cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
WORKSHOP PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU MIPA Baiq Rika Ayu Febrilia; Eliska Juliangkary; Sri Yuliyanti; Dwi Sabda Budi Prasetya; Pujilestari Pujilestari; Dwi Utami Setyawati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.514 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.7548

Abstract

Scientific Article Writing Workshop for MIPA Teachers at Al-Abhariyah Islamic Vocational SchoolAbstract. This community service aims to help teachers better understand writing techniques, increase understanding of scientific articles and develop professionalism as instructors through scientific article writing activities. The method in community service activities is to provide workshops to Islamic Mathematics and Natural Sciences Al-Abhariyah Vocational School teachers on writing scientific articles. The results of community service show that participants have the ability to understand the techniques of writing scientific articles, distinguish scientific articles from scientific works and have the desire to conduct research even though it has not been realizedKeywords: Workshop, scientific articles, mathematics and natural sciences teachersAbstrak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu guru agar lebih memahami artikel ilmiah secara teoritis baik dari segi karakteristiknya maupun teknik penulisannya, serta mampu membedakan artikel ilmiah, skripsi dan tesis. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah dengan memberikan workshop kepada guru MIPA SMK Islam Al-Abhariyah tentang penulisan artikel ilmiah. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peserta telah memiliki kemampuan untuk memahami teknik penulisan artikel ilmiah, membedakan artikel ilmiah dengan karya ilmiah serta telah memiliki keinginan melakukan penelitian walaupun belum terealisasikan.Kata Kunci: Workshop, artikel ilmiah, guru MIPA
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG MP-ASI (MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU) DI DESA HENDROSARI MENGANTI GRESIK Yuanita Syaiful; Lilis Fatmawati; Siti Aminah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.906 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7846

Abstract

Increased Knowledge and Attitude of Mothers about Complementary Food for Mother's Milk in Hendrosari Village, Menganti GresikAbstract. ASI complementary foods (MP-ASI) are foods or drinks that contain nutrients, given to infants and children to meet their nutritional needs. MP-ASI is given together with ASI from the age of 6 months to 24 months. As the baby gets older, after the baby is 6 months old, it starts to be introduced with complementary foods to meet its nutritional needs. Too early to give MP-ASI will cause the fulfillment of the baby's milk needs is reduced. MP-ASI less than 6 months of age can increase the risk of diarrhea, dehydration, decreased milk production and allergies. Providing education in the form of health education about the provision of MP-ASI for infants aged 0-6 months is an educational strategy for mothers to apply the knowledge they have acquired and change the wrong attitude independently. The purpose of this activity is to increase knowledge and attitudes about MP-ASI for mothers in the village of Hendrosari Menganti Gresik. The activity was carried out in full involvement of the mother in accordance with the target, starting from educational activities namely health counseling about MP-ASI to mothers who gave MP-ASI to infants younger than 6 months, demonstrating the preparation of MP-ASI with correct consistency and small group discussions. The results of this activity showed an increase in knowledge and attitudes towards mothers about MP-ASI with established indicators of success.Keywords: Health education, knowledge, attitude, MP-ASI.Abstrak. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi, diberikan pada bayi dan anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI diberikan bersamaan dengan ASI mulai usia 6 bulan hingga 24 bulan. Seiring bertambahnya usia bayi, setelah bayi berusia 6 bulan, mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Terlalu dini memberikan MP-ASI akan menyebabkan pemenuhan kebutuhan ASI bayi berkurang. MP-ASI kurang dari usia 6 bulan dapat menimbulakn risiko diare, dehidrasi, produksi ASI menurun dan alergi. Pemberian edukasi dalam bentuk pendidikan kesehatan tentang pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan merupakan strategi pendidikan kepada para ibu untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah didapat dan merubah sikap yang salah secara mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang MP-ASI pada ibu di  Desa Hendrosari Menganti Gresik. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan secara penuh ibu sesuai sasaran, mulai dari kegiatan edukasi yakni penyuluhan kesehatan tentang MP-ASI pada ibu yang memberikan MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan, peragaan penyiapan MP-ASI dengan konsistensi yang benar dan small group discussion. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap pada ibu tentang MP-ASI dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan.Kata kunci : Pendidikan kesehatan, pengetahuan, sikap, MP-ASI.
POTOMETRIUM (POT TANAMAN GEOMETRIS DAN TERARIUM) SERTA PEMASARAN DIGITAL BAGI KELOMPOK PENJUAL TANAMAN HIAS DI KELURAHAN MACCINI SOMBALA KOTA MAKASSAR Citra Amalia Amal; Andi Annisa Amalia; Sri Andayaningsih
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.641 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.7698

