cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
ANALISIS RESOLUSI KONFLIK PADA FENOMENA KONFLIK OJEK ONLINE VS OJEK PANGKALAN DI WILAYAH JATINANGOR SUMEDANG Hanum, Fauziah; Adiansah, Wandi; Nulhaqim, Soni Akhmad
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.51973

Abstract

Konflik salah satunya terjadi dikarenakan oleh ketidaksamaan pandangan diantara kedua belah pihak serta adanya perebutan hak seperti yang terjadi dalam konflik antara ojek online dan ojek pangkalan yang merasa rezeki dari ojek pangkalan telah direbut oleh ojek online di wilayah Jatinangor, Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena konflik dan resolusi konflik antara ojek online dan ojek pangkalan yang terjadi di kawasan Jatinangor Sumedang dengan menggunakan alat bantu analisis konflik berupa penahapan konflik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh bersumber pada data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara ojol dan opang di wilayah Jatinangor ini terjadi dalam lima tahapan yaitu pra konflik, konfrontasi, krisis, akibat, dan pasca konflik. Dalam kasus ini juga ditemukan pra konflik dan konfrontasi lanjutan. Conflicts occur due to differences of opinion between the two parties and the struggle for rights such as that which occurred in the conflict between online motorcycle taxis and motorcycle taxis who felt that their livelihood from motorcycle taxis had been taken by online motorcycle taxis in the Jatinangor area, Sumedang. This study aims to analyze the phenomenon of conflict and conflict resolution between online motorcycle taxis and motorcycle taxis that occurred in the Jatinangor Sumedang area using conflict analysis tools in the form of conflict stages. The study used a descriptive method with a qualitative approach. The data obtained were sourced from primary data and secondary data. Data collection techniques were in the form of in-depth interviews and literature studies. Data analysis techniques used the stages of data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study showed that the conflict between motorcycle taxis and opang in the Jatinangor area occurred in five stages, namely pre-conflict, confrontation, crisis, consequences, and post-conflict.
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PENGAJAR SEKOLAH TANPA ATAP DI DESA CARINGIN, JATINANGOR Meidini, Bidi Ashri; Astuti, Sri Wahyuning
Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i2.47496

Abstract

Sekolah Tanpa Atap dibangun dengan harapan agar anak-anak di Desa Caringin dapat memeroleh pendidikan non formal yang tidak mereka dapatkan di sekolah, khususnya yang berkaitan dengan akhlak dan mental. Anak-anak yang tergabung dalam yayasan ini memiliki latar belakang, rentang usia, dan daya tangkap yang berbeda, beberapa di antaranya bahkan merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kondisi ini lantas membuat para pengajar harus memiliki metode khusus dalam menangani setiap anak.Salah satu cara untuk mengatasi problematika tersebut adalah melalui komunikasi interpersonal. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menjelaskan pola interaksi interpersonal di Sekolah Tanpa Atap Desa Caringin, Jatinangor, (2) menjelaskan penerapan pola komunikasi interpersonal berdasarkan nilai-nilai guna meraih tujuan pembinaan peserta didik di Sekolah Tanpa Atap Desa Caringin, Jatinangor.  Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, disertai wawancara terstruktur dengan pendiri yayasan, pengajar, serta peserta didik, observasi non partisipatif, dan dokumentasi kegiatan belajar. Berdasarkan penelitian, dapat diketahui bahwa pola komunikasi interpersonal yang dilakukan untuk pembinaan peserta didik di sekolah non formal ini berupa komunikasi satu arah, dua arah dan multi arah. Pola komunikasi yang diajarkanberdasarkan pada nilai-nilai pembinaan siswa, meliputi keimanan, budi pekerti, prestasi, demokrasi, kreativitas, kewirausahaan, kesehatan, sastra dan budaya, serta teknologi informasi – komunikasi. Sekolah Tanpa Atap was built with the hope that children in Caringin Village could receive non formal education which they didn’t get from formal school, especially which related to morals and mentality. Children in this foundation came with different background, age, and comprehension, even some of them are children with special needs. This situation pushes the teacher to plan an exceptional method to handle each student. One way to overcome this problem is through interpersonal communication. The purpose of this research is (1) to explain the pattern of interpersonal interaction at Sekolah Tanpa Atap in Caringin Village, (2) to explain the application of interpersonal communication patterns based on values in order to achieve the goal of fostering students at Sekolah Tanpa Atas in Caringin Village. The method used is qualitative descriptive, accompanied by interview, unsystematic observation and documentation. Based on the research, it can be seen that the pattern of interpersonal communication that dominates this school is one-way, two-way and multi-way communication. The communication patterns used to foster students are based on student development values, including faith, character, achievement, democracy, creativity, entrepreneurship, health, literature and culture, as well as Information and Communication Technology.
GANGGUAN DISMORFIK TUBUH PADA REMAJA PEREMPUAN Awalya, Keisya Putri; Taftazani, Budi Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.54558

