cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
DUKNGAN SOSIAL UNTUK KEBERLANJUTAN BISNIS KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN Benedicta Evienia Prabawanti; Thia Margaretha Tarigan; Penny Handayani
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.42617

Abstract

Pemberdayaan menjadi strategi penting dalam meningkatkan peran perempuan dalam meningkatkan potensi diri agar lebih mampu mandiri dan berkarya. Keberlanjutan dalam kewirausahaan adalah keadaan atau kondisi suatu organisasi yang memiliki peluang untuk melestarikan, mengembangkan dan melindungi sumber dayanya serta memenuhi kebutuhan yang ada dalam organisasi (industri).Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui dukungan sosial yang diberikan kepada perempuan dalam menciptakan keberlanjutan bisnis.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden, mereka adalah perempuan pelaku usaha yang selanjutnya ditentukan dengan pendekatan simple random sampling. Instrumen yang disusun dalam kuesioner digunakan untuk mengambil data, dengan mengirmkan link gfrom kepada responden. Analisis data menggunakan aplikasi SMART PLS dengan membuat Analisa jalur dan mengujinya dengan bootstrapping untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dukungan sosial pada kewirausahaan perempuan dan keberlanjutan usaha.  Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa dukungan sosial memiliki pengaurh secara langsung kepada keberlanjutan kewirausahaan perempuan. Variabel dukungan sosial yang sangat dibutuhkan oleh perempuan sebagai pelaku usaha adalah variable penilaian positif, dimana ke empat indikator yang digunakan dalam penelitian ini semuanya dapat digunakan untuk melihat pengaruh dukungan sosial berupa penilaian positif pada perempuan pelaku kewirausahaan untuk membantu mereka menjaga keberlanjutan usaha yang sudah dijalankan. 
IMPLEMENTASI SDG'S-12 MELALUI PENGEMBANGAN KOMUNITAS DALAM PROGRAM CSR Bintang Masnola Capah; Hadiyanto Abdul Rachim; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.46502

Abstract

Meningkatnya konsumsi dan produksi manusia telah memberikan dampak negatif bagi kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mencapai pola konsumsi dan produksi berkelanjutan yang sejalan dengan SDGs-12. Program CSR dapat menjadi alternatif untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini karena adanya kaitan yang erat antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Perusahaan dapat menciptakan program pengembangan komunitas di bidang pengelolaan limbah organik dan anorganik. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan dan pengelolaan sampah, perusahaan dapat membantu menciptakan budaya keberlanjutan yang lebih luas. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data studi literatur. Penulis mencoba menganalisis penelitian kepustakaan sebelumnya yang berisi informasi dan data empiris tentang hubungan antara SDGs dan pengembangan komunitas dalam CSR, serta skenario yang dapat diterapkan oleh CSR perusahaan untuk pengelolaan limbah
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP BURNOUT PEKERJA SOSIAL PADA PELAYANAN ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL Andita Ratih; Binahayati Rusyidi; Sri Sulastri
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.45057

Abstract

Burnout menciptakan kondisi dilematik dalam dunia kerja global dan berdampak kepada siapa saja sebagai individu maupun profesional. Di dalam praktik pekerjaan sosial, seting yang paling rentan mengalami burnout adalah mereka yang bekerja di perlindungan anak. Selain itu, pekerja sosial yang bekerja di lembaga pemerintahan cenderung memiliki tingkat burnout yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja di lembaga swasta. Stabilitas dan kualitas pelayanan sosial pun berdampak negatif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi burnout adalah dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei daring melalui Google Form untuk pengambilan data instrumen Work-related version of the Burnout Assesment Tool (BAT-23) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Metode penarikan sampel menggunakan nonprobability sampling, tepatnya teknik purposive sampling. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 25. Pada penelitian ini diketahui bahwa responden menerima cukup dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun orang lain yang signifikan dan mengalami burnout dalam kategori sedang. Secara statistik dukungan sosial yang diterima, status pendidikan terakhir, masa kerja, dan jumlah hari kerja per minggu memiliki keeratan hubungan yang kuat dan signifikan berpengaruh simultan terhadap tingkat burnout pekerja sosial. Namun, tidak signifikan berpengaruh parsial terhadap tingkat burnout pekerja sosial. Asosiasi terbalik dari pengaruh dukungan sosial yang diterima terhadap burnout yang dialami menandakan jika semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang diterima, maka akan membuat tingkat burnout semakin rendah, dan sebaliknya. Hal serupa berlaku bagi status pendidikan terakhir dan jumlah hari kerja per minggu.
ACTIVE AGING DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANJUT USIA Wulan Dari; Maulana Irfan
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.46851

