cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
EFEKTIVITAS LENDIR BEKICOT (ACHATINA FULICA) TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS PADA LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI TIKUS WISTAR Oroh, Christal G.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10325

Abstract

Abstract: Tooth extraction is a common procedure in dentistry and can produce an injury. The main cells involved in wound healing are the fibroblasts. Snails are animals that were encountered in Indonesia. Snail slime contains beta agglutinins (antibodies) in the plasma (serum), protein achasin, glikokonjugat and acharan sulphate plays a role in wound healing process by helping the blood clotting process and proliferation of fibroblasts. The purpose of this study was to examine the effectiveness of snail slime on the number of fibroblasts in the wound after tooth extraction Wistar rats. This study is a laboratory experimental design with posttest only control group design using 10 rats Wistar male were divided into 2 groups: the treatment group were extracted incisor left underneath and given the snail slime, and the control group were not given the snail slime after extraction of teeth bottom left incisor. Number of fibroblast cells was observed at day 5 after tooth extraction. Snails were taken from plantations in the area Kalasey. This research was conducted in the Laboratory of Pathology of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. The results showed the average number of fibroblasts in the control group less, with a value of 34.4 compared with the group treated with the value of 70.2. Data from each group were analyzed using normality test, homogeneity and continued Independent t-test. Conclusion: Snail slime was effective to increase the number of fibroblasts after tooth extraction of Wistar rats.Keywords: snail slime (achatina fulica), fibroblasts, tooth extraction, male wistar rats.Abstrak: Pencabutan gigi merupakan prosedur umum dalam kedokteran gigi dan dapat menghasilkan suatu perlukaan. Sel utama yang terlibat dalam proses penyembuhan luka ialah fibroblas. Bekicot merupakan hewan yang banyak ditemui di Indonesia. Lendir Bekicot mengandung zat beta aglutinin (antibodi) di dalam plasma (serum), protein achasin, glikokonjugat dan acharan sulfat yang berperan dalam proses penyembuhan luka dengan membantu proses pembekuan darah dan proliferasi sel fibroblas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas lendir bekicot terhadap jumlah sel fibroblas pada luka pasca pencabutan gigi tikus wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post test only control group design dengan menggunakan 10 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diekstrasi gigi insisivus kiri bawahnya dan diberikan lendir bekicot, dan kelompok kontrol yang tidak diberikan lendir bekicot setelah ekstrasi gigi insisivus kiri bawahnya. Jumlah sel fibroblas diamati pada hari ke-5 setelah pencabutan gigi. Bekicot diambil dari perkebunan di daerah Kalasey. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata sel 515Oroh, Pangemanan, Mintjelungan: Aktivitas lendir bekicot...fibroblas pada kelompok kontrol lebih sedikit, dengan nilai 34,4 dibandingkan dengan kelompok perlakuan dengan nilai 70,2. Data dari masing-masing kelompok dianalisa menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan dilanjutkan Independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lendir bekicot memiliki efektifitas terhadap peningkatan jumlah sel fibroblas pasca pencabutan gigi tikus wistar.Kata kunci: lendir bekicot (achatina fulica), fibroblas, pencabutan gigi, tikus wistar jantan
Efektivitas Tindakan Skeling terhadap Perawatan Gingivitis di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Manado Korompot, Febri; Siagian, Krista V.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Khoman, Johanna
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.23928