Abstract

Remaja perempuan, terutama di masa pubertas, rentan terhadap kecemasan terkait penampilannya karena tekanan sosial dan standar kecantikan yang tidak realistis yang diperkuat oleh media. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur untuk mengumpulkan data terkait gangguan dismorfik tubuh, termasuk faktor risiko, pendekatan terapi yang telah berhasil, dan upaya pencegahan yang diusulkan. Gejala dismorfik tubuh mencakup tindakan verifikasi fisik berulang dan menghindari interaksi sosial. Gangguan ini dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri, mengganggu perkembangan, sehingga secara keseluruhan dapat menurunkan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan dismorfik tubuh pada remaja perempuan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan fisik signifikan selama remaja. Mereka juga rentan berperilaku destruktif, seperti menggunakan obat-obatan atau alkohol, sebagai cara mengatasi stres dan ketidakpuasan. Gangguan ini dapat ditangani dengan terapi non-farmakologis, terutama Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini dapat dilengkapi dengan terapi farmakologis untuk mengurangi gejala gangguan dan mencegah komplikasi. Penyuluhan dan pendidikan tentang citra tubuh yang realistis serta kesehatan mental diperlukan di sekolah, termasuk melalui kampanye di media sosial. Kelompok dukungan sebaya, orang tua, dan pengajar dapat menjadi sumber dukungan penting dalam mencegah dan mengatasi gangguan ini.   Adolescent girls, especially during puberty, are vulnerable to anxiety related to their appearance due to social pressure and unrealistic beauty standards reinforced by the media. This study employs a literature review approach to gather data related to body dysmorphic disorder, including risk factors, successful therapeutic approaches, and proposed prevention efforts. Symptoms of body dysmorphic disorder include repetitive physical verification actions and avoidance of social interactions. This disorder can lead to depression, anxiety, and low self-esteem, impeding development and overall reducing the quality of life. The study's findings indicate that body dysmorphic disorder in adolescent girls is influenced by several factors, including significant physical changes during adolescence. They are also prone to destructive behaviors, such as using drugs or alcohol, as a way to cope with stress and dissatisfaction. This disorder can be treated with non-pharmacological therapy, particularly Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). This therapy can be supplemented with pharmacological treatment to reduce BDD symptoms and prevent complications. Counseling and education about realistic body image and mental health are needed in schools, including through social media campaigns. Peer support groups, parents, and educators can be important sources of support in preventing and addressing this disorder.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PENERIMA MANFAAT DI SENTRA MULYA JAYA Hamdy, M. Kholis; Khairiyah, Nunung; Amaliyah, Ghina; Arcadia, Ratu Fazrha Bunga; Amani, Zata; Teliana, Nala; Rufaida, Anna
Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i2.47861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pekerja sosial di Sentra Mulya Jaya Jakarta dalam meningkatkan self esteem yang rendah pada penerima manfaatnya. Self esteem merupakan salah satu faktor utama dalam pola pikir seseorang. Terlebih pada orang-orang yang berada di suatu sentra rehabilitasi. Mereka akan berpikir bahwa dirinya tidak lagi memiliki nilai di dalam suatu masyarakat karena perbuatan yang pernah dilakukannya. Seperti pada wanita rentan sosial ekonomi, anak yang berhadapan dengan hukum, disabilitas, lansia, dan lain sebagainya yang selalu berpikir bahwa dirinya sulit diterima masyarakat sekitarnya, sulit menerima kesalahan dirinya yang menyebabkan kecemasan. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan analisa datanya menggunakan metode deskriptif dengan informan peksos dan observasi terhadap penerima manfaat di Sentra Mulya Jaya Jakarta.  Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pekerja sosial dalam meningkatkan self esteem yang rendah pada penerima manfaat di Sentra Mulya Jaya Jakarta yaitu sebagai motivator, broker, fasilitator, dan caregiver. Tahapan-tahapan yang dilakukan pekerja sosial dalam meningkatkan self esteem juga sesuai dengan teori pekerjaan sosial yaitu pada tahap intervensi dengan menggunakan metode case work dan group work. Metode case work yang digunakan seperti bimbingan individu dan metode group work yang digunakan seperti permainan dinamika kelompok. Dalam meningkatkan self esteem yang rendah pada penerima manfaat di Sentra Mulya Jaya Jakarta, pekerja sosial juga tidak sungkan untuk memberikan masukan, saran, dan motivasi ketika penerima manfaat sedang mengikuti kegiatan vokasional. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, maka penerima manfaat akan berinteraksi dan berdinamika dengan teman-temannya yang lain. This study aims to determine the role of social workers at Sentra Mulya Jaya Jakarta in increasing low self-esteem on beneficiary usefulness. Self esteem is one of the main factors in one's mindset.  Especially for people who are in a rehabilitation center.  They will think that they no longer have value in a society because of the actions they have done.  For example, women who are socioeconomically vulnerable, children who are in conflict with the law, harassment, the elderly, and so on, who always think that they are difficult to accept in their surroundings, find it difficult to accept their own mistakes that cause anxiety. The research method used is a qualitative approach with data analysis using descriptive methods with social workers informants and observations of the benefits of receivers at Sentra Mulya Jaya Jakarta.  Data collection techniques using interviews, observation, and documentation.  The results of this study indicate that the role of social workers in increasing low self-esteem among beneficiaries at Sentra Mulya Jaya Jakarta is as a motivator, broker, facilitator, and caregiver.  The stages carried out by social workers in increasing self-esteem are also in accordance with social work theory, namely at the intervention stage using case work and group work methods.  The case work method used is like individual guidance and the group work method used is like group dynamics games.  In raising low self-esteem for beneficiaries at Sentra Mulya Jaya Jakarta, social workers also don't hesitate to provide input, suggestions, and motivation when beneficiaries are participating in vocational activities.  By participating in these activities, beneficiaries will interact and have dynamics with their other friends.
FAMILY SUPPORT GROUP SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN KELUARGA BAGI PENYALAHGUNA NARKOBA Ramadhan, Dhiya Nabilah; Taftazani, Budi Muhammad; Apsari, Nurliana Cipta
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.52462

