cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Edcomtech Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan
ISSN : 25489879     EISSN : 25992139     DOI : -
Edcomtech is a journal in the field of educational technology which contains conceptual studies and empirical findings in scientific disciplines of educational technology theories and practices. The covered topics are involved the foundation and philosophy of educational technology, design and implementation, assessment and evaluation, strategies and models of general and specific learning, research and development methods, research and development methods, emerging technologies, and technology integration in learning. Journal of Edcomtech is willing to facilitate writers to disseminate conceptual ideas, development, and research findings which are useful in the development of science, study programs, and educational technology profession.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 12 Documents clear
Video Tutorial English Kuy untuk Pembelajaran Bahasa Inggris Pariwisata Putu Dian Danayanti Degeng; Irene Nany Kusumawardani; Galuh Indah Asri; Eleazar Evan Moeljono
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p236

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan video tutorial sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris yang layak di kampung tematik Kajoetangan Malang. English Kuy dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan  media instruksional dari Lee dan Owens. Berdasarkan hasil uji ahli, dapat disimpulkan bahwa video tutorial ini secara teoritis adalah baik dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris untuk level dasar/pemula. Video tutorial English Kuy ini dapat digunakan oleh pekerja wisata di Malang terutama para penjual makanan, pemilik warung atau masyarakat umum yang tertarik untuk belajar Bahasa Inggris level dasar atau pemula tentang pariwisata dan keramah-tamahan.Abstract: This research was conducted to develop a video tutorial as a medium of English learning activity in the thematic village of Kajoetangan Malang. English Kuy was developed using an instructional media development model from Lee and Owens. Based on the results of experts validation, it can be concluded that this video tutorial is theoretically suitable and can be used as a medium of learning English for the basic/beginner level. The English Kuy video tutorials can be used by tourism workers in Malang, especially food vendors, food stall owners, or the general public who are interested in learning basic or beginner-level English about tourism and hospitality.
Pengaruh Model SAVI Berbantuan Software Pengendali Client terhadap Tingkat Kedisiplinan dan Hasil Belajar Matematika Stephanus Lukito Cahyo Purnomo; Dedi Kuswandi; Henry Praherdhiono
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p243

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) berbantuan software pengendali client terhadap tingkat kedisiplinan dan hasil belajar Matematika pada siswa kelas V. Desain penelitian ini menggunakan eksperimental semu (quasi experiment) dengan bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran SAVI berbantuan software pengendali client berpengaruh terhadap tingkat kedisiplinan siswa pada mata pelajaran Matematika. Namun, tidak ditemukan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar matematika antara siswa pada kelompok kontrol dan perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran SAVI berbantuan software pengendali client mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kedisiplinan siswa. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah model pembelajaran SAVI dapat dikombinasikan dengan media yang lain. Penelitian ini tidak berlangsung secara sempurna dikarenakan pandemi Covid-19.Abstract: This research aims to determine the effect of SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) learning model assisted by client control software on the level of discipline and mathematics learning outcomes in fifth grade. This research design using quasi experimental (quasi experiment) with the form of the nonequivalent control group design. Data collection techniques using observation, interview and test methods. The results showed that the SAVI learning model assisted by client control software had an influence on the level of student discipline in mathematics, but there was no significant difference in student learning outcomes. The conclusion of this study is the SAVI learning model assisted by client controller software has a significant effect on the level of student discipline. The recommendation for further research is that the SAVI learning model can be combined with other media. This research did not take place perfectly due to the Covid-19 pandemic.
Adaptasi Alat Ukur Keterlibatan Pembelajar Daring Pada Mahasiswa Di Indonesia Sakina Rahmania; Lucia Retno Mursitolaksmi Royanto
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p173