Abstract

POTOMETRIUM (Geometric and Terraium Pot Plants) and Digital Marketing for The Ornamental Plant Traders Group in Maccini Sombala Village, Makassar CityAbstract. The world of architecture is currently colored by the development of farming methods for urbanites in limited land by arranging plants into special containers of high artistic value such as terrariums and pots in the style of industrial geometry. Some of the problems faced by ornamental plant sellers are the high competition in selling similar types of potted plants because the types of pots sold are generally the same as those on the market, not yet skilled in assembling cactus and succulent plants into terrarium containers, and the sales system is still conventional in nature. To overcome these problems, community service was carried out in the form of developing productive partners with the theme POTOMETRIUM (Geometry and Terrarium Plant Pots). POTMETRIUM PPM activities consist of preparatory activities, identification and classification of ornamental plant sales groups, dissemination of POTOMETRIUM product knowledge and socialization of PKM implementation activities, implementation of geometric pot making workshops, implementation of technical terrarium arranging workshops, implementation of digital marketing technical workshops, making video tutorials POTOMETRIUM, publications implementation of activities, preparation of activity reports, and implementation of monitoring and evaluation of the results of PKM activities.Keywords: Geometric, terrarium, product, digital, ornamental plant.Abstrak. Dunia arsitektur saat ini diwarnai perkembangan metode bercocok tanam bagi kaum urban di lahan terbatas  dengan merangkai tanaman ke dalam wadah khusus yang bernilai seni tinggi diantaranya Terarium dan Pot bergaya industrial geometri. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok penjual tanaman hias yaitu tingginya persaingan penjualan jenis pot tanaman sejenis karena jenis pot yang dijual umumnya sama dengan yang ada di pasaran, belum terampil dalam merangkai tanaman kaktus dan sukulen ke dalam wadah terarium, dan sistem penjualan masih bersifat konvensional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan mitra produktif ber-tema POTOMETRIUM (Pot Tanaman Geometri dan Terarium). Kegiatan PPM POTOMETRIUM terdiri atas kegiatan persiapan, identifikasi dan klasifikasi kelompok penjual tanaman hias, sosialisasi pengetahuan produk POTOMETRIUM dan sosialisasi pelaksanaan kegiatan PKM, pelaksanaan workshop pembuatan pot geometris, pelaksanaan workshop teknis merangkai terarium, pelaksanaan workshop teknis pemasaran digital, pembuatan video tutorial POTOMETRIUM, publikasi pelaksanaan kegiatan, penyusunan laporan kegiatan, dan pelaksanaan monitoring serta evaluasi hasil kegiatan PKM.Kata Kunci: Geometris, terarium, produk, digital marketing, tanaman hias. 
PELATIHAN E-LEARNING UNTUK MENGINTEGRASIKAN TIK DALAM PEMBELAJARAN BAGI GURU-GURU SMA Ulfia Rahmi; Abna Hidayati; Azrul Azrul
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.38 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.6710