Abstract

Kecanduan narkoba yang dialami oleh anggota keluarga berdampak signifikan terhadap fungsi dan peran keluarga. Kurangnya pemahaman keluarga seringkali menghambat pemulihan bagi penyalahguna narkoba sehingga memicu tindakan yang kurang mendukung. Masalah yang dialami akan berdampak pada aspek-aspek kehidupan di dalam keluarga, tidak hanya bagi penyalahguna namun juga pada anggota keluarga yang lain. Family support group dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi kondisi stress yang disebabkan oleh permasalahan penyalahgunaan narkoba yang menimpa anggota keluarganya. Penggunaan family support group melibatkan keluarga dalam proses pemulihan penyalahguna narkoba yang secara langsung berperan untuk memberikan dukungan emosional, instrumental, saran, dan penghargaan kepada penyalahguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran keluarga dalam mendukung penyalahguna narkoba melalui kegiatan family support group serta memahami bentuk dukungan yang efektif dalam memfasilitasi proses pemulihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber literatur mengenai bentuk dukungan keluarga bagi penyalahguna narkoba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran penting dan perlu berkomitmen dalam memberikan dukungan selama proses rehabilitasi dan pasca rehabilitasi untuk membantu penyalahguna narkoba kembali ke masyarakat. Dengan memahami peran keluarga dalam proses pemulihan, penelitian ini menekankan pentingnya family support group sebagai bentuk dukungan keluarga dalam mengatasi masalah akibat penyalahgunaan narkoba. Drug addiction experienced by family members significantly impacts the function and roles within the family. The lack of understanding among family members often hinders the recovery of drug abusers, leading to unsupportive actions. This issue affects various aspects of family life, not only for the drug abuser but also for other family members. Family support groups can be an alternative solution to address the stress caused by the problem of drug abuse affecting family members. The use of family support groups involves the family in the recovery process of drug abusers, directly providing emotional, instrumental, advisory, and appreciative support to the abuser. This study aims to identify and analyze the role of the family in supporting drug abusers through family support group activities and to understand the effective forms of support in facilitating the recovery process. The research employs a qualitative approach, gathering data from literature sources on the types of family support for drug abusers. The findings show that the family plays a crucial role and needs to be committed to providing support during and after rehabilitation to help drug abusers reintegrate into society. By understanding the family's role in the recovery process, this study emphasizes the importance of family support groups as a form of family support in addressing the issues caused by drug abuse.
STRATEGI KOMUNIKASI PENDAMPING SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM PELAKSANAAN PERTEMUAN PENINGKATAN KAPASITAS KELUARGA (P2K2) DI KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG Praratya, Atalia; Nulhaqim, Soni Akhmad; Margana, Borromeus Brave Grady; Adiansah, Wandi
Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i2.49895

Abstract

Kemiskinan menjadi masalah sosial yang terus berkembang di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan yang dianggap telah berhasil menurunkan angka kemiskanan. Dalam proses bisnis PKH terdapat kegiatan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2). Keberhasilan P2K2 salah satunya dipengaruhi oleh strategi komunikasi dari para pendamping sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi dari para pendamping sosial PKH dalam P2K2. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa pendekatan kualitatif, metode deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Informan ditentukan berdasarkan strategi purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipatif, wawancara mendalam, FGD dan studi dokumentasi. Teknik analisis data akan dilakukan melalui tiga tahapan utama yaitu tahap reduksi data, tahap display data, dan tahap kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan dalam P2K2 di Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang dilakukan melalui lima aspek utama yang terdiri dari dari komunikator, pesan yang disampaikan, saluran yang digunakan, komunikan, dan pengaruh (efek) yang diharapkan.
OPPORTUNITIES AND CHALLENGES DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA PUJON KIDUL BERBASIS SUSTAINABLE TOURISM Wulandari, Arinda Putri; Damayanty, Siska; Aisyah, Siti Nur; Humaedi, Sahadi
Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i2.52026

