cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PENGENALAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME DI SDN 14 BONTO-BONTO KABUPATEN PANGKEP Intan Sari Areni; Indrabayu Amirullah; Zaenab Muslimin; Elyas Palantei; Ais Prayogi; Anugrayani Bustamin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2019
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.272 KB) | DOI: 10.20956/pa.v3i2.6551

Abstract

An Introduction of Game-Based Interactive Learning at SDN 14 Bonto-Bonto, Kabupaten PangkepAbstract. Community service was be carried out at SDN 14 Bonto-Bonto, Kab. Pangkep to provide new insights for students regarding learning methods and materials using interactive game as an educational medium for Natural Sciences subjects. This educational game is a type of Role Playing Game (RPG) that will encourage players actively digging up information to enrich knowledge while playing a game that has has complex storytelling elements and role-playing arts that making the player feels like being the character they play in the game. As a part of development in learning medium, this game is expected to add insights to teachers and students at SDN 14 Bonto-Bonto, Pangkep. In the learning process in schools, the material delivered by the teacher is limited, because students only memorize the names of elements in an inefficient manner or just memorize the sequence of elements from the periodic table. The purpose of this service is to socialize game-based interactive learning methods and conduct training related educational games about the Periodic System of Chemical Elements. In addition, this community service is also a venue for disseminating the results of research conducted by lecturers and students at the Hasanuddin University, Department of Electrical Engineering and Department of Informatics, Engineering Faculty UNHAS regarding the application of interactive learning media.Keywords: Interactive game, chemistry elements, role playing game, socialization, public serviceAbstrak. Pengabdian masyarakat yang akan dilakukan di SDN 14 Bonto-Bonto, Kab. Pangkep ini bertujuan untuk  memberikan wawasan baru bagi siswa terkait metode dan materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran game interaktif sebagai media edukasi untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Game edukasi ini merupakan jenis game RPG (Role Playing Game) yang akan yang akan membimbing pemain secara aktif menggali informasi untuk memperkaya pengetahuan saat bermain yang memiliki unsur-unsur penceritaan yang kompleks serta seni peran yang membuat seseorang merasa seperti menjadi tokoh yang diperankannya dalam game tersebut. Pada proses pembelajaran di sekolah-sekolah, materi yang disampaikan oleh pengajar menjadi terbatas, karena pelajar hanya menghafal nama-nama unsur dengan cara yang tidak efisien atau hanya sekedar menghafal urutan unsur dari tabel periodik. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan metode pembelajaran interaktif berbasis game dan melakukan pelatihan terkait Game edukasi Sistem Periodik Unsur. Game edukatif ini membantu menyampaikan informasi tentang unsur-unsur kimia dengan menggabungkan Objek 2D dan Game edukasi berbasis windows. Sebagai bagian dari pengembangan media pembelajaran, maka diharapkan dapat menambah wawasan bagi para guru dan murid di SDN 14 Bonto-Bonto, Kabupaten Pangkep. Selain itu, pengabdian masyarakat ini juga sebagai ajang sosialisasi hasil-hasil penelitian dosen dan mahasiswa pada Departemen Teknik Elektro dan Departemen Informatika, Fakultas Teknik UNHAS terkait aplikasi media pembelajaran interaktif.Kata Kunci: Game interaktif, senyawa kimia, role playing game, sosialisasi, pengabdian masyarakat
PENERAPAN METODE PERMAINAN ULAR TANGGA DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN HIV/AIDS DAN NARKOBA PADA REMAJA DI RUSUN TANAH TINGGI, JAKARTA Siska Evi Martina; Gerardina Sri Redjeni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2019
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.758 KB) | DOI: 10.20956/pa.v3i2.5932

