cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Nonformal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
PENDEKATAN HUMANISTIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C Moh. Umar; Endang Sri Redjeki
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 13, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.916 KB) | DOI: 10.17977/um041v13i2p70-77

Abstract

Abstract: The purpose of this research will answer two problems that is 1) To know how humanistic approach in the implementation of learning process of Equivalency Education Program of Package C in Independent Learning Center for Self-Reliance Society 2) To know out put of humanistic approach in learning process of Equivalency Education Program Package C Center for Learning Activities of Setia Mandiri Community. This research was conducted at PKBM Setia Mandiri Village Dawuhan Subdistrict Poncokusumo Malang Regency. The subjects of the study were Tutor, Section of Equality, FK PKBM, PLS Inspector, Village Head, and Student of Learning. Qualitative research approach that aims to explore the concept and implementation of humanist education in the learning process of Package C on PKBM Setia Mandiri. The result of research at Community Learning Center concluded that first, Humanistic Approach in Package C Learning process in PKBM Setia Mandiri includes humanistic approach in recruitment of studying citizens, humanistic approach of managers to tutors, humanistic approach of managers to learners, humanistic approach of tutor to citizens learn . Second, the Out put humanistic approach in the learning process of packet C that residents learn especially school-age is expected to continue the next level, that is to college or can berwira effort. At the same time can have the character, a good attitude towards each other especially to older people Abstrak: Tujuan penelitian ini akan menjawab dua permasalahan yakni 1) Untuk mengetahui bagaimana pendekatan humanistik dalam pelaksanaan proses pembelajaran program pendidikan kesetaraan paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Setia mandiri 2) Untuk mengetahui out put pendekatan humanistik dalam proses pembelajaran  program  pendidikan kesetaraan paket C di Pusat Kegiatan belajar Masyarakat Setia Mandiri. Penelitian ini dilakukan di PKBM Setia Mandiri Desa Dawuhan Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Subyek penelitian adalah Tutor, Kasi Kesetaraan, FK PKBM, Penilik PLS, Kepala Desa, dan Warga Belajar. Pendekatan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggali konsep dan pelaksanaan pendidikan humanis dalam proses pembelajaran Paket C pada PKBM Setia Mandiri. Hasil dari penelitian di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat disimpulkan bahwa pertama, Pendekatan Humanisik dalam proses Pembelajaran Paket C di PKBM Setia Mandiri meliputi pendekatan humanistik dalam rekrutmen warga belajar, Pendekatan humanistik pengelola terhadap tutor, Pendekatan humanistik pengelola terhadap warga belajar, Pendekatan humanistik tutor terhadap warga belajar. Kedua, Out put pendekatan humanistik dalam proses pembelajaran paket C bahwa warga belajar terutama yang berusia sekolah sangat diharapkan dapat melanjutkan kejenjang berikutnya, yaitu ke perguruan tinggi atau dapat berwira usaha. Sekaligus dapat memiliki karakter, sikap yang baik terhadap sesamanya terutama kepada orang yang lebih tua.
PERAN KADER PKK SEBAGAI AGEN PERUBAHAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN MELALUI PENDAMPINGAN PROGRAM BANK SAMPAH Ziadatum Filmawada; Hardika Hardika; Sucipto Sucipto
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 13, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.339 KB) | DOI: 10.17977/um041v13i2p78-84

Abstract

Abstract:   waste   bank   is   social   enterprise   activity   focused   on   waste management based on community empowerment. There is a assistance activity in the waste bank program conducted by PKK team. This research aims to describe the activities of assistance and the accomplishment of assistance activities in the waste bank program. Data analysis is done by three stages (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion. The result showed that  the  assistance  in  the  waste  bank  program  consists  of  four  activities, namely socialization, organizing, training, and motivation. The achievement of assistance activities include changes in community behavior, the formation of the waste bank’s organization structure, and the ability of managers in managing waste bank.Abstrak: Bank sampah merupakan kegiatan social enterprise yang difokuskan pada   pengelolaan   sampah   berbasis   pemberdayaan   masyarakat dengan melibatkan kader PKK sebagai agen perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kader PKK sebagai agen perubahan kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam proses pendampingan program bank sampah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu  reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan temuan dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan metode.  Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kader PKK dalam proses pendampingan program bank sampah terdiri dari empat kegiatan yaitu kegiatan sosialisasi, pengorganisasian, pelatihan, dan motivasi. Kegiatan ini mampu menumbuhkan perubahan perilaku masyarakat, terbentuknya struktur organisasi bank sampah, dan kemampuan pengurus dalam mengelola bank sampah.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN KARAKTER DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI PENDIDIKAN NON FORMAL Dewi Safitri Elsap
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 13, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.849 KB) | DOI: 10.17977/um041v13i2p85-91

Abstract

Abstract : The problem discussed in this study is to talk about non-formal learning in the guidance of learning in order to develop the character and motivation of children's learning. The purpose of this research are: (1) The learning process held during the implementation of the guidance program of learning, (2) The result of character development and motivation of children obtained by the child during the study guidance. Respondents of this research are 15 children of elementary school students. The method used in this research is descriptive method with qualitative research technique. The data collection tool used observation, interview, and documentation. The results of this study found that: 1) The learning process held during the implementation of the tutoring program can help foster the character and motivation of students; 2) Motivation results obtained by the child after following the tutoring activities increased.Abstrak : Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai pembelajaran non formal di bimbingan belajar dalam rangka mengembangkan karakter dan motivasi belajar anak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Proses pembelajaran yang diselenggarakan selama pelaksanaan program bimbingan belajar ;(2) Hasil perkembangan karakter dan motivasi anak yang diperoleh oleh anak selama menempuh bimbingan belajar. Responden penelitian ini adalah 15  orang anak siswa SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik penelitian kualitatif. Alat pengumpul data penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Proses pembelajaran yang diselenggarakan selama pelaksanaan program bimbingan belajar dapat membantu menumbuhkan karakter dan motivasi siswa; (2) Hasil motivasi yang diperoleh anak  setelah mengikuti kegiatan bimbingan belajar meningkat.
MODEL KEMITRAAN DESA VOKASI DALAM PEMASARAN PRODUK WIRAUSAHA GEMAWANG KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG Rizky Viandari Astuti; Tri Suminar
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 13, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.084 KB) | DOI: 10.17977/um041v13i2p54-62

Abstract

Abstract: The results of this study aims to describe the implementation of product marketing, product marketing models and partnerships in supporting and inhibiting factors partnerships in rural vocational Gemawang. This study used a qualitative approach with descriptive methods, techniques of data collection is done by means of interviews, observation and documentation. 1 Chairman of the research subjects in vocational village, the village head Gemawang, the Swamp Jandung partners and 6 head of the business group. The validity of the data used is triangulation theory, data and methods. The data analysis technique is descriptive qualitative phase of data collection, data reduction, presentation and conclusion. The results of this study showed different marketing strategies of each group. Partnership model used is the core plasma, general trade and contract soup. Factors supporting partnerships their dreams and ideals strong to develop mutually beneficial business. inhibiting factor weather and lack of knowledge in establishing partner. Abstrak: Hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pemasaran produk, model kemitraan dalam pemasaran produk dan faktor pendukung dan penghambat menjalin kemitraan di desa vokasi Gemawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian seorang ketua desa vokasi, Kepala Desa Gemawang, pihak mitra Jandung Rawa dan 6 ketua kelompok usaha. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teori, data dan metode. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukan strategi pemasaran setiap kelompok berbeda. Model kemitraan yang digunakan yaitu inti plasma, dagang umum dan sup kontrak. Faktor pendukung menjalin kemitraan adanya mimpi dan cita-cita yang kuat untuk mengembangkan usaha saling menguntungkan. faktor penghambatnya cuaca dan kurang pengetahuan dalam menjalin mitra.
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN SEBAGAI UPAYA PENYADARAN BELAJAR MELALUI PENDIDIKAN KESETARAAN DI KOTA SAMARINDA Kukuh Miroso Raharjo
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 13, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.393 KB) | DOI: 10.17977/um041v13i2p63-69

Abstract

Abstract: The objectives of this study are (1) Implementation of management of learning equality education for street children. 2) The existence of empowerment of street children as part of the Out of School Education program. The research method uses qualitative research design. Paying attention to the existence and reality of the characteristics of the tutor in the learning process of equality education programs at the Jalina City Street Clinic. The qualitative research approach uses a single case study design (one case study). The single case study in this study is a case study on equality education tutors, who saw the learning process carried out in an effort to empower street children through education. Data collection uses techniques (a) in-depth interviews, (b) Forum Group Discussion (FGD), and (c) documentation. The results of this study were the learning of street children in an empowerment effort by tutors through facilitation and mentoring activities using group settings. group techniques that can be used in street children's learning activities should be considered well, especially in the accuracy of the selection of methods and their implementation. The form of implementation consists of five phases, namely Phase 1: Approach, Phase 2: Determination of Problems, Phase 3: Development of Critical Reflection, Phase 4: Determination and Implementation of Actions, and Phase 5: Evaluation Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) Implementasi manajemen pembelajaran pendidikan kesetaraan bagi anak jalanan. 2) Eksistensi pemberdayaan anak jalanan sebagai bagian dari program Pendidikan Luar Sekolah. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif. Memperhatikan keberadaan dan realitas karakteristik tutor dalam proses pembelajaran program pendidikan kesetaraan di Klinik Jalanan Kota Samarinda. Pendekatan penelitian kualitatif menggunakan rancangan studi kasus berupa kasus tunggal (one case study). Studi kasus tunggal dalam penelitian ini adalah studi kasus pada tutor pendidikan kesetaraan, di mana melihat proses pembelajaran yang dilakukan dalam upaya pemberdayaan anak jalanan melalui pendidikan. Pengumpulan data menggunakan teknik (a) wawancara mendalam, (b)  Forum Group Discussion (FGD), dan (c) dokumentasi.Hasil Penelitian ini adalah pembelajaran anak jalanan dalam upaya pemberdayaan oleh tutor melalui kegiatan fasilitasi dan pendampingan menggunakan setting kelompok. teknik kelompok yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran anak jalanan hendaknya dipertimbangkan dengan baik, terutama dalam ketepatan pemilihan metode dan pelaksanaannya. Adapun bentuk pelaksanaannya terdiri dari lima fase, yaitu Fase 1 : Pendekatan ,Fase 2 : Penentuan Masalah, Fase 3 : Pengembangan Refleksi Kritis, Fase 4 : Penetapan dan Pelaksanaan Tindakan, dan Fase 5 : Evaluasi.
PENGARUH KOMPETENSI FASILITATOR DAN HASIL BELAJAR PESERTA PELATIHAN KELUARGA SEHAT Yunia Saputri; Lasi Purwito; Edi Widianto
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.272 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i1p22-36