Abstract

The Training of E-Learning as ICT Integration in Instructional for Senior High School TeachersAbstract. Schools have supporting facilities for implementing e-learning such as computer laboratories, internet networks, wireless access points, and microtia routers. However, the teachers and the school are not ready from the side of human resources. In other words, the school needs training and workshops for teachers to optimize the use of ICT in learning. The purpose of this activity is to train SMA N 4 Kota Pariaman teachers to prepare e-learning to integrate ICT in the learning process. This activity involved all of the 4 SMA N Pariaman teachers in a number of stages, namely a) introduction to the concepts of e-learning and LMS, b) workshops managing LMS, and c) simulations of e-learning applications that had been prepared by each teacher. The results of this training activity are a) the teachers have been able to design learning materials and activities in e-learning and produce learning material packages, b) the teacher readiness in integrating ICT in learning is increasingly increasing, and c) the school readiness to create smart classes with the application of e-learning.Keywords: e-learning, integrate ICT, LMS, teachersAbstrak.Sekolah-sekolah telah memiliki fasilitas pendukung untuk pelaksanaan e-learning seperi laboratorium komputer, jaringan internet, wireless access point, dan microtic router. Namun guru dan pihak sekolah belum siap dari sisi sumberdaya manusia. Sederhananya, pihak sekolah membutuhkan pelatihan dan workshop bagi guru-guru untuk mengoptimalkan penggunaan TIK dalam pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah melatih guru-guru SMA N 4 Kota Pariaman untuk mempersiapkan e-learning dapat mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan seluruh guru SMA N 4 Kota Pariaman dengan tiga tahap, yaitu a) pengenalan konsep e-learning dan LMS, b) workshop mengelola LMS, dan c) simulasi aplikasi e-learning yang telah disiapkan untuk masing-masing guru. Hasil kegiatan pelatihan ini adalah a) guru telah mampu merancang materi dan aktifitas belajar di e-learning dan menghasilkan paket materi pembelajaran, b) kesiapan guru dalam mengintegrasikan TIK dalam pemebelajaran semangkin meningkat, dan c) kesiapan sekolah untuk menciptakan smart class dengan penerapan e-learning.Kata Kunci: e-learning, integrasi TIK, LMS, guru
UPAYA OPTIMALISASI PRAKTIK DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN HASIL PENJUALAN PRODUK WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN Inaya Sari Melati; Margunani Margunani; Saringatun Mudrikah; Lola Kurnia Pitaloka
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.776 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7685

Abstract

Optimization of Digital Marketing Practices to Improve Product Sales of Inamtes in the Productive PrisonAbstract. Productive prisons are prisons that are not only a place for guiding inmates (prisoners) in a conventional manner, but can also be a means to encourage the production of a good quality products, therefore productive activities in prisons can be a support for fostering prisoners. In productive prisons, inmates are taught to grow crops, raise livestock to gardening. Lapas Terbuka Kendal, one of productive prisons in Central Java, is currently only filled with 23 inmates who are fostered by the independence of various production activities, namely the agriculture, fisheries and animal husbandry sectors. The results of Lapas Terbuka Kendal production activities can be said to be quite good. Even marketing has been done well, one of them through the website. But unfortunately the existing marketing did not produce maximum results in sales. This is evaluated and resolved in the community service performed. The digital marketing training is a solution given. All officers were enthusiastic in actively participating during the training. By this training, it is expected they could maximize the digital marketing implementation to boost the sales.Keyword: Digital marketing, productive prison, prisoners, production activities, sales.Abstrak. Lembaga pemasyarakatan (Lapas) produktif merupakan Lapas yang tidak hanya menjadi tempat pembinaan narapidana (warga binaan) secara konvensional, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong dihasilkannya produk-produk berkualitas, oleh karenanya kegiatan produktif di lapas bisa menjadi penunjang bagi pembinaan terhadap warga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). WBP diajarkan bercocok tanam, beternak hingga berkebun di Lapas Terbuka. Lapas Terbuka Kendal, salah satu Lapas Produktif di Jawa Tengah, saat ini terisi sebanyak 23 warga binaan yang dibina kemandirian berbagai macam kegiatan produksi yaitu sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Hasil kegiatan menunjukkan produksi Lapas Terbuka Kendal dapat dikatakan cukup bagus. Bahkan pemasaran pun sudah dilakukan dengan baik, salah satunya melalui website. Namun sayangnya pemasaran yang ada ternyata tidak membuahkan hasil yang maksimal dalam penjualan. Hal tersebut yang dievaluasi dan dipecahkan pada pengabdian yang dilakukan. Pelatihan pemasaran digital menjadi solusi yang diberikan pada pengabdian ini. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, seluruh petugas Lapas antusias dalam mengikuti pelatihan. Kegiatan ini diharapkan mereka mampu memaksimalkan fungsi pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan.Kata Kunci: Digitalisasi, pemasaran, kegiatan produksi, peningkatan penjualan.
PELATIHAN CARA PEMBUATAN MAKANAN RINGAN RENDAH GULA BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS Fatma Zulaikha; Enok Sureskiarti; Nunung Herlina
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.622 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.5864

Abstract

Training Make Low Sugar Light Food for Diabetes Mellitus (DM) PatientsAbstract. Diabetes Mellitus (DM) is metabolic disorder, one of the symptoms in this condition is polyphagia (easily hungry). The condition of polyphagia in DM patients can be overcome by providing nutrients that contain low sugar levels so as not to trigger an increase in blood glucose levels in DM patients. Oatmeal crackers biscuit are biscuits made from oats. Quaker oats are nutrients derived from wheat, these nutrients can help treat the condition of type 2 diabetes and can be consumed at all ages. In addition, oats are easy to find. Community service is in the form of training in making biscuit crackers oatmeal chocochips which are processed biscuits with a composition of oats, sweeteners and chocochips. Biscuit is a processed food that is simple, easily made, not found on the market and is the right choice for people with diabetes mellitus. The purpose of this training is to increase cadre knowledge about DM and improve cadre skills in making biscuit crackers oatmeal chocochips. The training was carried out by involving 10 Nasyiatul aisyiyah cadres in Samarinda Ilir, conducted for 8 weeks. The training method was initiated by educating cadres on DM in the first week, followed by training in making biscuits in the second week. 3rd week to 8th week is assistance for cadres in making biscuits while evaluating cadres 'ability in making biscuits and evaluating participants' knowledge about DM. From the evaluation results, the majority of respondents had good knowledge about DM and were able to make biscuits appropriately.Keywords: Training, biscuit, crackers, DMAbstrak. Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik, salah satu gejala pada kondisi tersebut yaitu polifagia (mudah lapar). Kondisi polifagia pada penderita DM dapat diatasi dengan pemberian nutrisi yang mengandung kadar gula rendah sehingga tidak memicu kenaikan kadar glukosa darah pada penderita DM. Biscuit crackers oatmeal merupakan biscuit yang berbahan dasar oat. Quaker oats merupakan nutrisi yang berasal dari gandum, nutrisi ini dapat membantu mengobati kondisi diabetes tipe 2 serta dapat dikonsumsi segala usia. Selain itu, oat mudah ditemukan. Pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan pembuatan biscuit crackers oatmeal chocochips yang merupakan olahan biscuit dengan komposisi oat, pemanis dan chocochips. Biscuit ini merupakan makanan olahan yang sederhana, mudah dibuat, tidak ditemukan di pasaran dan merupakan pilihan tepat bagi penderita diabetes mellitus. Tujuan pelatihan ini yaitu meningkatkan pengetahuan kader mengenai DM dan meningkatkan ketrampilan kader dalam membuat biscuit crackers oatmeal chocochips.  Pelatihan dilakukan dengan melibatkan 10 kader Nasyiatul aisyiyah Samarinda Ilir, dilakukan selama 8 minggu. Metode pelatihan diawali dengan mengedukasi kader mengenai DM pada minggu pertama, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan biscuit pada minggu kedua. Minggu ke-3 hingga minggu ke-8 merupakan pendampingan bagi kader dalam pembuatan biscuit sekaligus mengevaluasi kemampuan kader dalam pembuatan biscuit serta mengevaluasi pengetahuan peserta mengenai DM. Dari hasil evaluasi didapatkan mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai DM dan mampu membuat biscuit secara tepat.Kata Kunci: Pelatihan, biskuit, crackers, DM
APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK UMKM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI PAKAN CACING Aviv Yuniar Rahman; Feddy Wanditya Setiawan; April Lia Hananto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.311 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7340