Abstract

Ageing Population atau penuaan penduduk merupakan fenomena global yang sedang terjadi. Meningkatnya populasi lansia di dunia terjadi dikarenakan semakin membaiknya faktor kesehatan, menurunnya angka kematian bayi, akses pendidikan yang mudah, hingga meningkatnya lowongan pekerjaan. Bersamaan dengan hal tersebut, kondisi tubuh lansia akan menurun secara alamiah, baik dari fisik dan psikisnya. Lansia termasuk kaum marginal dengan stigma mereka dianggap sebagai beban dan hanya bergantung kepada usia produktif. Untuk mengatasi hal tersebut, WHO mengeluarkan konsep Active Aging yang diharapkan dapat memaksimalkan potensi lansia. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Active Aging dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia. Pada penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari kajian ini menemukan: 3 pilar dalam Active Aging meliputi partisipasi, kesehatan, dan keamanan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Partisipasi dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi lansia untuk berpartisipasi aktif dalam sektor sosial, ekonomi, dan fisik. Kesehatan lansia yang baik ditandai dengan sehat secara fisik dan mental, juga dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Kesehatan lansia dapat dijaga dengan tetap memaksimalkan gaya hidup sehat, olahraga teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, dan menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok. Keamanan meliputi keamanan secara sosial, fisik, dan ekonomi. Keamanan yang rentan dialami oleh lansia adalah keamanan ekonomi, lansia yang tidak memiliki dukungan secara finansial memerlukan dukungan penuh dari pemerintah. Tercapainya kesejahteraan lansia juga akan meningkatkan kualitas hidup lansia. Diperlukannya peran maupun dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memaksimalkan Active Aging pada aspek partisipasi, kesehatan, dan keamanan.
Penerapan Perspektif Psikososial Pada Pekerja Sosial Sekolah Dalam Menangani Anak Korban Perang Emlla Catur Rianda; Annisa Ariro Dhinantia; Eva Nuriyah
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.40159

Abstract

Anak-anak yang berada pada lingkungan perang mengalami berbagai peristiwa traumatis, termasuk pemboman, penembakan, hingga kekerasan kekerasan seksual. Peristiwa tersebut tidak hanya merenggut hak-hak anak tetapi juga akan menciptakan risiko tinggi anak mengalami masalah kesehatan mental. Situasi ini membutuhkan intervensi psikososial sebagai upaya pemulihan kesejahteraan anak oleh pekerja sosial sekolah. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana pekerja sosial sekolah dalam menerapkan intervensi psikososial untuk membantu anak-anak korban perang. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan untuk mencari data dan fenomena faktual mengenai penerapan perspektif psikososial pada pekerja sosial sekolah dalam intervensi kepada anak korban perang. Hasil yang didapatkan yaitu, pekerja sosial sekolah dapat melakukan Intervensi psikososial berbasis sekolah dengan berbagai pelayanan, tahapan, dan tingkatan dengan tetap melakukan proses assessment, perencanaan intervensi, dan melakukan intervensi. Proses pemberian intervensi psikososial terhadap anak korban perang juga memberikan kesempatan pekerja sosial untuk bekerjasama dengan teman sebaya, orang tua, masyarakat, serta komunitas ataupun NGO.
PERUBAHAN MIND SET PETANI: REFLEKSI DAMPAK SOSIAL PROGRAM PENGEMBANGAN PERTANIAN SAYUR MAYUR PT GAG NIKEL Mustajir Mustajir; Dyta Mardyani; Santoso Tri Raharjo; Nurliana Cipta Apsari; Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.49190