Abstract

Abstrack: The objectives of the study were: (1) to determine the effect of facilitator competency on the learning outcomes of healthy family training participants, (2) to determine the effect of learning motivation on learning outcomes of healthy family trainees, (3) to determine the effect of facilitator competence and learning motivation on participants' learning outcomes healthy family training. The results showed that the Facilitator Competence had a significance value (Sig.) 0.044 in the Coefficientsa table with a value of α (degree of significance) 0.05 meaning 0.044 <0.05 or there was a significant effect and the t test showed 2.112> ttable (2.052). This means that Facilitator Competence has a significant effect on learning outcomes, and Learning Motivation has a significance value (Sig.) 0.009 in the Coefficientsa table with a value of α (degree of significance) 0.05 meaning 0.009 <0.05 or there is a significant effect of the t test showing 2.817> ttable (2.052) This means that Learning Motivation has a significant effect on Learning Outcomes. Thus simultaneously the Competency variables of the Facilitator and Learning Motivation variables have a positive and significant influence on Learning Outcomes.Abstrak: Tujuan penelitian: (1) untuk mengetahui pengaruh kompetensi fasilitator terhadap hasil belajar peserta pelatihan keluarga sehat, (2) untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta pelatihan keluarga sehat, (3) untuk mengetahui pengaruh kompetensi fasilitator dan motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta pelatihan keluarga sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Fasilitator memiliki nilai signifikansi (Sig.) 0.044 pada tabel Coefficientsa dengan nilai α (derajat signifikansi) 0.05 artinya 0.044<0.05 atau terdapat pengaruh yang signifikan dan uji t menunjukkan 2.112> ttabel (2.052). Artinya Kompetensi Fasilitator berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, dan pada Motivasi Belajar memiliki nilai signifikansi (Sig.) 0.009 pada tabel Coefficientsa dengan nilai α (derajat signifikansi) 0.05 artinya 0.009<0.05 atau terdapat pengaruh yang signifikan dari uji t menunjukkan 2.817> ttabel (2.052). Artinya Motivasi Belajar berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar. Dengan demikian secara simultan variabel Kompetensi Fasilitator dan variabel Motivasi Belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar.
PENGARUH KETERAMPILAN INTRAPERSONAL DAN INTERPERSONAL TERHADAP PRESTASI WARGA BELAJAR KESETARAAN PAKET C DI PKBM SE-KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Savira Nailul Muna; Siti Asmah; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.778 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i1p37-53

Abstract

Abstract The purpose of the study was to find out a description level of intrapersonal skills, interpersonal skills, learning achievement and explain the influence of intrapersonal skills, interpersonal skills, on the achievement of the citizen learning equality package C in the PKBM of Lowokwaru Subdistrict Malang. The research approach that has been used is a quantitative approach with a form of correlational research design. The selection of research subjects using a purposive sampling technique by selecting 80 study residents who are citizens of learning parity C package and recorded having a report card in PKBM of Lowokwaru District. The instruments used in this study were inventory of intrapersonal, interpersonal skills, non-academic achievements and documentation studies in the form of report cards. Hypothesis testing used with Kendall Coeficient of Concordance nonparametric statistical analysis techniques. The results showed that the condition of intrapersonal, interpersonal, and learning achievement tends to be high. There is no significant effect between intrapersonal skills on learning achievement. There is no significant effect between interpersonal skills on learning achievement. However, the results of the study also prove that there is an influence between intrapersonal and interpersonal skills on the learning achievement of PKBM learning citizen in Lowokwaru Subdistrict MalangAbstrak: Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat keterampilan intrapersonal, interpersonal, prestasi belajar warga belajar dan menjelaskan pengaruh keterampilan intrapersonal, keterampilan interpersonal, terhadap prestasi warga belajar kesetaraan paket C di PKBM Se-Kecamatan Lowokwaru Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan bentuk desain penelitian korelasional. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 80 warga belajar yang merupakan warga belajar kesetaraan paket C dan tercatat memiliki raport di PKBM Se-Kecamatan Lowokwaru. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu inventori keterampilan intrapersonal, interpersonal, prestasi non akademik dan studi dokumentasi berupa raport. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis statistika nonparametrik Kendall Coeficient of Concordance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kondisi intrapersonal, interpersonal, dan prestasi belajar cenderung tinggi. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara keterampilan intrapersonal terhadap prestasi belajar. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara keterampilan interpersonal terhadap prestasi belajar. Meskipun demikian, hasil penelitian juga membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara keterampilan intrapersonal dan interpersonal terhadap prestasi belajar warga belajar PKBM se Kecamatan Lowokwaru Malang
PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI MELALUI METODE PEMBIASAAN DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 33 KOTA MALANG Lailatul Magfiroh; Ellyn Sugeng Desyanty; Rezka Arina Rahma
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v14i1p54-67