Abstract

Appropriate Technology Application for MSME Organic Waste Processing as Worm Feed Abstract. Waste is a problem that has not been resolved, therefore to reduce the adverse effects caused by waste, it is necessary to innovate waste management in order to have economic value. With this innovation in managing waste, the community can reduce the level of waste accumulation and reduce air pollution, especially for processing organic waste. CV. Rumah Alama Jaya (RAJ) Organics is a partner in this program because it produces worm feed using raw materials for organic waste. However, there are obstacles in the field of production that is a tool for making feed ingredients in worms that are still done in the traditional way and require a long time. The solution offered is to make an organic waste blender machine that can chop organic waste such as leaves and twigs to be used as worm feed. The methods used in making this waste treatment machine are location survey, group discussion, literature study, tool making, tool experimentation, and results evaluation. The results of the organic waste blender produce small particles of waste so it is faster to be processed to the next stage. With the help of this organic waste processing machine, the waste that has been chopped, fermented, and treated with this machine is capable of wasting the waste in 2 days. So, the production process becomes efficient because the process of eating worms is not too long and the process of accumulating waste is minimal.Keywords: Blender machine, organic waste processing, worm feed.Abstrak. Sampah menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak buruk yang diakibatkan oleh sampah, maka diperlukan inovasi pengolahan sampah agar mempunyai nilai ekonomi.  Dengan adanya inovasi mengelola sampah ini masyarakat dapat mengurangi tingkat penumpukan sampah dan mengurangi polusi udara, khususnya untuk mengolah sampah organik. CV. Rumah Alam Jaya (RAJ) Organik menjadi mitra dalam program ini karena memproduksi pakan cacing menggunakan bahan baku sampah organik. Namun, terdapat kendala pada bidang produksi yaitu alat cara pembuatan bahan pakan pada cacing yang masih dilakukan dengan cara tradisional dan membutuh-kan waktu lama. Solusi yang ditawarkan yaitu membuat mesin blender sampah organik yang dapat mencacah sampah organik seperti daun dan ranting untuk dimanfaatkan sebagai pakan cacing. Metode yang dilaksanakan dalam pembuatan mesin pengolahan sampah ini yaitu survey lokasi, diskusi kelompok, studi literatur, pembuatan alat, percobaan alat, dan evaluasi hasil. Blender sampah organik mampu menghasilkan partikel-partikel kecil sampah sehingga lebih cepat diolah ketahap selanjutnya. Dengan bantuan mesin pengolahan sampah organik ini sampah yang sudah di cacah, difermentasi, dan diolah dengan mesin ini cacing mampu menghabiskan limbah tersebut dalam 2 hari sehingga proses produksi menjadi efisien karena proses makan cacing tidak terlalu lama dan proses penumpukan sampah semakin minimal. Kata Kunci: Mesin blender, pengolahan limbah organik, pakan cacing.
INTRODUKSI INDUKAN DAN ALIH TEKNOLOGI PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR (CERAX QUADRICARINATUS) PADA KELOMPOK MASYARAKAT DI KECAMATAN LADONGI KABUPATEN KONAWE TIMUR Yusnaini; Muhammad Ramli; Zainuddin Saenong; Indriyani Nur; Indrayani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.445 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i3.8742

