cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
GAMBARAN KEBUTUHAN PERAWATAN KARIES GIGI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KRISTEN 3 TOMOHON Montolalu, Wilna R. M.; Leman, Michael A.; Kaligis, Stefana H. M.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10017

Abstract

Abstract: Dental caries is one of many diseases indental health. Dental caries is a disease that affects most of the people in the world. The prevalence of dental caries is still high enough therefore still it apriority in dental health especially in school-age children. Treatment of dental caries is a preventive measure which can maintain dental structure and repair dental caries to prevent damage that can caused loss of teeth at a young age.The purpose of this study is to describe the needs of caries treatment in SMK Kristen 3 Tomohon students. This descriptive study has 68 sample taken with total sampling technique. Caries treatment needs in every sample assessed using WHO Dentition Status and Treatment Need. Result of this study showed as followed the highest caries treatment needs is the one surface filling is 182 teeth (40.2%), followed by the need for fissure sealant is168 teeth(37.1%), preventive caries arresting care is 46 teeth(10.2% ), pulp care and restoration is 21 teeth (4.6%), two or more surface fillings is 14 teeth(3.1%), tooth extraction as many as12 teeth(2.6%), and the lowest is the need of crown10 teeth (2.2%). Based on the research’s result it can be concluded that most of the treatment in dental caries is needed by the students of SMK Kristen 3 Tomohon with one surface filling is the highest treatment needed and crown is the lowest one.Keywords: dental caries, treatment need, studentABSTRAK: Karies gigi merupakan salah satu dari berbagai penyakit kesehatan gigi. Karies gigi adalah penyakit yang menyerang hampir seluruh masyarakat di dunia. Prevalensi karies gigi masih cukup tinggi sehingga masih menjadi prioritas dalam masalah kesehatan gigi dan mulut terlebih pada anak-anak usia sekolah. Perawatan karies gigi merupakan tindakan pencegahan yang dapat mempertahankan struktur gigi dan memperbaiki karies gigi untuk mencegah kerusakan yang menyebabkan kehilangan gigi pada usia muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kebutuhan perawatan karies pada siswa SMK Kristen 3 Tomohon. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 68 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Sampel diperiksa dengan menggunakan kriteria penilaian kebutuhan perawatan karies gigi menurut WHO. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan perawatan karies tertinggi adalah menumpat satu permukaan yaitu sebanyak 182 gigi (40,2%), diikuti oleh kebutuhan akan fissure sealant yaitu sebanyak 168 gigi (37,1%), perawatan pencegahan yaitu sebanyak 46 gigi (10,2%), perawatan saluran akar yaitu sebanyak 21 gigi (4,6%), menumpat dua permukaan atau lebih yaitu sebanyak 14 gigi (3,1%), pencabutan gigi yaitu sebanyak 12 gigi (2,6%), dan yang terendah adalah kebutuhan pemasangan crown yaitu 10 gigi (2,2%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hampir semua kebutuhan perawatan dibutuhkan oleh siswa-siswi SMK Kristen 3 Tomohon akan tetapi yang terbanyak adalah tumpatan satu permukaan dan yang paling sedikit adalah kebutuhan pemasangan crown.Kata kunci: karies gigi, kebutuhan perawatan, siswa
Hubungan antara Jumlah Kehilangan Gigi dengan Status Gizi pada Lansia di Desa Kolongan Atas II Kecamatan Sonder Pioh, Charlene; Siagian, Krista V.; Tendean, Lydia
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.21425