Abstract

Desa Pujon Kidul termasuk  salah satu dari sekian banyaknya desa wisata yang ada di indonesia. Pujon Kidul adalah salah satu desa yang menarik karena segala aset dan potensinya, termasuk kebudayaan dan keindahan alamnya. Sustainable tourism menggambarkan keadaan dimana pariwisata berkembang sangat pesat dari segala aspek dan dapat memberikan peluang besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan peluang dan tantangan wisata Desa Pujon Kidul serta strategi pengembangannya menjadi destinasi wisata berbasis desa. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dari beberapa artikel, jurnal, buku, serta rujukan lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desa wisata Pujon Kidul memiliki peluang untuk berkembang menjadi tempat wisata edukasi, agrowisata, dan kesenian atau budaya. Peluang tersebut dapat menimbulkan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, peningkatan partisipasi komunitas dalam pengambilan keputusan, serta konservasi lingkungan di Desa Pujon Kidul. Peningkatan kesadaran masyarakat, bencana dan gangguan alam, kurangnya sarana dan prasarana, dan persaingan dengan desa wisata lainnya menjadi tantangan untuk pengembangan Desa Pujon Kidul. Meningkatkan kualitas SDM, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, mempertahankan kualitas alam dan memberikan pelayanan terbaik, serta memperbaiki sistem manajemen dapat dilakukan dengan bekerja sama antar stakeholder terkait.
PELAYANAN KESEJAHTERAAN BERBASIS FAITH-BASED ORGANIZATION: PELUANG DAN TANTANGAN BAGI PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL Santoso, Meilanny Budiarti; Rachim, Hadiyanto Abdul; Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i2.59283

Abstract

Penelitian dengan mengusung topik pelayanan kesejahteraan berbasis faith-based organization sebagai peluang dan tantangan bagi praktik pekerjaan sosial telah memiliki jejak historis yang cukup panjang sekaligus menunjukkan dinamika kontributif serta determinan tersendiri dalam memberikan alternatif layanan kesejahteraan sosial bagi para penerima manfaat, yang faktanya tidak seluruhnya dapat dijangkau dan dipenuhi oleh organisasi-organisasi resmi pemberi pelayanan kesejahteraan sosial yang dikelola oleh pemerintah. Kajian ini melihat karakteristik layanan kesejahteraan sosial berbasis faith-based organization, pemangku kepentingan dalam faith-based organization, dan pekerjaan sosial dalam bidang faith-based organization dalam menjawab peluang dan tantangan global yang bersifat inklusif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan merujuk kepada berbagai sumber referensi seperti buku ataupun e-book, artikel, dan berbagai dokumen yang relevan dengan topik penelitian untuk melihat diskursus faith-based organization pada layanan kesejahteraan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik faith-based organization ditunjukkan dalam bentuk branding organisasi, struktur organisasi, tujuan, dan penyedia layanan melalui skema pasif-aktif dan persuasif-eksklusif; faith-based organization menjadi model dalam menjalankan layanan kesejahteraan sosial yang inklusif dalam upaya menghindari dikotomi layanan kesejahteraan sosial antara organisasi sekuler vis a vis organisasi keagamaan; dalam pengelolaan dan menjalankan aktivitas organisasinya para pemangku kepentingan faith-based organization dapat sejalan dengan nilai-nilai dan kode etik perofesi pekerjaan sosial profesional.
UPAYA LEMBAGA PELAYANAN SOSIAL DALAM MENGHAPUS STIGMA TERHADAP ODHIV/ODHA: STUDI KASUS DI RUMAH CEMARA Faijah, Anisa Safaátul; Sulastri, Sri
Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i2.46248