Abstract

Application of Snakes and Ladders Game for Improving Knowledge HIV/AIDS and Drugs among Adolescents in Tanah Tinggi Resident, JakartaAbstract. Knowledge of HIV/AIDS and drugs had been lacking among adolescents and adolescents are particularly vulnerable to HIV infection and drugs. This community service program aimed to improve knowledge about HIV/AIDS and drugs among adolescents in Rusun Tanah Tinggi, Jakarta. The method of this community service was health promotion with education and entertainment method. The education and entertainment method was applied zig-zag design which is a comprehensive information about HIV/AIDS and drugs. The program has shown the health promotion with the zig-zag design was effective for adolescents and significantly improve the knowledge of adolescents in Rusun Tanah Tinggi, Jakarta. Therefore, this method could be a regular adolescents activity program to improve their knowledge about HIV/AIDS and drugs.Keywords: Zig-zag, HIV/AIDS, drugs, adolescentsAbstrak. Pemahaman tentang HIV/AIDS dan narkoba pada remaja masih sangat minim, sehingga remaja merupakan kelompok usia rentan terhadap perilaku menyimpang yang beresiko terinfeksi HIV dan terjerumus penyalahgunaan narkoba. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS dan narkoba pada remaja di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah promosi kesehatan dengan pendekatan edukasi dan permainan yang disusun dalam kegiatan permainan ular tangga. Permainan ular tangga berisi informasi yang komprehensif tentang HIV/AIDS dan narkoba. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa metode permainan ular tangga efektif dalam promosi kesehatan khususnya bagi remaja dan pengetahuan remaja di rusun Tanah Tinggi tentang HIV/AIDS dan narkoba sangat signifikan meningkat sebesar 94,8 %. Maka dari itu, kegiatan permainan ular tangga ini bisa menjadi program kegiatan berkala bagi remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentan HIV//AIDS dan narkoba.Kata kunci. Permainan ular tangga, HIV/AIDS, narkoba, remaja
PEMBELAJARAN ANAK SEKOLAH DASAR BERBASIS LINGKUNGAN SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN LAKKANG, KECAMATAN TALLO, KOTA MAKASSAR Dewi Yanuarita Satari; Dwi Fajriyati Inaku; Sharifuddin Bin Andy Omar; Suharto Suharto; Hadiratul Kudsiah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2019
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.522 KB) | DOI: 10.20956/pa.v3i2.5463

Abstract

Environment-Based Learning: a Strategy for Elementary Students Awareness and Concern on Mangrove Ecosystem at Lakkang, Tallo of MakassarAbstract. Mangrove ecosystem are one ecosystem that has important ecological and economic functions for the community. The area of mangrove in Lakkang Village, Makassar, is experiencing continuous degradation due to logging to be converted into ponds and residents area. Awareness to protect the environment as a place to live and a source of community life requires a process that must begin at a young age. Community Service Activities are carried out in the Lakkang Village for class IV and V elementary school students using active-demonstrative teaching methods with stages of activities including: conveying knowledge of the environment of mangrove ecosystems with reading and playing competitions with media images about various types of mangroves and their associated biota and demonstrations mangrove planting. The results of this activity indicate that early childhood in the Lakkang Village requires a form of learning local content about the introduction of the environment, especially mangrove ecosystems. This could be seen from the lack of students' knowledge about the role of mangrove ecosystems for the environment. However, students' interest and enthusiasm were very high in participating in this mangrove ecosystem introduction activity. In addition to delivering the material, mangrove planting activities were also carried out. The results of this activity showed that students were able to understand the mangrove planting procedures delivered by the implementation team. It also showed from the ability of students to plant their own mangroves. However, the results of monitoring showed that mangrove planted by students were not entirely able to survive due to environmental factors. Therefore it is necessary to anticipate steps for subsequent planting activities, namely the need to make a fence and barrier at the planting location to reduce the impact of fishing gear installation by fishermen and waves from ships passing around the planting area.Keywords: Class IV and V elementary school children, mangroves, mangrove planting, Lakkang VillageAbstrak. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang penting bagi masyarakat. Luasan mangrove di Kelurahan Lakkang, Makassar mengalami degradasi secara terus menerus karena kegiatan penebangan untuk dikonversi menjadi lahan tambak dan pemukiman. Kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai tempat bermukim dan sumber kehidupan masyarakat membutuhkan proses yang harus dimulai sejak usia muda. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Lakkang untuk siswa kelas IV dan V SD dengan  menggunakan metode pengajaran aktif-demonstratif dengan tahapan kegiatan meliputi: penyampaian pengetahuan lingkungan ekosistem mangrove dengan lomba membaca dan bermain dengan media gambar tentang ragam jenis mangrove dan biota asosiasinya serta demonstrasi penanaman mangrove. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak usia dini di Kelurahan Lakkang membutuhkan bentuk pembelajaran muatan local  mengenai pengenalan lingkungan khususnya  ekosistemmangrove. Hal ini terlihat dari kurangnya pengetahuan siswa tentang peran ekosistem mangrove bagi lingkungan, namun minat dan antusias siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan pengenalan ekosistem mangrove ini. Selain penyampaian materi, dilakukan juga kegiatan penanaman mangrove, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa mampu memahami prosedur penanaman mangrove yang disampaikan oleh tim pelaksana, hal ini terlihat dari kemampuan siswa dalam menanam anakan mangrovenya masing-masing. Namun, hasil monitoring menunjukkan bahwa anakan mangrove yang ditanam oleh siswa tidak seluruhnya dapat bertahan hidup dikarenakan oleh faktor lingkungan. Oleh karena itu perlu langkah antisipatif untuk kegiatan-kegiatan penanaman berikutnya, yaitu perlu dibuatkan pagar pembatas dan barrier di lokasi penanaman untuk mengurangi dampak dari pemasangan alat tangkap oleh nelayan maupun hempasan gelombang dari kapal yang melintas di sekitar area penanaman.Kata Kunci: Anak kelas IV dan V SD, mangrove, penanaman mangrove, Kelurahan Lakkang
PENGENALAN PENGGUNAAN BIOFILTER SEBAGAI UPAYA MENGATASI PENCEMARAN BAHAN ORGANIK DI PERAIRAN TAMBAK DI KELURAHAN LAKKANG, KOTA MAKASSAR Nita Rukminasari; Nadiarti Nurdin; Khusnul Yaqin; Moh. Tauhid Umar; Irmawati Irmawati; Dewi Yanuarita
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.25 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.6726

