cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Nonformal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Proses Pembelajaran Masyarakat Pada Program Konservasi Tanah Baruna Setyoningrum; Sopingi Sopingi
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.283 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i2p108-118

Abstract

Abstract: Common purpose of this research are to explained public learning process on preparation step of land conservation at DesaJetisLor. And the special purpose of this research are (1)to explain about the public learning process of land conservation social activity program at DesaJetis Lor (2) to know explain public learning process on large school activity of land conservation program at DesaJetisLor (3) to explain about public learning process on RKTD arrangement activity of land conservation at JetisLor.Qualitative approach case study type use in this research.Collecting data method by interview technique, observation and documentation.Analysis technique by data reduction, data display and conclusion.The result of this result show that (1) there is an informal learning process on program socialization process, (2) there is an nonformal learning process on SLKT program, (3) there is an informal learning process on RKTD arrangement processAbstrak: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses pembelajaran masyarakat pada tahap persiapan program konservasi tanah di Desa Jetis Lor. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan proses pembelajaran masyarakat pada kegiatan sosialisasi program konservasi tanah di Jetis Lor (2) untuk menjelaskan  proses pembelajaran masyarakat pada kegiatan sekolah lapang pada program konservasi tanah di Desa Jetis Lor, (3) untuk menjelaskan proses pembelajaran masyarakat pada kegiatan penyusunan RKTD program konservasi tanah di Jetis Lor. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat proses pembelajaran informal di dalam proses sosialisasi program, (2) terdapat proses pembelajaran nonformal di dalam program Sekolah Lapang Konservasi Terpadu (SLKT), (3) terdapat proses pembelajaran informal didalam proses penyusunan Rencana Konservasi Tanah Desa (RKTD).
Literasi Finansial Keluarga Pekerja Migran Indonesia Ditinjau Dari Pengelolaan Remitan Bayu Adi Laksono
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.067 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i2p68-75

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to examine the financial literacy of migrant worker families in terms of remittance management. This study was conducted in seven hamlets of Payaman Solokuro Village, Lamongan Regency. Using cluster random sampling techniques in determining the research sample and using the Harry King Nomogram in determining the number of samples, as many as 95 persons. Data analysis uses ANOVA (Analysis of Variant) technique. The results showed that 63.2% of migrant workers’ families received remittances of 1-3 million each sending period, and 81.1% received remittances once a month. The literacy rate of migrant workers’ families from the perspective of remittance receipts intensity is in medium level, however migrant workers’ families who receive remittances in period of once in three months tend a high level of literacy. Families of migrant workers who receive remittances of more than three million each sending period are higher in financial literacy than others. The results of data analysis show that the financial literacy of migrant workers’ families do not have a significant difference in terms of the remittance receipts intensity, and the financial literacy of migrant workers’ families in terms of remittance receiptsquantitydo not have a significant difference. The results of this study indicate that migrant workers’ families can increase their financial literacy through financial training and have careful considerationsin making economic decisionsAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengkaji literasi finansial keluarga pekerja migran ditinjau dari pengelolaan remitan, baik dari intensitas maupun kuantitas. Penelitian ini dilakukan di tujuh dusun dari Desa Payaman Solokuro Kabupaten Lamongan. Menggunakan teknis cluster random sampling dalam menetukan sampel penelitian serta menggunakan Nomogram Harry King dalam menentukan besaran sampelnya, yakni sebanyak 95 orang. Analisis data menggunakan teknik ANOVA (Analysis of Varian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% keluarga pekerja migran mendapat remitan sebanyak 1-3 Juta setiap periode pengirimannya, serta 81,1% menerima remitan sebulan sekali. Tingkat literasi keluarga pekerja migran ditinjau dari sudut pandang intensitas penerimaan remitan berada pada tingkat sedang, namun keluarga pekerja migran yang menerima remitan pada periode tiga bulan sekali cenderung memiliki tingkat literasi yang tinggi. Keluarga pekerja migran yang menerima kiriman remitan lebih dari tiga juta setiap periode pengirimannya cenderung memiliki tingkat literasi finansial yang lebih tinggi diantara yang lainnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa literasi finansial keluarga pekerja migran tidak memiliki perbedaaan yang signifikan ditinjau dari intensitas penerimaan uang remitan, serta literasi finansial keluarga pekerja migran ditinjau dari kuantitas penerimaan uang remitan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga pekerja migran dapat meningkatkan literasi finansialnya melalui pelatihan pengelolaan keuangan serta memiliki pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan ekonomi
Kemandirian Peternak Sapi Perah dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Anjar Susilowati; Imam Hambali; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.967 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i2p76-84

