cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Nonformal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Problematika Pengelolaan Mata Kuliah Berpraktek dalam Sistem Pendidikan dan Pengajaran Jarak Jauh Sri Wahyu Kridasakti; Sigit Waluya
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p52-63

Abstract

AbstrakMata kuliah berpraktek dalam di Universitas Terbuka merupakan salah satu syarat mutlak yang harus diterapkan. Mata kuliah berpraktek tersebut diantaranya adalah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) dan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM). Permasalahan yang muncul dari pelaksanaan matakuliah berraktek ini adalah belum terpenuhinya target kualitatif atau kualitas nya. Lemahnya standar ketaatan dan integritas Kelompok Belajar/Pokjar dan Pembimbing/Supervisor-1/ Supervisor-2 pada sistem dan prosedur merupakan faktor utama penyebab permasalahan ini. Hal ini terjadi karena lemahnya sistem recruitment supervisor dan tidak dimilikinya sistem pengelolaan mata kuliah berpraktek yang berkelanjutan.  Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan berbagai persoalan dan problematika pengelolaan mata kuliah berpraktek meliputi: (1) faktor-faktor determinan yang mempengaruhi kinerja efektif pengelolaan program mata kuliah berpraktek;  dan (2)  model  pengelolaan mata kuliah berpraktek yang mampu memberikan dampak positif bagi pencapaian tujuan pengelolaannya. Kajian ini dilakukan di UPBJJ-UT Malang melalui rancangan penelitian dan pengembangan. Tahap pertama yaitu penelitian analisis kinerja pengelolaan program dan kedua adalah pemodelan (modelling) mata kuliah berpraktek. Pada tahap penelitian kinerja, metode yang digunakan adalah evaluasi sistematis, sedangkan tahap kedua digunakan metode modelling system. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan mata kuliah berpraktek menghasilkan capaian target kuantitatif yang memuaskan, namun capaian target kualitatif atau kualitas substantif hasil proses belajar-mengajar mata kuliah berpraktek sangat tidak memuaskan. Temuan penting dalam kajian ini bahwa faktor integritas mitra kerja, profesionalitas para pembimbing dan desain pengelolaan yang berperspektif sustainable-managerial-model memberi pengaruh signifikan terhadap  keberhasilan pengelolaan mata kuliah berpraktek dan terhadap hasil belajar. Sekalipun pembenahan cara kerja lama pengelolaan mata kuliah berpraktek ke model sustainable-managerial-model berimplikasi pada meningkatnya komponen pembiayaan, namun peningkatan tersebut masih justifiable sebagai bentuk peningkatan layanan jaminan kualitas program. AbstractPracticing courses at the Open University are one of the absolute requirements that must be applied. These practical courses include Strengthening Professional Ability (PKP) and Strengthening Teaching Ability (PKM). The problem that arises from the implementation of this practical course is that the qualitative or quality targets have not been met. Weak standards of compliance and integrity of the Study Group / Pokjar and Supervisor / Supervisor-1 / Supervisor-2 in systems and procedures are the main factors causing this problem. This occurs due to the weakness of the recruitment system for supervisors and the lack of a management system for sustainable practice courses. The purpose of this study is to explain various problems and problems in the management of practicing courses, including: (1) determinant factors that affect the effective performance of the practice course program management; and (2) a practice course management model capable of having a positive impact on the achievement of its management objectives. This study was conducted at UPBJJ-UT Malang through a research and development design. The first stage is research on analysis of program management performance and the second is modeling (modeling) courses in practice. In the performance research stage, the method used is systematic evaluation, while the second stage uses the modeling system method.The results of this study indicate that the management performance of practice subjects produces satisfactory quantitative target achievements, but the qualitative target achievements or the substantive quality of the results of the teaching and learning process of practice subjects are very unsatisfactory. The important finding in this study is that the factors of work partner integrity, professionalism of the supervisors and management design with a sustainable-managerial-model perspective have a significant influence on the success of managing practical courses and on learning outcomes. Even though reforming the old way of working in practicing course management to a sustainable-managerial-model has implications for an increase in the financing component, this increase is still justifiable as a form of improving program quality assurance services.
Sekolah Pesisi Juang: Pendidikan Non-Formal Anak Pesisir A. Munawwir; Sepma Pulthinka Nur Hanip
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i1p1-11

Abstract

Studi ini betujuan menganalisis kiprah sekolah pesisi juang sebagai pendidikan non-formal yang mengadopsi sistem pembelajaran tematik sebagai upaya untuk memberikan pemenuhan kebutuhan intelektual secara universal bagi anak pesisir yang berlokasi di Desa Bintaro, Kec. Ampenan NTB. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan pisau analisis psikologi humanistik yang difokuskan pada kebutuhan manusia secara subtansial. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada kerangka Miles dan Huberman yang didasari pada reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa, anak pesisir berhak untuk menerima pendidikan secara formal seperti yang lainnya walaupun dihimpit dalam ekonomi yang kurang mampu. Hadirnya sekolah pesisi juang ini menjadi angin segar bagi anak pesisir untuk terus belajar dalam menggapai cita-citanya dengan mengajarkan anak-anak muatan-muatan pemebalajaran berbasis lingkungan sekitar.
Equipping Adult Learners with Basic Literacy Skills for Cognitive Sustainability in Lagos State, Nigeria Blessing Anyikwa; Oyekunle Oyekunle Yinusa
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i1p64-76

Abstract

Abstract  The non-literate adult citizens in Nigeria are often faced with the inability to apply mental intelligence in their lifestyles which is reducing their worth and relevance in the 21st century literate society. The study therefore, seeks to equip adult learners with basic literacy skills for cognitive sustainability in Lagos state, Nigeria. Four research questions were raised and answered; and four hypotheses were tested to guide the study. The study adopted descriptive survey research design. The instruments adopted for the study were Key Informant Interview (KII) and a Questionnaire. A 20-item questionnaire titled “Adult Learners’ Basic Literacy Skills Questionnaire”, (ALBLSQ) was developed by the researchers. The instrument was validated using content and face validity according to the standard approved by the National Mass Education Commission in Nigeria, and the State Agency for Mass Education in Lagos State, Nigeria (NMEC/NOGALSS). A total of one hundred and eighty (180) questionnaires were administered purposively to adult learners across the six NMEC/NOGALSS literacy centers in Lagos state, and one hundred and forty-five (145) were retrieved. The reliability of the instrument was confirmed using a test-retest procedure, which gave a correlation coefficient of 0.87. The data was presented using frequency distribution tables, percentages, and Bar Charts. The data was analyzed using Spearman Rank Order Correlation Coefficient and T-test statistical tools to test the hypotheses at 0.05 significance level. The study revealed that a significant difference exists between the performance of adult learners before intervention and the performance of adult learners after intervention of the adult basic literacy programme amongst others. The study concluded and recommended that the curriculum of the adult basic literacy should be designed to have a combination of English and mother tongue language as a medium of instruction in order to aid cognitive development among adult learners, inter alia.
Model Kepemimpinan Kolektif Pesantren Studi Kasus Pada Pesantren Al-Adzkiya’ Nurus Shofa Karang Besuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang Norma Sholihah; Rezka Arina Rahma
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p64-73