Abstract

Introducing Biofilter as a Technique for Solving a Problem of Organic Pollutan at Brachiswater Pond at Lakkang Village, MakassarAbstract: Fish/shrimp culture at pond is one of income source for coastal community. Water sources for brackhiswater pond come from river and estuary.  The quality of water source for this pond depend on the quality of river and estuary.  On the other side, people use river to through it their waste not only domestic waste but also industrial waste along the river, consequently the pollutant in the river is high. Brackishwater pond along Tallo river has a source of water from River and Tallo Estuary.  A high organic concentration in the Tallo River has a significantly effect to the production of shrimp/fish pond.  A low water quality due to high organic matter could decrease the production of pond and farmers could not be able to grow out fish/shrimp for all year due to in particular month was occurred an increasing significantly of organic pollutant in the river. Introducing biofilter method to farmers for increasing  pond water quality and reducing organic waste in the pond is very important, so farmer could apply this simple biofilter technique for solving a problem of a high organic matter in their pond.  Applying biofilter techinique could be expected increasing water quality in the pond, consequently it could increase shrimp/pond production of farmers.Keywords: Biofilter, organic pollutant, Shrimp/fish pond, Tallo River and Lakkang Village.Abstrak: Budidaya ikan/udang di tambak merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat pesisir.  Sumber air di tambak biasanya berasal dari sungai dan muara sungai.  Kualitas sumber air di tambak sangat tergantung kepada kualitas air sungai dan muara.  Di sisi lain, sungai merupakan tempat pembuangan limbah baik limbah domestic maupun limbah industry yang ada di sepanjang sungai sehingga kandungan limbah baik limbah organic maupun non organic cenderung sangat tinggi di perairan sungai. Pertambakan di sepanjang muara sungai Tallo, Kelurahan Lakkang sumber airnya berasal dari Sungai dan Muara Sungai Tallo.  Tingginya kandungan bahan organic di perairan Sungai Tallo sangat mempengaruhi produksi tambak masyarakat. Kondisi kualitas perairan yang rendah karena tingginya kandungan bahan organic menyebabkan semakin turunnya produksi tambak dan masyarakat tidak dapat membudidayakan ikan dan udangnya sepanjang tahun karena pada waktu-waktu tertentu terjadi peningkatan limbah bahan organic yang signifikan. Pengenalan metode biofilter untuk meningkatkan kualitas perairan tambak dan mengurangi limbah organic di tambak sangat penting untuk dilakukan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan teknologi sederhana biofilter untuk mengatasi masalah tingginya konsentrasi bahan organik di tambak.  Dengan penerapan teknologi biofilter ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas air tambak yang akan meningkatkan produksi budidaya udang/ikan.Kata kunci: Biofilter, pencemaran, bahan organic dan Kelurahan Lakkang. 
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN GULA MERAH TEBU DENGAN PEMANFAATAN EKSTRAK HERBAL DI DESA LATELLANG KABUPATEN BONE M. Yasser; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Marlia Rianti; Eko Budianto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.252 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.7083