Abstract

Abstract: The Character is not born based on descent, but throughout the process of the character education which starts from early childhood. The phenomenon which occurs in ABA Kindergarten 33 is when the researcher come to the institute, the researcher see that the children can take a line behind their friends and  accompanied by the teachers, thus the researcher  interested to do the research about the formation of  thedisciplin  character in ABA 33 kindergarten through the habituation method. The purpose of the research is for: (1) to describe the process of the formation of the discipline character through the habituation methods in ABA 33 kindergarten; (2) to describe the behavior which showed by the children after they get the habituation; and (3) to find out the supporting  and inhibitors factors in ABA 33 kindergarten. The research method which used by the researcher that is qualitative method. The research uses data collection technique, through observation, interview, documentation studies. The subject which are use in this research are teacher, cleanness employee, learners. There are three data analysis techniques which used that is: (1) data reduction; (2) data display; and (3) drawing conclusionAbstrak: Hasil penelitian menunjukkan bahwa di TK Aisyiyah Bustanul athfal 33 melakukan pembentukan karakter disiplin melalui metode pembiasaan, hasil dari temuan penelitian tentang proses pembentukan karakter disiplin anak usia dini melalui metode pembiasaan adalah: (1) guru membiasakan anak untuk datang tepat waktu; (2) guru membiasakan anak untuk mengembalikan barang ke tempat semula; (3) guru membiasakan anak untuk membereskan mainan setelah bermain di dalam kelas; (4) guru membiasakan anak untuk bersabar dan tertib dalam menunggu giliran cuci tangan; dan (5) petugas kebersihan membiasakan anak untuk mengantri ketika ke kamar mandi.  Pembiasaan yang dilakukan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 33 tidak hanya pembiasaan melalui ucapan atau kata motivasi saja, namun pembiasaan melalui perilaku juga dilakukan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 33, perilaku yang ditunjukkan oleh anak setelah mendapatkan pembiasaan dari guru yaitu: (1) anak datang tepat waktu, akan tetapi ada beberapa anak yang belum bisa datang tepat waktu, hal ini mengacu pada jumlah anak yang terlambat setiap hari mengalami naik turun; (2) anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya, hal ini ditunjukkan dengan kesadaran anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya tanpa diminta oleh guru, baik itu mainan ataupun alat tulis; (3) tertib dalam menunggu giliran, hal ini di tunjukkan dengan kesadaran anak berbaris di belakang temanya ketika cuci tangan tanpa didampingi oleh guru. Faktor pendukung pembentukan karakter disiplin di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 33 yaitu adanya contoh dari pendidik, dan konsistensi yang dilakukan pendidik. Faktor yang menghambat pembentukan karakter disiplin di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 33 yaitu ada beberapa orang tua yang tidak peduli dengan perkembangan anaknya,dan tidak adanya kerja sama antara orang tua dan sekolah, dan kematangan usia anak juga mempengaruhi pembentukan karakter disiplin anak usia dini di TK ABA 33
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI LEMBAGA SOSIAL DAN PENDIDIKAN Bayu Adi Laksono; Nasyikhatur Rohmah
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v14i1p1-11

