cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi" : 30 Documents clear
Efektivitas Baking Soda terhadap Pengurangan Indeks Stain dan Plak Gigi Akibat Kebiasaan Menyirih Rawati Siregar; I Ketut Harapan; Netty J. Aritonang; Ni Made Yuliana
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.46057

Abstract

Abstract: Oral hygiene needs to be maintained to avoid dental and oral diseases and decreased self-confidence. Betel-chewing habit could affect dental and oral health inter alia the occurrence of stains and plaque on the teeth that make the teeth lose their aesthetics. One way that can be used to whiten the teeth is to use baking soda. This study aimed to analyze the effectiveness of baking soda solution in reducing stain and plaque index on the teeth. This was a pre and post-test randomized single blind control trial design. There were 60 women with the habit of betel-chewing as subjects at Gunung Tinggi Village, Pancur Batu District, Deli Serdang. All subjects were treated with 2.5% baking soda solution applied on the teeth. Analyses were carried out before and after treatment whether the stains and plaque index decreased or not. The results showed that the average of stain index before treatment was 2.18 and after treatment it decreased to 1.27. While the average plaque index before treatment was 1.28 and after treatment it decreased to 0.85. In conclusion, baking soda solution is effective in reducing the stain and dental plaque index in women having betel chewing habit at Gunung Tinggi Village, Pancur Batu District, Deli Serdang, Indonesia. Keywords: baking soda; betel-chewing habit; dental plaque; stain    Abstrak: Kebersihan rongga mulut perlu dijaga untuk menghindarkan penyakit gigi dan mulut dan penurunan kepercayaan diri seseorang. Kebiasaan menyirih memiliki pengaruh bagi kesehatan gigi dan mulut yaitu antara lain menimbulkan stain dan plak pada gigi yang membuat gigi kehilangan estetiknya. Salah satu cara untuk memutihkan gigi ialah menggunakan baking soda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas baking soda dalam menurunkan stain dan indeks plak pada gigi. Penelitian ini menggunakan rancangan pre dan post-test randomized single blind control trial. Perlakuan yang diberikan ialah pengolesan gigi dengan larutan baking soda 2,5%. Subyek penelitian ini ialah 60 orang wanita dengan kebiasaan menyirih di Desa Tanah Tinggi Kecamatan Pancur Batu Deli Serdang. Analisis dilakukan sebelum dan setelah perlakuan terhadap menurun tidaknya indeks stain dan plak pada gigi. Hasil penelitian memperlihatkan rerata indeks stain sebelum perlakuan sebesar 2,18 dan setelah perlakuan menurun menjadi 1,27. Rerata indeks plak pada gigi sebelum perlakuan sebesar 1,28 dan setelah perlakuan menurun menjadi 0,85. Simpulan penelitian ini ialah larutan baking soda efektif menurunkan indeks stain dan plak gigi pada wanita yang menyirih di desa Gunung Tinggi Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Kata kunci: baking soda; menyirih; plak gigi; stain
Efektivitas Antibakteri Fraksi Buah Merah (Pandanus conoideus Lam) sebagai Pembersih Gigi Tiruan Sebagian Lepasan terhadap Staphylococcus aureus Anggita U. C. Purba; Silvia Naliani; Vinna K. Sugiaman
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44464