Abstract

Product Development of Cane Brown Sugar Using Herbal Extract in The Latellang Village District of BoneAbstract. The production of cane brown sugar is decreasing due to the low price of brown sugar form cane in the market. The low selling price of cane sugar is due to the quality and distinctive aroma of cane sugar which is less attractive to consumers. The community partnership program aims to provide solutions to partners while educating partners and citizens, especially for partner, on the benefits of cane brown sugar consumption compared to other as a form of food security as a form of persuasive methods to partners and citizens before the training takes place. This program is carried out in the form of counseling, training and mentoring. The training carried out was the manufacture of liquid sugar and instant sugar as a form of differentiation from cane brown sugar which can be of high economic value compared to selling original. The results of this program show that partners have been able to make and produce liquid sugar and instant sugar. Liquid sugar products are packaged in 250 ml bottles, while instant sugars called recengan sugar packed in wrapping plastic weighing 25 g, then packaged again in the form of a pouch containing 6 instant sugars. The results of the assistance show that partners have been able to make and produce liquid sugar and instant sugar and begin to expand into granulated sugar products. This differentiation product can certainly improve the price (profitable). Partner problems for the typical aroma of sugar cane can also be overcome by adding herbal extracts in the form of ginger extract and pandan leaf extract, so that the distinctive aroma of sugar cane can be disguised.Keywords: sugar cane liquid sugar, disposable sugar, recengan sugar, sugar variations of sugar cane herbal extract.Abstrak. Produksi gula merah tebu semakin merosot diakibatkan rendahnya harga gula merah tebu dipasaran. Rendahnya harga jual gula merah tebu disebabkan oleh kualitas dan aroma khas tebu yang kurang diminati oleh konsumen. Program kemitraan masyarakat ini dilaksanakan bertujuan untuk memberi solusi kepada mitra sekaligus mengedukasi mitra dan warga khususnya kelompok usaha gula merah tebu akan manfaat konsumsi gula merah tebu dibandingkan gula merah lainnya sebagai bentuk dari keamanan pangan melalui penyuluhan sebagai bentuk metode persuasif kepada mitra dan warga sebelum pelatihan dilaksanakan. Program ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Pelatihan yang dilakukan adalah pembuatan gula cair dan gula sekali pakai sebagai bentuk diferensiasi dari gula merah tebu yang dapat bernilai ekonomis tinggi dibandingkan hanya menjual gula merah batok. Hasil dari program ini nampak bahwa mitra telah mampu membuat dan produksi gula cair dan gula sekali pakai. Produk gula cair dikemas dalam bentuk botol 250 ml, sedangkan gula sekali pakai dengan nama produk komersilnya adalah gula recengan dikemas dalam plastik wraping dengan berat 25 g, kemudian dikemas lagi dalam bentuk pouch yang berisi 6 buah gula sekali pakai. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa mitra telah mampu membuat dan produksi gula cair dan gula sekali pakai serta mulai merambah ke produk gula semut. Produk diferensiasi ini tentu dapat memperbaiki harga gula merah tebu. Permasalahan mitra akan aroma khas tebu dapat pula teratasi dengan penambahan ekstrak herbal berupa ekstrak jahe dan ekstrak daun pandan, sehingga aroma khas tebu dapat tersamarkan.Kata Kunci: gula cair tebu, gula sekali pakai, gula recengan, gula variasi tebu ekstrak herbal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN AKUNTANSI PADA GURU AKUNTANSI SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) BERBASIS INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD (IFRS) Alfriadi Dwi Atmoko
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.387 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7763