Abstract

Abstract : The purpose of this study is to explore the role of social and educational institutions in Bajulmati in the process of community empowerment. This study used a qualitative approach, and was carried out in Bajulmati Hamlet, Gajahrejo Village, Gedangan District, Malang Regency. Informants in this study consisted of government institutions, activists empowering from social and educational institutions, and surrounding communities. Data collection uses interviews, documentation and observations and analyzed by miles and huberman models. The results of the study show the role of social and educational institutions in empowering the Bajulmati community. In the economic field, the community is empowered through the use of natural and human potential. In the social field, it is empowered to always be optimistic and independent. As well as in the field of education, the community is empowered through educational institutions that are built, both schooling and education outside the school system. Schooling education aims to increase competitiveness, education outside the schooling system to maintain the culture and noble values of the Bajulmati community.Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah menggali peran lembaga sosial dan pendidikan di Bajulmati dalam proses pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan dilaksanakan di Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Informan dalam penelitian ini terdiri dari institusi pemerintahan, pegiat pemberdayaan dari lembaga sosial dan pendidikan, serta masyarakat sekitar. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi serta dianalisis dengan model miles dan huberman. Hasil penelitian menunjukkan peran lembaga sosial dan pendidikan dalam memberdayakan masyarakat Bajulmati. Dalam bidang ekonomi, masyarakat diberdayakan melalui pemanfaatan potensi alam maupun sumber daya manusia. Dalam bidang sosial, diberdayakan untuk selalu bersikap optimis dan mandiri. Serta dalam bidang pendidikan, masyarakat diberdayakan melalui institusi pendidikan yang dibangun, baik pendidikan persekolahan maupun pendidikan di luar sistem persekolahan. Pendidikan persekolahan bertujuan untuk meningkatkan daya saing, pendidikan di luar sistem persekolahan untuk menjaga budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat Bajulmati.
PENERAPAN MODEL EVALUASI KIRKPATRICK EMPAT LEVEL DALAM MENGEVALUASI PROGRAM DIKLAT DI BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN (BBPP) LEMBANG Ramayana Ritonga; Asep Saepudin; Uyu Wahyudin
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.109 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i1p12-21

Abstract

Abstract: In Improving Human Resource Development (PSDM), the Lembang Center for Agricultural Training (BBPP) is the right place to carry out technical training and functional training in agriculture. It has been proven that BBPP Lembang has printed a lot of skilled workers in the field of agriculture, this can be used as an indicator of the success of this training institution, not only that, the welfare of the farmers has also increased. BBPP Lembang is one of the places that can be used as a job that helps reduce the number of people who do not get jobs. To improve the ongoing training and on target BBPP Lembang always conducts evaluation activities that aim to see the success of the programs that have been held and follow up on the weaknesses that were obtained when the evaluation process took place both at the beginning of the program and at the end of the program. The application of the Kirkpatrick Four Level Evaluation Model is used as a frame of reference for evaluating programs, where evaluations at levels 1 and 2 will produce information for the organization about conducting training both in the middle and the end. Whereas levels 3 and 4 produce information that focuses on the impact of training for organizations and trainees. Abstrak: Dalam Meningkatkan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menjadi tempat yang tepat sasaran untuk melaksanakan pelatihan teknis dan pelatihan fungsional di bidang pertanian. Sudah terbukti BBPP Lembang banyak sekali mencetak tenaga yang handal dibidang pertanian, hal ini bisa dijadikan sebagai indicator keberhasilan dari lembaga diklat ini, bukan hanya itu, kesejahteraan para petani pun sudah meningkat. BBPP Lembang menjadi salah satu wadah yang bisa dijadikan sebagai lapangan kerja yang membantu mengurangi jumlah warga yang tidak mendapatkan pekerjaan. Untuk meningkatkan pelatihan berkelanjutan dan tepat sasaran BBPP Lembang senantiasa melakukan kegiatan evaluasi yang bertujuan melihat keberhasilan program yang telah diselenggarakan dan menindaklajuti kelemahan-kelemahan yang didapat ketika proses evaluasi berlangsung baik di awal program dan maupun diakhir program. Penerapan Model Evaluasi Kirkpatrick Empat Level dugunakan sebagai kerangka acuan untuk mengevaluasi program, dimana evaluasi pada level 1 dan 2 akan mengasilkan informasi untuk organisasi tentang penyelenggaraan pelatihan baik diwal-tengan dan akhir. Sedangkan pada level 3 dan 4 menghasilkan informasi yang berfokus pada dampak pelatihan bagi organisasi dan peserta pelatihan

Page 5 of 11 | Total Record : 108