cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
GAMBARAN KEPUASAN PELAYANAN PERAWATAN GIGI TIRUAN LEPASAN BERBASIS AKRILIK PADA MASYARAKAT KELURAHAN MOLAS Chuanda, Chandra
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4685

Abstract

Abstract: Oral health is very important in our daily life activities such as eating, drinking, and talking, as well as socialization and self-confidence. Individuals with oral health problems including tooth loss and using removable denture which does not function properly usually have many complaints. From the standpoint of patients, denture care services are successful if the patients are satisfied with the services provided, willing, and feeling comfortably to use dentures. This study aimed to describe the satisfaction of acrylic based removable denture care services in Molas. This was a descriptive study by using questionnaires. Samples were 66 people. Satisfaction is the difference between the expectation and experience of people at the removable denture care services and is measured based on five dimensions of satisfaction as follows, reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Data were analyzed by using the Excel program and then presented in tabular forms of Service-Quality and Cartesian diagram. The results showed the average scores of the dimensions as follows: reliability -0.6, responsiveness -0.5, assurance -0.7, empathy -0.42, and tangibles -0.6. Assurance was the most complained dimension. Conclusion: The difference between the level of expectation and the experience of patients were unsatisfactory or still below expectation. Keywords: satisfaction service, denture care, removable denture based acrylik.   Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut yang baik dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari seperti makan, minum, bicara, sosialisasi, dan rasa percaya diri. Individu dengan gangguan kesehatan gigi dan mulut termasuk yang mengalami kehilangan gigi dan menggunakan gigi tiruan namun tidak berfungsi maksimal umumnya mempunyai banyak keluhan. Dari sudut pandang pasien, pelayanan perawatan gigi tiruan dikatakan berhasil bila pasien puas terhadap pelayanan yang diberikan, mau, dan nyaman menggunakan gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pelayanan perawatan gigi tiruan lepasan berbasis akrilik pada masyarakat Molas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Sampel berjumlah 66 orang. Gambaran selisih antara harapan dan pengalaman masyarakat pada pelayanan perawatan gigi tiruan lepasan diukur berdasarkan 5 dimensi kepuasan yaitu, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangibles. Analisis data menggunakan program Excel dan kemudian disajikan dalam bentuk tabel Service-Quality dan Diagram kartesius. Hasil penelitian memperlihatkan skor rata-rata dimensi reliability -0,6, responsiveness -0,5, assurance -0,7, emphaty -0,42, dan tangibles -0,6. Assurance merupakan dimensi yang paling banyak dikeluhkan. Simpulan: Selisih antara tingkat harapan dengan pengalaman pasien semuanya tidak memuaskan pasien atau masih di bawah harapan pasien. Kata kunci: kepuasan pelayanan, perawatan gigi tiruan, gigi tiruan bebasis akrilik
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI SILANG PADA TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PSPDG FK UNSRAT Suleh, Meilan M.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10482

Abstract

Abstract: Tooth extraction is one of the high risk actions that can cause cross-infection. Prevention and control of a cross-infection is needed in tooth extraction because the field of dentistry work contacts directly with blood and saliva. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. There were 44 samples obtained by using purposive sampling method. This study aimed to determine the prevention and control of cross infection in dental extractions at the Dental Hospital PSPDG FK Unsrat. The results showed that the prevention and control of cross-infection pre-action tooth extraction was 37.4%. The prevention of cross infection control during dental extractions was 60.26%. The prevention of cross infection control after tooth extraction was 47.16%. In general, prevention and cross-infection control in dental extractions at the Dental Hospital PSDDG FK Unsrat was only done by 48.23%.Keywords: prevention and control of cross-infection, tooth extraction actionAbstrak: Ekstraksi gigi merupakan salah satu tindakan berisiko tinggi menyebabkan terjadinya infeksi silang. Pencegahan dan pengendalian infeksi silang sangat dibutuhkan pada tindakan ekstraksi gigi, karena bidang kerja kedokteran gigi berhubungan langsung dengan darah dan saliva. Jenis penelitian ini deskritif observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 44 sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut PSPDG FK Unsrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dan pengendalian infeksi silang pra tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 37,4%. Pencegahan dan pengendalian infeksi silang selama tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 60,26%. Pencegahan dan pengendalian infeksi silang paska tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 47,16%. Secara umum, pencegahan dan pengendalian infeksi silang pada tindakan ekstraksi gigi di RSGM PSDDG FK Unsrat hanya dilakukan sebesar 48,23%.Kata kunci: pencegahan dan pengendalian infeksi silang, tindakan ekstraksi gigi.
Perbedaan Kadar Keasaman Saliva Pasca Menyikat Gigi dengan Sikat Gigi Konvensional dan Sikat Siwak Mo'o, Billie A. F. P.; Tendean, Lydia E. N.; Mintjelungan, Christy N.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.24642

