cover
Contact Name
Al Hibnu Abdillah
Contact Email
alhibnu_abdillah@stiperkutim.ac.id
Phone
+6282299815707
Journal Mail Official
jpt@stiperkutim.ac.id
Editorial Address
Jln. Soekarno-Hatta, No 1, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur
Location
Kab. kutai timur,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pertanian Terpadu
ISSN : 23547251     EISSN : 25497383     DOI : https://doi.org/10.36084/jpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Terpadu merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil - hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan.
Articles 268 Documents
Asap Cair Kayu Laban Untuk Penggumpalan Dan Pengurangan Aroma Busuk Olahan Karet (Hevea brasiliensis) Syahrianor, Syahrianor; Sukran, Sukran; Rizki, Muhammad; Mahdiannoor, Mahdiannoor
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i1.459

Abstract

Karet merupakan salah satu produk tanaman unggulan yang menempati posisi eksportterbesar kedua komoditas perkebunan unggulan Indonesia. Salah satu penyebab rendah kualitas serta kuantitas hasil pengolahan karet yaitu kurangnya keterampilan petani tentang penanganan produk lateks. Solusi terbaik untuk meningkatkan hasil produk lateks yaitu menggunakan asap cair untuk bahan koagulasi lateks. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) mengetahui pengaruh asap cair kayu laban sebagai koagulan dan mengurangi aroma busuk pada hasil olahan karet, (ii) mengetahui konsentrasi asap cair kayu laban yang terbaik sebagai koagulan dan mengurangi bau tidak sedap dari hasil olahan karet. Penelitian ini dilaksana dikebun karet Desa Muara Uya Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong pada bulan Mei-September 2022. Penelitian memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu perlakuan konsentrasi asap cair kayu laban terdiri mulai 5 tingkat perlakuan dan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu a1 = 5 ml; a2=7,5 ml; a3=10ml; a4=12,5 ml dan a5=15 ml asap cair untuk 50 ml getah karet. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh bahan penggumpalan dan pengurang aroma busuk olahan karet dari asap cair kayu laban pada bobot lateks permangkok, namun tidak berpengaruh terhadap waktu penggumpalan, dengan paling dominan warna lateks abu-abu pastel, paling dominan aroma lateks beraroma asap lemah dan paling dominan tekstur lateks kenyal. Pemberian asap cair dari kayu laban pada perlakuan a5 sebanyak 15 ml asap cair merupakan perlakuan terbaik dengan waktu penggumpalan tercepat 217 detik dan berat lateks terberat 52,5 gram serta memiliki warna abu-abu, aroma asap kuat dan tekstur lateks agak keras.
Identifikasi Jenis Tanaman Pakan Ternak Kerbau Di Pulau Lanting Kabupaten Kutai Barat Widiyana, Ratih; Daru, Taufan Purwokusumaning; Safitri, Apdila
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i1.474

Abstract

Kerbau merupakan salah satu ternak penyedia kebutuhan daging setelah sapi di Indonesia. Di Pulau Lanting Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat terdapat ternak kerbau yang potensial. Populasi kerbau di Desa Pulau Lanting pada tahun 2022 adalah 166 ekor. Permasalahan utama pengembangan kerbau di Pulau Lanting adalah ketersediaan hijauan pakan. Hal ini berkaitan dengan pasang surutnya perairan di sekitar sungai Mahakam. Ketika pasang kerbau kekurangan hijauan akibat terendam, dan Ketika surut hijuan berlimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis vegetasi tanaman pakan untuk kerbau yang dianalisis berdasarkan indeks nilai penting dan kapasitas tampungnya. Penelitian dilakukan melalui survey di lapangan. Berdasarkan hasil survey diperoleh 33 jenis tanaman yang berhasil diidentifikasi dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan total individu berjumlah 1.709 yang dilakukan melalui cuplikan seluas 100 m2 menggunakan kuadran 1 m x 1 m. Vegetasi yang ditemukan berasal dari 16 famili dengan jenis vegetasi tertinggi yaitu famili Poaceae. Nilai indeks penting (INP) tertinggi dengan nilai 26,089% dimiliki oleh tumbuhan sapu manis (Scoparia dulcis). Kapasitas tampung padang penggembalaan di Desa Pulau Lanting sebesar 4,5 ST ha-1 tahun-1 dengan periode istirahat 240 hari dan periode merumput 120 hari. Berdasarkan hasil ini, Pulau Lanting masih bisa menampung ternak kerbau sebanyak 360,5 ST ha-1 tahun-1
Penambahan Kombinasi Spirulina dan Tepung Wortel Pada Pakan Udang Rebon Terhadap Tingkat Kecerahan Warna dan Pertumbuhan Ikan Koi (Cyprinus carpio) Sukmawati, Sukmawati; Sukarti, Komsanah; Pagoray, Henny
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i1.476