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the independence of dairy farmers in community empowerment efforts. This type of research is quantitative with descriptive design. The population of this study was 44 dairy farmers in Pait Village, Kasembon Subdistrict, as well as samples. Data collection techniques used were structured interviews. Data analysis in this research is percentage analysis. The results of this study indicate that as many as 69% of breeders have been able to take the initiative, as many as 44% of breeders are able to overcome the problem, as much as 72% of breeders are able to foster perseverance, as much as 48% of breeders have gained satisfaction, as many as 60% of breeders have self-confidence. Based on these data, it was concluded that the independence of dairy farmers in community empowerment efforts was in the quite independent category. Suggestions for this research are spesific studies areneededon the factors that cause the independence of dairy farmersAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil kemandirian peternak sapi perah dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitaif dengan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini peternak sapi perah di Desa Pait Kecamatan Kasembon sebanyak 44 orang yang sekaligus sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 69% peternak sudah mampu berinisiatif, sebanyak 44% peternak mampu mengatasi masalah, sebanyak 72% peternak mampu menumbuhkan ketekunan, sebanyak  48% peternak sudah  memperoleh rasa puas,  sebanyak 60%  peternak yang mempunyai rasa percaya diri. Berdasarkan data tersebut  diperoleh kesimpulan bahwa kemandirian peternak sapi perah dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan berada pada kategori cukup mandiri. Saran untuk penelitian ini adalah diperlukan kajian  secara spesifik tentang faktor-faktor yang menyebabkan kemandirian peternak sapi perah
Self Image Orangtua dalam Memilih Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Studi kasus pada PAUD Ar Ridho Kota Malang) Cevyana Nafa Izzani; Umi Dayati; M. Ishom Ihsan
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.775 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i2p85-93

Abstract

Abstract: This study aims to determine the parent's Self Image in the selection of audits. The research design used by the researcher is a case study design. This research was conducted in Tarbiyatul Athfal Ar Ridlo, Malang. The key informants selected by the researcher were 4 people, amely the principal and three student guardian. Data collection technique in this study was interviews, document study and observation. Data were analyzed qualitatively which includes the process of data reduction, data display, and verification. Data validity test is done by triangulation techniques and observation extension. The analysis shows that in the view of TA Ar Ridlo's parents are expensive schools that have good quality that raises socialite, fashionable and classy Self Image of parents Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Self Image orangtua dalam pemilihan lembaga PAUD. Rancangan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah rancangan penelitian studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Tarbiyatul Athfal Ar Ridlo Kota Malang. Informan kunci penelitian ini sebanyak 4 orang, yaitu kepala sekolah dan tiga walimurid. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, studi dokumen dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif yang meliputi proses reduksi data, display data, dan verifikasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi dan perpanjangan pengamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa menurut pandangan orangtua TA Ar Ridlo merupakan sekolah mahal yang memiliki kualitas baik yang memunculkan Self Image sosialita, fashionable dan berkelas dari orangtua
Pengorganisasian Kelompok Sadar Wisata Melalui Program Desa Wisata di Desa Pujon Kidul Nadiasari Nadiasari; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.921 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i2p94-107

Abstract

Abstract: The purpose of this study specifically is to describe the stages of organizing  of Tourism Awareness Groups through the Tourism Village Program in Pujon Kidul Malang Regency. This study uses qualitative research methods using a type of case study approach. This research began with data collection using observation techniques, interviews and documentation studies. Then the data obtained is recorded and given a code. Then, in analyzing the data using data reduction, display data and drawing conclusions. After analyzing the data then checking the validity of the data, checking the validity of the data using triangulation technique. The results of this study that there are several stages of organizing Tourism Awareness Groups include: (1) socialization, (2) group formation, (3) program planning, (4) program implementation and (5) evaluation.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahapan pengorganisasian  Kelompok Sadar Wisata melalui Program Desa Wisata di Pujon Kidul Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dicatat dan diberi kode. Kemudian, dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, display, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data, yang digunakan adalah triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa tahapan pengorganisasian Kelompok Sadar Wisata  meliputi: (1) sosialisasi, (2) pembentukan kelompok, (3) perencanaan program, (4) pelaksanaan program dan (5) evaluasi.
Komunitas Kampung Sinau Sebagai Wahana Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Ainul Bariroh; Imam Hambali; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.022 KB) | DOI: 10.17977/um041v15i1p1 - 19