Abstract

Abstract: Tooth loss is commonly found among elderly and have bad impact on the TMJ, mastication, aesthetics as well as speech function. Due to mastication disorder, the elderly tend to choose certain food which influences their nutritional status. This study was aimed to obtain the relationship between tooth loss and nutritional status based on BMI among the elderly at Kolongan Atas II, Sonder. This was an analytical descriptive study with a cross-sectional design. Population included elderly aged 60-65 years old at Kolongan Atas II, Sonder. Samples were obtained by using total sampling method. The results showed that there were 30 elderlies that fulfilled the inclusion criteria. Tooth loss more than ten teeth was most common among elderly with normal nutritional status followed by those with overweight. Meanwhile, there was no elderly with underweight. The relationship between the tooth loss and nutritional status was tested with the chi-square which resulted in P value of 0.597. Conclusion: There was no significant relationship between tooth loss and nutritional status among elderly at Kolongan Atas II, Sonder. The elderlies were advised to pay attention to their nutritional status and to use dentures for replacement of their missing teeth.Keywords: tooth loss, nutrient status, elderly Abstrak: Pada masa lansia sering terjadi kehilangan gigi yang menyebabkan gangguan TMJ, pengunyahan, estetik, dan fungsi bicara. Gangguan pengunyahan pada lansia menyebabkan kecenderungan memilih makanan tertentu yang dapat memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehilangan gigi dengan status gizi berdasarkan IMT pada lansia di Desa Kolongan Atas II Kecamatan Sonder. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah lansia berusia 60-65 tahun di Desa Kolongan Atas II Kecamatan Sonder sedangkan sampel diperoleh menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Kehilangan gigi >10 gigi terbanyak pada lansia dengan gizi normal diikuti dengan gizi lebih. Tidak didapatkan lansia dengan gizi kurang. Hubungan antara kehilangan gigi dengan status gizi berdasarkan IMT diuji dengan uji chi square dan mendapatkan nilai P=0,597. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kehilangan gigi dengan status gizi pada lansia di Desa Kolongan Atas II Kecamatan Sonder. Disarankan agar para lansia untuk tetap memperhatikan asupan makanan agar dapat mempertahankan status gizi yang baik dan menggunakan gigi tiruan sebagai pengganti gigi yang hilang.Kata kunci: kehilangan gigi, status gizi, lansia
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK DI TK TUNAS BHAKTI MANADO Worang, Triska Yolanda; Pangemanan, Damajanti H. C.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5777

Abstract

Abstract: Domain knowledge is very important for the formation of one's actions. Knowledge of parents is very important in the formation of the underlying behaviors that support or do not support the oral hygiene of children. Good oral hygiene will make healthy teeth and surrounding tissues. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge of parent swith achild's dental and oral hygiene in kinder garten Tunas Bhakti Manado. The research used the descriptive analytical study with cross sectional approach. The experiment was conducted in a kinder garten classroom Shoots Bhakti Manado. The sample in this study all children in kinder garten preschool Tunas Bhakti Manado as many as 70 children examined OHI-S and as many as 12 questions questionnaire for the elderly. Sampling technique with a total sampling method.The results of this study indicate that parental knowledge about dental and oral hygiene in either category by 45.7% with oral hygiene status of children included in the medium category at 65.7%. Based on the results obtained Pearson correlation test p value of 0.020 (p <0.05). It can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge of parents with children's dental and oral hygiene in kindergarten Tunas Bhakti Manado. Keywords: knowledge, OHI-S, preschoolers.   Abstrak: Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kebersihan gigi dan mulut anak. Kebersihan mulut yang baik akan membuat gigi dan jaringan sekitarnya sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kebersihan gigi dan mulut anak di TK Tunas Bhakti Manado.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study.Penelitian dilaksanakan di ruangan kelas TK Tunas Bhakti Manado. Sampel dalam penelitian ini seluruh anak prasekolah di TK Tunas Bhakti Manado sebanyak 70 anak diperiksa OHI-S dan kuesioner sebanyak 12 pertanyaan untuk orang tua. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua mengenai kebersihan gigi dan mulut dalam kategori baik sebesar 45,7% dengan status kebersihan gigi dan mulut anak termasuk dalam kategori sedang sebesar 65,7%. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson didapatkan p value 0,020 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kebersihan gigi dan mulut anak di TK Tunas Bhakti Manado. Kata kunci: pengetahuan, OHI-S, anak prasekolah.  
Pengaruh konsumsi semangka (Citrullus lanatus) dalam menurunkan indeks debris pada anak usia 8-10 tahun Lusnarnera, Rafi; Tendean, Lydia E. N.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.11484

Abstract

Abstract: Fresh fruit consumption which is rich in vitamins, minerals, fibers, and water can expedite tooth self cleansing, therefore, debris width surface can be decrease. Watermelon is one of favorable fruits with sweet taste. Watermelon contains 91.45 g water and 0.4 g fiber every 100 g of watermelon flesh. Debris affects the occurrence of caries. According to Basic Health Research (RISKESDAS) in 2013, dental and oral health problems, specifically in North Sulawesi, were 31.6%; caries in North Sulawesi was 5.4%. Preventive efforts towards caries among children must be done systematically and as early as possible. Age category 8th – 10th is the most critical on the occurrence of caries. This study aimed to find out whether watermelon consumption can decrease debris index among children aged 8-10 years old. This was an experimental study with a pre-experimental design one-shot case study and a pre-test and post-test approach. This study was conducted at SDN 118 Manado, with a total population of 38 students. Samples were obtained by using the total sampling method. Based on the Wilcoxon test, the significance probability value was p = 0.000 which meant that there was a significant difference between debris index before and after watermelon consumption. Conclusion: Watermelon consumption can decrease debris index among children aged 8-10 years.Keywords: watermelon, debris index, childrenAbstrak: Konsumsi buah yang segar dan kaya akan vitamin, mineral, serat dan air dapat melancarkan pembersihan sendiri pada gigi, sehingga luas permukaan debris dapat dikurangi. Semangka merupakan buah yang banyak disukai karena rasanya yang manis. Dalam semangka terkandung kadar air yang cukup tinggi yaitu 91,45 g dan kadar serat sebesar 0,4 gr tiap 100 g daging buah semangka. Debris berpengaruh cukup besar terhadap proses terjadinya karies. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013, masalah gigi dan mulut khususnya di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 31,6%, dan yang mengalami karies gigi sebesar 5,4%. Upaya preventif pada anak diperlukan untuk mengatasi karies gigi serta dilakukan secara sistematis dan sedini mungkin. Usia 8-10 tahun merupakan kelompok usia yang kritis terhadap terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengonsumsi semangka dalam menurunkan indeks debris pada anak usia 8-10 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pra-eksperimental jenis one-shot case study dan pendekatan pre dan post-test perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 118 Manado dengan populasi sebanyak 38 siswa. Sampel penelitian ini didapatkan dengan teknik total sampling. Berdasarkan uji Wilcoxon nilai probabilitas signifikansi p = 0,000 yang artinya terdapat perbedaan bermakna antara selisih indeks debris sebelum konsumsi semangka dan setelah konsumsi semangka. Simpulan: Konsumsi semangka dapat menurunkan indeks debris pada anak usia 8-10 tahun.Kata kunci: buah semangka, indeks debris
GAMBARAN STATUS GINGIVA PADA PENDERITA LEUKEMIA DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tangka’a, Roy R. B.; Suling, Pieter L.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6456

Abstract

Abstract: Periodontal disease is a disease tooth and mouth the most common suffered. Bacterial plaque buildup on the surface of the tooth is the main cause of periodontal disease. Periodontal disease started from gingivitis, when untreated can develop into periodontitis where periodontal tissue damage occurs in the form damage of fibre, periodontal ligament, and alveolar bone. Leukemia is a malignancy disease characterized by the presence of bleeding. Location of bleeding most often found on the skin, eyes, nose mucous membrane, gingiva and gastrointestinal tract. The purpose of this research is to know the description of the status of gingiva in sufferers of leukemia in was Prof. Dr. r. d. Kandou Manado.This was descriptive study with cross sectional approach. Samples was collected using total sampling by examination the status of gingiva based on index gingiva Loe and Silness. The results showed that most of the patients experiencing mild inflammation (68,75%) and the rest suffered medium inflammation (31,25%). Based on age, puberty is largely experiencing mild inflammation (56,25%) and adolescents medium inflammation (18,75%). Based on the gender, men mostly experiencing mild inflammation (31,25%) and most women experience mild inflammation (37,50%). Based on the type of disease, LLA mostly suffered inflammation lightweight (68,75%), LMA all experiencing inflammation medium (6,25%) and LMK all experiencing inflammation medium (12,50%). Conclusion: Leukemia patients treated at Prof. Dr. R. D. Kandou had the awareness to maintain oral hygiene, however, socialization about the importance of oral hygiene is still needed.Keywords: leukemia, periodontal disease, gingival statusAbstrak: Penyakit periodontal merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling umum diderita. Penumpukan bakteri plak pada permukaan gigi merupakan penyebab utama penyakit periodontal. Penyakit periodontal dimulai dari gingivitis, bila tidak terawat bisa berkembang menjadi periodontitis dimana terjadi kerusakan jaringan periodontal berupa kerusakan fiber, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Leukemia merupakan penyakit keganasan yang ditandai dengan adanya perdarahan. Lokasi perdarahan yang paling sering ditemukan pada bagian kulit, mata, membrane mukosa hidung, gingiva dan saluran cerna. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran status gingiva pada penderita leukemia di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan cara melakukan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva Loe dan Silness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pesien mengalami inflamasi ringan (68,75%) dan sisanya mengalami inflamasi sedang (31,25%). Berdasarkan umur, pubertas sebagian besar mengalami inflamasi ringan (56,25%) dan remaja mengalami inflamasi sedang (18,75%). Berdasarkan jenis kelamin, laki - laki sebagian besar mengalami inflamasi ringan (31,25%) dan perempuan sebagian besar mengalami inflamasi ringan (37,50%). Berdasarkan jenis penyakit, LLA sebagian besar mengalami inflamasi ringan (68,75%), LMA semuanya mengalami inflamasi sedang (6,25%) dan LMK semuanya mengalami inflamasi sedang (12,50%). Simpulan: Pasien leukemia yang berada di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan mulut, tetapi sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut masih dibutuhkan.Kata kunci: leukemia, penyakit periodontal, status gingiva.
Gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Manado Putrawan, I Putu G.E.; Suling, Pieter L.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14162

Abstract

Abstract: Human immunodeficiency virus (HIV) is a virus that attacks the immunity system. Poor oral hygiene could be a major risk of opportunistic infections because HIV weaken the immune system capability to fight and cure any kind of infections. This study was aimed to obtain the dental health status of patients with HIV/AIDS at Yayasan Batamang Plus Manado by using Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). The OHI-S index according to Green and Vermilion is an evaluation by adding the total score of Debris Index (DI) and Calculus Index (CI). This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using purposive sampling technique. There were 30 people as respondents in this study. The result showed that the average of OHI-S score was 2.2 which was categorized as fair according to WHO. Conclusion: The oral hygiene status of patients with HIV/AIDS at Yayasan Batamang Plus Manado was categorized as fair.Keywords: human immunodeficiency virus, oral hygiene. Abstrak: Human immunodeficiency virus (HIV) ialah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Buruknya status kebersihan gigi dan mulut dapat mengakibatkan rentannya infeksi oportunistik pada rongga mulut karena virus HIV melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pada pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Manado yang dinilai dengan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Indeks OHI-S menurut Green dan Vermillion merupakan penjumlahan Debris Index (DI) dan Calculus Index (CI). Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kebersihan gigi dan mulut pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Manado sebesar 2,2, yang menurut kategori WHO termasuk kategori sedang. Kata kunci: human immunodeficiency virus, kebersihan gigi dan mulut
Gambaran Kebutuhan Perawatan Karies Gigi pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Ticoalu, Riedle L.
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3143

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dijumpai. Prevalensi karies masih cukup tinggi di seluruh dunia dan juga di Indonesia sehingga menjadi prioritas masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya pada anak usia sekolah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kebutuhan perawatan karies gigi pada siswa SMA di kecamatan Lembeh Selatan kota Bitung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 145 orang yang diambil dengan teknik propotional random sampling. Sampel diperiksa dengan menggunakan kriteria penilaian kebutuhan perawatan karies gigi menurut WHO.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan perawatan tertinggi yaitu fissure sealant (33,1%), kemudian diikuti restorasi satu permukaan (29,7%), restorasi dua permukaan atau lebih (13,8%), aplikasi fluor (11,6%), pencabutan gigi (7,3%), perawatan saluran akar (3,6%) dan yang terendah yaitu crown sebesar (0,9%). Keterbatasan tenaga kesehatan gigi suatu daerah serta kurangnya kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan tingginya prevalensi karies sehingga kebutuhan akan perawatan karies gigi semakin meningkat.Kata kunci: karies gigi, kebutuhan perawatan.AbstractDental caries is one of the most common oral health problems that can be found. Its prevalence is still high worldwide and also in Indonesia, so that it becomes the most priority of oral health problems, especially to the school age children.The purpose of this study is to know the treatment needs for dental caries of the higshchool students in South Lembeh, Bitung city. This study is a descriptive study with 145 samples taken by proportional random sampling technique. Samples were examined using the assessment criteria of treatment needs for caries from WHO.The result showed that the highest treatment need is fissure sealant (33.1%), followed by one surface restoration (29.7%), two or more surface restorations (13.8%), fluor application (11.6%), tooth extraction (7.3%), endodontic treatment (3.6%) and the lowest is crown (0,9%). The limited of dental practitioner and the lack of awareness to keep the oral health can cause the height of caries prevalence, increases the need of caries treatment.Keywords: dental caries, treatment need.
GAMBARAN KARIES GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN DAN STATUS GIZI DI SD KATOLIK 06 MANADO Manoy, Nadhira Thereza; Kawengian, Shirley E. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8825

Abstract

Abstract: Caries in permanent first molars become the main cause of the high prevalence of revocation due to the first molars are the first tooth eruption so that the child's behavior in maintaining dental health is still lacking, as well as the anatomical shape of the first molar tooth that has a pit and fissure which became a haven leftovers. Nutritional status is one of the factors that influence the occurrence of dental caries. The aim of this study was to determine the status of permanent first molar dental caries and nutritional status of children aged 9-12 years in Manado 6th Catholic elementary school Manado. The method used in this study is an observational descriptive. The study population was all students aged 9-12 years who sit in class IV-VI in Manado 6th Catholic elementary school with the total population 46 students. Sample taken by total population method.The results showed the largest percentage of children with caries of permanent first molars are in children aged 9, 10, and 11 with the percentage of fat nutritional status categories respectively 100%, 83.3%, and 75%. While there is the smallest percentage of children ages 9,10, and 11 normal nutritional status category with a percentage of 33.3% respectively.Keywords: Caries on first permanent molar, nutritional statusAbstrak: Karies pada gigi molar pertama permanen menjadi penyebab utama tingginya prevalensi pencabutan disebabkan karena gigi molar pertama adalah gigi yang pertama erupsi sehingga perilaku anak dalam memelihara kesehatan gigi masih kurang, serta bentuk anatomis dari gigi molar pertama yang memiliki pit dan fissure yang menjadi tempat singgah sisa makanan. Status gizi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi proses terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status karies gigi molar pertama permanen dan status gizi anak usia 9-12 tahun di SD Katolik 06 Manado. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif observasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi usia 9-12 tahun yang duduk di kelas IV-VI di SD Katolik 06 Manado dengan jumlah 46 siswa. Besar sampel penelitian diambil berdasarkan dengan metode total populasi. Hasil penelitian menunjukkan presentase terbesar anak dengan karies molar pertama permanen terdapat pada anak usia 9, 10, dan 11 dengan kategori status gizi gemuk presentase masing-masing 100%, 83,3%, dan 75%. Sedangkan presentase terkecil ada pada anak usia 9,10, dan 11 kategori status gizi normal dengan presentase masing-masing 33,3%.Kata kunci: Karies gigi molar pertama permanen, status gizi
Gambaran pemeriksaan gigi untuk identifikasi korban meninggal di Bagian Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2010 – 2015 Tandaju, Cornelius F.; Siwu, James; Hutagalung, Bernart S. P.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15534

Abstract

Abstract: Recently, there were many disasters that led to large numbers of human victims. Identification is important not only to analyze the cause of death, but also to provide psychological tranquility for the families with certainty of the victim identity. Tooth is resistant to high temperature due to its less organic tissue, therefore, it is very helpful in the identification of the victim on fire. Dental examination is an accurate and easily done method for the identification of a dead victim. This study was aimed to obtain the profile of dental examination in the identification of the dead victims at the Forensic and Medicolegal Department, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado, from 2010 through 2015. This was a retrospective study. The result showed that there were 378 deaths in that period. There were 8 dead victims with dental examination; one of them had no identity. Conclusion: Most dead victims with dental examination at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado had their identities.Keywords: identification of dead bodies, tooth examinationAbstrak: Beberapa tahun terakhir ini banyak kejadian bencana yang menyebabkan jumlah korban manusia yang besar. Proses identifikasi menjadi penting bukan hanya untuk menganalisis penyebab suatu kematian, namun juga upaya untuk memberikan ketenangan psikologis pada keluarga dengan adanya kepastian identitas korban. Gigi memiliki ketahanan terhadap temperatur yang tinggi sehingga sangat bermanfaat dalam identifikasi pada korban terbakar. Hal ini disebabkan sedikitnya jaringan organik yang dikandungnya. Pemeriksaan gigi dalam pengenalan jenazah merupakan metode yang akurat dan mudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemeriksaan gigi untuk identifikasi korban meninggal di Bagian Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode tahun 2010-2015. Jenis penelitian ini ialah retrospektif. Hasil penelitian mendapatkan data 378 korban meninggal yang masuk di Bagian Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2010-2015. Terdapat 8 korban meninggal dengan pemeriksaan gigi; 1 korban tidak memiliki identitas. Simpulan: Sebagian besar korban meninggal dengan pemeriksaan gigi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado memiliki identitas.Kata kunci: identifikasi jenazah, pemeriksaan gigi
Gambaran Xerostomia pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUP. Prof dr. R. D. Kandou Manado Walukow, Wulan Grace
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3224

Abstract

Xerostomia atau mulut kering adalah kondisi yang diakibatkan oleh kurangnya sekresi saliva. Xerostomia itu sendiri muncul pada pasien diabetes melitus yang tidak terkontrol, tidak terdiagnosis, maupun tidak terkontrol dengan baik. Dengan pengertian ini bisa dikatakan bahwa xerostomia merupakan salah satu manifestasi dari diabetes melitus di rongga mulut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan xerostomia pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Endorin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Dari populasi 108 orang penderita diabetes melitus tipe 2 didapatkan 92 orang (85%) mengalami xerostomia dengan kadar gula darah puasa ≥ 100 mg/dl, kadar gula darah 2 jam sesudah makan ≥140 mg/dl dan lama menderita diabetes bervariasi. Sebagai saran dalam penelitian ini, tenaga kesehatan perlu menambah pengetahuan mengenai xerostomia pada diabetes melitus sehingga dapat memberikan pelayanan dan penanganan yang tepat pada penderita, dan penderita diabetes melitus agar lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Kata kunci : xerostomia, diabetes melitus, kadar gula darah, saliva, insulinAbstractDryness of mouth or xerostomia is an condition caused by diminished secretions of saliva. It is occur to uncontrol, not diagnose and not good control diabetes melitus patient, based on the above definitons it can say that xerostomia is an manifestation of diabetes melitus in oral cavity. This research is descriptive research and purposive sampling metode research. The purpose of this research is to describe xerostomia on the diabetes melitus patients in Poliklinik Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The research found that there are 92 patients (85%) among the 108 population of diabetes melitus type 2 patients has xerostomia with level of fasting blood glucose in ≥ 100 mg/dl, post prandial glucose in ≥140 mg/dl and has variety of range xerostomia experience. Consider it is important for health-care professional about need to develop knowledge of xerostomia in associated with diabetes melitus disease to offer good medical management and good patient treatment. The patients also should have good knowledge about care of their dental and mouth health. Key word : xerostomia, diabetes melitus, level of blood glucose, saliva,insulin.