Abstract

Abstract: The most common periodontal disease is gingivitis which is caused by biofilm accumulation on plaque around the gingival margin and inflammatory response to bacteria. Scaling is used to eliminate bacterial and calculus deposits that cause gingivitis. This study was aimed to determine the effectiveness of scaling in gingivitis treatment. This was a pre-experimental study with one group pre and post test design. Samples were obtained by using total sampling technique. There were 30 patients aged 17-45 years that had scaling performed on them at RSGM in 2019. Gingivitis was observed before and after scaling using the modified gingival index (MGI). The results showed that before scaling, there were mild gingivitis 23.30%, moderate gingivitis 70%, and severe gingivitis 6.70%. Two days after scaling, mild gingivitis and moderate gingivitis were observed 50% each. The paired sample t-test showed a p-value of 0.000. In conclusion, scaling is effective in gingivitis treatment based on the assessment using the modified gingival index.Keywords: gingivitis, scaling, modified gingival index Abstrak: Penyakit periodontal yang paling sering dijumpai yakni gingivitis (peradangan gingiva). Gingivitis disebabkan oleh akumulasi biofilm pada plak di sekitar margin gingiva dan respon peradangan terhadap bakteri. Tindakan untuk menghilangkan deposit bakteri dan kalkulus yang menyebabkan gingivitis salah satunya ialah tindakan skeling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas tindakan skeling terhadap perawatan gingivitis. Jenis penelitian ialah pra eksperimental dengan one grup pre and post test design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling terhadap pasien yang berusia 17-45 tahun yang dilakukan tindakan skeling di RSGM pada tahun 2019 berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilakukan dengan melihat gingivitis sebelum skeling dan setelah skeling melalui pengukuran keparahan gingiva menggunakan modified gingival index (MGI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum skeling gingivitis ringan 23,30%, gingivitis sedang 70%, gingivitis berat 6,70%. Dua hari pasca skeling didapatkan gingivitis ringan dan gingivitis sedang sama besar yaitu masing-masing 50%. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ialah tindakan skeling efektif terhadap perawatan gingivitis berdasarkan penilaian modified gingival index.Kata kunci: gingivitis, skeling, modified gingival index
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PERAWATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS BAHU Sembel, Mariane; Opod, Henry; Hutagalung, Bernart S. P.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5855

Abstract

Abstract: Patient satisfaction with dental care is a comparison between the perceptions of care received by expectations before getting treatment. The study in Bahu Health centers based on seven dimensions of service quality is the guarantee, empathy, reliability, responsiveness, physical appearance, medical services and professionalism using Likert scale. The study was descriptive with a sample of 48 people. How sampling is total sampling. Results showed patient satisfaction with dimensions of guarantee 80,9% very satisfied with the category. On the dimension of empathy showed 86,4% of patients very satisfied. On the dimension of reliability showed 84,5% of patients very satisfied. On the dimension of responsiveness showed 84,1% of patients very satisfied. On the dimension of physical appearance showed 80,7% of patients very satisfied. On the dimension of medical services showed 89,1% of patients very satisfied. On the dimension of professionalism showed 91,6% of patients very satisfied. Based results of patient satisfaction with dental care in Bahu Health centers based on seven dimensions showed rate index 85,32% of patients very satisfied. Keywords: Patient satisfaction, Dental care and oral.    Abstrak: Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan perbandingan antara persepsi terhadap pelayanan yang diterima dengan harapannya sebelum mendapatkan pelayanan. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bahu berdasarkan tujuh dimensi mutu pelayanan yaitu jaminan, empati, kehandalan, daya tanggap, tampilan fisik, pelayanan medis dan profesionalisme berdasarkan skala Likert. Jenis penelitian yaitu deskriptif dengan jumlah sampel 48 orang. Cara pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien terhadap dimensi jaminan sebesar 80,9% dengan kategori sangat puas. Pada dimensi empati menunjukkan 86,4% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi kehandalan menunjukkan 84,5% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi daya tanggap menunjukkan 84,1% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi tampilan fisik menunjukkan 80,7% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi pelayanan medis menunjukkan 89,1% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi profesionalisme 91,6% pasien merasa sangat puas. Berdasarkan hasil penelitian tentang kepuasan pasien terhadap perawatan gigi dan mulut di Puskesmas Bahu ditinjau dari dimensi pelayanan menunjukkan indeks rata-rata sebesar 85,32% dengan kategori sangat puas. Kata kunci: kepuasan pasien, perawatan gigi dan mulut.
Uji daya hambat ekstrak biji kopi robusta (Coffea robusta) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis secara in vitro Tilaar, Vilani A. M.; Kaseke, Marie M.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13491