Abstract

Abstract: Staphylococcus aureus is a species of bacteria that causes denture stomatitis which is often found in removable denture wearers. Its management is carried out by eliminating pathogenic bacteria and cleaning dentures regularly. One of the natural ingredients that can be used in such condition is red fruit (Pandanus conoideus Lam) which has active compounds such as flavonoids, alkaloids, steroids and triterpenoids. These active compounds are known to have antibacterial activity. This study aimed to determine the effectiveness of red fruit fraction (Pandanus conoideus Lam) with n-Hexane and ethyl acetate as solvent against Staphylococcus aureus. The method used was the Kirby-Bauer disc diffusion method by testing various concentrations (100%, 90%, 80%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, and 3.125%) and measuring the inhibition zone diameter by using a caliper. The results showed that the red fruit fraction with ethyl acetate solvent at a concentration of 100% had an average inhibition zone diameter of 8.80 mm classified as medium category, followed by 90% and 80% respectively. In conclusion, ethyl acetate fraction of red fruit (Pandanus conoideus Lam) is effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus. Keywords: Staphylococcus aureus; denture stomatitis; removable partial denture, red fruit fraction; inhibition zone   Abstrak: Staphylococcus aureus merupakan salah satu spesies bakteri penyebab denture stomatitis yang sering dijumpai pada pasien pengguna gigi tiruan lepasan. Penatalaksanaan dilakukan dengan mengeliminasi bakteri patogen dan rutin membersihkan gigi tiruan. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan ialah buah merah (Pandanus conoideus Lam) yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, steroid, dan triterpenoid yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fraksi buah merah (Pandanus conoideus Lam) dengan pelarut n-Heksana dan etil asetat terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan ialah metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan menguji berbagai konsentrasi fraksi buah merah (100%, 90%, 80%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, dan 3,125%), dan pengukuran diameter zona hambat dilakukan menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi buah merah dengan pelarut etil asetat pada konsentrasi 100% memiliki rerata diameter zona hambat tertinggi sebesar 8,80 mm yang tergolong kategori sedang diikuti konsentrasi 90% dan 80%. Simpulan penelitian ini ialah fraksi etil asetat buah merah (Pandanus conoideus Lam) efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata kunci: Staphylococcus aureus; denture stomatitis; gigi tiruan sebagian lepasan; fraksi buah merah; zona hambat
Effectiveness of Cetylpyridinium Chloride in Reducing the Growth of Bacteria that Cause Periodontal Disease Ernie M. Setiawatie; Rizka Valentina; Rihandhita S. Meiliana
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44510

Abstract

Abstract: Periodontal disease is a common dental and oral health problem in the community which is usually caused by Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Porphyromonas gingivalis, and Streptococcus mutans. This study aimed to provide information about the cetylpyridinium chloride (CPC) which can inhibit the growth of bacteria that cause periodontal disease. This was a narrative review literature study sourced from Google Scholar, Science Direct, and Pubmed (MEDLINE) databases. The keywords used were CPC inhibition, antimicrobial agent, periodontal pathogen bacteria, periodontal disease, and mouthwash. The results obtained 31 articles with appropriate titles and three review articles. Cetylpyridinium chloride is a mouthwash containing a monocationic quaternary ammonium compound consisting of quaternary nitrogen with a positive charge. with a positive charge. The molecular formula of CPC was C12H38CIN, and the molecular weight was 340g/mol with the IUPAC name 1-hexadecylpyridinium chloride. Cetylpyridinium chloride could inhibit the growth of oral pathogenic bacteria by adsorbing negative charges from bacteria, increasing the permeability of bacterial cell walls, decreasing cell metabolism, damaging cell membranes, and reducing the attachment of bacteria to the tooth surface which could reduce the growth of bacterial cells as the cause of periodontal disease. In conclusion, cetylpyridinium chloride is a potent antibacterial agent suitable used as a mouthwash to prevent periodontal disease. Keywords: cetylpyridinium chloride inhibition; antimicrobial agent; periodontal pathogen bacteria; periodontal disease; mouthwash
Kontribusi Durasi Merokok sebagai Penyebab Terjadinya Karies Gigi pada Penghuni Panti Sosial Pindobilowo; Dwi Ariani; Margaretha Herawati; Nazwa Akhvina
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44924

Abstract

Abstract: Smoking duration can have a number of detrimental effects on oral health including tooth loss, periodontal disease, oral soft tissue changes, excessive tooth wear, halitosis, implant failure, oropharyngeal cancer, and dental caries. This study aimd to analyze the relationship between smoking duration and the occurrence of dental caries among residents of social care institutions. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples were 100 residents of Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya Jakarta Barat, taken by purposive sampling technique. Data were collected by examining dental caries experience with the DMF-T index to obtain the status of dental caries and filling out a questionnaire to obtain the frequency of smoking duration. The Spearman correlation test showed a p-value of 0.436 with a coefficient of r = 0.079 for the relationship between smoking duration and the occurrence of dental caries. In conclusion, there is no relationship between duration of smoking and the occurrence of dental caries in residents of social care institutions. However, the prevalence of caries experience for those residents reaches 96% with an average DMF-T index of 4.8 which is categorized as high according to WHO. Keywords: dental caries; duration of smoking; residents of social care institutions; index DMF-T   Abstrak: Durasi merokok dapat memiliki sejumlah efek merugikan pada kesehatan mulut, antara lain kehilangan gigi, penyakit periodontal, perubahan jaringan lunak oral, keausan gigi yang berlebihan, halitosis, kegagalan implan, kanker orofaringeal, dan karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi di panti sosial. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 100 orang penghuni panti sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya Jakarta Barat, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data melalui pemeriksaan pengalaman karies gigi dengan indeks DMF-T untuk melihat status karies gigi dan pengisian kuesioner untuk melihat frekuensi durasi merokok. Hasil uji korelasi Spearman terhadap hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi memperoleh nilai p=0,436 dengan koefisien r = 0,079. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi pada penghuni panti sosial. Prevalensi pengalaman karies penghuni panti panti sosial mencapai 96% dengan rerata indeks DMF-T sebesar 4,8 yang tergolong tinggi menurut WHO. Kata kunci: karies gigi; durasi merokok; penghuni panti sosial; indeks DMF-T 
Dampak Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut terhadap Oral Health Related Quality of Life pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder: Persepsi Orang Tua Ika Anisyah; Roosje R. Oewen; Tuti Alawiyah; Rini Triani
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44926

Abstract

Abstract: Autism spectrum disorder (ASD) children have disturbances in communication, social inter-action, and behavior that limit them from doing simple self-care, such as maintaining dental and oral hygiene. This study aimed to explain the impact between dental and oral hygiene maintenance on Oral Health Related Quality of Life (OHRQoL) in ASD children. This was an analytical and observational study with a cross sectional design. Samples were 65 parents/caregivers from the LRD Member Suar Autism community obtained by using purposive sampling. The questionnaire used for OHRQoL was the Fransiscan Hospital Oral Health Related Quality of Life (FHC-OHRQoL), and the dental and oral care questionnaire was in the form of Google form. The relationship between oral hygiene maintenance and OHRQoL was analyzed using the Kendall's Coefficient of Concordance correlation test and the Spearman Rank test. The results showed that the association between oral hygiene maintenance and OHRQoL as a whole was 97.1% (p<0.05). The relationship between OHRQoL domains (oral symptoms, children's daily life and parental attention) was 92.8% (p<0.05). The strongest correlation between oral symptoms and children's daily life was 65.61%. In conclusion, maintenance of oral hygiene as a whole has a high impact on OHRQoL, with a strong relationship between the OHRQoL domains, and children's daily life was the most influential one on oral symptoms. Keywords: dental and oral hygiene maintenance; OHRQoL; ASD children; parental perseption   Abstrak: Anak dengan autism spectrum disorder (ASD) memiliki gangguan berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan berperilaku yang membatasinya antara lain dalam memelihara kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut terhadap Oral Health Related Quality of Life (OHRQoL) anak ASD. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling. Jumlah sampel sebesar 65 orang tua/pengasuh dari komunitas LRD Member Suar Autism. Kuesioner penilaian OHRQoL yaitu The Fransiscan Hospital Oral Health Related Quality of Life (FHC-OHRQoL), dan kuesioner pemeliharaan gigi dan mulut dalam bentuk Google form. Keterkaitan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan OHRQoL dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall's Coefficient of Concordance dan Spearman Rank. Hasil penelitian mendapatkan keterkaitan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan OHRQoL secara keseluruhan sebesar 97,1% (p<0,05). Keterkaitan domain OHRQoL (gejala oral, kehidupan sehari-hari anak dan perhatian orang tua) 92,8% (p<0,05). Keterkaitan paling kuat gejala oral dengan kehidupan sehari-hari anak 65,61% (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan berdampak besar terhadap OHRQoL, dengan keterkaitan yang besar di antara domain OHRQoL. Kehidupan sehari-hari anak ASD yang paling berpengaruh terhadap gejala oral. Kata kunci: pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut; OHRQoL; anak ASD; persepsi orang tua
Hubungan Teknik Menyikat Gigi dengan Terjadinya Resesi Gingiva Chezya M. Tandigau; Juliatri Juliatri; Johanna A. Khoman
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.45014