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Pendidikan selalu dihadapkan pada masalah-masalah baru, masalah yang dihadapi dunia pendidikan sangat luas, salah satunya yaitu banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah. Berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi dalam masyarakat banyak pemecahan masalah yang dihadapi oleh kelompok sosial yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan saat ini untuk meningkatkan pendidikan masyarakat. Pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal tetapi pendidikan juga bisa dilakukan melalui pendidikan nonformal. Salah satu bentuk pendidikan nonformal yaitu organisasi kepemudaan yang mendirikan sebuah komunitas Kampung Sinau, komunitas ini merupakan sebuah komunitas sosial sebagai bentuk pendidikan nonformal yang dapat memberdayakan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang diadakannya. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui tahap-tahap pemberdayaan masyarakat melalui Komunitas Kampung Sinau. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang telah dikumpulkan dicatat dan diberi kode klasifikasi. Setelah itu data yang direduksi disajikan kemudian dilakukan pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi cara. Setelah keseluruhan data terkumpul kemudian dilakukan analisis taksonomi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa tahapan dalam pemberdayaan masyarakat, diantaranya; 1) tahap mengetahui permasalahan, 2) menyadari permasalahan, 3) mengadakan kegiatan-kegiatan sederhana, 4) membangun jaringan atau kerjasama, 5) tahap melaksanakan kegiatan
Hubungan Peran Kader dengan Partisipasi Orangtua dalam Pelaksanaan Kegiatan Bina Keluarga Balita di Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Husnawati Husnawati; Zulkarnain Nasution; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.999 KB) | DOI: 10.17977/um041v15i1p%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran kader dalam pelaksanaan kegiatan bina keluarga balita. (2) Partisipasi orangtua dalam pelaksanaan kegiatan bina keluarga balita. (3) Hubungan antara peran kader dengan partisipasi orangtua dalam pelaksanaan kegiatan bina keluarga balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran kader dalam pelaksanaan kegiatan BKB di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang terbilang tinggi adalah kader berperan dalam mencatat hasil perkembangan anak di KKA, sedangkan peran kader yang masih rendah adalah peran kader dalam mendampingi keluarga untuk melakukan rujukan. (2) Partisipasi orangtua dalam pelaksanaan kegiatan BKB tergolong  tinggi terutama pada partisipasi orangtua dalam mengisi daftar hadir pertemuan BKB. Partisipasi orangtua dalam memberikan solusi terhadap pelaksanaan kegiatan bina keluarga balita rendah . (3) adanya hubungan yang kuat dan searah antara peran kader dengan partisipasi orangtua dalam dalam pelaksanaan kegiatan BKB di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.Abstract  This study aims to determine: (1) The role of cadres in the implementation of  the toddler family building program (BKB). (2) The participation of parents in the implementationof BKB. (3) The relationship between the role of the cadres with the participation of parents in the implementation of BKB. The results showed that: (1) The role of cadres in the implementation of BKB activities in Mangliawan Village, Pakis Subdistrict, Malang Regency which is relatively high is that cadres play a role in recording the results of children's development in KKA, while the role of cadres that is still low is cadres accompanying families in making referrals.(2) Parent participation in the implementation of BKB activities in Mangliawan Village, Pakis Subdistrict, Malang Regency which is high on parental participation in filling the list of attendance at BKB meetings and low parental participation, namely parental participation in providing solutions to the implementation of toddler family development activities. (3) There is a strong and unidirectional relationship between the role of cadres and parental participation in the implementation of the activities of BKB in Mangliawan Village, Pakis District, Malang Regency
Analisis Efektifitas Diklat Vokasi Pengolahan Jagung Dengan Pendekatan Pola Magang Terhadap Peningkatan Kopentensi Peserta Murdani Murdani
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.153 KB) | DOI: 10.17977/um041v15i1p29 - 37