Abstract

Increased Accounting Knowledge in Accounting Teachers at SMK Negeri 1 Depok Sleman Based on IFRS-Based SAKAbstract This activity aims to socialize the IFRS curriculum to teachers at SMK N 1 Depok Sleman Yogyakarta in order to increase accounting knowledge based on IFRS-based SAK so that the quality of teaching of accounting teachers at the SMK can improve. Knowledge about IFRS is expected to be given to students so students can be better prepared to compete in the current industry. The implementation of IFRS in Indonesia has started to be implemented since 2012, but not a few vocational teachers in Indonesia understand and apply this curriculum to school lessons, resulting in a mismatch between the world of education and the industrial world. The method used in this service is to do a pre-test before the socialization and FGD of accounting teachers at SMK Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta. The pre-test results indicate that basic knowledge of IFRS-based accounting is still low at 34.8%. After pre-test the next program is IFRS-based accounting socialization and continued at the FGD session to discuss questions and material as teaching material in class. The results of the socialization and FGD can increase the knowledge of the teachers. Finally knowledge of the teachers recalled up to 276,7% so that the final result of the teacher's knowledge became 96,3%.Keywords: IFRS, vocational teacher, teaching quality, socialization.Abstrak. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kurikulum IFRS kepada guru di SMK Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta guna meningkatkan pengetahuan akuntansi berdasarkan SAK berbasis IFRS agar kualitas pengajaran guru akuntansi di SMK tersebut dapat meningkat. Pengetahuan tentang IFRS diharapkan dapat diberikan kepada para siswa agar para siswa dapat lebih siap dalam berkompetisi pada industri saat ini. Penerapan IFRS di Indonesia sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012, namun tidak sedikit guru SMK di Indonesia yang mengerti dan menerapkan kurikulum ini pada pelajaran sekolah sehingga terjadi ketidak kecocokan antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan pre-test sebelum dilakukan sosialisasi dan FGD terhadap guru-guru akuntansi pada SMK N 1 Depok Sleman Yogyakarta. Hasil pre-test menunjukkan pengetahuan dasar terhadap akuntansi berbasis IFRS masih rendah yaitu sebesar 34,8%. Setelah dilakukan pre-test program selanjutnya yaitu sosialisasi akuntansi berbasis IFRS dan dilanjutkan pada sesi FGD untuk membahas soal dan materi sebagai bahan ajar di kelas. Hasil dari sosialisasi dan FGD dapat meningkatkan pengetahuan para guru. Pengetahuan para guru meningat hingga 276,7% sehingga hasil akhir pengetahuan guru menjadi 96,3%.Kata Kunci: IFRS, guru SMK, kualitas pengajaran, sosialisasi.
PENDAMPINGAN SAINS TERAPAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU-GURU IPA DALAM PEMBELAJARAN PRAKARYA DI KABUPATEN SIJUNJUNG Renol Afrizon; Hidayati Hidayati; Relsas Yogica
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.01 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.7605

Abstract

Mentoring Activities of Applied Science to Improve the Competence of Natural Science Teachers in Prakarya Learning in Sijunjung RegencyAbstract. Junior high school natural science teachers in Sijunjung Regency are still not optimal in teaching of prakarya. This is due to the lack of application of natural science in prakarya learning. Prakarya subjects have four material aspects, namely: crafts, engineering, cultivation, and processing. The material aspect of crafts is more dominantly taught by science teachers in prakarya subjects even though this material aspect is more appropriate to be taught by arts / culture teachers. In addition, there are still very few natural science teachers who are able to compile prakarya student worksheets. The Community Partnership Program in the form of mentoring activities of applied natural science is very much needed by natural science teachers in learning prakarya. This activity aims to motivate and help natural science teachers to continue to improve their competencies, especially professional and pedagogical competencies. Community service activities in the form of mentoring activities use a method that consists of several stages. The initial stage is the orientation and discussion phase. The second stage is the preparation phase of the activity. The third stage is the mentoring stage 1 (in) with use the explanation, demonstration, and practice methods on mentoring activity. Data collection techniques with pre-test and post-test methods and analyzed using normalized gain. This activity has been carried out for 5 months from March to July 2019 at SMP Negeri 11 Sijunjung, Kamang Baru District, Sijunjung Regency, West Sumatra Province. The results of the activities showed that increasing the pedagogical competence of the Sijunjung district's natural science teachers in the prakarya learning was satisfactory. Meanwhile, increasing professional competence is quite satisfying. So, overall the improvement in the competence of Sijunjung district's natural science teachers in prakarya learning has been satisfactory.Keywords: Community service, applied natural science, prakarya, professional, pedagogicalAbstrak. Guru-guru IPA SMP di Kabupaten Sijunjung masih belum optimal dalam mengajarkan prakarya. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya penerapan IPA dalam pembelajaran prakarya. Mata pelajaran prakarya memiliki empat aspek materi yaitu: kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan. Aspek materi kerajinan lebih dominan diajarkan oleh guru IPA dalam mata pelajaran prakarya padahal aspek materi ini lebih tepat diajarkan oleh  guru seni budaya/keterampilan. Selain itu, masih sedikitnya guru IPA yang mampu menyusun bahan ajar prakarya. Program Kemitraan Masyarakat dalam bentuk pendampingan implementasi sains terapan sangat diperlukan guru IPA dalam pembelajaran prakarya. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi dan membantu guru-guru IPA untuk terus meningkatkan kompetensinya terutama kompetensi professional dan pedagogik. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk kegiatan pendampingan ini menggunakan metode yang terdiri dari beberapa tahapan. Tahap awal yang dilaksanakan adalah tahap orientasi dan diskusi. Tahap kedua berupa tahap persiapan kegiatan. Tahap ketiga adalah tahap pendampingan 1 (in) dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik pada kegiatan pendampingan. Teknik pengumpulan data dengan metode pre-test dan post-test dan dianalisis menggunakan gain ternormalisasi. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Maret sampai dengan Juli 2019 di SMP Negeri 11 Sijunjung Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru-guru IPA kabupaten Sijunjung dalam pembelajaran prakarya sudah memuaskan. Sedangkan, peningkatan kompetensi profesionalnya cukup memuaskan. Jadi, secara keseluruhan peningkatan kompetensi guru-guru IPA kabupaten Sijunjung dalam pembelajaran prakarya sudah memuaskan.Kata Kunci: Pengabdian, sains terapan, prakarya, profesional, pedagogik
PENGEMBANGAN TANAMAN HERBAL SEBAGAI DESTINASI WISATA DI DESA CATUR, KINTAMANI, BALI Dermawan Waruwu; Ni Made Diana Erfiani; I Putu Darmawijaya; Natalia Sri Endah Kurniawati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.687 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.7668