Abstract

AbstrakPondok pesantren merupakan salah satu lembaga di jalur nonformal yang berbasis keagamaan dengan mempelajari nilai-nilai keislaman. Di dalam pesantren diterapkan model kepempimpinan untuk mengelola seluruh kegiatan yang ada. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji model kepemimpinan kolektif di pesantren. Lokasi penelitian adalah di Pesantren Al-Adzkiya’ Nurus Shofa Karang Besuki Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles and Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran para pemimpin kolektif yang ada di pondok pesantren meliputi: berusaha menjalankan visi dan misi, menyusun struktur kepengurusan, menggerakkan para santri, mengambil sebuah keputusan, dan bertanggung jawab di berbagai kegiatan pondok; (2) Kepemimpinan kolektif dalam proses pengambilan keputusan mencakup identifikasi masalah, mendefinisikan masalah pada forum, mengumpulkan ide dan gagasan,  memilih solusi yang paling tepat untuk memutuskan, dan memberikan hasil putusan yang sudah disepakati oleh para ketua pondok atau pemimpin kolektif yang ada di Pondok Pesantren Anshofa; (3) Faktor kepemimpinan kolektif dipengaruhi oleh faktor pendukung secara internal meliputi kiai dan santri, sedangkan secara eksternal berupa sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya komunikasi, adanya santri yang kurang taat, dan stigma dari masyarakat. AbstractIslamic boarding schools are one of the non-formal institutions based on religion by studying Islamic values. In the pesantren, a leadership model is applied to all existing activities. The purpose of this analysis is to examine the collective leadership model in pesantren. The research location is Pesantren Al-Adzkiya’ Nurus Shofa Karang Besuki, Sukun District, Malang Regency. The method used in this research is qualitative with a case study approach. The research used data interview techniques such as interviews, observation, and document study. Data analysis in this study used an interactive model from Miles and Huberman. The results of the study indicate that (1) the role of collective leaders in the Islamic boarding school includes: trying to carry out the vision and mission, compiling the management structure, mobilizing the students, making decisions, and being responsible for various activities of the boarding school; (2) collective leadership in the decision-making process includes problems, defining problems in the forum, collecting ideas and ideas, choosing the most appropriate solution to decide, and providing the results of decisions that have been agreed upon by the head of the boarding school or collective leaders in Pondok Pesantren Anshofa; (3) the leadership factor is built by supporting factors internally including Kiai and students, while externally in the form of facilities and infrastructure. In comparison, the inhibiting factors are the lack of communication, the presence of disobedient students, and the stigma from society.
Stimulasi Aspek Perkembangan Anak Melalui APE Bermuatan Kearifan Lokal di PAUD Madura Dias Putri Yuniar; Fajar Luqman Tri Ariyanto
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i1p21-33

Abstract

Masa golden age pada anak usia dini perlu distimulasi dengan beragam media yang ada untuk membantu enam aspek perkembangan anak secara optimal. Disisi lain, kemajuan zaman dan teknologi perlu diimbangi dengan penngenalan budaya agar tidak tergerus. Media pembelajaran berkearifan lokal yang berupa puzzle, serbuk jagung warna-warni dan kotak pintar digunakan sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) yang diproses dari limbah jonggol jagung. Alat permainan edukatif berupa puzzle, serbuk jagung warna-warni dan kotak pintar digunakan pada anak usia dini saat belajar di sekolah (luring) pada lima lembaga PAUD yang ada di Bangkalan Madura. Penggunaan alat permaina edukatif digunakan untuk menstimulasi Enam aspek perkembangan meliputi nilai agama moral, sosial emosional, bahasa, kognitif, motorik, dan seni agar dapat terstimulasi dengan baik melalui media hasil limbah jonggol jagung. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan cara pengelompokan hasil, deskripsi atau menganalisis data, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari kegiatan penelitian ini didapatkan tiga macam jenis media pembelajaran yang efektif yang dapat  menstimulasi enam aspek perkembangan pada anak usia dini dengan melihat tanggapan yang diambil ke ibu guru di lima Lembaga PAUD kota Bangkalan melalui G-form yaitu prosentase serbuk jagung warna-warni (sergunani) 78, 6%, kotak pintar 66, 7%, dan puzzle 78, 6%
Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Partisipasi Orang Tua Dalam Mengikut Program Parenting Education Di Lembaga PAUD Anggia Listyaningrum; Sucipto Sucipto; Suripan Suripan
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p74-79

