cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Psikologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
HUBUNGAN STRES KERJA DAN KEPRIBADIAN DENGAN BURNOUT PADA ANAK BUAH KAPAL (ABK) KRI “X” TNI ANGKATAN LAUT SURABAYA Faaris Muhammad Fillhumaam; Rini Nurahaju; Gartinia Nurcholis
Jurnal Sains Psikologi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.973 KB)

Abstract

Di kapal, Anak Buah Kapal (ABK) sering mengalami banyak tekanan pekerjaan yang terkadang berdampak pada burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan stres kerja dengan burnout pada ABK KRI “X” TNI-AL Surabaya (2) hubungan kepribadian dengan burnout pada ABK KRI “X” TNI-AL Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data menggunakan skala stres kerja yang terdiri dari 24 aitem, skala kepribadian yang terdiri dari 30 aitem, dan skala burnout yang terdiri dari 20 aitem. Jumlah subjek pada penelitian ini 72 orang dan merupakan ABK di KRI “X” TNI-AL Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara stres kerja dengan burnout sebesar 0,935. Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan menguji satu persatu dari kelima dimensi kepribadian big five dengan burnout. Hasilnya menunjukkan bahwa  terdapat hubungan positif antara kepribadian neurotism dengan burnout sebesar 0,626 ; serta adanya hubungan negatif antara kepribadian openness dengan burn out sebesar -0,904, hubungan negatif antara conscientiousness dengan burn out sebesar -0,904, hubungan negatif antara agreeableness dengan burn out sebesar -0,875 dan hubungan negatif antara extraversion dengan burnout sebesar -0,780Keyword: stress kerja; big five personality; burnoutDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i22019p199
TEACHERS'S LIFE SATISFACTION IN PALOPO AND TORAJA: A DESCRIPTIVE STUDY Yusak Novanto; Marthen Pali
Jurnal Sains Psikologi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.287 KB)

Abstract

Life satisfaction plays an important role in the quality of life and performance of a human in any profession, including teachers. The teacher is a professional educator with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, and evaluating students in elementary and middle schools. Life satisfaction refers to an individual’s overall judgment or global evaluation about his or her life condition. This study is a quantitative descriptive survey study that aims to analyze and describe the relationship between demographic factors with school teachers’ life satisfaction at Palopo and Toraja Region in South Sulawesi.  This research using SWLS (Satisfaction with Life Scale) with 111 respondents who came from several schools in Palopo and Toraja region. Result of this research found that most of the teachers (67,6%) were satisfied with their lives, and the rest (32,4 %) are not satisfied with their lives. Based on the cross-tabulation analysis and non-parametric correlation, its proven that several demographic factors, namely gender, employment status, ethnic groups, length of services, income perception, and salary comparison perception have a significant correlation with teachers’ life satisfaction. In particular, with ordinal regression analysis, we found that educational status, income perception, and salary comparison perception has influence teachers' life satisfaction. Government and Private Educational Foundation should do effort to increase teacher’s income and have a career development plan for teachers to maintain their subjective wellbeing level. Keywords: demographic factors, life satisfaction, Palopo and Toraja, teacherDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i22019p207
IMPLEMENTASI PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) PADA PENDIDIKAN TINGGI: EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Ike Dwiastuti; Farah Farida Tantiani; Aryudho Widyatno; Moh. Irtadji
Jurnal Sains Psikologi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.269 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi proses implementasi metode pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) pada pendidikan tinggi. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa dalam kelas mata kuliah psikologi belajar tahun 2018, berjumlah 72 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan tes prestasi. Data diambil setelah subjek diberi perlakuan metode pembelajaran PBL. Analisis data menggunakan analisis deskriptif-eksplanatif. Hasil tes prestasi menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan. Hasil analisis deskriptif-eksplanasi menunjukkan bahwa pada awalnya mahasiswa masih belum mampu untuk merepresentasikan masalah, belum dapat menggunakan teori yang tepat untuk menganalisis kasus, dan belum dapat menyelesaikan persoalan yang diberikan. Setelah adanya tambahan proses latihan pembelajaran kognitif tingkat tinggi (Higher Order Thingking), mahasiswa menjadi lancar dalam melaksanakan proses PBL. Penelitian ini memaparkan bahwa dalam PBL perlu adanya perencanaan yang matang, yaitu disesuaikan dengan karakteristik dan pengalaman awal mahasiswa mengenai student active learning agar hasil lebih optimal.Kata Kunci: evaluasi proses pembelajaran; mahasiswa; problem-based learning DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i22019p218
PENGARUH JOB AMBIGUITY TERHADAP PROACTIVE BEHAVIOR PADA PEKERJA KLERIKAL PT. X SURABAYA DENGAN FUTURE WORK SELF SEBAGAI VARIABEL MODERATOR Gebi Angelina Zahra
Jurnal Sains Psikologi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.428 KB)