Abstract

Abstrak: Pembelajaran daring merupkan metode pembelajaran yang ‘normal’ sejak diberlakukannya kebijakan sekolah dari rumah oleh pemerintah. Keterlibatan pelajar dalam pembelajaran daring perlu diteliti untuk mengukur efektivitas kegiatan belajar mengajar yang telah diselenggarakan, namun sejauh ini belum ada alat ukur ketelibatan pelajar daring di Indonesia. Terdapat alat ukur bernama Online Student Engagement Scale yang dikembangkan oleh Dixson (2010) dan telah teruji reliabilitas dan validitasnya dalam mengukur keterlibatan pelajar daring pada mahasiswa di Amerika. Oleh karenanya, untuk dapat digunakan pada konteks pembelajaran daring di Indonesia, peneliti bertujuan untuk mengadaptasi alat ukur tersebut sesuai dengan panduan dan metode adaptasi alat ukur lintas budaya oleh Beaton dkk (2000) yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu (1) penerjemahan awal, (2) sintesis hasil terjemahan, (3) penerjemahan kembali, (4) kaji komite ahli, (5) uji coba, (6) pengumpulan dokumentasi alat ukur. Berdasarkan uji coba terhadap 156 mahasiswa di berbagai universitas negeri dan swasta Indonesia, diperoleh nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,936. Validitas konstruk dari alat ukur ini dilakukan dengan metode analisis faktor konfirmatori dengan hasil koefisien validitas berkisar 0,453-0,949. Selain itu, peneliti juga melakukan uji kesesuaian model dengan teknik structural equation modeling (SEM) dan mendapat hasil model fit yang moderat. Dengan demikian, hasil adaptasi alat ukur keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring ini valid dan reliabel untuk digunakan dalam penelitian mendatang guna mengevaluasi tingkat keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Abstract: Online learning is a ‘new normal’ learning method since the policy of school from home has been established by the government due to Covid-19 pandemic. Student engagement in online learning environment needs to be evaluated to measure the effectiveness of teaching and learning activities. So far, there has not been any measuring tool for online student engagement in Indonesia. There is a measuring tool called Online Student Engagement (OSE) developed by Dixson (2010) and has been proved for its reliability and validity in measuring online student engagement among American Students. Hence, to be used in the context of online learning in Indonesia, this reaserch is aimed to adapt the OSE by following the guidelines and methods of cross-cultural adaptation of self-report measures by Beaton et al. (2000) which include (1) translation, (2) synthesis, (3) back translation, (4) expert committee review, (5) pretesting, (6) submission and appraisal of all written reports. This instrument consists of 19 items that represent the four dimensions of student engagement. Based on pretesting on 156 college students from various university in Indonesia, the reliability coefficient of this adapted instrument is 0,936. The confirmatory factor analysis (CFA) of this measurement shows its validity coefficient ranging from 0,453-0,949.  The structural equation modeling also shows that the adapted instrument obtained a moderate model fit. Thus, the Online Student Engagement Scale adaptation are valid and reliable for use in future research to evaluate the level of student engagement in online learning environment.
Pengembangan Game Edukasi Fractal Adventure untuk Pembelajaran Bilangan Pecahan Leo Wahyudi; Iskandar Wiryokusumo; Achmad Noor Fatirul
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p199

Abstract

Abstrak: Penelitian yang dilakukan menghasilkan media game edukasi yang menggunakan sistem  komputer. Pada zaman ini banyak anak sibuk memainkan game untuk menghilangkan rasa bosan. Maka perlu dikembangkan media pembelajaran yang memanfaatkan apapun yang digemari anak – anak seperti game edukasi dengan tujuan menarik perhatian dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Tujuan pengembangan ini dapat menyediakan media game edukasi yang sudah di nyatakan valid oleh ahli materi, ahli media pembelajaran serta praktisi lapangan untuk pendukung pembelajaran bilangan pecahan. penelitian ini menggunakan model pembelajaran Gerlach and Ely. Hasil pernyataan valid ahli materi sebanyak 86%, hasi pernyataan valid ahli media pembelajaran sebanyak 82% serta praktisi lapangan sebesar 93%, untuk respon peserta didik terhadap game edukasi fractal adventure untuk pembelajaran bilangan pecahan termasuk kriteria sangat layak.Abstract: Research conducted produced educational game media that uses a computer system. In this day and age, many children are busy playing games to get rid of boredom. Then it is necessary to develop learning media that utilize whatever is popular with children such as educational games with the aim of attracting attention and increasing the effectiveness of learning. The purpose of this development can provide educational game media that has been declared valid by material experts, instructional media experts, and field practitioners to support fraction learning. This study uses the Gerlach and Ely learning model. The results of the validation statement of material experts were 86%, the results of the validations of learning media experts were 82% and field practitioners were 93%, for students' responses to fractal adventure education games for learning fraction numbers including very decent criteria.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Penguatan Keterampilan Fleksibilitas terhadap Hasil Belajar Kognitif Agung Aprianto; Henry Praherdhiono; Agus Wedi
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p264