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efektifitas diklat vokasi pengolahan jagung dengan pendekatan pola magang  terhadap peningkatan kompetensi peserta. Metode penelitian menggunakan dengan  metode Diskrif analisis dengan jalan survey dengan menggunakan kuessener, adapun analisis data dianalisa secara diskriptif dan korelasi dengan menggunakan software SPSS Versi 18 for windows. Hasil penelitian Diklat vokasi pengolahan jagung dengan pendekatan pola magang  menunjukkan efektif dan efisien  terhadap peningkatan kompetensi peserta, dengan perincian sebagai berikut : (1). Aspek penyelenggaraan menujukkan dari 21 unsur yang dinilai menunjukkan sesuai dengan target sasaran ISO 9001:2015. (2.) Aspek penguasaan/pemahaman materi, peserta menyatakan "menguasai", bahwa dari 30  orang peserta pelatihan terdapat 5 orang atau 16,67% yang menyatakan “cukup menguasai”, 24 orang atau 80% yang menyatakan “menguasai” dan 1  orang atau 3,33% yang menyatakan “sangat menguasai”. (3).  Aspek sikap dan perilaku peserta/ kepercaya diri,  dalam kategori “baik” target program ISO 9001:2015 sebesar 78,38, sedangkan hasil evaluasi terhadap sikap perilaku rata-rata  mencapai 80,69. (4). Aspek Kemampuan widyaiswara/fasilitator,  “baik” dengan nilai rata-rata 88,13, mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015 87. (5). Aspek   kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan “sangat baik” dengan nilai rata-rata sebesar 91,97, dengan nilai rata-rata sebesar 91,97 berarti mencapai target program  ISO 9001:2015 sebesar 90. (6). Aspek  kemajuan berlatih mencapai kenaikan kompetensi 167,11 %.  (7). Aspek korelasi antara pendidikan peserta dengan kenaikan nilai antara pre test dan nilai akhir (gabungan nilai post test dan nilai unjuk kerja). Dari hasil korelasi antara pendidikan peserta dengan kenaikan nilai diperoleh bahwa rata-rata kenaikan nilai tertinggi (42,00) diperoleh peserta yang berpendidikan D3, sedangkan rata-rata kenaikan nilai terendah (25,00) diperoleh peserta yang berpendidikan S2.(8). Aspek Korelasi antara kabupaten asal peserta dengan kenaikan nilai antara pre test dan post test. Dari hasil korelasi antara kabupaten asal peserta dengan kenaikan nilai diperoleh bahwa rata-rata kenaikan nilai tertinggi (64,00) diperoleh peserta yang berasal dari Kabupaten Karangasem, sedangkan rata-rata kenaikan nilai terendah (10,00) diperoleh peserta yang berasal dari Kabupaten Tabanan. Hasil analisis dari berbagai aspek diatas yang dianalisis pada diklat menunjukkan keberhasilan kegiatan dibandingkan target sasaran mutu ISO 9001:2015.  Abstract  This study aims to determine the effectiveness of vocational training in corn processing with an apprenticeship approach to improving the competency of participants. The research method uses the Discrete Analysis method by surveying using a questionnaire, while the analysis of the data is analyzed descriptively and correlated using SPSS Version 18 for Windows software. The results of the research on vocational training in corn processing with an apprenticeship pattern approach showed an effective and efficient way to increase the competency of participants, with the following details: (1). The organizing aspect shows that the 21 elements that are assessed show that they are in accordance with ISO 9001: 2015 targets. (2.) Aspects of mastery / understanding of the material, participants stated "mastered", that out of 30 trainees there were 5 people or 16.67% who stated "enough to master", 24 people or 80% who stated "mastered" and 1 person or 3.33% which states "very controlling". (3). Attitudes and behavioral aspects of participants / self-confidence, in the category of "good" ISO 9001: 2015 program target of 78.38, while the results of the evaluation of attitudes towards behavior reached an average of 80.69. (4). Aspect The ability of widyaiswara / facilitator, "good" with an average value of 88.13, reaches the ISO 9001: 2015 87 quality target. (5). The aspect of participant satisfaction with the organization of "very good" with an average value of 91.97, with an average value of 91.97 means achieving the ISO 9001: 2015 program target of 90. (6). The progress aspect of practicing achieved an increase in competence of 167.11%. (7). The aspect of correlation between participant education and the increase in scores between pre-test and final score (a combination of post-test scores and performance scores). From the results of the correlation between the education of participants with an increase in value it is obtained that the highest average increase in value (42.00) is obtained by participants who have D3 education, while the average increase in the lowest value (25.00) is obtained by participants who have S2 education (8). Correlation Aspect between participant's home district with an increase in value between pre-test and post-test. From the results of the correlation between the districts of origin of participants with an increase in value obtained that the average highest increase in value (64.00) obtained by participants who came from Karangasem Regency, while the average lowest increase in value (10.00) was obtained by participants who came from Tabanan Regency . The results of the analysis of the various aspects above analyzed in the training show the success of the activities compared to ISO 9001: 2015 quality targets
Gambaran Kebutuhan Pembelajaran Daring PKBM Budi Utama Surabaya Pada Masa Pandemi Covid-19 Novia Nur Kharisma; Maria Veronika Roesminingsih; Suhanadji Suhanadji
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.553 KB) | DOI: 10.17977/um041v15i1p38-45