Abstract

AbstrakParenting education merupakan program yang melibatkan partisipasi orang tua wali murid. Parenting education sudah banyak diselenggarakan di lembaga-lembaga sekolah maupun program-program yang dikelola oleh swasta. Banyaknya lembaga yang telah menyelenggarakan program ini ternyata tidak selalu diikuti dengan partisipasi yang baik oleh wali murid. Di Kota Malang terdapat beberapa lembaga yang dapat dikatakan memiliki partisipasi wali murid yang cenderung stabil untuk setiap pertemuan rutin program parenting education. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor dominan apa yang mempengaruhi partisipasi orang tua dalam program parenting education di lembaga-lembaga paud di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi partisipasi orang tua adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dominan adalah (1) selalu ingin mengetahui perkembangan anak di sekolah, (2) ingin menambah relasi/teman sesama orang tua, (3) senang bertukar pikiran dengan orang tua lain tentang pengasuhan anak, (4) ingin belajar memberi perhatian khusus pada anak, sedangkan faktor eksternal yang dominan adalah (a) guru-guru di sekolah sangat ramah dan selalu menyambut baik ketika kegiatan parenting, (b) tempat yang digunakan untuk acara parenting kondusif, (c) narasumber pada setiap kegiatan parenting mampu memberikan pemahaman materi dengan cara yang baik,  (d) materi-materi yang disajikan pada kegiatan parenting sangat bervariatif dan sesuai dengan kebutuhan. AbstractParenting education is a program that involves the participation of students' parents. Parenting education has been widely held in school institutions and programs managed by the private sector. The number of institutions that have implemented this program has not always been followed by good participation by the parents. In Malang City, there are several institutions that can be said to have the participation of parents who tend to be stable for every routine meeting of the parenting education program. This study aims to determine what dominant factors influence parental participation in parenting education programs in paud institutions in Malang City. The research method used is quantitative with descriptive analysis. The results of this study indicate that the factors affecting parental participation are internal and external factors. The dominant internal factors are (1) always want to know the development of children in school, (2) want to add relationships / friends with fellow parents, (3) like to exchange ideas with other parents about childcare, (4) want to learn to pay special attention in children, while the dominant external factors are (a) teachers in schools are very friendly and always welcome when parenting activities, (b) the place used for parenting events is conducive, (c) resource persons in each parenting activity are able to provide material understanding in a good way, (d) the materials presented in parenting activities are very varied and in accordance with the needs.
Strategi Pendampingan Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Anak Korban Kekerasan di Kota Pasuruan Monica Widyaswari; Hardika Hardika; Umi Dayati
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i1p34-46

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji strategi pendampingan anak korban kekerasan di Kota Pasuruan. Upaya Kota Pasuruan dalam mengakomodir hak-hak anak korban kekerasan secara medis, yuridis, dan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini meliputi DP3AKB dan P2TP2A. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Pasuruan berkomitmen untuk memenuhi hak anak korban kekerasan melalui melalui enam strategi diantaranya: (1) supporting parents, caregivers and families yaitu sosialisasi kepada para orangtua dan sekolah, serta penyediaan pendamping anak secara terlatih; (2) helping children and adolescents manage risk and challenges melalui pendampingan psikososial; (3) changing attitudes and social norms that encourage violence and discrimination melalui pemberian informasi kepada korban dan keluarga; (4) promoting and providing support services for children yaitu ditandai dengan penyediaan lembaga pemerhati anak dan dukungan layanan dari SKPD lainnya; (5) implementing laws and policies that protect children yaitu adanya peraturan dan kebijakan perlindungan anak dari tingkat nasional hingga daerah; dan (6) carrying out data collection and research dilakukan pemetaan kekerasan anak berdasarkan karakteristik. Data juga akan dilaporkan ke tingkat nasional.
Peningkatan Integritas Pengelola PKBM Kabupaten Banyuwangi Melalui Efektivitas, Fasilitas, dan Produktivitas Decky Avrilianda; Endang Sri Redjeki; Ellyn Sugeng Desyanty
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p80-87

Abstract

AbstrakPenelitian ini ingin mengetahui: (1) pengaruh efektivitas kerja terhadap integritas pengelola  PKBM di Kabupaten Banyuwangi, (2) pengaruh fasilitas terhadap integritas pengelola PKBM di Kabupaten Banyuwangi, (3) pengaruh produktivitas kerja terhadap integritas pengelola  PKBM di Kabupaten Banyuwangi, (4) pengaruh efektivitas kerja, fasilitas dan produktivitas kerja terhadap integritas pengelola PKBM di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini telah hasilkan beberapa hal: (1) efektivitas kerja berpengaruh signifikan terhadap integritas, hal ini dibuktikan dengan thitung sebesar 2,184, (2) fasilitas tidak berdampak signifikan terhadap integritas, karena memiliki thitung sebesar 1,015, (3) produktifitas kerja mempunyai pengaruh yang signifikan, telah dihasilkanperhitungan melalui SPSS dengan thitung yaitu 3,974, (4) efektivitas kerja, fasilitas, dan produktifitas kerja mempunyai dampak yang signifikan secara bersama-sama (simultan)  terhadap integritas (y), karena diperoleh Fhitung sebesar 33,118. Saran untuk pengelola PKBM harus terus meningkatkan efektivitas kerja dan produktifitas kerja tanpa harus melihat fasilitas yang dimiliki oleh lembaga, agar integritas yang ada pada diri individu pengelola selalu mengalami perbaikan dan peningkatan. AbstractThere are several things to know in this research: (1) the effect of work effectiveness on the integrity of PKBM managers in Banyuwangi Regency, (2) the effect of facilities on the integrity of PKBM managers in Banyuwangi Regency, (3) the effect of work productivity on the integrity of PKBM managers in the Regency. Banyuwangi, (4) the effect of work effectiveness, facilities and work productivity on the integrity of PKBM managers in Banyuwangi Regency. This research has resulted in several things: (1) work effectiveness has a significant effect on integrity, this is evidenced by the tcount of 2.184, (2) facilities have no significant impact on integrity, because it has a tcount of 1.015, (3) work productivity has a significant effect. , calculation has been generated through SPSS with a tcount of 3.974, (4) work effectiveness, facilities, and work productivity have a significant impact together (simultaneously) on integrity (y), because the Fcount is obtained at 33.118. Suggestions for PKBM managers must continue to improve work effectiveness and work productivity without having to look at the facilities owned by the institution, so that the integrity that exists in the individual manager always experiences improvement and improvement
Integrasi Program Sadar Wisata Dalam Membangun Kesadaran Literasi Di Desa Nglanggeran RB Suharta; Erma Kusumawardani; Yudan Hermawan
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i1p47-63

Abstract

AbstrakEra disrupsi ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis ekonomi, namun juga krisis literasi. Fakta ini didasarkan pada riset Central Connecticut State University 2016, yang mengatakan bahwa literasi Indonesia berada di tingkat kedua terbawah dari 61 negara. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran literasi masyarakat melalui keterpaduan program kelompok sadar wisata dan organisasi karangtaruna.   Untuk dapat membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang di amati, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Sehingga kegiatan sarasehan dan pendampingan sebagai satu bentuk aktivitas dalam pengumpulan data kepada masyarakat yang kemudian di analisis interaktif sesuai dengan metode deskriptif kualitatif yang kemudian menghasilkan pembentukan (1) Rintisan kemitraan antara kelompok sadar wisata dan generasi muda yang tergabung dalam organisasi karang taruna agar secara langsung terlibat dalam mengembangkan edukasi wisata. (2)  Kelompok sadar wisata dalam membangun kesadaran literasi masyarakat bersama dengan Taman Bacaan Masyarakat merupakan kolaborasi yang saling menguatkan. (3) Gerakan masyarakat dalam bentuk tulisan-tulisan penyemangat akan nilai keindahan, kebersihan, ramah, etika yang diletakkan di sudut-sudut jalan serta pengadaan buku informatif   tentang geopark Nglenggeran di beberapa omah (homestay) merupakan gagasan yang layak didukung oleh pemerintah setempat. Membangun kesadaran literasi bagi seluruh masyarakat menjadi penting terutama dalam mensikapi berkembangnya desa wisata dengan potensi alam yang begitu mempesona wisatawan. Untuk itulah kolaborasi kelompok sadar wisata dengan program pengembangan yang didukung taman bacaan masyarakat yang memenuhi kebutuhan belajar masyarakat kaitannya dengan gerakan mendukung desa wisataINTEGRATION OF TOURISM AWARENESS PROGRAMS IN BUILDING LITERATION AWARENESS IN NGLANGGERAN VILLAGEAbstractIn this era of disruption, Indonesia is not only experiencing an economic crisis, but also a literacy crisis. This fact is based on a 2016 Central Connecticut State University research, which states that Indonesian literacy is in the second lowest level of 61 countries. Based on this, this activity aims to build awareness of community literacy through integrated tourism awareness group programs and youth organizations. To be able to make a systematic, factual and accurate description, description or painting of the facts, properties and relationships between observed phenomena, the researcher uses a qualitative approach. So that the workshop and mentoring activities as a form of activity in collecting data to the community are then analyzed in accordance with the qualitative descriptive method which then results in the formation of (1) Pioneering partnerships between tourism awareness groups and the young generation who are members of the youth organization to be directly involved in developing tourism education. (2) The tourism awareness group in building community literacy awareness together with Community Reading Gardens is a mutually reinforcing collaboration. (3) Community movements in the form of encouraging writings on the values of beauty, cleanliness, friendliness, ethics placed on street corners and the procurement of informative books about the Nglenggeran geopark in several homestays are ideas that deserve to be supported by the local government. Building literacy awareness for the entire community is important, especially in response to the development of tourist villages with natural potential that fascinates tourists. For this reason, the collaboration of tourism awareness groups with development programs supported by community reading gardens that meet the learning needs of the community in relation to the movement to support tourism villages
Konstruksi Model Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Berbasis Keswadayaan Oleh PKBM Di Kabupaten Malang Moh Ishom; Kukuh Miroso Raharjo; Rezka Arina Rahma
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i1p45-51

Abstract

AbstrakTujuan penelitian mendeskrisikan pola manajemen penyelenggaraan Kejar Paket C Swadana dengan dana yang terbatas. Penelitian  menggunakan rancanagn  penelitian studi kasus, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara dan FGD, dan dianalisis dengan metode analisis interaktif (Miles Hubermans, 1992). Temuan penelitian ini adalah : (a) pengelola PKBM memiliki semangat yang luar biasa dalam mengawali program kejar paket C, dengan biaya sendiri, (b) sambil melakasanakan pogram PKBM mengembangkan program PNF lainnya, (c) Dengan biaya yang diangsur oleh warga belajar mampu mendorong semangat warga belajar paket C, (d) mulai tahun 2016 PKBM telah behasil meluluskan warga belajar Paket C, dan (e) pada tahun 2018 mulai mendapakan BOP Paket C hingga saat ini. AbstractThe purpose of the study is to describe the management pattern of organizing the Swadana Package C Chase with limited funds. Research uses a case study research design, using a qualitative approach. Data were collected by interview and FGD, and analyzed by interactive analysis methods (Miles Hubermans, 1992). The findings of this study are: (a) the manager of PKBM has an extraordinary enthusiasm in initiating a program Paket C, at their own expense, (b) while carrying out the PKBM program developing other PNF programs, (c) With the installments paid by the learning citizens able to encourage the enthusiasm of the citizens to learn Paket C, (d) starting in 2016 PKBM has succeeded in graduating residents to learn Package C, and (e) in 2018 began getting BOP Paket C to date

Page 7 of 11 | Total Record : 108