Abstract

Stigma merupakan atribut yang diberikan oleh lingkungan sosial terhadap individu yang belum tentu kebenarannya. Stigma memiliki konotasi yang negatif dan memiliki dampak yang luar biasa merugikan bagi mereka kelompok yang terstigma. Pada orang dengan HIV/AIDS, stigma seperti pembawa penyakit, orang yang terkutuk, pelaku seks bebas, dan pengguna narkoba membuat mereka sering kali mendapatkan diskriminasi di lingkungan masyarakat. Maka dari itu, upaya untuk menghilangkan stigma menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini melihat bagaimana upaya-upaya menghilangkan stigma dilakukan oleh Rumah Cemara selaku Lembaga pelayanan sosial yang bergerak di bidang HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara kepada manager program, staff program, dan koordinator lapangan,  Rumah Cemara serta masyarakat umum sebagai target sasaran dari upaya yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyebaran informasi mengenai HIV/AIDS dalam rangka menghilangkan stigma terhadap ODHIV/ODHA di Rumah Cemara dilakukan dengan berbagai cara meliputi; kasus per kasus; melalui olahraga; melalui foodcourt; melalui media sosial; dan melalui advokasi. Upaya yang dilakukan oleh Rumah Cemara telah berkontribusi dalam penghapusan stigma terhadap ODHIV/ODHA jika dilihat dari perubahan dalam sikap dan pengetahuan masyarakat yang menjadi target sasaran, meskipun belum terdapat pengukuran yang pasti untuk mengukur efektifitas upaya yang telah mereka lakukan, namun upaya-upaya tersebut patut untuk dihargai kehadirannya. Suatu upaya akan lebih bisa dikembangkan dari waktu ke waktu apabila terdapat alat untuk mengukur efektifitas dari upaya tersebut, maka akan lebih baik apabila upaya yang dilakukan Rumah Cemara memiliki indikator pengukuran tertentu. Stigma is an attribute from outside the individual whose truth is not certain. Stigma has a negative connotation and has a tremendous detrimental impact on those groups who are stigmatized. For people with HIV/AIDS, stigma such as carriers of the disease, people who are condemned, free sex offenders, and drug users make them often discriminated against in society. Therefore, efforts to eliminate stigma are important to do. This research will look at how efforts to eliminate stigma are carried out by Rumah Cemara. This study uses a qualitative approach by conducting interviews with members of Rumah Cemara as a social service institution working in the field of HIV/AIDS. The results showed that efforts to disseminate information about HIV/AIDS in order to eliminate the stigma against PLHIV/ODHA at Rumah Cemara were carried out in various ways including; case by case; through sports; through food courts; via social media; and through advocacy. The efforts made by Rumah Cemara have contributed to eliminating the stigma against PLHIV/ODHA, although there is no definite measure to measure the effectiveness of the efforts they have made, their presence deserves to be appreciated. An effort will be more developed from time to time if there are tools to measure the effectiveness of these efforts, so it will be better if the efforts made by Rumah Cemara have certain measurement indicators.
EFEKTIVITAS PROGRAM SISTEM ADUAN LANSIA TERLANTAR (Si AduLT) PADA PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA SUDAGARAN BANYUMAS Sinarta, Ode Esa; Nulhaqim, Soni Akhmad; Alavi, Khadijah; Irfan, Maulana
Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i2.60481

Abstract

Sistem Aduan Lansia Terlantar (Si AduLT) merupakan inovasi dari pelayanan kesejahteraan sosial lansia terlantar pada Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran Banyumas Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Si AduLT menyediakan layanan aduan berbasis teknologi informasi dan penjangkauan terhadap kasus lansia terlantar di Jawa Tengah, khususnya di Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Sejak diluncurkan pada tahun 2022 hingga tanggal 31 Agustus 2024, Si AduLT telah menangani 153 aduan kasus lansia terlantar. Dalam perjalanannya, Si AduLT menemui keberhasilan dan juga kendala di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program Si AduLT menggunakan pendekatan service effectiveness. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan pada aspek kondisi Penerima Manfaat Si AduLT ke arah peningkatan keberfungsian. Aspek kualitas layanan mengindikasikan bahwa para petugas Si AduLT telah melaksanakan program secara optimal. Pada aspek kepuasan Penerima Manfaat, diketahui bahwa persepsi Penerima Manfaat terhadap Si AduLT sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program Si AduLT sudah efektif. Manfaatnya telah dirasakan secara luas oleh masyarakat. Namun, peningkatan efektivitas tetap perlu dilakukan khususnya pada aspek kualitas layanan dan kepuasan Penerima Manfaat.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue