cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
UJI EFEK ANALGESIA EKSTRAK DAUN KECUBUNG (Datura metel L.) PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN Gente, Meyske; Leman, Michael A.; Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9838

Abstract

Abstract: Jimson weed (Datura metel) is rich of various chemical compounds found in the roots, stems, leaves, fruits, flowers, and seeds. Jimson weed are used for asthma, dental pain, and anesthetic as well as analgesic medications. Analgesia is the loss of the sensation of pain without loss of other senses. Anesthesia is the reduction or removal of sensation for a while, so that surgery or other painful procedures can be performed. This study aimed to test the analgesic and anesthesia effects stage 2 and 3 of jimson weed leaf extract on male Wistar rats. This was an experimental study with a praexperiment-postes only (one shot case study) design. Jimson weed leaves were taken from Central Sulawesi. Its extract was made by using maceration method. Six male wistar rats were used as samples. The results showed that in response to the extract, 5 rats entered the first stage (analgesia) and only 3 rats entered the third stage. Conclusion: Jimson weed leaf extract had analgesic effects on male Wistar rats. The initial time and the length of time to be conscious were influenced by body weight, age, and time of adaptation.Keywords: jimson weed leaf (datura metel), analgesia effect, anesthesia effectAbstrak: Tanaman kecubung (Datura metel) kaya dengan berbagai senyawa kimia yang terdapat pada akar, tangkai, daun, buah, bunga, dan biji. Tanaman kecubung banyak dimanfaatkan antara lain sebagai obat asma, obat sakit gigi, obat bius, dan obat analgesia. Analgesia merupakan hilangnya rasa sakit tanpa kehilangan sensasi indera lainya. Anestesi merupakan pengurangan atau penghilangan sensasi untuk sementara, sehingga operasi atau prosedur lain yang menyakitkan dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek analgesia ekstrak daun kecubung pada tikus wistar jantan dan efek anestesi stadium 2 dan 3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian praexperiment-postes only (one shot case study). Daun kecubung yang digunakan berasal dari Sulawesi Tengah yang dibuat ekstrak dengan metode maserasi. Penelitian ini menggunakan 6 hewan coba tikus wistar jantan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelima hewan coba menunjukkan respon terhadap esktrak daun kecubung dengan masuk pada stadium 1 yaitu stadium analgesia dan hanya tiga hewan coba yang sampai stadium 3. Simpulan: Ekstrak daun kecubung mempunyai efek analgesia pada tikus wistar jantan; waktu awal teranestesi dan lama waktu sadar dipengaruhi oleh berat badan, usia dan waktu adaptasi.Kata kunci: daun kecubung (datura metel), efek analgesia, efek anestesia
Hubungan Penggunaan Rokok Elektrik dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut pada Komunitas Manado Vapers Oroh, Junior N.W.; Suling, Pieter L.; Zuliari, Kustina
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.20456

Abstract

Abstract: E-cigarette or electronic cigarette is one of the methods of nicotine replacement therapy (NRT) designed to replace nicotine intake without tobacco. Initially, it was thought that the e-cigarette was a much safer alternative than the conventional cigarette. In fact, this e-cigarette can still pose dangerous side-effects to the users’ general health, including oral and dental health. This study was aimed to identify the relationship between the frequency of e-cigarette use and dental and oral health status in a community called Manado vapers in Manado. Samples were 32 e-cigarette users obtained by using total sampling of the community that fulfilled the inclusion criteria of this study. This was a descriptive analytical study with a cross-sectional design. Data were obtained by using questionnaire and OHI-S index. The Pearson’s correlation test performed on the relationship between the frequency of e-cigarette and oral health as well as dental health obtained a P value of 0.556. Conclusion: There was no significant relationship between frequency of e-cigarette use and oral and dental health among Manado vapers community in Manado.Keywords: smoking, e-cigarette, oral and dental health status Abstrak: Rokok elektrik merupakan salah satu nicotine replacement therapy (NRT) yang dirancang untuk memberikan asupan nikotin tanpa pembakaran tembakau. Cara ini dikatakan lebih aman daripada rokok konvensional, namun ternyata tetap terdapat dampak bagi kesehatan tubuh, termasuk juga kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi penggunaan rokok elektrik dengan status kebersihan gigi dan mulut pada komunitas Manado vapers di kota Manado. Sampel penelitian ini yaitu 32 responden yang merupakan anggota Manado vapers pengguna rokok elektrik diambil menggunakan metode total sampling. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan indeks OHI-S. Hasil uji korelasi Pearson terhadap hubungan antara frekuensi penggunaan rokok elektrik dengan status kebersihan gigi dan mulut mendapatkan nilai P = 0,556. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara frekuensi penggunaan rokok elektrik dengan status kebersihan gigi dan mulut pada komunitas Manado vapers di kota Manado.Kata kunci: merokok, rokok elektrik, status kesehatan gigi dan mulut
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Gingivitis di Puskesmas Kakaskasen Tomohon Kasiha, Heldin E.; Kawengian, Shirley E.S.; Juliatri, .
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17363

Abstract

Abstract: Pregnant woman are vulnerable to oral diseases. Several studies have claimed that level of knowledge can affect dental oral health. Several dental oral problems can occur in pregnant woman inter alia pregnancy gingivitis. Gingivitis during pregnancy is due to increased concentrations of estrogen and progesterone. This condition is characterized by changes in the interdental papillae which become reddish, swollen, easily bleed accompanied by pain. Additionally, the gingiva becomes particularly sensitive to toxins and irritants such as plaque and calculus resulted in inflammation of the gingiva. This study was aimed to obtain the level of knowledge about gingivitis among pregnant women. This was a descriptive study with a cross sectional design. Data were obtained by using questionnairres. There were 60 respondents in this study obtained by using total sampling technique. Data were presented in frequency distribution tables. The results showed that there where 28 pregnant women (46.7%) with good level of knowledge and 32 woman pregnant (53,3%) with poor knowledge. Conclusion: Pregnant women in Puskesmas Kakaskasen had poor level of knowledge about gingivitis.Keywords: pregnant woman, knowledge, gingivitis Abstrak: Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan akan penyakit gigi dan mulut. Beberapa penelitian menyatakan bahwa tingkat pengetahuan dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Efek kehamilan pada kesehatan gigi dan mulut antara lain gingivitis kehamilan yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron. Keadaan ini ditandai dengan papila interdental yang memerah, bengkak, mudah berdarah, disertai rasa nyeri dengan gingiva yang sensitif khususnya terhadap toksin maupun iritan seperti plak dan kalkulus yang berakibat lanjut terjadinya inflamasi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan ibu hamil tentang gingivitis. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Terdapat 60 responden yang diperoleh menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 28 ibu hamil (46,7%) berpengetahuan baik dan 32 ibu hamil (53,3%) berpengetahuan kurang. Simpulan: Tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap gingivitis di Puskesmas Kakaskasen masih kurang.Kata kunci: ibu hamil. pengetahuan, gingivitis
Pengaruh waktu perendaman terhadap bahan tumpatan glass ionomer cement dalam larutan asam asetat Tanga, Alga; Assa, Youla A.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.10759

Abstract

Abstract: Dental caries is commonly found among modern people with various age, ranged from children, teenager to adult. This indicates the increasing needs of dental caries care. One of dental caries treatments is filling the tooth by using Glass Ionomer Cement (GIC). GIC is a type of filling material with low resistance against acid. This study aimed to find out whether the submersion time affected the GIC filling. This was an experimental study with a posttest only control group design. Samples were 16 round shaped GIC fillings, divided into two groups: treatment group using 1% acetic acid solution and control group using artificial saliva. Each of both groups were divided into four groups according to the submersion time; 5 minutes, 10 minutes, 15 minutes, and 20 minute. Samples were submersed at 37oC in the incubator. Solubility was measured by using spectrophotometer and data were analyzed statistically by using SPSS. Normality was tested by using the Shapiro-Wilk test. Data were analyzed by using Pearson correlation test. The results showed a p value of >0.05 among tratment. Conclusion: Submersion time did not affec the GIC fillings.Keywords: acetic acid, glass ionomer cement, GIC fillings.Abstrak: Karies gigi merupakan masalah kesehatan yang masih sering dialami oleh masyarakat saat ini dan dijumpai pada berbagai golongan usia, mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa. Hal ini menyebabkan kebutuhan perawatan karies gigi semakin meningkat. Salah satu cara perawatan karies gigi yaitu dengan melakukan penumpatan. Glass ionomer cement (GIC) merupakan salah satu bahan tumpatan gigi yang sering digunakan. GIC memiliki daya tahan rendah terhadap kondisi yang asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jika ada pengaruh waktu perendaman terhadap bahan tumpatan GIC. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan rancangan posttest only with control group design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 16 tumpatan GIC yang telah dibentuk seperti lingkaran dan dibagi dalam dua kelompok besar yaitu kelompok perlakuan menggunakan larutan asam asetat 1% dan kelompok kontrol menggunakan saliva buatan. Kedua kelompok ini kemudian masing-masing dibagi lagi menjadi empat kelompok sesuai dengan waktu perendaman yaitu 5 menit, 10 menit, 15 menit, dan 20 menit. Sampel direndam dengan suhu 37oC menggunakan inkubator. Pengukuran kelarutan menggunakan spektrofotometer dan hasil penelitian dianalisis secara statistik dengan program SPSS. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai p >0,05 pada perlakuan. Simpulan: Waktu perendaman tidak berpengaruh secara bermakna terhadap bahan tumpatan GIC.Kata kunci: asam asetat, glass ionomer cement, tumpatan GIC
GAMBARAN LESI TRAUMATIK MUKOSA MULUT PADA LANSIA PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN DI PANTI WREDHA KABUPATEN MINAHASA Langkir, Angelia; Pangemanan, Damajanti H. C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6405

Abstract

Abstract: Removable partial dentures (RPDs) are artificial teeth that replaces one or more missing teeth in the upper jaw or lower jaw and can be removed by the patient. Elderly is an aging process that is experienced by everyone and can not be avoided by anyone. Traumatic lesions is a condition of discontinuity network extends from the dermis to the subcutaneous and always occurs in pathological conditions. His study aimed to describe traumatic oral mucosal lesions in elderly using removable partial dentures in nursing homes.This was a descriptive study with cross sectional approach. Social Institution used were Tresna Agape Tondano Elderly, Social Institution Ina I, Deborah Werdha Panti, Panti Yakobus Peduli Elderly, Elderly Nursing Hana, Tabitha Nursing Elderly and Elderly Nursing Pengasih. Samples were all elderly that used Most Removable Teeth. The results showed that the majority of elderly using removable teeth in Minahasa regency nursing homes have experienced traumatic lesions. Conclusion: Most of the elderly using removable partial dentures in Minahasa district nursing homes had experienced traumatic lesions caused by removable partial dentures.Keywords: removable partial dentures, elderly, traumatic lesions.Abstrak: Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang pada rahang atas atau rahang bawah dan dapat dilepas oleh pasien. Lesi traumatik merupakan kondisi diskontinuitas jaringan yang meluas dari dermis hingga ke subkutis dan selalu terjadi pada kondisi patologis. Tujuan Umum, untuk mengetahui gambaran lesi traumatik mukosa mulut pada lansia pengguna gigi tiruan sebagian lepasan di panti wredha.Tujuan Khusus, untuk mengetahui gambaran lesi traumatik mukosa mulut pada lansia pengguna gigi tiruan sebagian lepasan di Panti Wredha kabupaten Minahasa yang di tinjau dari lokasi lesi pada mukosa mulut. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional.Gambaran lesi ulseratif terhadap pengguna gigi tiruan sebagian lepasan pada lansia di panti werdha kabupaten minahasamenunjukkan sebagian besar pernah mengalami lesi ulseratif, dan yang terbanyak pada perempuan (93,3%). Lokasi yang paling sering terkena yaitu lidah (55,17%). Penyebab ulkus yang paling sering yaitu trauma bagian dasar/sayap GTSL (62,1%). Lesi ulseratif terjadi dengan frekuensi tidak teratur (68,9%). Responden paling banyak membiarkan ulkus tanpa pengobatan (48,3%), sedangkan 51,7% responden mengobati sendiri dimana 73,3% diantaranya menggunakan obat topikal. Simpulan: Sebagian besar lansia pengguna gigi tiruan sebagain lepasan di Panti Wredha kabupaten Minahasa telah mengalami lesi traumatik.Kata kunci: gigitiruan sebagian lepasan, lansia, lesi ulseratif
Hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan jaringan periodontal pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Manembo-nembo Bitung Lestari, Dian P.; Wowor, Vonny N.S.; Tambunan, Elita
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13926

Abstract

Abstract: Oral health is very important because it can influence our daily activities and other parts of the body. Periodontal disease occurs in the supporting structures of teeth that can cause tooth loose as well as tooth loss. The relationship between periodontal disease and some systemic diseases such as type 2 diabetes mellitus (T2DM) is increasing over the past years. Public knowledge of T2DM and the relationship of this disease and periodontal disease is still poor. This study was aimed to obtain the relationship between the level of knowledge of oral and dental health and the status of periodontal tissues in patients of T2DM. This was a descriptive analytical study with a cross-sectional design. This study was conducted at RSUD Manembo-nembo Bitung. Respondents were 65 patients of T2DM who completed the questionnaires and their periodontal status were examined. The results showed that 52.3% of patients had unvaforable category of knowledge of dental and oral health and 83.1% had periodontal status in gingivitis category. The chi-square test showed a p value of 0.001 (p <0.05). Conclusion: There was a significant relationship between the level of knowledge of oral dan dental health and the periodontal status of T2DM patients at RSUD Manembo-nembo Bitung.Keywords: the level of, periodontal status, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena hal ini bisa menyebabkan gangguan aktifitas sehari-hari, bahkan mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Penyakit periodontal mengenai jaringan pendukung gigi yang dapat menyebabkan gigi goyang bahkan tanggal. Hubungan antara penyakit periodontal dan beberapa penyakit sistemik seperti diabetes melitus tipe 2 (DMT2) meningkat beberapa tahun ini, salah satunya akibat rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut dan hubungan dengan penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dan status jaringan periodontal pada penyandang DMT2. Jenis penelitian yaitu deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di RSUD Bitung dengan responden berjumlah 65 penyandang DMT2, yang diperiksa status periodontal dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai kesehatan gigi dan mulut dalam kategori kurang baik sebesar 52,3% dengan status periodontal yaitu kategori gingivitis sebesar 83,1%. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan nilai p = 0,001 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status periodontal pada penyandang DMT2 di RSUD Manembo-nembo Bitung. Kata kunci: tingkat pengetahuan, status periodontal, DMT2
GAMBARAN KERUSAKAN GIGI PASCA RESTORASI KOMPOSIT PADA SISWA SMA NEGERI 1 MANADO Tambahani, Angela Maggie; Wicaksono, Dinar; Tumewu, Ellen
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.2626

Abstract

Abstract: Composite resin in general refers to the addition of a polymer used to repair enamel and dentin. Composite resin are used to replace tooth structure and modify the shape and color of the teeth so that it can eventually restore function. The composite resin is formed by three main components namely the matrix resin, fillers, and particle coupling materials. On this research use descriptive research design. The purpose of this research is to know the tooth decay picture post composite restoration on a SMA Negeri 1 Manado student. Conclusion of the research is the number of female respondents who use the composite restoration more than male respondents. Most restoration gleaned from the result of this research are class I by G.V Black. Tooth decay after the composite restoration occurred most frequently is the black lines, then followed by secondary caries, tooth sensitivity and color change, while the least amount of tooth fracture or restoration. Keywords : Composite restoration, respondents.     Abstrak: Resin komposit secara umum mengacu pada penambahan polimer  yang digunakan  untuk memperbaiki enamel dan dentin. Resin komposit digunakan untuk mengganti struktur gigi dan memodifikasi bentuk dan warna gigi sehingga akhirnya dapat mengembalikan fungsinya. Resin komposit dibentuk oleh tiga komponen utama yaitu resin matriks, partikel bahan pengisi dan bahan coupling. Pada penelitian ini menggunankan rancangan penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tipe restorasi dan kerusakan gigi pasca restorasi komposit pada siswa di SMA Negeri 1 Manado. Kesimpulan pada penelitian ini adalah jumlah responden perempuan yang menggunakan restorasi komposit lebih banyak dibandingkan dengan responden laki-laki. Restorasi yang paling banyak diperoleh dari hasil penelitian ini adalah kelas I menurut G.V Black.Kerusakan gigi pasca restorasi komposit yang terjadi paling banyak adalah garis hitam, selanjutnya diikuti oleh karies sekunder, kemudian sensitivitas gigi dan perubahan warna sedangkan paling sedikit adalah fraktur gigi atau restorasi. Kata kunci: Restorasi komposit dan responden.
GAMBARAN TEKANAN DARAH PASIEN PENCABUTAN GIGI DI RSGMP PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FK UNSRAT TAHUN 2014-2015 Karamoy, Stefani M.; Mariati, Ni Wayan; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8765

Abstract

Abstract: Tooth extraction is an often procedure that done in the dental profession. For the people tooth extraction is the best solution to prevent the occurrence of abnormalities in the oral cavity. Before the tooth extraction is done, a general health examination of patients is essential. The purpose of this study to determine the patient's blood pressure as an overview to tooth extraction at RSGM PSPDG FK UNSRAT Manado from 2014 until 2015. Blood pressure measurement is important to determine the patient's blood pressure during tooth extraction in order to avoid undesirable problems. In this research will be seen how the tooth extraction patient blood pressure. This is a descriptive research with total population of 836 patients. The results showed that the tooth extraction process runs smoothly because patients generally have normal blood pressure that is 120/80mmHg. A total of 70% or 585 patients are female and 30% or 251 are male. Patients with age 21-30 year old are the highest patients with a number of 356 patients or 42 % from the total patients.Keywords: tooth exctraction, blood pressureAbstrak: Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan yang sering dilakukan dalam profesi kedokteran gigi. Bagi masyarakat pencabutan gigi merupakan solusi terbaik untuk mencegah terjadinya kelainan-kelainan dalam rongga mulut. Sebelum tindakan pencabutan gigi dilakukan, pemeriksaan kesehatan umum pasien sangatlah penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tekanan darah pasien pencabutan gigi di RSGM Program Studi Pendidikan Dokter Gigi (PSPDG) FK UNSRAT Manado tahun 2014-2015. Pengukuran tekanan darah penting dilakukan untuk mengetahui tekanan darah pasien sebelum tindakan pencabutan gigi agar terhindar hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam penelitian ini akan dilihat bagaimana tekanan darah pasien pencabutan gigi di RSGM Program Studi Pendidikan Dokter Gigi FK UNSRAT Manado tahun 2014-2015. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah total populasi 836 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pencabutan gigi berjalan lancar karena pada umumnya pasien memiliki tekanan darah normal yaitu 120/80mmHg. Sebanyak 70% atau 585 pasien merupakan pasien wanita dan 30% atau 251 pasien pria. Pasien dengan usia 21-30 tahun merupakan pasien yang terbanyak melakukan pencabutan gigi dengan jumlah 356 pasien atau 42% dari total pasien.Kata kunci: pencabutan gigi, tekanan darah.
PERBEDAAN KEKUATAN TRANSVERSAL BASIS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS PADA PERENDAMAN MUNUMAN BERALKOHOL DAN AQUADES Pantow, Felicia P. C. C.; Siagian, Krista V.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9634

Abstract

Abstract: Material denture base that is often used is the acrylic resin thermal polymerization. Thermal polymerized acrylic base material is easily fractured when it is knocked down and easily absorbs liquids such as alcohol. Consumption of alcohol increases the plasticization effects of materials through the process of diffusion and causes crazing in acrylic resin, thereforre, the resin acrylic becomes easily fractured. This study aimed to measure the lifetimes of objects against fracture and to measure the strength of transversal load maximum acceptable thermal polymerization of acrylic resin upon receiving pressure. This was a laboratory experimental study with a post test only control group design. The acrylic resin plate was used as sample of thermal polymerization with a size of 65x10x2.5 mm for testing the strength of the transversal load. There were a total of 32 samples consisting of 16 samples for groups soaked in liquor and 16 samples for groups soaked in aquades for 8 days. Each sample was tested for the strength of the transversal load. Data were analyzed with the independent sample t-test to find out the difference between transversal strength of the group soaked in alcohol and the group soaked in aquades. The results showed that the average strength of transversal groups soaked in liquor was 117.35N/mm2 and the average strength of groups soaked in aquades was 131.11N/mm2. Conclusion: There was a significant difference in the strength of the acrylic resin polymerization transversal thermal soaked in liquor and of that soaked in aquades (P value 0.007).Keywords: alcoholic beverages, aquades, strength transversalAbstrak: Bahan dasar basis gigi tiruan yang sering digunakan ialah resin akrilik polimerisasi panas. Bahan basis akrilik polimerisasi panas bersifat mudah patah bila terjatuh dan mudah menyerap cairan seperti alkohol. Alkohol yang dikonsumsi pengguna gigi tiruan menyebabkan meningkatkanya efek plasticization dari bahan melalui proses difusi dan menyebabkan crazing pada resin akrilik sehingga resin akrilik mudah fraktur. Untuk mengukur daya tahan benda terhadap fraktur maka dilakukan pengujian kekuatan transversal untuk mengukur beban maksimal yang dapat diterima resin arkilik polimerisasi panas pada saat menerima tekanan. Penelitian ini ialah eksperiman laboratoris dengan post test only control group design. Sampel ialah pelat resin akrilik polimerisasi panas dengan ukuran 65x10x2,5 mm. Jumlah total sampel sebanyak 32 yang terdiri dari 16 sampel untuk kelompok yang direndam dalam minuman beralkohol dan16 sampel untuk kelompok yang direndam dalam aquades selama 8 hari. Setiap sampel dilakukan pengujian kekuatan transversal kemudian dianalisis dengan uji independent sample t-test untuk mengetahui adanya perbedaan kekuatan transversal antara kelompok yang direndam dalam minuman beralkohol dan kelompok yang direndam dalam aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kekuatan transversal kelompok yang direndam dalam minuman beralkohol yaitu 117,35 N/mm2 dan rerata kekuatan transversal keompok yang direndam dalam aquades yaitu 131,11 N/mm2.Simpulan: Terdapat perbedaan bermakna antara kekuatan transversal resin akrilik polimerisasi panas yang direndam dalam minuman beralkohol dan yang direndam dalam aquades (P = 0,007).Kata kunci: minuman beralkohol, aquades, kekuatan transversal
Uji Daya Hambat Perasan Daging Buah Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Muchyar, Dwi S.R.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Supit, Aurelia S.R.
e-GiGi Vol 6, No 1 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.1.2018.19653

Abstract

Abstract: To date, Staphylococcus aureus resistance to some antibiotics is still increasing inter alia the methisillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Therefore, it is necessary to find other alternative materials that could overcome this bacteria. Avocado (Persea americana Mill.) is a medicinal plant that contains antibacterial compounds such as saponins, glutathiones, flavonoids, and tannins in its fruit flesh. This study was aimed to obtain the inhibitory effect of avocado flesh on the growth of S. aureus. This was a true experimental study with a post test only control group design. We used Kirby-Bauer modification with paper disks. The positive control was ciprofloxacin and the negative control was aquadest. The avocado flesh was refined by using a juicer and then was filtered. Staphylococcus aureus bacteria were obtained from pure bacteria stock at Microbiology Laboratory of Pharmacy Study Program at Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. The result showed that the avocado juice had an inhibitory effect on the growth of S. aureus. The mean diameter of inhibitory zones formed was 15.55 mm which was classified as a strong inhibitory effect. Conclusion: The avocado flesh had a strong inhibitory effect on the growth of Staphylococcus aureus.Keywords: avocado flesh (Persea americana Mill.), S. aureus, inhibitory effect Abstrak: Resistensi bakteri Staphylococcus aureus terhadap beberapa jenis antibiotik sudah cukup tinggi. Sebagai contoh ialah methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Oleh karena itu perlu dicari bahan alternatif lain yang dapat mengatasi berkembang biaknya bakteri ini. Buah alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu tanaman obat yang dikenal berkhasiat sebagai antibakteri karena terdapat kandungan senyawa antibakteri pada daging buah seperti saponin, glutatin, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat perasan daging buah alpukat (Persea americana Mill.) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Jenis penelitian ini ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Metode yang digunakan yaitu modifikasi Kirby-Bauer dengan kertas saring. Kontrol positif menggunakan antibakteri ciprofloxacin dan kontrol negatif menggunakan akuades. Daging buah alpukat dihaluskan dengan menggunakan juicer dan disaring. Bakteri S. aureus diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daging buah alpukat memilki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Diameter rerata zona hambat yang terbentuk yaitu 15,55 mm dan digolongkan sebagai zona hambat yang kuat. Simpulan: Perasan daging buah alpukat (Persea americana Mill.) memiliki daya hambat kuat terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus.Kata kunci: daging buah alpukat (Persea americana Mill.), S. aureus, daya hambat