Abstract

Broodstock Introduction and Technology Transfer of Crayfish (Cerax quadricarinatus) Hatchery in the Community Groups in Ladongi Subdistrict, East Konawe RegencyAbstract. Crayfish is an introduced species that has the potential to be developed.  However, Its development is hindered by the availability of the seeds. The aim of this activity was to transfer  crayfish hatchery technology into two community groups in Ladongi Subdistrict, East Konawe  Regency. These activities were conducted from 2017-2018. The forms of activities were hatchery extension/training, introduction of crayfish broodstocks, contruction of breeding ponds and hatcheries and evaluation of knowledge, skills, availability of production facilities and the ability of partners to produce caryfish seeds. The results showed that the knowledge level of participants based on indicators was 55-91%., from know nothing to know many things about crayfish.  The skill level of participants based on indicators was 64-100%, from unable to be able to seed crayfish. Both groups are able to manage resources and produce seeds, and as crayfish suppliers. In addition to seed production, the groups also produce crayfish for consumption and for broodstocks. Keywords: Crayfish, hatcheries, technology transfer, community groups.Abstrak. Lobster air tawar (LAT) merupakan spesies introduksi yang potensi dikembangkan, namun terkedala pada ketersediaan benih.Kegiatan ini bertujuan mentransfer teknologi pembenihan LAT kepada dua kelompok masyarakat di Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan direalisasikan tahun 2017-2018. Bentuk kegiatan yaitu  penyuluhan/pelatihan pembenihan, introduksi indukan LAT, konstruksi kolam indukan dan pembenihan. Evalusi tingkat pengetahuan, keterampilan, ketersediaan sarana produki dan kemampuan mitra memproduksi benih LAT. Hasil kegiatan menunjukan bahwa, tingkat serapan pengetahuan peserta berdasarkan indikator yaitu 55-91%, dari tidak tahu menjadi tahu tentang LAT. Tingkat keterampilan peserta berdasarkan indikator 64-100 %, dari tidak bisa menjadi bisa membenihkan LAT. Kedua kelompok mampu mengelola sumberdaya dan memproduksi benih, sebagai penyuplaiLAT. Selain bentuk benih kelompok memproduksi LAT ukuran konsumsi dan indukan bertelur.Kata Kunci: Lobster air tawar, pembenihan, alih teknologi, kelompok masyarakat
PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA UMKM INTIP DI DESA NYATNYONO UNGARAN SEMARANG Margunani; Inaya Sari Melati; Ahmad Sehabuddin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.271 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i3.7762

Abstract

Simple Financial Records Training in Intip UMKM Nyatnyono Village Ungaran SemarangAbstract. A micro enterprises named “Intip Pak Harto” has a central role in developing and establishing economy welfare in Nyatnyono Village, District Ungaran, Semarang. This training aims to create the soft skills for Intip craftsmen in terms of recording their financial transaction in a simple way. This training has a positive impact for craftsmen as it increases their understanding about how to develop a better financial recording in order to manage their business financial become more effective. This training techniques including a campaign and a simulation. The results of this program is Intip craftsmen has a better skills in doing a simple financial records.Keywords: Training, simple financial records, intip UMKM Abstrak. Usaha Mikro “Intip Pak Harto” memegang peranan penting di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran, Semarang. Tujuan pelatihan ini yakni memberikan soft skill bagi pelaku UMKM Intip dalam hal pencatatan keuangan sederhana. Pelatihan ini memberikan dampak positif pada para pengrajin berupa meningkatnya pemahaman mereka tentang bagaimana seharusnya pencatatan keuangan dilakukan untuk pengelolaan keuangan usaha yang lebih efektif. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan teknik sosialisasi dan praktek. Hasil dari pelatihan ini yakni para pelaku usaha intip memiliki ketrampilan lebih baik dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana.    Kata Kunci: Pelatihan, pencatatan keuangan sederhana, UMKM intip.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO Ma'rufi Ma'rufi; Muhammad Ilyas; Aswar Anas; Reski Yusrini Islamiyah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.398 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7574