Abstract

Development of Herbal Plants as a Tourist Destination in Catur Village, Kintamani, BaliAbstract. The people of Catur Village are classified as less prosperous economically but have the potential for natural products and cultural uniqueness. Quite a lot of natural products in this area in the form of coffee, oranges, lemongrass, sweet potatoes, ginger, turmeric, and so on. These natural products are classified as herbs that are beneficial to health. Natural products and cultural uniqueness have not been developed into tourist attractions because people lack knowledge and skills. The Partner Village Development Program (PPDM) is a solution to the problems faced by the community. The PPDM implementation team provides training and assistance to the Women Farmers Group (KWT) and Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The purpose of implementing PPDM in Catur Village is that KWT and Pokdarwis have the knowledge and skills in developing their natural and cultural potential. This training and assistance resulted in three things: First, KWT and Pokdarwis members were able to cultivate herbal plants in their yard or garden; Second, KWT and Pokdarwis members are able to make coffee perfume and process coffee waste into cascara tea and coffee leaf tea; Third, KWT and Pokdarwis members are able to organize tourist attractions and make trekking paths in the tourist area. The development and promotion of this tourist village use technology and social media such as Facebook, Youtube, and other online media. Thus, the tourist area in Catur Village, Kintamani Bali becomes an educational and contemporary tourism destination based on herbs.Keywords: Herbal plants, herbal tourism, technology, Catur Village, Kintamani Bali.Abstrak: Masyarakat Desa Catur tergolong kurang sejahtera secara ekonomi, namun memiliki potensi hasil alam dan keunikan budaya. Hasil alam cukup banyak di daerah ini berupa kopi, jeruk, sereh, bunga gumitir, ubi, jahe, kunyit, dan sebagainya. Hasil alam ini tergolong sebagai tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Hasil alam maupun keunikan budaya belum dikembangkan menjadi objek wisata karena masyarakatnya kurang pengetahuan serta keterampilan. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Tim pelaksana PPDM memberikan pelatihan dan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Tujuan pelaksanaan PPDM di Desa Catur adalah agar KWT dan Pokdarwis memiliki pengetahuan  serta  keterampilan  dalam  mengembangkan  potensi alam maupun budayanya.Pelatihan dan pendampingan ini menghasilkan tiga hal: Pertama, anggota KWT dan Pokdarwis mampu membudidayakan tanaman herbal di halaman rumah atau kebunnya; Kedua, anggota KWT dan Pokdarwis mampu membuat parfum kopi serta mengolah limbah kopi menjadi teh cerry kopi (cascara tea) dan teh daun kopi; Ketiga, anggota KWT dan Pokdarwis mampu menata objek wisata serta membuat jalur trekking di kawasan wisata tersebut. Pengembangan maupun promosi desa wisata ini menggunakan teknologi serta media sosial seperti facebook, youtube, dan media online lainnya. Dengan demikian, kawasan wisata di Desa Catur menjadi destinasi wisata edukasi dan kekinian yang berbasis pada herbal.Kata Kunci: Tanaman herbal, wisata herbal, teknologi, Desa Catur, Bali.
APLIKASI E-KMS UNTUK PENDATAAN DAN REKAPITULASI TUMBUH KEMBANG BALITA DI POSYANDU MEKAR ARUM 18 Rohmat Tulloh; Dadan Nur Ramadan; Dendi Gusnadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.407 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7761

Abstract

E-KMS Application for Data Collection and Recapitulation of Toddler Growth in Posyandu Mekar Arum 18Abstract. Mekar Arum Posyandu 18, which located in Lengkong village, has a low to moderate participation rate of mothers and toddlers, ranging from 15% to 25%. Besides, the registration of growth and development of infants is done manually or handwritten by the cadre on a Kartu Menuju Sehat (KMS). KMS loss often occurs so that parents and Posyandu officials have difficulty finding a history of growth and development of infants. The purpose of this activity is to increase the number of toddlers who come to the Posyandu. Besides that, this activity intends to make it easier for parents of toddlers to get information about Posyandu activities schedules, data on children's growth and development, health information also Posyandu programs. While for Posyandu cadres, this activity can help to collect data and recapitulate the growth of children and also make it easier to reports to the village office or Puskesmas. This activity uses the technology implementation method through the creation of the Posyandu mobile application (mPosyandu). This application is an electronic KMS (e-KMS) based on Android. Electronic-based data collection methods are used as a basis for planning and implementing activities. From the measurement results, this community service activity can meet all the indicators of success. Those indicators are including, the number of mothers of toddlers who use the application reaches 90%, the number of toddlers who come to Posyandu has increased to 90%, all toddlers in Posyandu Mekar Arum 18 recorded digitally, the level of high satisfaction society and the level of suitability of activities that reach 100%.Keywords: Posyandu, e-KMS, toddler.Abstrak. Posyandu Mekar Arum 18 yang berlokasi di desa Lengkong memiliki tingkat partisipasi ibu dan balita yang terbilang rendah hingga sedang, berkisar antara 15 sampai dengan 25 persen. Selain itu pencatatan tumbuh kembang balita dilakukan secara manual atau ditulis tangan oleh kader pada selembar Kartu Menuju Sehat (KMS).  Kehilangan KMS sering terjadi sehingga para orang tua dan petugas posyandu kesulitan mencari riwayat tumbuh kembang balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan jumlah balita yang datang ke posyandu. Disamping itu kegiatan ini ditujukan untuk memudahkan orang tua balita untuk mendapatkan informasi tentang jadwal kegiatan posyandu, data tumbuh kembang anak dan informasi kesehatan serta program-program posyandu. Sedangkan bagi kader posyandu, kegiatan ini dapat membantu untuk pendataan dan rekapitulasi pertumbuhan balita dan juga dapat memudahkan dalam pelaporan ke kelurahan atau puskesmas. Kegiatan ini menggunakan metode penerapan teknologi melalui pembuatan aplikasi mobile Posyandu (mPosyandu). Aplikasi ini merupakan sebuah elektronik KMS (e-KMS) berbasis android. Metode pendataan berbasis elektronik digunakan sebagai landasan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Dari hasil pengukuran, kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memenuhi semua indikator keberhasilan diantaranya, jumlah ibu balita yang memakai aplikasi mencapai 90%, jumlah balita yang datang ke posyandu meningkat hingga 90%, semua balita di posyandu mekar arum 18 sudah terdata secara digital, tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi dan tingkat kesesuaian kegiatan yang mencapai 100%.Kata Kunci: Posyandu, e-KMS, Balita.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENANAMAN MANGROVE DI KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT, INDONESIA Laili Fitria; Yulisa Fitrianingsih; Jumiati Jumiati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.159 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7613