Abstract

Koi fish are a freshwater fish that widespread interest because of the variety of patterns and the color combination. One of the attempt to enhance the quality of color is to add a source of pigment in the food that will help the improving color process in a fish's body. This study aims to determine an optimum dose of increasing combination the Spirulina and carrot flour on the feed towards the brightness levels of color and growth of the Koi fish. The study used Randomized completely design (RCD) that consist four treatments and three repetitions. The combination dosage used in each treatment is P1 (100% rebon shrimp flour), P2 (60% rebon shrimp flour + 5% spirulina + 35% carrot flour), P3 (60% rebon shrimp flour + 10% Spirulina + 30% carrot flour) and P4 (60% rebon shrimp flour + 15% Spirulina + 25% carrot flour). The study is done for 30 days with the frequency of feeding four times a day at 8:00 a.m., 12:00 a.m., 4:00 p.m. and 8:00 p.m.. Feed is fed on the fish to their fullest (ad-satiation). The study shows that adding spirulina and carrot flour combinations to the rebon shrimp feed has a real impact on changing color levels of TCF (Toca Color Finder), red dimensional changes, growth of the long and the weight of the koi fish (P<0,05) but have no visible effect on the brightness changes in l *a*b* Koi (P > 0,05). TCF color level changes (Toca Color Finder), red color dimensional changes, l *a*b color changes, the highest growth of long and weight found in P3 (60% rebon shrimp flour + 10% spirulina + 30% carrot flour). Keywords: Koi fish, (Cyprinus carpio), Spirulina, Carrot Flour, Quality Color
Pengaruh Pupuk Cair Dan Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Ketan ( Zea Mays Ceratina) Nurrohmah, Nurrohmah; Usmaryanti, Usmaryanti
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i1.480

Abstract

Jagung (Zea mays L) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Salah satu jagung yang dibudidayakan di Indonesia adalah jagung ketan. Jagung ketan termasuk jenis jagung khusus yang makin populer dan banyak dibutuhkan konsumen dan industri. Upaya meningkatkan pertumbuhan tanaman, salah satu usaha yang ditempuh adalah dengan menggunakan pupuk organic cair. Pupuk cair merupakan salah satu jenis pupuk yang banyak beredar di pasaran. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu pupuk cair (V) dan pupuk NPK (M) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang diberikan adalah Pupuk cair dengan variasi V1= 1 ml/liter, V2= 2 ml/liter dan V3= 3 ml/liter. Sedangkan Pupuk NPK dengan variasi M1= 200 kg/ha, M2= 300 kg/ha dan M3= 400 kg/ha. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pupuk cair dan pupuk NPK memberikan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan. Interaksi yang terjadi pada pupuk cair dan pupuk NPK mampu memenuhi hara yang dibutuhkan pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan. Interaksi yang terbaik pada pemberian pupuk cair 2ml/l (V2) dan pupuk NPK 400kg/ha (M3). Pada interaksi pupuk cair 2ml/l (V2) dan pupuk NPK 400kg/ha (M3) menunjukkan hasil yang baik dibandingkan dengan perlakuan interaksi lainnya. Pada interaksi ini tanaman mendapatkan suplai hara yang cukup untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan.
Evaluasi Status Mutu Air Sungai Samboja di Kecamatan Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara Noor, Alfian; Abdunnur, Abdunnur; Kristiningrum, Rochadi; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Ruslim, Yosep
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i1.486

Abstract

Evaluation of the Water Quality Status of the Samboja River in Samboja District, Kutai Kartanegara Regency. The depletion of clean water due to pollution in rivers as part of the impact of decreasing water quality. Knowing the status of the water quality and quality of the Samboja River in Samboja District, Kutai Kartanegara Regency is the goal of this study. Data analysis to evaluate the status and water quality of the Samboja River is to take water quality samples at three points, namely downstream, middle, and upstream in two conditions of no rain and after rain. Then the water quality parameters are tested and compared with water quality standards using the Storet method and the pollution index method which refers to the Decree of the Minister of the Environment Number 115 of 2003 concerning Guidelines for Determining the Status of Water Quality. The results showed that the water quality status of the Samboja river spatially and temporally using the Storet method, class II water allocation was categorized as "moderately polluted" and "severely polluted" with a score of -12 to -34. Meanwhile, using the class II pollution index method including "meeting the quality standard" to "lightly polluted" with an IP value of 0.69 to 3.57.
Ketersediaan Biomassa Pada Berbagai Jenis Klon Karet (Hevea brasiliensis) di Lahan Kering Achnopha, Yudhi; Safitri, Lilian
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v0i2.488

Abstract

Biomass is the total weight or volume of organisms in a certain area or volume that live above the surface of a tree. Biomass is used as a way of determining climate mitigation projects as well as other improvements such as deforestation and other agroforestry activities. This research was carried out in January 2023 in rubber farmers' fields where there were various types of clones that could be observed for the amount of biomass produced. This study used a randomized block design with 10 treatments (in the form of clones) and 3 groups. The types of clones are (1) RRIC 100 clone; (2) PR 255 clone; (3) Clone BPM 109; (4) Clone PB 217; (5) Clone BPM 1; (6) Clone PR 261; (7) Origin of seeds; (8) Clone BPM 107; (9) Clone PB 260; and (10) Clone GT 1. By using the equation Y = -3.84 + (0.528 x BA) + (0.001 x BA2) the highest amount of biomass was obtained in clone PB 217 as much as 25.23 kg/tree, clones from seeds as many as 24.08 kg/tree and clone type GT 1 as much as 24.07 kg/tree. The measured biomass content is part of the activities of plant organisms that decompose evenly throughout the plant.
Persepsi Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian di Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan Sadik, Ilham; Syafruddin, Syafruddin
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i2.489

Abstract

The agricultural sector is the only sector that can meet food needs, which are the basic elements for meeting daily needs. One of the strategic foods for the people of Indonesia in meeting their carbohydrate needs is rice. Farming becomes more productive, effective and efficient when agricultural extension workers are involved. Extension officers provide direct guidance and act as determinants of changes in farmer behavior in developing their farming business. This research was conducted in North Belopa District, Luwu Regency. The purpose of this study was to analyze farmers' perceptions of the role of extension workers and to analyze the influence of farmer characteristics and extension activities on farmers' perceptions of the role of extension workers in North Belopa District, Luwu Regency. Determination of respondents using the slovin formula with a total of 114 respondents. The data analysis method used is the SEM (Structural Equation Modeling) analysis method which is used for the causality relationship between the variables studied. The results showed that the average score of farmers' perceptions of the role of extension workers was 7.43 on a rating scale of 1 to 10. Farmer characteristics had no significant effect on perceptions while extension activities had a significant effect on the role of extension agents in agricultural extension in North Belopa District, Kab. Luwu. Thus, extension agents need to increase their role in providing counseling to farmers so that farmers get benefits from extension activities carried out by agricultural extension workers in North Belopa District.
Pengaruh Kadar Lemak yang Berbeda dalam Pakan Terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Total Konsumsi Pakan Ikan Kelabau (Osteochilus melanopleurus) Ansyah, Kurdi; Susanto, Adi; Sukarti, Komsanah
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XII Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v12i1.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan panjang, berat total, laju pertumbuhan spesifik dan total konsumsi pakan pada ikan kelabau yang diberi pakan dengan kadar lemak berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan kadar lemak yang berbeda yaitu 6%, 8%,10% dan 12% dalam pakan dan tiga ulangan. Ikan kelabau sebanyak 20 ekor dengan nilai rata-rata panjang 2,4 cm dan berat 2,5 gram dipelihara dalam bak plastik berukuran 54,3 cm X 38 cm X 31,5 cm dengan sistim sirkulasi air semi tertutup, selama 60 hari. Ikan diberi pakan perlakuan sebanyak 2 kali sehari secara at satiation (sampai kenyang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan kadar lemak berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan laju pertumbuhan spesifik (P>0.05) akan tetapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak dan total konsumsi pakan (P<0.05). Rata-rata nilai pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan total konsumsi pakan yang terbaik diperoleh pada perlakuan B (8%) yaitu berturut-turut sebesar 2,67 cm, 3,04 g, 2,39 %/hari dan 72,47 g
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Di Kolam Terpal Haryasakti, Anshar; Wahyudi, Muhammad Hirwan
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i2.511

