullah; Wicaksono Yuli Sulistyo; Septia Ayu Pratiwi
JITU Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jitu.v9i1.1802

Abstract

Informasi adalah asset organisasi yang sangat berharga. Oleh sebab itu informasi menjadi salah satu objek serangan untuk dieksploitasi. Tujuan utama keamanan sistem informasi adalah menjaga 3 (tiga) atribut yaitu kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity) dan ketersediaan (availability). UIN Sunan Kalijaga memiliki unit kerja yang mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengelola dan memberikan informasi. Perlu dilakukan evaluasi keamanan sistem informasi untuk mendapatkan gambaran kondisi kesiapan dan kematangan keamanan informasi. Indeks keamanan informasi disingkat KAMI adalah alat evaluasi yang dirilis oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi yang berfungsi untuk menganalisa tingkat keamanan informasi di instansi. Didapati tingkat kematangan keamanan informasi di UIN Sunan Kalijaga masih tergolong rendah dan butuh perbaikan untuk kekurangan yang ditemukan di sistem manajemen keamanan informasi.
Dinamika Perang Asimetris dalam Strategi Perang Informasi OPM terhadap Keamanan Nasional Moya, Luis; Afifuddin, Mochammmad; Ramsi, Oktaheroe
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5365

Abstract

Perang asimetris, khususnya perang informasi, menjadi ancaman signifikan terhadap keamanan nasional, terutama dengan keterlibatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai aktor non-negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perang informasi yang dilakukan oleh OPM, dampaknya terhadap stabilitas keamanan nasional Indonesia, dan langkah-langkah mitigasi yang dapat diambil. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengandalkan metode studi kasus dengan data yang dikumpulkan melalui analisis dokumen dan laporan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPM menggunakan propaganda, disinformasi, dan narasi berbasis isu-isu sensitif, seperti pelanggaran HAM, untuk menciptakan polarisasi sosial dan delegitimasi pemerintah Indonesia. Strategi ini diperkuat oleh penggunaan media sosial sebagai alat utama dalam menyebarluaskan pesan secara luas dan cepat. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah mitigasi, seperti penguatan regulasi digital, kampanye kontra-narasi, dan peningkatan literasi digital masyarakat. Namun, efektivitas upaya ini masih memerlukan peningkatan, terutama dalam hal kolaborasi lintas sektor dan pengembangan kapasitas intelijen. Kesimpulannya, perang informasi oleh OPM memberikan dampak multidimensi terhadap stabilitas nasional, memerlukan respons terintegrasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan komunitas internasional. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital, penguatan kerja sama internasional, dan investasi dalam teknologi keamanan siber sebagai langkah strategis untuk menangkal ancaman tersebut.

Page 97 of 131 | Total Record : 1305