Abstract

Social return on investment (SROI) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur dampak dari investasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan. Salah satu bentuk investasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan yaitu Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Penulisan artikel ini ditujukan untuk menggambarkan perubahan pola pikir anggota kelompok tani selaku kelompok penerima manfaat dari Program Pengembangan Pertanian Sayur Mayur sebagai refleksi dari hasil perhitungan SROI yang telah dilakukan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, FGD, studi literature dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Pengembangan Pertanian Sayur Mayur telah berhasil mengubah pola pikir anggota kelompok tani, yaitu berupa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani tentang penggunaan sistem pertanian bedengan, terbentuknya pola pikir untuk menjual hasil pertanian, timbulnya pemikiran untuk membuka usaha dari hasil penjualan sayur, timbulnya kemandirian dalam diri anggota kelompok tani untuk melakukan kegiatan pertanian secara mandiri, timbulnya pemikiran untuk menyekolahkan anak dari uang hasil penjualan sayur, dan terbentuknya pola pikir untuk menabungkan uang hasil penjualan sayur. Social return on investment (SROI) is one method that can be used to measure the impact of social investment made by companies. One form of social investment carried out by the company is the Community Development and Empowerment Program. The writing of this article is intended to describe the change in mindset of farmer group members as beneficiary groups of the Mayur Vegetable Agriculture Development Program as a reflection of the results of SROI calculations that have been carried out. The approach used in this study is a qualitative approach and data collection is carried out by means of in-depth interviews, FGDs, literature studies and literature studies. The results showed that the Vegetable Farming Development Program has succeeded in changing the mindset of farmer group members, namely in the form of increasing knowledge and skills of Farmer Group members about the use of the bed farming system, the formation of a mindset to sell agricultural products, the emergence of thoughts to open a business from the sale of vegetables, the emergence of independence in farmer group members to carry out agricultural activities independently, The thought of sending children to school from the money from selling vegetables, and the formation of a mindset to save money from selling vegetables.
PENGASUHAN POSITIF ORANGTUA DALAM MELINDUNGI HAK ANAK DENGAN DISABILITAS Yusuf Krisman Gea; Budi Muhammad Taftazani; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.46432

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan yang begitu dekat dan erat bagi individu-individu yang ada di dalamnya, terkhusus bagi anak. Bagi anak, keluarga merupakan tempat untuk dia mendapatkan perlindungan serta kasih sayang. Sehingga, tidak heran bahwa anak cenderung lebih percaya dan mengandalkan keluarganya dalam hal-hal yang terjadi di dalam hidupnya. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memberikan pengasuhan, didikan, serta perawatan kepada anak. Hal ini bertujuan agar anak dapat menerima kebutuhan-kebutuhan dan hak-hak mereka sebagai anak yang mampu membantu anak menjadi individu yang mandiri nantinya. Mereka yang disebut anak dengan disabilitas tidaklah sama dengan kebanyakan anak yang normal. Anak dengan disabilitas memiliki keterbatasan atau kekurangan baik dari segi fisik, mental, dan intelektual yang menghambat aktivitas kehidupan sehari-hari. Sehingga, pengasuhan positif orangtua terhadap anak dengan disabilitas sangat penting untuk menunjang tumbuh dan kembang anak. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengasuhan positif orangtua dalam melindungi hak anak dengan disabilitas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menggunakan pengumpulan sumber data sekunder. Hasil dalam penelitian ini adalah peran orangtua dalam melindungi hak-hak anak dengan disabilitas antara lain memberikan perlindungan khusus kepada anak, membangun kemandirian anak, memenuhi kebutuhan anak akan makanan yang bergizi dan sehat, memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman, mendidik, membimbing dan melatih anak, serta memberikan dukungan dan motivasi kepada anak. Peran orangtua yang dijalankan dengan baik membantu hak anak dengan disabilitas terpenuhi, pengasuhan yang diberikan orangtua memberikan pengaruh terhadap kepercayaan diri anak, serta orangtua mampu melindungi hak-hak anak mereka. 
FAKTOR RESILIENSI PADA JANDA LANSIA Ade Sudrajat; Muhammad Fedryansyah; Rudi Saprudin Darwis
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.41651