Abstract

Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan Dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Di Kolam Terpal (dibimbing oleh Anshar Haryasakti dan Muhammad Hirwan Wahyudi). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan memberikan efek terhadap laju Pertumbuhan ikan dan tingkat kelangsungan hidup Budidaya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) di kolam terpal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriktif dengan 2 perbedaan frekuensi pemberian pakan, perlakuan A dengan 2 kali pemberian pakan dan perlakuan B 5 kali pemberian pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup perlakuan A adalah 81,30 %, lebih rendah dari perlakuan B yang mencapai 95%. Laju pertumbuhan harian perlakuan A 3,27 % sedangkan perlakuan B adalah 5,02%.
Pengaruh Sumber Lemak Yang Berbeda Pada Pakan Terhadap Indeks Viscera Somatik, Indeks Hepatosomatik dan Gambaran Histopatologi Hati Ikan Kelabau (Osteochilus melanopleurus) Putri, Adeliani; Susanto, Adi; Sulistyawati, Sulistyawati
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XII Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v12i1.516

Abstract

This study was conducted to determine the effect of providing different sources of lipid in feed on the values of the somatic viscera index, hepatosomatic index, and liver histopathological change of kelabau. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments with 3 repetitions with different doses consisting of the addition of 100% fish oil, 75% fish oil + 25% corn oil, 50% fish oil + 50% corn oil, 25% fish oil + 75% corn oil, and 100% fish oil. There were 20 kelabau with an average length of 5–6.5 cm and a weight of 1.5–2 grams that were kept in plastic tanks measuring 34.3 cm by 38 cm by 31.5 cm with a semi-closed water circulation system for 45 days. Fish were given treated food twice a day, in the morning and evening, for satiation. Data analysis was carried out using the variance test (ANOVA) with a confidence level of 95% and continued with further tests using the Honestly Significant Difference (HSD) test or Tukey test. The results showed that feeding with a different lipid source at a dose of 25% fish oil and 75% corn oil showed a somatic visceral index of 9.19 and a hepatosomatic index of 1.03 compared to other treatments, as well as a histopathological change of the liver showing edema in some cells, apoptosis, and lipid degeneration by ω 3 and ω 6 which is useful as energy reserves and fish growth

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 1 Juni 2025 Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XII Nomor 2 Desember 2024 Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XII Nomor 1 Juni 2024 Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 2 Desember 2023 Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023 Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid X Nomor 2 Desember 2022 Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid X Nomor 1 Juni 2022 Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IX Nomor 2 Desember 2021 Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IX Nomor 1 Juni 2021 Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 2 Desember 2020 Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 1 Juni 2020 Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019 Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 1 Juni 2019 Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018 Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 1 Juni 2018 Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V No 2 Desember 2017 Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V nomor 1 Juni 2017 Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 2 Desember 2016 Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 1 Juni 2016 Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 2 Desember 2015 Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 1 Juni 2015 Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid II nomor 2 Desember 2014 Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid II nomor 1 Juni 2014 Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 2 November 2013 Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 1 Mei 2013 More Issue