Abstract

Abstrak: Riset ini bertujuan membuktikan pengaruh pembelajaran Problem Based Learning  dengan penguatan keterampilan fleksibilitas terhadap hasil belajar kognitif pada peserta didik kelas VII. Dalam pembelajaran ini peserta didik diajarkan untuk berpikir fleksibel dalam memecahkan masalah terkait materi energi dalam kehidupan. Dalam riset ini mengaplikasikan desain quasi eksperimen. Subjek dalam riset ini merupakan semua peserta didik kelas VII A dan VII B berjumlah 50 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes. Pretest dilakukan untuk mengambil data kemampuan awal peserta didik, sedangkan posttest dilakukan untuk menguji pengaruh perlakuan. Dalam riset ini dilakukan 3 uji statistic yaitu, (1) uji normalitas, (2) uji homogenitas, (3) uji hipotesis. Hasil analisis hipotesis diperoleh H1 diterima karena nilai signifikansinya 0,001 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Problem Based Learning (PBL) dengan penguatan keterampilan fleksibilitas pada mata pelajaran IPA terhadap hasil belajar kognitif. Abstract: This research proves the influence of Problem Based Learning by strengthening flexibility skills on cognitive learning outcomes in grade VII students. In study the students are taught to think flexibly in order to resolve the problem that is related to the energy life. The type of Research used is quasi-experimental. The data collection technique used is the test technique . The pretest is done to retrieve a students' initial ability data, while the posttest is conducted to test the effect of treatment . In This research, three statistical tests will be carried out namely, (1) normality test , (2) homogeneity test , (3) hypothesis test . The results of the hypothesis analysis obtained H1 were received because the significance value was 0.001 < 0.05, so it can be concluded that there is influence of Problem Based Learning (PBL) by strengthening flexibility skills in science subjects on the learning outcomes of cognitive learning.
Adaptasi Alat Ukur Regulasi Diri Dalam Belajar Daring Tejarukmi Mutiara; Tjut Rifameutia
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p301

Abstract

Abstrak: Regulasi diri dalam belajar merupakan keterampilan belajar krusial yang perlu dimiliki oleh setiap pebelajar. Terlebih lagi para pebelajar yang belajar secara daring di tengah pandemi Covid-19. Penelitian  ini bertujuan untuk mengadaptasi skala regulasi diri dalam belajar secara daring Online Self-regulated Learning Questionnaire (OSLQ)  yang dikembangkan oleh Barnard dan rekan (2009) ke dalam Bahasa Indonesia dan dilakukan uji reliabilitas serta validitas. Partisipan penelitian adalah 399 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia  yang sedang melakukan pembelajaran daring. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa adaptasi yang terdiri dari 24 butir pernyataan OSLQ adalah reliabel dengan koefisien Cronbach’s Alpha  .915 dan valid dengan validitas konstruk koefisien Corrected Item Total Correlation di antara .409 - .708. Validitas konstruk berdasarkan Confirmatory Factor Analysis juga menunjukkan model fit. Sehingga, alat ukur dapat dimanfaatkan untuk penelitian mengenai regulasi diri dalam belajar daring di Indonesia.Abstract: Self-regulated learning is  crucial learning skill for every learners. Moreover, students are learning online in the midst of the Covid 19 pandemic. This study aims to adapt the scale of Online Self-regulated Learning Questionnaire (OSLQ) developed by Barnard and colleagues (2009) into Bahasa Indonesia and to perform reliability and validity tests. Participants in this study were 399 college students who are doing online learning and are scattered from various regions in Indonesia. The research results show that the scale adaptation which consists of 24 items are reliable with a Cronbach’s  Alpha coefficient .915 and valid with the construct validity of the Corrected Item Total Correlation coefficient are on range .409 - .708. The construct validity based on Confirmatory Factor Analysis also shows the model fit. Therefore, the adapted scale can be used within Indonesian participants.
Analisis Kompetensi Technological Pedagogical and Content Knowledge Pada Guru Sekolah Vokasi Kemaritiman Basith Rahmatullah; Henry Praherdhiono; Agus Wedi
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p186