Abstract

Abstract: Miswak (Salvadora persica) is known to be capable enough to increase the hygiene and oral health through its mechanical and chemical components. The acidity of saliva is one of the components that contribute to the acidity of the oral cavity. This study was aimed to evaluate the difference of the saliva acidity after tooth brushing using conventional toothbrush and miswak brush. This was an observational descriptive study with a cross sectional design. Population consisted of Preclinic students of Dentistry Study Program, Sam Ratulangi University Manado. Total sampling method was used in this study and we obtained 30 students that fulfilled the inclusion criteria. The result showed that the number of subjects with acid category of saliva was higher after using miswak brush (53.3%) than after using conventional toothbrush (23.3%). In conclusion, the acid category of saliva was more frequent occured afer tooth brushing with miswak brush than with conventional toothbrush.Keywords: acidity of saliva, conventional toothbrush, miswak brush Abstrak: Siwak (Salvadora persica) telah dikenal mampu meningkatkan kebersihan dan kesehatan mulut melalui kandungan komponen mekanis serta komponen kimia. Kadar keasaman saliva merupakan salah satu komponen yang berkontribusi terhadap kadar keasaman mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kadar keasaman saliva pasca menyikat gigi dengan sikat gigi konvensional dan sikat siwak. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Populasi ialah mahasiswa Preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi (PSPDG Unsrat) Manado. Metode pengambilan sampel ialah total sampling. Pada penelitian ini didapatkan 30 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi. Setiap subyek dinilai kadar keasaman saliva sebelum dan setelah menyikat gigi dengan sikat gigi konvensional dan sikat siwak. Hasil penelitian mendapatkan jumlah subyek dengan nilai kadar keasaman saliva kategori asam setelah menyikat gigi menggunakan sikat siwak (53,3%) lebih besar daripada setelah menyikat dengan sikat gigi konvensional (23,3%). Simpulan penelitian ini ialah kadar keasaman saliva kategori asam setelah menyikat gigi dengan sikat siwak lebih sering ditemukan daripada yang menggunakan sikat gigi konvensional.Kata kunci: kadar keasaman saliva, sikat gigi konvensional, sikat siwak
PENGARUH PENYULUHAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP INDEKS PLAK GIGI PADA SISWA SD INPRES LAPANGAN Pantow, Claudiette Brigita; Warouw, Sarah M.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.6341