Abstract

AbstrakPandemi Covid-19 menimbulkan dampak pada perubahan model pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Pelaksanaan pembelajaran daring di PKBM Budi Utama berlangsung spontan tanpa persiapan. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran  kebutuhan pelaksanaan pembelajaran daring. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. 167 peserta didik kesetaraan dan 18 tutor menjadi responden dengan mengisi survei kebutuhan pembelajaran daring melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,17% responden menginginkan adanya sosialisasi pembelajaran daring; 69,89% responden memilih pembelajaran daring melalui google classroom; 45,16% memilih model pembelajaran video tutorial; 94,08% membutuhkan sumber internet dari wifi dan paket data dan 82,25% responden khawatir kesulitan memahami pelajaran matematika pembelajaran daring. Simpulan penelitian ini adalah kebutuhan pembelajaran daring di PKBM Budi Utama meliputi media, aplikasi, dan model pembelajaran.Abstract  Covid-19 pandemic has an impact on changing face-to-face learning models to online learning. Online learning in Budi Utama's PKBM took place spontaneously without preparation. The research objective is to provide an overview of the needs of implementing online learning. The study uses a quantitative descriptive approach with survey methods. 167 equality students and 18 tutors became respondents by filling out a survey of online learning needs through Google Form. The results showed that 88.17% of respondents wanted online learning socialization; 69.89% of respondents chose online learning through google classroom; 45.16% chose the video tutorial learning model; 94.08% need internet sources from wifi and data packages and 82.25% of respondents are worried about having difficulty understanding online mathematics learning. The conclusion of this research is the need for online learning in Budi Utama PKBM covering media, applications, and learning models
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pelaku UMKM Di Masa Pandemi Covid-19 Indah Andayani; Maria Veronika Roesminingsih; Wiwin Yulianingsih
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i1p12-20

Abstract

Pelaku UMKM mengalami penurunan pendapatan dengan adanya pandemi Covid-19. Penurunan daya beli konsumen dari sektor pemasaran tradisional dengan penutupan sektor pariwisata merupakan tantangan pelaku UMKM dalam menjalankan produksi usaha. Peluang pelaku UMKM untuk bertahan di masa pandemi adalah dengan memaksimalkan penjualan di pasar Online. Pemberdayaan masyarakat pelaku UMKM dalam mencoba pasar Online perlu dilakukan atau pilihan lain dengan memberdayakan pelaku UMKM pada produk yang paling dibutuhkan di masa pandemi seperti, masker dan hand sanitizer. Tujuan penelitian untuk mendapatkan model pemberdayaan yang paling dibutuhkan pelaku UMKM di masa pandemi covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. 18 Sampel pelaku UMKM berasal dari kabupaten Kediri dengan stratified random sampling. Tahap analisis data dimulai dari koleksi, reduksi, display, verifikasi, dan simpulan. Keabsahan data menggunakan kredibilitas, member check, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menggambarkan bahwa beberapa kendala yang dialami pelaku UMKM kabupaten Kediri terletak pada proses pemasaran produk, sehingga strategi pemberdayaan yang paling dibutuhkan para pelaku UMKM adalah pemberdayaan pemasaran produk secara online melalui platform market digital dan dapat melalui strategi pemberdayaan inovasi produk UMKM untuk beralih pada produk yang paling dibutuhkan (masker, hand sanitizer).

Page 6 of 11 | Total Record : 108