Abstract

Proactive behavior merupakan salah satu perilaku yang perlu ditampilkan karyawan pada saat modernisasi berbasis teknologi dan digital seperti saat ini. Modernisasi berbasis teknologi dan digital dapat menyebabkan perubahan tugas kerja beserta standar evaluasi kerja. Terlebih jika tugas-tugas kerja, metode kerja, maupun standar evaluasi kerja menjadi tidak jelas. Ketidakjelasan ini disebut juga sebagai job ambiguity. Berdasarkan penelitian, pengaruh job ambiguity terhadap proactive behavior menunjukkan hasil bervariasi. Menurut Grant & Rothbard (2013), hal ini menunjukkan pentingnya peran moderator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menguji pengaruh job ambiguity terhadap proactive behavior pada pekerja klerikal PT. X Cabang Surabaya dengan future work self sebagai variabel moderator. Pemilihan pekerja klerikal sebagai subjek disebabkan karena peran jabatan ini telah tergantikan akibat elektronisasi sejak tahun 2017 namun masih banyak pekerja klerikal yang memilih tetap pada jabatan ini. Future work self dipilih sebagai variabel moderator karena future work self merupakan kekuatan motivasi yang ada di balik perilaku proaktif yang ditampilkan oleh seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job ambiguity memberikan pengaruh negatif yang signifikan pada proactive behavior. Pada pengujian peran moderator diketahui bahwa interaksi antara variabel job ambiguity sebagai variabel independen dengan variabel future work self sebagai variabel moderator dapat meningkatkan pengaruh variabel job ambiguity terhadap variabel proactive behavior sebagai variabel dependen. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi moderasi prediktor pada job ambiguity terhadap proactive behavior melalui peran future work self.Kata Kunci: elektronisasi; job ambiguity; proactive behavior; future work self.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i22019p228
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MALANG Karina Dyah Ari Saraswati; Gamma Rahmita Ureka Hakim
Jurnal Sains Psikologi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.167 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi terhadap organizational citizenship behavior pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dan korelasional sebab akibat. Pengambilan subyek dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Dalam penelitian ini sampel berjumlah 58 pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Dalam penelitian ini diperoleh hasil ada pengaruh komitmen afektif, berkelanjutan, dan normatif terhadap OCB sebesar 46%.Kata Kunci: komitmen organisasi; organizational citizenship behaviorDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i22019p238
Pengaruh Workplace Spirituality dan Perceived Organizational Support Terhadap Burnout dimediasi Oleh Kepuasan Kerja Mekar Dwi Indah Sari; Herlina Siwi Widiana; Erita Yuliasesti
Jurnal Sains Psikologi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.723 KB)

Abstract

Personil kepolisian merupakan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelayanan terhadap masyarakat, yang menjadikannya sebagai salah satu profesi yang rentan terhadap burnout. Burnout merupakan kondisi yang diduga dapat tertangani dengan pemenuhan terhadap kepuasan pekerjaan, perceived organizational support dan adanya workplace spirituality. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh workplace spirituality, perceived organizational support terhadap burnout yang dimediasi oleh kepuasan kerja. Responden dalam penelitian ini adalah personil kepolisian Polres Teluk Bintuni dengan jumlah respon 73 personil. Penelitian  menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis melalui software SEM- PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perceived organizational dan kepuasan kerja berpengaruh secara langsung terhadap burnout, sementara workplace spirituality tidak berpengaruh secara langsung terhadap burnout. Pengaruh secara tidak langsung baik antara workplace spirituality dan perceived organizational support terhadap burnout melalui mediasi oleh kepuasan kerja tidak signifikan.  Kata Kunci: Burnout; Kepuasan kerja; Perceived organizational support; Workplace spirituality.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i22019p248

Page 1 of 1 | Total Record : 6