Abstract

Abstract: Enterococcus faecalis is commonly found in the root canal especially in failing treated root canal. These bacteria is resistant against many antibacterials. Recently, natural antibacterials have been developed as alternative antibacterials particularly for oral infection such as Robusta coffee seed extract (Coffea robusta) which contains antibacterial compounds (caffeine, volatile acid, and phenol). This study aimed to obtain the inhibition ability of Robusta coffee seed extract against growth of Enterococcus faecalis in vitro. This was a true experimental study with a post test only control group design. This study used agar diffusion method with well modified technique with 5 times of repetitions. The positive control was chlorhexidine 2% and the negative control was aquades. The results showed that Robusta coffee seed extract could inhibit the growth of Enterococcus faecalis with an average diameter of inhibition zone of 13.8 mm.Keywords: enterococcus faecalis, coffea robustaAbstrak: Enterococcus faecalis sering ditemukan di dalam saluran akar terutama yang gagal terhadap perawatan. Bakteri ini telah resisten terhadap banyak bahan antibakteri. Saat ini telah banyak dikembangkan bahan antibakteri alami sebagai alternatif pengobatan antibakteri khususnya untuk infeksi rongga mulut, yaitu antara lain kopi robusta (Coffea robusta) yang mengandung senyawa antibakteri (kafein, asam volatil, dan fenol). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji kopi robusta terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis secara in vitro. Jenis penelitian ialah eksperimental murni (true experimental design) dengan post test only control grup design. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar dengan teknik sumuran. Pengulangan dilakukan sebanyak lima kali. dengan kontrol positif chlorhexidine 2% dan kontrol negatif aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi robusta (Coffea robusta) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dengan rerata diameter zona hambat 13,8 mm.Kata kunci: Enterococcus faecalis, Coffea robusta
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG TAMPILAN MALOKLUSI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KRISTEN 67 IMANUEL BAHU Djunaid, Ahmad; Gunawan, Paulina N.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 1, No 1 (2013): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.1.2013.1926

Abstract

Abstract: Malocclusion is a condition that deviates from normal occlusion include irregularity of the teeth in the dental arch such as crowding, protrusif, malposition and harmonious relationship with the opposing teeth. Occurrence of malocclusion in children will lead to many problems such as including impaired of mastication, speech processing as well as aesthetic problems socially impaired. The purpose of this study to describe the knowledge of malocclusion in junior high school 67 Christian Immanuel Bahu. The research is descriptive and sampling method with a total sampling methods. Retrieval of data to find a picture of malocclusions knowledge gained by means of questionnaires by a sample of 88 students. Knowledge of the research lookscale photographs by AC of IOTN in accordance with the composition of his teeth with persentse 44.31%, knowledge of tooth arrangement in accordance with the profile picture based on the percentage of 54.55% and a knowledge of  treatment  needs  in  accordance  with  the  percentage  of  23.87% appropriate Treatment needs. Keywords: knowledge, malocclusion.     Abstrak: Maloklusi merupakan keadaan yang menyimpang dari oklusi normal meliputi ketidakteraturan gigi-geligi dalam lengkung rahang seperti gigi berjejal, protrusif, malposisi maupun hubungan yang tidak harmonis dengan gigi antagonisnya. Terjadinya maloklusi pada anak akan mengakibatkan banyak masalah diantaranya gangguan pengunyahan, proses bicara serta masalah pergaulan karena estetik yang terganggu. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang maloklusi pada siswa SMP Kristen 67 Imanuel Bahu. Penelitian bersifat deskriptif dan cara pengambilan sampel dengan metode total sampling. Pengambilan data untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang maloklusi diperoleh dengan cara pengisian kuesioner oleh sampel yang berjumlah 88 siswa. Hasil penelitian didapatkan data pengetahuan tampilan berdasarkan skala fotograf AC dari IOTN sesuai dengan susunan giginya dengan persentse 44,31%, pengetahuan tentang susunan gigi sesuai berdasarkan foto profil dengan persentase 54,55% dan pengetahuan tentang kebutuhan perawatan dengan persentase 23,87% sesuai dengan kebutuhan perawatan. Kata kunci: pengetahuan, maloklusi.
GAMBARAN STATUS KARIES PADA SISWA SMP NEGERI I TOMOHON Mangkey, Elisa; Posangi, Jimmy; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6848

Abstract

Abstract: The most common oral disease in society is dental caries. Dental caries is a disease in hard tissue of tooth such as enamel, dentin, and cementum caused by microbiological activity inside fermented carbohydrate. SMP Negeri 1 Tomohon is one of the large junior high schools with students aged 11-14 years, and their parents’ social economy variated from low to middle class. Moreover, there are lot of snack counters around the school. Children’s habit of consuming cariogenic foods makes them susceptible to dental caries. This study aimed to obtain dental caries status on students at SMP Negeri 1 Tomohon. This was a descriptive research with cross sectional approach method. Population of this study was students in SMP Negeri 1 Tomohon with sampling using purposive sampling technique and there are 92 students became this research sample. Caries status was measured by using DMF-T index (decayed, missing, filling-teeth) which firstly acquainted by Klein H., Palmer CE, and Knutson JW in 1983. The result of this research showing DMF-T on SMP Negeri 1 Tomohon is D (decayed) scored 165, M (missing) scored 39, and F (filling) scored 4. The average result of DMF-T was 2.26. Conclusion: Caries status of SMP Negeri 1 Tomohon students was in the low category.Keywords: caries status, junior high school students, DMF-TAbstrak: Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak dijumpai di masyarakat luas yaitu karies gigi. Karies gigi merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi berupa email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik yang ada dalam suatu karbohidrat yang diragikan. SMP Negeri 1 Tomohon merupakan salah satu sekolah yang cukup besar dengan siswa berusia 11-14 tahun, status sosial ekonomi orang tua yang bervariasi dari golongan rendah sampai menengah, dan terdapat banyak tempat jajanan di lingkungan sekolah. Kebiasaan anak mengonsumsi makanan kariogenik membuat anak rentan terhadap karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies pada siswa SMP Negeri 1 Tomohon. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini ialah siswa SMP Negeri 1 Tomohon dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 92 siswa yang menjadi sampel penelitian. Status karies diukur menggunakan indeks DMF-T (decayed, missing, filling-teeth) yang pertama kali diperkenalkan oleh Klein H, Palmer CE, dan Knutson JW pada tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks DMF-T pada siswa SMP Negeri 1 Tomohon yaitu 2,26. Simpulan: Status karies siswa SMP Neheri 1 Tomohon berada pada kategori rendah.Kata kunci: status karies, siswa sekolah menengah pertama, DMF-T
Uji daya hambat ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus L) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Kawengian, Susanna A. F.; Wuisan, Jane; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14736

Abstract

Abstract: One of the plants that can be used in medical field is the lemongrass plant (Cymboogon citratus) that has lush and dense leaves. Lemongrass leaves contain alkaloids, saponins, tannins, polyphenols, and flavonoids. Streptococcus mutans is known as one of the bacteria that can cause dental caries. An alternative way to eliminate Streptococcus mutans is by using lemongrass leaves. This study was aimed to determine the antibacterial effect of lemon grass leaves extract in inhibition of the growth of Streptococcus mutans and its degree of effectivenss referred to the inhibition zone. This was an experimental study using modified Kirby-bauer method with wells. The leaves of lemon grass were taken from Kalawat, North Minahasa then they were extracted with maceration method using 96% ethanol. Streptococcus mutans were obtained from the pure stock of Pharmacy Laboratory MIPA Sam Ratulangi University. The results showed that the total diameter of inhibition zone of lemon grass leaves extract against Streptococcus mutans was 19.8 mm with an average of 3.96 mm. Conclusion: Lemon grass extract was effective in inhibition of Streptococcus mutans with an average diameter of inhobotion zone of 3.96 mm.Keywords: lemon grass leaves, Streptococcus mutans, inhibition zone Abstrak: Salah satu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan obat yaitu tanaman serai (Cymbopogon citratus) yang memiliki daun yang rimbun dan lebat. Daun serai mengandung alkaloid, saponin, tanin, polifenol dan flavonoid. Streptococcus mutans merupakan salah satu penyebab karies gigi. Cara alternatif untuk menanggulangi Streptococcus mutans yaitu dengan menggunakan daun serai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun serai memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans serta menilai besar daya hambat ekstrak daun serai terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dilihat dari diameter zona hambat. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan sumuran. Sampel daun serai diambil dari daerah Kalawat Kabupaten Minahasa Utara kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Farmakologi MIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian mendapatkan total diameter zona hambat ekstrak daun serai terhadap Streptococcus mutans sebesar 19,8 mm dengan nilai rerata sebesar 3,96 mm. Simpulan: Ekstrak daun serai memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan rerata zona hambat sebesar 3,96 mm.Kata kunci: daun serai (cymbopogon citratus L), streptococcus mutans, zona hambat
Gambaran Stomatitis Aftosa Rekuren pada pengguna alat ortodonsi cekat mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sam Ratulangi Umboh, Priska F.
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3199

Abstract

Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) adalah lesi mukosa oral yang timbul secara berulang, biasanya berupa ulser berwarna putih kekuningan. Penggunaan alat ortodonsi cekat merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya SAR. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui gambaran Stomatitis Aftosa Rekuren pada pengguna alat ortodontik cekat mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sam Ratulangi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Data hasil penelitian diperoleh berdasarkan kuesioner yang diberikan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,3% pengguna alat ortodonsi cekat mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sam Ratulangi pernah mengalami SAR, dimana perempuan lebih cenderung mengalami dibandingkan laki-laki. Lama penggunaan alat ortodonsi cekat berpengaruh terhadap terjadinya SAR. Sebanyak 29,51% pengguna alat ortodonsi cekat menggunakan alat ortodonsi cekat selama >2tahun, dan sebanyak 36,73% menyatakan bahwa frekuensi terjadinya SAR terjadi secara tidak teratur. Lokasi terjadinya SAR yaitu pada mukosa pipi 48,98%, mukosa bibir 48,98%, dan lidah 2,04%. Sebanyak 30,61% responden membiarkan SAR tanpa perawatan dimana 53,33% responden sembuh < 1 minggu, 2,04% berobat ke dokter umum dan sebanyak 67,35% mengobati sendiri, dimana 57,58% diantaranya menggunakan obat oles. Kata kunci : Stomatitis Aftosa Rekuren, alat ortodonsi cekat.ABSTRACTRecurrent Aphthous Stomatitis (RAS) can be defined as lesions of the oral mucosa which occours repeatedly, normaly in the form of white yellow ulcer. The using of fixed orthodontic application is one of the factors that trigger RAS to occur. The objective of this research is to discover the description of RAS within the users of fixed orthodontic appliance in dentistry student of Sam Ratulangi University. The sampling method had taken by purposive sampling from 61 sample respondents. The results were gained from the questionnaire that were given to the respondents. The result of this research shows that 80,3% of the fixed orthodontic appliance users in dentistry student of Sam Ratulangi University ever experienced RAS, by which females tend to experience more than males. Duration of fixed orthodontic application usege is highly influential to the occurrence of RAS. About 29,51% of the users have been using this fixed orthodontic appliance for > 2 years, and 36,73% of them stated the frequency of the occurrence of RAS is irregular. The location where RAS occurs can be describe as 48,98% in cheek mucosa, 48,98% in the lips mucosa and 2,04% in tongue. For the amount of 30,61% of the users left the SAR untreated, in which 53,33% of the total respondents admitted healed between <1 weeks, 2,04% seek treatment at the doctor, and 67,35% treat it by themselves which 57,58% of them used topical medicine. Keywords : Reccurent Aphthous Stomatitis, fixed orthodontic appliance.
Gambaran status kebersihan gigi dan mulut di Panti Asuhan Nazaret Tomohon Mangowal, Maya P.; Pangemanan, Damajanty H.C; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17021

Abstract

Abstract: Dental and oral health is important for every individual. It plays an important role in the prevention of caries. During growth and development periods, adolescents often have health problems; one of them is oral and dental hygiene. This study was aimed to obtain the profile of oral and dental hygiene status among adolescents at Panti Asuhan Nazaret (an orphanage) Tomohon. This was a descriptive study with a cross sectional design using total sampling method. There were 37 adolescents as respondents. The results showed that 59.5% of them belonged to good category, 32.4% to moderate category, and 8.1% to poor category. Conclusion: The oral and dental hygiene status of most adolescents at Panti Asuhan Nazaret Tomohon was in good category. However, education and counseling about the importance of oral and dental hygiene are still needed.Keywords: dental and mouth hygiene, adolescents Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut penting diketahui tiap individu. Hal tersebut sangat berperan dalam upaya pencegahan terjadinya karies. Dalam pertumbuhan dan perkembangan, remaja sering mengalami masalah kesehatan, salah satunya masalah kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada anak remaja di Panti Asuhan Nazaret Tomohon. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Metode pengambilan sampel ialah total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini ialah 37 anak remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kebersihan gigi dan mulut dari 59,5% responden termasuk kategori baik, 32,4% kategori sedang, dan 8,1% kategori buruk. Simpulan: Gambaran status kebersihan gigi dan mulut sebagian besar anak remaja di Panti Asuhan Nazaret Tomohon termasuk dalam kategori baik. Disarankan untuk diberikan pendidikan dan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.Kata kunci: kebersihan gigi dan mulut, remaja
GAMBARAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TUMINTING KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Yoto, Hendro
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3234

Abstract

Gingivitis during pregnancy due to increased concentrations of the hormones estrogen and progesterone . This situation is characterized by the interdental papillae are red, swollen , easily bleeding accompanied by pain causes gingival be particularly sensitive to the toxin and irritants such as plaque and calculus that resulted in inflamed gingiva . This study aims to describe gingivitis in pregnant women in health centers Tuminting based on age , gestational age , educational level , and income level.Type of research is descriptive research by sampling the sampling Accident pregnant women who come checkups at health centers and pregnant women who are subject to the criteria that are in trimester II and III trimester .The results showed the distribution by age 21-30 years ( 51 % ) , gingival status based on gestational age at second and third trimester with mild inflammation ( 60 % ) , gingival status by finishing primary education level inflamsi mild ( 62.5 % ) and in graduated from college reached ( 100 % ) , gingival status by income level > 1 million per month ( 65.78 % ) and income pernulan 1-5 million ( 47.05 % ) . Conclusion gingival status by measuring gingival index , gingival normal 14 ( 25.4 % ) , 33 mild inflammation ( 60 % ) , moderate inflammation 6 ( 11 % ) , and 2 severe inflammation ( 3.6 % ) . Need for cooperation between gynecologists and dentists in dealing with oral and dental problems in pregnant women.Keywords : Pregnancy , GingivitisAbstrakGingivitis pada saat kehamilan disebabkan oleh peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron. Keadaan ini ditandai dengan papila interdental yang memerah, bengkak, mudah berdarah disertai rasa sakit menyebabkan gingiva menjadi sensitif khususnya terhadap toksin maupun iritan seperti plak dan kalkulus yang mengakibatkan gingiva mengalami peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gingivitis pada ibu hamil di Puskesmas Tuminting berdasarkan usia, usia kehamilan, tingkat pendidikan, dan tingkat penghasilan.Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan cara pengambilan sampel Accident sampling yaitu ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas dan ibu hamil yang menjadi subjek dengan kriteria berada pada trimester II dan trimester III.Hasil penelitian menunjukkan distribusi berdasarkan usia 21-30 tahun (51%), status gingiva berdasarkan usia kehamilan pada trimester II dan III dengan inflamasi ringan (60%), status gingiva berdasarkan tingkat pendidikan tamat SD inflamsi ringan (62,5%) dan pada tamat perguruan tinggi mencapai (100%), status gingiva berdasarkan tingkat penghasilan >1 juta perbulan (65,78%) dan penghasilan 1-5 juta pernulan (47,05%). Kesimpulan status gingiva berdasarkan indeks pengukuran gingiva, 14 orang gingiva normal (25,4%), 33 orang inflamasi ringan (60%), 6 orang inflamasi sedang (11%), dan 2 orang inflamasi berat (3,6%). Perlu adanya kerja sama antara dokter ahli kandungan dan dokter gigi dalam menangani masalah gigi dan mulut pada ibu hamil.Kata kunci: Kehamilan, Gingivitis