Abstract

Development of Entrepreneurship in Faculty of Teacher Training and Education Cokroaminoto PolopoAbstract. Entrepreneurship among students is important to be developed and fostered from the start by providing entrepreneurial provisions to students while struggling so that students can develop entrepreneurship so that they can become strong entrepreneurs and successfully compete in the world. Various ways to motivate students to be interested in entrepreneurship have been done, but not yet optimal because of coaching that has not been integrated and sustainable. This fact underlies the importance of science and technology-based entrepreneurship development programs at the Faculty of Teacher Training and Education, University of Cokroaminoto Palopo. Faculty of Teacher Training and Education Entrepreneur-ship Development Program FKIP abbreviated method is a multi-year entrepreneurship program at University of Cokfroaminoo Palopo since 2018. The method used is the development of entrepreneurship based on training, mentoring, internships, and business consulting. The implementation team conducted PPK socialization to students before selecting tenants. Coaching activities that have been carried out are entrepreneurship training, assistance in preparing business plans, product packaging, marketing management, technology-based financial management, internships, and business consulting. The results of the implementation of the PPK FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo have been carried out in accordance with the program and targets to be achieved. PPK FKIP is an entrepreneurial program with the dimension of innovation in business creation that synergizes the business world with the world of education using the Warung Pendidikan technique, abbreviated as Warpen. Over the past two years ten new entrepreneurs have been produced. The first year tenants are Accessories Warpen, Decoration Warpen, Tutoring Warpen, Data Analysis Warpen, and Design Warpen. Business fields in the second year, namely the Warpen Makeup, Miniature Warpen, Culinary Warpen, Gymnastics Warpen, and Translater Warpen.Keywords: Development, entreprenurship, warpen, college students, alumny.Abstrak. Kewirausahaan di kalangan mahasiswa penting untuk dikembangkan dan dibina sejak awal dengan memberi bekal kewirausahaan kepada mahasiswa sekaligus sebagai motivasi agar mahasiswa dapat mengembangkan kewirausahaan sehingga dapat menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Berbagai cara untuk memotivasi mahasiswa agar tertarik untuk berwirausaha telah dilakukan, namun hasilnya belum optimal karena pembinaan yang belum terintegrasi dan berkelanjutan. Fakta tersebut melatarbelakangi pentingnya program pengembangan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo. Program Pengembangan Kewirausahaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Metode disingkat PPK FKIP merupakan program kewirausahaan multi tahun di Universitas Cokfroaminoo Palopo sejak tahun 2018. Metode yang digunakan pengembangan kewirausahaan yaitu pelatihan, pendampingan, magang, dan konsultasi bisnis. Tim pelaksana melakukan sosialisasi PPK kepada mahasiswa sebelum dilaksanakan seleksi tenant. Kegiatan pembinaan yang telah dilakukan yaitu pelatihan kewirausahaan, pendampingnan penyusunan business plan, pengemasan produk, manajemen pemasaran, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, magang, dan konsultasi bisnis. Hasil pelaksanaan PPK FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo sudah terlaksana sesuai denganprogram dan target yang ingin dicapai. PPK FKIP merupakan program kewirausahaan berdimensi inovasi kreasi bisnis yang mengsinergikan dunia usaha dengan dunia pendidikan menggunakan teknik Warung Pendidikan disingkat Warpen. Selama dua tahun telah dihasilkan sepuluh wirausaha baru. Bidang usaha tenant tahun pertama yaitu Warpen Aksesoris, Warpen Dekorasi, Warpen Bimbingan Belajar, Warpen Analisis Data, dan Warpen Desain. Bidang usaha pada tahun kedua yaitu Warpen Tata Rias, Warpen Miniatur, Warpen Kuliner, Warpen Senam, dan Warpen Translater.Kata Kunci: Pengembangan, kewirausahaan, warpen,  mahasiswa, alumni.

Page 10 of 46 | Total Record : 451


Filter by Year

2017 2025