Abstract

Abstract: Dental health education conducted to the elementary school students is one of promotive effort to increase oral and dental health. The aim of this study was to know the influence of dental health education about tooth-brushing method toward dental plaque index in the elementary school students of Inpres Lapangan. Research was done in Inpres Lapangan elementary school using quasy experimental method. Samples were taken using total sampling method in a total of 50 respondents. This research used Wilcoxon statistical analysis test. The result showed that before dental health education conducted to the students dental plaque index was moderate category after dental health education conducted, dental plaque index increased to good category. Wilcoxon analysis test showed value of significance p<0,001. This statistical analysis concluded that there was influence of dental health education about tooth brushing method toward dental plaque index of the elementary students in Inpres LapanganKeywords: dental health education,tooth brushing method,plaque indexAbstrak: Penyuluhan cara menyikat gigi pada siswa sekolah dasar merupakan salah satu upaya promotif dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan cara menyikat gigi terhadap indeks plak gigi pada siswa SD Inpres Lapangan. Penelitian dilakukan di SD Inpres Lapangan, dengan menggunakan metode penelitian quasy eksperimental. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Penelitian ini menggunakan uji analisis statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan cara menyikat gigi indeks plak awal ialah kategori sedang dan setelah dilakukan penyuluhan cara menyikat gigi indeks plak akhir ialah kategori baik. Hasil uji analisis statistik Wilcoxon ini menunjukkan p<0,001. Hasil analisis ini menunjukan ada pengaruh yang bermakna dari penyuluhan cara menyikat gigi terhadap indeks plak gigi pada siswa SD Inpres Lapangan.Kata kunci: penyuluhan kesehatan gigi, cara menyikat gigi, indeks plak
Kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea Massie, Nikita S. W.; Wowor, Vonny N. S.; Tendean, Lydia
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13651

Abstract

Abstract: A qualified life is the hope of every elderly, which means that they can enjoy they elderly life happily. Tooth loss can cause dysfunction that affect the quality of life. Well-made denture can replace the missing teeth and restore the dysfunction. This study aimed to obtain the life quality of elderly at Kecamatan Wanea. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population in this study consisted of elderly as many as 329 people that used dentures. The total samples were 77 respondents obtained by using purposive sampling method. This study was carried out at Kecamatan Wanea from February till August 2016. OHIP 14 quitionary was used as the instrument in this study. The life quality measurement score showed that the functional limitation dimension was 151.5; physical disability dimension was 140; psychical disability dimension was 106; social disability dimension was 99.5; hampered dimension was 102.5; and life quality measurement score was 122.7. Conclusion: The life quality of elderly using dentures at Kecamatan Wanea was quite good.Keywords: life quality, elderly, denture user.Abstrak: Hidup yang berkualitas merupakan sesuatu yang diinginkan lansia sehingga bisa menikmati masa tua dengan penuh makna, membahagiakan, dan berguna. Kehilangan gigi dapat menimbulkan gangguan fungsi yang berpengaruh pada kualitas hidup. Gigi tiruan yang dibuat dengan baik untuk menggantikan gigi yang hilang dapat memulihkan fungsi yang terganggu, dan akan berdampak pada kualitas hidup penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini ialah lansia yang memakai gigi tiruan sebanyak 329 orang. Sampel berjumlah 77 lansia yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di Kecamatan Wanea pada bulan Febuari sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner OHIP 14. Hasil penelitian menunjukkan skor pengukuran kualitas hidup berdasarkan dimensi keterbatasan fungsi sebesar 151,5; dimensi rasa sakit fisik sebesar 148; dimensi ketidaknyamanan psikis sebesar 112; dimensi ketidakmampuan fisik sebesar 140; dimensi ketidakmampuan psikis sebesar 106; dimensi ketidakmampuan sosial sebesar 99,5; dimensi keterhambatan sebesar 102,5; dan skor pengukuran kualitas hidup sebesar 122,7. Simpulan: Kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea umumnya tergolong baik.Kata kunci: kualitas hidup, lansia, pengguna gigi tiruan
PENGALAMAN KARIES GIGI SERTA POLA MAKAN DAN MINUM PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA KIAWA KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA Worotitjan, Indry; Mintjelungan, Christy N.; Gunawan, Paulina
e-GiGi Vol 1, No 1 (2013): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.1.2013.1931

Abstract

Abstract: Dental caries is an infectious disease resulting email and dentin demineralization. In general, children enter school age have a high caries risk, because at this school age children have a habit of eating foods and beverages cariogenic. This research is descriptive. The purpose of this study was to determine the dental caries experience and patterns of eating and drinking in primary school children in rural North Kawangkoan Kiawa District.The entire study population the sixth grade elementary school students in the village of North KawangkoanKiawa district totaling 60 samples were taken using the Total Sampling. Data retrieval of primary dental caries examination to see the number of dental caries experience (DMF-T) and filling out the questionnaire by using Food Frequency Questionnaire (FFQ) to see the pattern of eating and drinking in primary school children in rural North Kawangkoan Kiawa District.The results showed that primary school students in desaKiawahaving caries experience caries being the average DMF-T 3.71 it means each one of childrens having four caries teeth. Diet on elementary school children who consumed foods cariogenic carbohydrate snack at a frequency that is the most time 2-3 times per day and drinking patterns in elementary school children who consume isotonic drinks cariogenic ie at a frequency of 1-3 times per week. Keywords: dental cariesexperience, eating patterns and drinking, elementary school children.    Abstrak:Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin. Anak-anakmemasuki usia sekolah umumnya mempunyai resiko terhadap karies yang tinggi, karena pada usia ini anak-anak memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman kariogenik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengalaman karies gigi serta pola makan dan minum pada anak sekolah dasar di desa Kiawa kecamatan Kawangkoan Utara.Populasi penelitian yaitu seluruh murid SD kelas VI di desa Kiawa Kecamatan Kawangkoan Utara yang  berjumlah 60 sampel diambil dengan menggunakan metode total sampling. Pengambilan data primer yaitu pemeriksaan karies gigi untuk melihat jumlah pengalaman karies gigi (DMF-T) dan pengisian kuesioner dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat pola makan dan minum pada anak sekolah dasar di desa Kiawa kecamatan Kawangkoan Utara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar didesaKiawamemilikipengalaman karies gigikategori sedang dengan rata-rata DMF-T 3.71 yang artinya anak-anak sekolah mengalami karies rata-rata 4 gigi. Pola makan makanan karbohidrat kariogenik tertinggi pada anak sekolah dasar yaitu snackpada frekuensi waktu 2-3 kali per hariPola minum minumankariogenik tertinggi pada anak sekolah dasar yaitu minuman isotonik pada frekuensi 1-3 kali per minggu. Kata kunci: pengalaman karies gigi, pola makan dan minum, anak sekolah dasar.
HUBUNGAN STATUS PERIODONTAL DAN DERAJAT REGULASI GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Emor, Stephanie F.; Pandelaki, Karel; Supit, Aurelia S. R.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.7664

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a disorder characterized by hyperglycemia and impaired metabolism of carbohydrates, fats, and proteins. These are caused by insulin deficiency, relative or absolute. Diabetes mellitus is a long-term chronic disease with a risk of the occurence of diabetic complications, such as oral diabetic. The study aimed to analyze the relationship between periodontal status and the degree of blood sugar regulation in diabetic patients in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Data were obtained from the Endocrine clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a descriptive analytical study with a cross sectional approach. Samples consisted of 37 patients (total sampling) aged 20-60 years. The analytic methods used in this study was the chi-square test (univariate and bivariate). Periodontal pocket depths were clinically examined. The results showed that there was no healthy periodontal state among diabetic patients. Uncontrolled diabetic patients with poor HbA1c (17 patients, 46%) had bad periodontal status. The chi-square test showed that there was a significant relationship between periodontal status and the degree of blood sugar regulation in diabetic patients (p < 0.05). Conclusion: There was a significant relationship between periodontal status and the degree of blood sugar regulation in diabetic patients.Keywords: periodontal status, diabetes mellitus, degree of regulation blood sugar.Abstrak: Diabetes melitus (DM) adalah kelainan yang ditandai hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif maupun absolut. DM merupakan penyakit kronis yang bila diabaikan dapat terjadi komplikasi diabetic, antara lain oral diabetic. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status periodontal dan derajat regulasi gula darah pasien diabetes melitus di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Pengumpulan data dilakukan di Poliklinik Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Besar sampel sebanyak 37 orang (total sampling) usia 20-60 tahun. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji chi-square). Pemeriksaan kedalaman poket periodontal dilakukan terhadap subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya status periodontal yang sehat pada pasien DM. Pasien DM dengan HbA1c yang buruk memiliki status periodontal yang buruk pula yaitu sebanyak 17 pasien (46%). Berdasarkan hasil uji chi-square terdapat hubungan bermakna antara status periodontal dan derajat regulasi gula darah (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status periodontal dan derajat regulasi gula darah pasien diabetes melitus.Kata kunci: status periodontal, diabetes melitus, derajat regulasi gula darah
Pengaruh air kelapa terhadap peningkatan pH saliva Kusumawardani, Chendrakasih; Leman, Michael A.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14781

Abstract

Abstract: Dental caries is a disease that attacks the hard tooth tissue. One of the causes of dental caries is the acidogenic bacteria. The bacterial growth is influenced by the condition of oral cavity such as the pH of saliva. The acidity of salivary pH causes increased growth of bacteria resulted in higher risk of caries. Various methods are used to reduce the risk of dental caries. One of them is the usage of natural materials that contain calcium such as coconut water (Cocos nucifera L.) that can help the remineralization process, therefore, can pH of saliva will increase. This study was aimed to determine whether the coconut water and improve the pH of saliva. This was a quasi experimental study with a pretest and posttest group design. There were 30 people as samples. Salivary pH measurements were done three times in each sample as follows: normal saliva, saliva after consumption of bread, and saliva after drinking coconut water. Salivary pH was measured with a pH meter. The results showed that coconut water did not increase the pH of saliva because its pH was acid and its sugar content lowered the pH of saliva.Keywords: salivary pH, coconut water, dental caries, coconut water to pH of saliva Abstrak: Penyakit karies gigi merupakan penyakit yang menyerang jaringan keras gigi. Penyebab terjadinya karies gigi di antaranya ialah bakteri asidogenik. Pertumbuhan bakteri ini dipengaruhi keadaan rongga mulut seperti pH saliva. pH saliva yang asam menyebabkan pertumbuhan bakteri semakin meningkat dengan risiko karies semakin tinggi. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya karies gigi di antaranya dengan memanfaatkan bahan dari alam yang memiliki kandungan kalsium seperti air kelapa (Cocos nucifera L.) yang dapat membantu proses remineralisasi sehingga diduga dapat meningkatkan pH saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air kelapa dapat meningkatkan pH saliva. Jenis penelitian ialah kuasi eksperimental dengan pretest and post test group design. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengukuran pH saliva dilakukan sebanyak tiga kali pada tiap sampel, yaitu saliva normal, saliva setelah mengonsumsi roti, dan saliva setelah meminum air kelapa. Pengukuran pH saliva menggunakan pH meter. Hasil penelitian mendapatkan air kelapa tidak dapat meningkatkan pH saliva karena pH kelapa yang asam serta kandungan gula di dalamnya yang menyebabkan pH saliva menjadi turun. Kata kunci: pH saliva, air kelapa, karies gigi, air kelapa terhadap pH saliva
Persepsi Tentang Perawatan Gigi Tiruan Pada Masyarakat Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Kota Manado Silviana, Andriani
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3213

Abstract

Kehilangan gigi dapat mengakibatkan terganggunya beberapa fungsi, yakni fungsi penggunyahan, bicara, dan estetik. Akibat adanya dampak yang ditimbulkan maka seharusnya gigi yang hilang diganti dengan gigi tiruan, namun tidak semua orang yang mengalami kehilangan gigi memakai gigi tiruan. Salah satu faktor pendorong bagi seseorang dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan gigi tiruan yaitu persepsi individu terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan perawatan gigi tiruan. Persepsi adalah proses akhir dari pengamatan yang diawali proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh alat indera kemudian terjadi perhatian, diteruskan ke otak, dan individu menyadari tentang sesuatu. Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat kelurahan Maasing kecamatan Tuminting tentang perawatan gigi tiruan. Penelitian dilakukan selang bulan April 2013 hingga Oktober 2013, dimana pengambilan data penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2013. Sampel yang digunakan memenuhi kriteria inklusi dengan ukuran sampel sebanyak 108 dan pengambilannya menggunakan purposive sampling method. Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat tentang perawatan gigi tiruan secara umum baik, dimana persepsi masyarakat berdasarkan tujuan perawatan gigi tiruan, baik (skor 363,33); persepsi masyarakat berdasarkan manfaat perawatan gigi tiruan, baik (skor 388); dan persepsi masyarakat berdasarkan prosedur perawatan gigi tiruan, cukup baik dengan skor penilaian 328,25. Kata kunci : Persepsi masyarakat, kehilangan gigi, perawatan gigi tiruanABSTRACTTooth loss can lead to disruption of some of functions like mastication, speech, and aesthetic function. Seeing the impact of losing tooth, it should replaced with dentures, but not all people who have lost teeth wear dentures. One of the driving factors in the decision for a person to use a denture that individual's perception of a variety of matters related to denture care. Perception is the process by the end of the observation that begins the process of sensing, which is the process of receiving stimulus by the sensory organs and then going concern, transmitted to the brain, and the individual is aware of something. This research is a descriptive study with the aim to determine the public perception of urban districts Maasing Tuminting about denture care . The study was conducted in April 2013 to lapse in October 2013 , where research data collection was conducted in August 2013. The sample used met the inclusion criteria with a sample size of 108 and from using puposive sampling method. The results showed people's perception about denture care is generally good , with public perception based on objective good denture care (score 363.33) ; public perception based on the benefits of good denture care (score 388), and perceptions based on dental care procedures pretty good imitation with a score of (328.25) assessment .Keywords: Public perception, tooth loss, denture care
Hubungan periodontitis dengan penyakit jantung koroner pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Ticoalu, Jolanda P.; Kepel, Billy J.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14222

Abstract

Abstract: Periodontitis is one of the factors causing systemic disease. It is often associated with increasing signs of inflammation and it is also an indicator of the risk factors of coronary heart disease (CHD). Infection of periodontal structures can accelerate the form of atherosclerosis that causes coronary heart disease due to systemic inflammation through the release of endotoxins, proteins, or acute phase reactors. This was a case control analytical study with a cross sectional design conducted at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from August to September 2016. There were 40 respondents (20 CHD patients and 20 non-CHD patients) obtained by using total sampling method. Periodontal disease indexes of the samples were evaluated by using periodontal disease index of Ramfjord 1959. The Chi-square test showed a p value of 0.01. Conclusion: There was a significant relationship between periodontitis and coronary heart disease in patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Keywords: periodontitis, Coronary Heart Disease (CHD) Abstrak: Periodontitis merupakan salah satu faktor penyebab penyakit sistemik. Pada periodontitis sering didapatkan peningkatan tanda-tanda inflamasi yang juga merupakan salah satu indikator dari faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK). Infeksi struktur periodontal dapat mempercepat pembentukan aterosklerosis yang menjadi penyebab PJK dengan cara menimbulkan inflamasi sistemik melalui pelepasan endotoksin, protein, atau reaktor fase akut. Jenis penelitian ialah analitik menggunakan case control dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan Agustus sampai September 2016. Terdapat 40 responden (20 pasien PJK dan 20 pasien non PJK) diperoleh dengan menggunakan metode total sampling. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran indeks penyakit periodontal menggunakan pengukuran PDI Ramfjord 1959. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan nilai p=0,01 (0,01<0,05) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara periodontitis dengan PJK pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara periodontitis dengan penyakit jantung koroner pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Kata kunci: periodontitis, penyakit jantung koroner (PJK)