Abstract

Abstract: Success of maintaining dental health through the act of brushing teeth is influenced inter alia by right brushing technique. Moreover, improper brushing technique can cause gingival recession. This study aimed to determine the relationship between tooth brushing technique and the occurrence of gingival recession. This was a literature study. Data were obtained from Pubmed, Google Schoolar, and Science Direct databases. After the literatures being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out, and seven literatures were obtained consisting of six cross-sectional studies and one descriptive study. The results showed that the most used brushing techniques in the studies were horizontal dan vertical techniques. There were relationships between both techniques and the occurrence of gingival recession, but the worse recession was found in horizontal tooth brushing technique compared to the vertical one. In conclusion, horizontal and vertical brushing techniques could cause gingival recession, albeit, the worse recession was found in horizontal tooth brushing technique. Keywords: gingival recession; tooth brushing technique   Abstrak: Keberhasilan pemeliharaan kesehatan gigi melalui tindakan menyikat gigi dipengaruhi oleh teknik atau cara menyikat gigi yang tepat. Teknik menyikat gigi yang dilakukan dengan cara kurang tepat dapat menyebabkan resesi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyikat gigi dengan terjadinya resesi gingiva. Penelitian ini berbentuk suatu literature review  dengan pencarian data menggunakan database Pubmed, Google Scholar, Science Direct. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal dan didapatkan tujuh literatur terdiri dari enam cross-sectional study dan satu descriptive study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik menyikat yang paling banyak digunakan oleh sampel dalam penelitian ini yaitu teknik menyikat gigi horizontal dan teknik menyikat gigi vertikal. Kedua teknik menyikat gigi ini memiliki hubungan dengan terjadinya resesi gingiva, tetapi keparahan resesi gingiva lebih tinggi pada teknik menyikat gigi horizontal dibandingkan teknik menyikat gigi vertikal. Simpulan penelitian ini ialah teknik menyikat gigi horizontal dan teknik menyikat gigi vertikal dapat menyebabkan terjadinya resesi gingiva dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi pada teknik menyikat gigi horizontal. Kata kunci: resesi gingiva; teknik menyikat gigi
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum) terhadap Streptococcus sanguinis Ganda S. Sihite; Riani Setiadhi; Vinna K. Sugiaman
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44467