Abstract

Abstrak: Menganalisis dan menginvestigasi pemahaman dan keterampilan  Technological Pedagogical and Content Knowledge guru sekolah vokasi kemaritiman adalah tujuan dari riset ini. Teknik penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik penghimpunan data yang dilakukan adalah dengan teknik penyebaran angket dengan mengambil sampel secara acak sebanyak 12 guru atau sebesar 60%dari total 20 guru pada 8 sekolah vokasi bidang kemaritiman. Hasil riset studi analisis menginterpretasikan bahwa semua bagian kemampuan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) pada guru sekolah vokasi bidang kemaritiman menghasilkan kategori ke dalam kelompok baik dengan nilai rata-rata 3.00. Namun ditemukan juga hasil analisis dari dua bagian TPACK yang masih dalam kategori cukup sehingga memerlukan studi dan penelitian lanjut untuk meningkatkan seluruh bagian TPACK ke dalam kategori baik.Abstract: Analyzing and investigating Technological Pedagogical and Content Knowledge understanding and skills of maritime vocational school teachers is the aim of this research. The research technique used in this study is a descriptive approach with a quantitative approach. The data collection technique used was a questionnaire distribution technique by taking a random sample of 12 teachers or 60% of a total of 20 teachers in 8 maritime vocational schools. The results of the analytical study research interpret that all of the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) abilities in maritime vocational school teachers produce categories into good groups with an average grade of 3.00. However, it was also found that the results of the analysis of the two TPACK sections were still in the sufficient category so that further studies and research were needed to improve all of the TPACK sections into good categories.
Penelitian dan Pengembangan E-Module Geometri Berdasarkan Fase Pembelajaran Geometri Vina Muthmainna Rianto; Punaji Setyosari; Sulton Sulton
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p288

Abstract

Abstrak: Pembelajaran geometri tidak terlepas dari fase pembelajaran geometri yang berlandaskan pada teori Van Hiele untuk meningkatkan level berfikir geometri pada siswa. E-module geometri yang disusun berdasarkan fase pembelajaran geometri berperan sebagai bahan ajar pada pembelajaran secara daring maupun luring. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-module geometri khususnya pada materi segiempat dengan model pengembangan ADDIE oleh Branch. Subjek penelitian menggunakan siswa kelas VII SMP di Malang sebanyak 18 orang. Hasil pengembangan telah divalidasi oleh beberapa ahli dengan kategori sangat valid. Sedangkan efektivitas dari e-module geometri ditentukan dengan melihat nilai g yang mencapai angka 0.3, yang menunjukkan bahwa e-module geometri cukup efektif pada peningkatan hasil belajar materi segiempat. Selain itu e-module dapat diimplementasikan pada proses pembelajaran baik di kelas maupun pembelajaran jarak jauh.Abstract: The concept of learning geometry is based on phases of learning geometry, by Van Hiele, which enhances about students’ levels of geometric thinking. Drafting geometry e-module based on phases of learning geometry becomes one of the teaching materials and has a role in online and offline learning. This study focuses on developing a geometry e-module, on quadrilaterals. The development model used ADDIE by Branch. The research is participated by 18 students of grade VII in secondary school on Malang. The product has been validated by experts, which were perfectly valid. Meanwhile, the effect of the e-module is determined by looking at the gain score, was 0.3, which indicates that geometry e-module is quite effective in enhancing learning outcomes of quadrilaterals and implemented in classroom or distance learning.
Pengaruh E-Learning, Pembelajaran Langsung, dan Faktor Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Prakarya Kewirausahaan Fadlul Amin Nudin; Rufi&#039;i Rufi&#039;i; Djoko Adi Walujo
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p222

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar prakarya kewirausahaan kelompok pembelajaran berbasis E-Learning dan langsung, melihat perbedaan hasil belajar antara gaya kognitif Field Dependent dan Field Independent, dan melihat interaksi pembelajaran berbasis E-Learning, langsung, dan gaya kognitif terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu faktorial dua kali dua. Kelompok kontrol menggunakan pembelajaran langsung, sedangkan kelompok eksperimen menggunakan E-Learning. Analisis menggunakan Anova dua arah akan membandingkan pengaruh pembelajaran berbasis E-Learning dan langsung serta gaya kognitif terhadap hasil belajar. Hasil penelitian: Ha.1 nilai probabilitas (p) 0,013 < 0,05 artinya terdapat perbedaan hasil belajar pembelajaran berbasis E-Learning dan langsung, Ha.2 nilai probabilitas (p) 0,004 < 0,05 artinya terdapat perbedaan hasil belajar antara gaya kognitif Field Dependent dan Field Independent, Ha.3 nilai probabilitas (p) 0,07 > 0,05 artinya tidak terdapat pengaruh antara pembelajaran berbasis E-Learning, langsung, dan gaya kognitif terhadap hasil belajar.Abstract: This study aims to see differences in learning outcomes of E-Learning-based and direct learning group entrepreneurship learning outcomes, to see differences in learning outcomes between Field Dependent and Field Independent cognitive styles, and to see E-Learning-based learning interactions, direct, and cognitive styles on learning outcomes. This study used a two-time two factorial quasi-experimental method. The control group uses direct learning, while the experimental group uses E-Learning. Analysis using two-way ANOVA will compare the effect of direct and E-Learning-based learning and cognitive styles on learning outcomes. Results: Ha.1 probability value (p) 0.013 < 0.05 means that there are differences in learning outcomes based on E-Learning and direct learning, Ha.2 probability value (p) 0.004 < 0.05 means that there are differences in learning outcomes between Field Dependent and Field Independent cognitive style, Ha.3 probability value (p) 0.07 > 0.05 means that there is no influence between E-Learning-based, direct and cognitive style learning on learning outcomes.
Kajian Kegunaan Google Classroom dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Jeni Danurahman; Dikdik Baehaqi Arif
Edcomtech Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p254

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk manusia yang mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Pesatnya teknologi informasi dan komunikasi telah berkontribusi pada sektor pendidikan. Tujuan dalam penelitian yaitu mengungkap kemampuan yang harus dimiliki abad ke 21 yaitu kemampuan berpikir kritis dan kemahiran mengoperasikkan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi deskriptif dengan jenis analisis konten yang dirancang untuk mendeskripsikan konten informasi atau teks tertentu dengan melakukan analisis terhadap berbagai artikel ilmiah nasional, internasional maupun sumber lainnya terkait penggunaan Google Classroom selama pandemi COVID-19 dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan hasil temuan bahwa penggunaan google classroom dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.Abstract: Education is an effort to educate the nation's life and form humans who can compete in the era of the industrial revolution 4.0. The rapid development of information and communication technology has contributed to the education sector. The purpose of this research is to reveal the abilities that must be possessed by the 21st century, namely the ability to think critically and the ability to operate technology. This study uses a descriptive content analysis method with a type of content analysis designed to describe certain information or text content by analyzing various national, international, and other sources of scientific articles related to the use of Google Classroom during the COVID-19 pandemic in improving students' critical thinking skills. With the findings that the use of google classroom can improve students' critical thinking skills.

Page 1 of 2 | Total Record : 12