Abstract

Application of Mangrove Planting Technology in Kabupaten Mempawah, West Kalimantan, Indonesia  Abstract. In 11 years there has been a change in the mangrove ecosystem around 76,000 ha or 36% of its original area in West Kalimantan. Damage to the coastal area of Kabupaten Mempawah in Desa Sungai Kunyit due to abrasion. The impact felt by the surrounding community is the decline in fisheries production. However, in the last few years, it has been known that in Kabupaten Mempawah mangrove conservation has been carried out, especially in preventing abrasion on degraded land. However, most mangrove plantations fail to grow. The purpose of this writing is to explain the community-based mangrove conservation in Kabupaten Mempawah which has been done to overcome the failure of mangrove planting that has been done. The method in mangrove conservation is carried out with mangrove planting training, followed by preparation and search for mangrove seedlings, seeding mangrove seeds, planting mangrove seedlings by stake, conservation evaluation. As a result of this activity, mangrove plants are in the range of 60-70% which still survives. The proven stake can increase the chances of survival of mangrove seedlings planted on the coast. A management group for Mempawah mangrove ecosystem has also been formed. Conservation in mangrove ecosystem forests must involve many parties, communities, village governments, local governments, the private sector, community, youth organizations, and others. Conservation in Kabupaten Mempawah is carried out with an emphasis on empowering local communities, commonly known as the bottom-up approach.Keywords: Community, conservation, mangrove, Mempawah. Abstrak. Dalam 11 tahun telah terjadi perubahan ekosistem mangrove sekitar 76.000 hektare atau 36% dari wilayah aslinya di Kalimantan Barat. Kerusakan wilayah pesisir Kabupaten Mempawah di Sungai Kunyit dikarenakan abrasi. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat sekitar adalah menurunnya produksi perikanan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, diketahui bahwa di Kabupaten Mempawah telah melakukan konservasi mangrove, terutama dalam pencegahan abrasi pada lahan yang sudah kritis. Namun sebagian besar penanaman mangrove gagal tumbuh. Penulisan ini bertujuan untuk memaparkan konservasi mangrove berbasis masyarakat di Kabupaten Mempawah yang telah dilakukan untuk mengatasi kegagalan penanaman mangrove yang pernah dilakukan. Metode dalam konservasi mangrove ini dilakukan dengan pelatihan penanaman mangrove, dilanjutkan dengan persiapan dan pencarian bibit mangrove, penyemaian bibit mangrove, penanaman bibit mangrove dengan ajir, evaluasi konservasi. Hasil kegiatan ini, tanaman mangrove berada di kisaran 60-70% yang masih bertahan hidup. Terbukti ajir bisa menambah peluang hidup bibit mangrove yang ditanam di pesisir pantai. Juga telah terbentuk kelompok pengelola ekosistem mangrove Mempawah. Konservasi di hutan ekosistem mangrove harus melibatkan banyak pihak, masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, sektor swasta, organisasi masyarakat/masyarakat, organisasi pemuda, dan lainnya. Konservasi di Kabupaten Mempawah dilakukan dengan penekanan pada pemberdayaan masyarakat lokal yang umumnya dikenal sebagai pendekatan bottom-up.Kata Kunci: komunitas, konservasi, mangrove, Mempawah.

Page 8 of 46 | Total Record : 451


Filter by Year

2017 2025