Abstract

Abstract:  Recurrent aphthous stomatitis is often found in the community, however, the definite cause is still unknown. One of the predisposing factors is Streptococcus sanguinis. Mostly, the treatment for RAS is symptomatic and supportive with antiseptic mouthwash such as 0.2% chlorhexidine gluconate, albeit, it has some side effects for long-term use. Herbal ingredients such as onion peel is expected to cure RAS at a relatively cheap price and minimum side effects. Onion peel (Allium ascalonicum) contains active compounds such as flavonoids, saponins, phenols, tannins, and alkaloids that are known to have antibacterial activity. This study aimed to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) of 96% onion peel ethanol extract on the growth of Streptococcus sanguinis. MIC was measured by broth microdilution using 10% DMSO solvent and seven concentrations of onion peel extract, and 0.2% chlorhexidine gluconate as the  positive control. The results showed that 96% ethanol extract onion peel with a concentration of 40% was the minimum inhibitory concentration against Streptococcus sanguinis while the minimum kill concentration was 80%. In conclusion, the onion peel (Allium ascalonicum) ethanolic extract has a minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) on the growth of Streptococcus sanguinis. Keywords: recurrent aphthous stomatitis; Streptococcus sanguinis; ethanol extract of onion peel   Abstrak:  Stomatitis aftosa rekuren sering dijumpai pada masyarakat namun etiologinya masih belum diketahui. Salah satu faktor predisposisi yaitu Streptococcus sanguinis. Penatalaksanaan penyakit ini umumnya simtomatis dan suportif dengan obat kumur antiseptik seperti klorheksidin glukonat 0,2%, namun obat tersebut memiliki efek samping untuk penggunaan jangka panjang. Pengobatan menggunakan bahan herbal seperti kulit bawang merah umumnya memiliki efek samping yang lebih minimal dan diharapkan dapat menyembuhkan SAR dengan harga relatif murah. Kulit bawang merah (Allium ascalonicum) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, fenol, tanin, dan alkaloid yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol 96% kulit bawang merah terhadap pertumbuhan Streptococcus sanguinis. KHM diukur dengan teknik broth microdilution menggunakan pelarut DMSO 10% dan tujuh konsentrasi ekstrak kulit bawang merah. Klorheksidin glukonat 0,2% sebagai kontrol positif. Hasil penelitian mendapatkan ekstrak etanol 96% kulit bawang merah dengan konsentrasi 40% merupakan KHM terhadap Streptococcus sanguinis sedangkan KBM ialah 80%. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium ascalonicum) memiliki Kadar Hambat Minimum dan Kadar Bunuh Minimum terhadap pertumbuhan Streptococcus sanguinis. Kata kunci:  stomatitis aftosa rekuren; Streptococcus sanguinis; ekstrak etanol kulit bawang merah
Efektivitas Ekstrak Daun Mangifera indica L. Menghambat Candida albicans pada Plat Resin Akrilik Heat-cured IGA Kade I. Purbasari; Desak N. A. Susanti; Ni Ketut A. Lestarini
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44596

Abstract

Abstract: Heat-cured acrylic resin dentures are used to treat tooth loss, however, pores are easily formed on their surfaces which make it easier for Candida to adhere. Improper maintenance of dentures can cause overgrowth of Candida albicans and trigger denture stomatitis. This study aimed to determine the effectiveness of Mangifera indica L. extract on inhibition of Candida albicans on heat-cured acrylic resin plates. This was a true experimental laboratory study with a post-test only control group design. Samples were heat-cured acrylic resin plates contaminated with Candida albicans. The treatment groups were chlorhexidine gluconate 0.2%, aquades, and extract with concentrations of 65%, 75%, 85%, and 100%. Samples were immersed in the treatment groups for 15 minutes, followed by dilution and culture on SDA media, and then fungal colonies were observed. Data were analyzed with the Shapiro-Wilk normality test, the Levene's test for homogeneity, continued with the parametric one-way ANOVA and post hoc least significant difference tests. The results showed significant differences between the treatment groups (p<0.05). The percentage of the extract group with the lowest number of fungi was 75%, meanwhile the highest one was 65%. In conclusion, Mangifera indica L. leaf extract is effective in inhibiting the growth of Candida albicans on heat-cured acrylic resin plates with an optimal concentration of 75%. Keywords: mango leaf extract (Mangifera indica L.); Candida albicans; heat-cured acrylic resin   Abstrak: Gigi tiruan resin akrilik heat-cured digunakan untuk mengatasi kehilangan gigi, namun sering terbentuk porus pada permukaannya yang mempermudah perlekatan Candida. Pemeliharaan gigi tiruan yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan Candida albicans berlebihan dan memicu terjadinya denture stomatitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) dalam menghambat Candida albicans pada plat resin akrilik heat-cured. Jenis penelitian ialah true experimental laboratory dengan post test only control group design menggunakan sampel plat resin akrilik heat-cured yang dikontaminasi Candida albicans. Kelompok perlakuan yaitu chlorhexidine gluconate 0,2%, akuades, ekstrak konsentrasi 65%, 75%, 85%, dan 100%. Sampel direndam pada kelompok perlakuan selama 15 menit, dilanjutkan dengan tahap dilusi serta kultur pada media SDA, diakhiri dengan pengamatan koloni jamur. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk, uji homogenitas Levene, dan dilanjutkan dengan uji parametrik One-Way ANOVA, dan Post Hoc Least Significant Difference. Hasil penelitian mendapat-kan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,05). Kelompok ekstrak dengan angka jamur terendah ialah konsentrasi 75% dan yang tertinggi ialah konsentrasi 65%. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans pada plat resin akrilik heat-cured dengan konsentrasi optimal 75%. Kata kunci: ekstrak daun Mangifera indica L.; Candida albicans; resin akrilik heat-cured
Pengaruh Kebiasaan Bernapas Melalui Mulut terhadap Terjadinya Maloklusi Disa M. Balansa; Vonny N. S. Wowor; Sherly M. Gosal
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.45034

Abstract

Abstract: Dental caries is often found with a high prevalence in Indonesia. Untreated dental caries can cause disease in the dental pulp and eventually require root canal treatment. There are two types of Root Canal Treatment (RCT) namely one-visit RCT and multi-visit RCT. This study aimed to determine patient compliance with multi-visit root canal treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia, in 2018-2019. This was a descriptive and observational study. Population in this study are medical records of patients who visited for dental treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University in 2018-2019. The number of subjects used was 85 medical records. The results showed that 56 patients (66%) adhered to a multi-visit RCT and 29 patients (34%) did not. In conclusion, patients who underwent a multi-visit RCT at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University were classified as good or obedient. Keywords: patient adherence; multi visit root canal treatment   Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit gigi yang banyak dijumpai pada masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Karies gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan penyakit pada pulpa gigi yang pada akhirnya memerlukan perawatan saluran akar. Terdapat dua jenis Perawatan Saluran Akar (PSA), yaitu PSA satu kali kunjungan dan PSA multi kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien menjalani perawatan saluran akar multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia, tahun 2018-2019. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan menggunakan metode observasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu rekam medis dari pasien yang berkunjung melakukan perawatan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2018-2019. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sebanyak 85 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56 pasien (66%) patuh menjalani PSA multi kunjungan dan 29 pasien (34%) tidak patuh. Simpulan penelitian ini ialah pasien yang menjalani PSA multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi tergolong baik atau patuh. Kata kunci: kepatuhan pasien; perawatan saluran akar multi kunjungan
Kepatuhan Pasien Menjalani Perawatan Saluran Akar Multi Kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Della E. A. Rumate; Dinar A. Wicaksono; Yuliana Yuliana
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.45987

Abstract

Abstract: Dental caries is often found with a high prevalence in Indonesia. Untreated dental caries can cause disease in the dental pulp and eventually require root canal treatment. There are two types of Root Canal Treatment (RCT) namely one-visit RCT and multi-visit RCT. This study aimed to determine patient compliance with multi-visit root canal treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia, in 2018-2019. This was a descriptive and observational study. Population in this study are medical records of patients who visited for dental treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University in 2018-2019. The number of subjects used was 85 medical records. The results showed that 56 patients (66%) adhered to a multi-visit RCT and 29 patients (34%) did not. In conclusion, patients who underwent a multi-visit RCT at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University were classified as good or obedient. Keywords: patient adherence; multi visit root canal treatment   Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit gigi yang banyak dijumpai pada masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Karies gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan penyakit pada pulpa gigi yang pada akhirnya memerlukan perawatan saluran akar. Terdapat dua jenis Perawatan Saluran Akar (PSA), yaitu PSA satu kali kunjungan dan PSA multi kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien menjalani perawatan saluran akar multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia, tahun 2018-2019. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan menggunakan metode observasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu rekam medis dari pasien yang berkunjung melakukan perawatan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2018-2019. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sebanyak 85 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56 pasien (66%) patuh menjalani PSA multi kunjungan dan 29 pasien (34%) tidak patuh. Simpulan penelitian ini ialah pasien yang menjalani PSA multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi tergolong baik atau patuh. Kata kunci: kepatuhan pasien; perawatan saluran akar multi kunjungan

Page 1 of 3 | Total Record : 30