Abstract

Lanjut usia atau lansia janda merupakan kondisi manusia yang telah memiliki usia yang lanjut dan dapat dilihat dari segi fisik, segi emosi, segi intelektual dan batasan lama angka hidup individu menjalani kehidupan di dunia serta adanya perubahan status perkawinan dikarenakan kondisi ditinggal pasangan meninggal dan perceraian. Kondisi resiliensi janda lansia diakibatkan oleh banyak faktor yang mendukung terhadap proses penuaan yang dialaminya. Sehingga, pada penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan dan menggambarkan faktor-faktor resiliensi yang ada pada janda lanjut usia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif karena bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor apa saja yang mempengaruhi resiliensi janda lansia. Sedangkan teknik penelitian yang digunakan yaitu teknik penelitian studi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi literatur dan studi dokumentasi yang dihimpun melalui searching di google scholar dengan keyword “resiliensi janda” dari tahun 2013-2022 dengan bantuan aplikasi publish or perish 8. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga faktor yang berperan dan berpengaruh bagi kondisi ketahanan janda lanjut usia mencakup faktor individu, faktor keluarga dan faktor komunitas berupa dukungan sosial yang dapat dikatakan sebagai jaringan sosial atau relasi, karena dengan adanya hal tersebut janda lansia akan lebih dapat mengekspresikan dirinya untuk melakukan kegiatan perekonomian ataupun kegiatan lain dengan suasana hati yang lebih tegar dan tangguh.
DAMPAK PENGGUNAAN GAWAI (GADGET) TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI Nurliana Cipta Apsari; Lia Siti Nurfauziah; Dessy Hasanah Siti Asiah
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.40927

Abstract

Fenomena anak usia dini yang menggunakan gawai (gadget) sudah mulai banyak ditemui baik itu di perkotaan maupun di pedesaan. Hal tersebut saat ini sudah dianggap biasa karena orangtua yang memberikan gawai (gadget) secara langsung pada anak. Kemudian, anak tidak diberikan batasan waktu dalam bermain gawai (gadget) sehingga anak suka bermain gadget (gadget) dengan durasi yang cukup lama lebih dari satu jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari penggunaan gawai (gadget) terutama dalam hal perilaku sosial anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku sosial pada anak usia dini yang diakibatkan dari penggunaan gawai (gadget) dapat dilihat dari perilaku anak dalam kerjasama, menghargai, berbagi, serta membantu. Perilaku sosial anak usia dini menjadi berbeda saat berada di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah. Anak usia dini menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan hanya memikirkan diri sendiri. Sehingga, dalam bertemu dan bermain dengan teman sebaya anak menjadi kesulitan dalam bersosialisasi karena anak menjadi asyik sendiri. Hal itu disebabkan karena ketika di rumah anak terbiasa diberikan gawai (gadget) dan bermain gawai (gadget) sendiri tidak diajak berkomunikasi oleh orangtuanya. Selain itu, anak juga tidak pernah keluar rumah untuk bermain dengan teman sebayanya.
IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT PERTAMINA MELALUI PROGRAM PERTAMINA CERDAS Melanie Nurjani; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.46499

Abstract

ABSTRAKPendidikan di Indonesia masih belum merata dan masih banyak permasalahan yang terjadi, seperti sarana dan prasarana yang tidak memadai, mahalnya dana pendidikan, mutu pendidikan yang rendah, serta keterbatasan jumlah guru yang terampil. Bidang pendidikan merupakan salah satu aspek penting untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimana dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibutuhkan aktor lain selain pemerintah, salah satunya adalah perusahaan. PT Pertamina merupakan perusahaan BUMN yang memiliki kepedulian sosial dengan menyelenggarakan kegiatan CSR dalam kegiatan operasional perusahaannya. Pertamina menjalankan program-program CSR di berbagai bidang, seperti bidang kesehatan, lingkungan, ekonomi dan pendidikan. Program CSR di bidang pendidikan adalah Pertamina Cerdas yang didalamnya terdapat berbagai kegiatan yang diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan pendidikan. Artikel ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi CSR Pertamina pada program Pertamina Cerdas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur dan semua data yang dikumpulkan berasal dari jurnal, website resmi Pertamina dan sumber lainnya yang berkaitan. Adapun hasil dari penelitian program Pertamina Cerdas memiliki berbagai kegiatan yang di setiap kegiatannya memiliki sasaran dan tujuan yang berbeda namun tetap satu fokus yaitu mengembangkan potensi masyakat di bidang pendidikan. Kata Kunci : CSR, Pertamina, Pendidikan

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue