cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
GAMBARAN DURASI TIDUR PADA REMAJA DENGAN KELEBIHAN BERAT BADAN Angels, Mey Relda
e-Biomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i2.3246

Abstract

Abstract: Obesity is defined as an abnormal accumulation of body fat in proportion to body size. Obesity is a public health crisis that is very substantial. The prevalence of obesity is increasing rapidly in many industrialized countries around the world and become a pandemic that needs immediate attention. Cause of obesity is more complex than the simple paradigm of energy imbalance, but various mechanisms contribute to obesity, including short sleep duration. The purpose of this study was to describe sleep duration and overweight adolescents and to determine the relationship of sleep duration and overweight. This research is an analytic survey with cross sectional study. Study was conducted in junior and senior high school Pax Christi and Rex Mundi Manado, obtained 32 samples of survey respondents with a body mass index above 23.0. Characteristics of the respondents, namely: Age between 14-16 years ever with 15 people (46.9%); Body mass index between 23 to 29.9 were 19 respondents (59.3%); Age at the start of fat, between the ages of 11-15 years as many as 20 people (62.5%); Data diet, greasy 15 respondents (46.9%); Data bedtime, sleep 5-7 hours a night, 21 respondents (65.6%), length of time between the 30 minute nap - 1 hour and between 1 – 2 hours have 13 respondents (40.6%) each. Based on the results of the study, short sleep pattern at night is associated with obesity among (teenage students) of the respondents. Increase and decrease grehlin / leptin, plays a role in relation to the increase in sleep patterns diets ultimately cause obesity. Keywords: Obesity, short sleep patterns, grehlin, leptin, increased appetite.Abstrak: Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi abnormal dari lemak tubuh dibandingkan dengan ukuran tubuh normal. Obesitas merupakan krisis kesehatan masyarakat yang sangat substansial. Prevalensi obesitas meningkat dengan cepat di sejumlah negara industri di seluruh dunia dan menjadi pandemik yang memerlukan perhatian segera. Penyebab obesitas lebih kompleks daripada paradigma sederhana ketidakseimbangan energi, namun berbagai mekanisme turut berperan didalamnya, termasuk durasi tidur yang singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran durasi tidur pada remaja dengan kelebihan berat badan dan untuk mengetahui hubungan durasi tidur pada remaja dengan kelebihan berat badan. Penelitian ini bersifat survey analitik dengan study cross sectional. Penelitian dilakukan di SMP Pax Christi dan SMA Rex Mundi Manado, diperoleh 32 sampel responden penelitian dengan indeks massa tubuh diatas 23,0. Karakteristik responden yaitu: Umur terbanyak antara 14-16 tahun yaitu 15 orang (46,9 %); Indeks massa tubuh antara 23-29,9 sebanyak 19 responden (59,3 %); Umur saat mulai gemuk, antara umur 11-15 tahun yaitu sebanyak 20 orang (62,5 %); Data pola makan, makanan berminyak 15 responden (46,9 %); Data waktu tidur, tidur malam 5-7 jam, 21 responden (65,6 %); Lama waktu tidur siang antara 30 menit-1 jam dan antara 1-2 jam yaitu masing-masing 13 responden (40,6 %). Berdasarkan hasil penelitian kesimpulannya, pola tidur yang singkat pada malam hari berhubungan dengan peningkatan berat badan dari responden.Peningkatan grehlin dan penurunan leptin, memegang peranan dalam hubungan pola tidur dengan peningkatan pola makan yang pada akhirnya menyebabkan kegemukan.Kata kunci: Obesitas, pola tidur singkat, grehlin, leptin, peningkatan nafsu makan.
Gambaran pola konsumsi makanan pada ibu hamil di kota Manado Narasiang, Bezaliel R.; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14625

Abstract

Abstract: Pregnancy is a critical time or a golden period of the brief human growth and development time, a part of the Window of Opportunity, which affects the maternal and fetal health. Throughout the first phase of pregnancy, pregnant women need more food intake, accurate eating pattern, and also a balanced macronutrient intake. An adequate intake of food is very important to support the physical health and development of fetal mental health also decrease the risk of pregnancy complications. This study was aimed to obtain the description of food consumption pattern in pregnant women in Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design using Food Frequency Questionnaire (FFQ) to obtain data of pregnant women in 5 public health centers in Manado from September to October 2016. Based on the FFQ data given by 181 respondents, the consumption of pregnant women in Manado was as follows: carbohydrate 159.97g/day, protein 79.15g/day, and fat 124.74g/ day. The most common foods consumed by the pregnant women were rice (carbohydrate), saltwater fish (protein), and coconut oil (fat). Meanwhile, chicken was rarely consumed (81.22%) and eel was never consumed (100%). Conclusion: Pregnant women in Manado had a food pattern that was lack in carbohydrate and high in fat according to pregnant women Recommended Dietary Allowances (RDA) in Indonesia.Keywords: pregnant women, food pattern, food frequency questionnaire Abstrak: Kehamilan merupakan masa kritis atau masa emas tumbuh kembang manusia yang singkat, bagian dari Window of Opportunity, yang memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Sepanjang tahap awal kehamilan, ibu hamil membutuhkan konsumsi makanan yang lebih dari semula, pola makanan yang tepat, juga asupan makronutrien yang seimbang. Pola asupan makanan yang adekuat sangat penting untuk menunjang kesehatan fisik, perkembangan mental janin, dan menurunkan komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum pola konsumsi makanan pada ibu hamil di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) pada ibu hamil di 5 puskesmas di Kota Manado selama bulan September-Oktober 2016. Berdasarkan perolehan data FFQ dari 181 responden, didapatkan bahwa konsumsi karbohidrat ibu hamil di Kota Manado sebanyak 159,97gr/hari, protein sebanyak 79,15gr/hari, dan lemak sebanyak 124,74gr/hari. Makanan tersering dan terbanyak yang dikonsumsi ialah beras (karbohidrat), ikan air laut (protein), dan minyak kelapa (lemak). Ayam merupakan makanan yang jarang dikonsumsi (81,22%) dan belut merupakan makanan yang tidak pernah dikonsumsi ibu hamil (100%). Simpulan: Ibu hamil di Kota Manado memiliki pola makan yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak berdasarkan AKG ibu hamil di Indonesia. Kata kunci: ibu hamil, pola makan, food frequency questionnaire
PREVALENSI LABIOSCHISIS DI RSUP. PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2011 – OKTOBER 2012 Loho, Jilly Natalia
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4569

Abstract

Abstract: Cleft lip or labioschisis is  an inherited disorder that can occur on the lips to the ceiling. Cleft lip is a disruption in the face of growth since the fourth week of embryonic life. Method: This research in retrospection description research for knowning prevalence cleft lip or labioschisis in surgical department RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, period of Januari 2011 – October 2012. Output: Prevalence of Labioschisis and Labiopalatochisis on Januari 2011 – October 2012 is 57% and 43%. Presentation for each of kind harelipped are : unilateral labioschisis 47%, bilateral labioschisis 5%, unilateral palatum of labioshisis 28%, and bilateral palatum of labioschisis 12%, submucosa 1%, and cleft palate lips 7%. Presentation according to the place of defect : right 18%, left 57%, bilateral 25%, and status not complete 54%. Presentation according to age for doing operation : 0-4 years 73%, 5-9 years 10%, 10-14 years 7%, and >15 years 10%. Presentation labioschisis according to sex : Man 58%, and women 42%. Presentation labioschisis according to etiology : genetic factor 25%, environment factor 62%, and unknown factor 13%. Presentation of labioschisis that be surgery 93%, and not surgery 7%. Presentation of labioschisis according to complication surgery : bleeding post surgery 1%, secunder infection 4%, dehisensi/establish scar 4%, and not complication 91%. Conclusion: Prevalence labioschisis still decrease in each year, kind of labioschisis that large is unilateral labioschisis and localization defect is often on left edge. Labioschisis is happen more to man. Factor that to cause labioschisis between : genetic factor, environment factor and unknown factor. Labioschisis is often more to surgery 0-4 years old. Keywords: Prevalence cleft lip or labioschisis.   Abstrak: Labioschisis adalah suatu kelainan bawaan yang terjadi pada bibir yang dapat sampai pada langit – langit. Bibir sumbing merupakan suatu gangguan pada pertumbuhan wajah sejak embrio umur minggu ke empat. Metode: Penelitian ini merupakan peneitian deskriptif retrospektif untuk mengetahui prevalensi bibir sumbing atau labioschisis di Bagian Bedah RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2011 – Oktober 2012. Hasil: Prevalensi labioschisis dan labiopalatoschisis pada Januari 2011 – Oktober 2012 yaitu 57% dan 43%. Persentase untuk tiap jenis kesumbingan adalah sebagai berikut, bibir sumbing unilateral 47%, bibir sumbing bilateral 5%, bibir sumbing langit – langit unilateral 28%, bibir sumbing langit – langit bilateral 12, sumukosa 1%, dan sumbing bibir langit – langit 7%. Persentase menurut lokalisasi defek adalah kanan 18%, kiri 57%, bilateral 25%, dan status tidak lengkap 54%. Persentase menurut umur saat dilakukan operasi adalah 0-4 tahun 73%, 5-9 tahun 10%, 10-14 tahun 7%, dan >15 tahun 10%. Persentase labioschisis menurut jenis kelamin adalah Pria 58%, dan Wanita 42%. Persentase labioschisis menurut etiologi adalah faktor genetik 25%, faktor lingkungan 62%, dan faktor unknown 13%. Persentase labioschisis yang dioperasi adalah dioperasi 97%, dan tidak dioperasi 3%. Persentase labioschisis menurut komplikasi operasi adalah perdarahan pascaoperasi 1%, infeksi sekunder 4%, dehisensi/pembentukan parut 4%, dan tidak ada kompliaksi 91%. Kesimpulan: Prevalensi bibir sumbing atau labioschisis semakin menurun tiap tahun, jenis kesumbingan terbanyak adalah bibir sumbing unilateral dan lokalisasi defek tersering adalah pada sisi kiri. Bibir sumbing atau labioschisis sering terjadi pada laki – laki. Faktor yang menyebabkan terjadinya kesumbingan antara lain: faktor genetik, faktor lingkungan, dan faktor unknown. Labioschisis paling banyak dioperasi umur 0-4 tahun. Kata kunci: Prevalensi bibir sumbing atau labioschisis.
Isolasi Bakteri Resisten Arsen pada Sedimen Tanah di Muara Sungai Buyat Nainggolan, Ivana C.; Fatimawali, .; Bodhi, Widdhi
e-Biomedik Vol 6, No 2 (2018): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v6i2.21994

Abstract

Abstract: Arsenic, a toxic element to the body, is commonly found in mining waste. Buyat is known as a mining location (especially gold mine) which dumps mining waste in the form of tailings into the sea through the Buyat River. A mine should process the degradation of waste from a very toxic form into a less toxic form before disposing the waste into the sea. However, this process is often overlooked by artisanal miner because it consumes considerable production cost. Waste containing toxic arsenic gradually accumulates into sediments in the ocean, so bacteria in the environment begin to develop a mechanism of resistance to arsenic. This study was aimed to determine the types of arsenic-resistant bacteria isolated from sediment at Buyat estuary using conventional bacterial identification methods, including morpho-logical, physiological, and biochemical tests. Nine bacterial isolates were treated with arsenic stress at 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, and 1000 ppm. The results showed several bacteria that could grow even in conditions containing as much as 1000 ppm of arsenic, namely Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, and Escherichia. Conclusion: In the sediment of Buyat estuary we found seven genera of bacteria, as follows: Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia and Escherichia.Keywords: Arsenic-resistant bacteria, Buyat River, sediment, As2O3Abstrak: Arsen ialah salah satu jenis unsur yang bersifat toksik bagi tubuh dan merupakan salah satu hasil limbah pertambangan. Buyat merupakan salah satu lokasi pertambangan (terutama tambang emas) yang membuang limbah pertambangannya berupa tailings ke laut. Limbah tersebut dialirkan melalui Sungai Buyat. Pertambangan yang resmi harus melakukan proses degradasi arsen dari yang sangat toksik menjadi kurang toksik terlebih dahulu sebelum membuang limbah ke laut, namun proses ini sering diabaikan oleh pertambangan rakyat karena memakan biaya produksi yang cukup besar. Limbah yang mengandung arsen toksik lama-kelamaan terakumulasi menjadi sedimen di laut, sehingga bakteri di lingkungan tersebut mulai mengembangkan mekanisme resistensi terhadap arsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri resisten arsen yang diisolasi dari sedimen di muara Sungai Buyat menggunakan metode identifikasi bakteri konvensional. Terdapat 9 isolat bakteri yang diberi perlakuan stres arsen pada 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm. Hasil penelitian mendapatkan beberapa jenis bakteri yang dapat bertumbuh bahkan pada kondisi mengandung arsen sebanyak 1000 ppm, yaitu genus Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, dan Escherichia. Simpulan: Pada sedimen tanah di muara Sungai Buyat diidentifikasi tujuh genus bakteri, yaitu Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, dan Escherichia.Kata kunci: bakteri resisten arsen, Sungai Buyat, sedimen, As2O3
HUBUNGAN KEBAHAGIAAN DENGAN STATUS SOSIAL PADA KELUARGA DI KELURAHAN TANJUNG BATU Maniku, Shatory F. S.; Sinolungan, J. S. V.; Opod, H.
e-Biomedik Vol 2, No 3 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i3.6009

Abstract

Abstract: Happiness is a situation or good feelings, peaceful, and satisfied from human being. Social status is a description of a condition of some people or a society that seen from social and economics. That description are about education, income and so on. Purpose on this research is to know the relationship about happiness with social status of a family in Kelurahan Tanjung Batu. low social status classes. Statistical Methods: of data collected using questionaire. Number of subject total is 93. Using correlation of Pearson – product moment. Result: Result of this research seen on happiness table distribution, 88 subject (95%) with good happiness and 5 subject (5%) have bad happiness. From the social status table distribution, 43 subject (46%) have high social status, 41 subject (44%) have medium social status and 9 subject (10%) have test  result r= 0,044 and p= 0,676. Conclusion: there is no relationship between happiness and social status of a family. Keywords: Happiness, Social Status, Family.   Abstrak: Kebahagiaan adalah suatu keadaan atau perasaan senang, tentram, damai, dan puas dalam diri seseorang. Status sosial adalah suatu gambaran tentang keadaan seseorang atau suatu masyarakat yang ditinjau dari segi sosial dan ekonomi. Gambaran itu seperti tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan sebagainya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kebahagiaan dengan status sosial pada keluarga di kelurahan Tanjung Batu. Metode: Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan pada 93 responden. Menggunakan uji statistik yaitu uji korelasi Pearson – product moment. Hasil: berdasarkan distribusi tabel kebahagiaan adalah sebanyak 88 responden keluarga (95%) memiliki kebahagiaan yang baik, 5 responden (5%) tidak bahagia. Berdasarkan tabel distribusi status sosial, didapati jumlah keluarga yang memiliki status sosial atas adalah sebanyak 43 responden (46%), 41 responden (44%) status sosial sedang, serta 9 responden (10%) status sosial bawah. Sedangkan berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji korelasi Pearson – product moment didapatkan r= 0,044 dengan p= 0,676. Simpulan: tidak terdapat hubungan antara kebahagiaan dengan status sosial pada keluarga. Kata Kunci: Kebahagiaan, Status Sosial, Keluarga.
Hubungan besar sudut sit up dengan perubahan lingkar perut pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Todingan, Raja T.; Moningka, Maya; Danes, Vennetia
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.11286

Abstract

Abstract: Abdomen is the central part of human body. Abdomen (waist) circumference >90cm in men and >85cm in women are a state of person in low health quality (obese). Sit up is one of physical activity-resistance training to abdomen muscles by lifting the upper body from lie back position then creating 90° of sit up angle. There are variations by changing the 90° of sit up angle to 45° and 120°. There are also moderately strong evidences that prove sit up changes the abdomen adiposity, so it wills benefits health quality. The goals of this study are not only to understand the correlation between sit up angles and changes of waist circumference but also to compare the changes of waist circumference between sit up angle 45°, 90° and 120°. 25 Students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University were divided into 3 groups of sit up angle (45°,90°and 120°), each sample instructed to do 50 sit ups a day within 15 days of study. Before the first day of training and the last day after training, waist circumference was measured. Then, data were analyzed by IBM SPSS version 20 with the univariate analysis test. IBM SPSS version 20 with the univariate analysis test (α= 0, 05) shows the mean differences of waist circumference in group 45° sit up angle is 10 mm (p= 0,015), in group 90° sit up angle is 12,22 mm (p= 0,005), and in group 120° sit up angle is 13,75 (p= 0,045). Conclusion: There’s significant correlation between sit ups angle (45°, 90°, 120°) and waist circumference changes (p<α=0,05). The most significant correlation shown in group of 90° sit up angle. Keywords: sit up, waist circumference, sit up angle, waist circumference changesAbstrak: Perut adalah bagian sentral dari tubuh manusia. Ukuran lingkar perut >90cm bagi pria dan >85cm bagi wanita adalah tanda rendahnya kualitas kesehatan seseorang (obesitas). Sit up merupakan salah satu aktivitas fisik-latihan resistensi yang gerakannya melatih otot-otot perut mengangkat beban tubuh sampai membentuk sudut 90° dari posisi berbaring. Variasi dari sit up antara lain dengan mengubah sudut sit up dari 90° menjadi sudut 45° dan 120°. Sit up memiliki bukti cukup kuat mengurangi ukuran lingkar perut yang akhirnya meningkatkan kualitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan sudut sit up dengan perubahan lingkar perut dan juga mengetahui perbandingan perubahan lingkar perut pada sudut sit up 45°, 90° dan 120°. 25 mahasiswa fakultas kedokteran UNSRAT dibagi dalam tiga kelompok sudut sit up (45°,90°dan 120°), tiap sampel diinstruksikan untuk 50 kali sit up sehari selama 15 hari penelitian. Sebelum latihan hari pertama dan setelah latihan hari ke-15 dilakukan pengukuran lingkar perut. Kemudian data dianalisa dengan uji analisis univariat menggunakan aplikasi pengolah data statistik IBM SPSS version 20. Uji analisis univariat IBM SPSS version 20 dengan α= 0,05 didapatkan perbandingan rata-rata perubahan lingkar perut pada sudut sit up 45° adalah 10 mm (p = 0,015), pada sudut sit up 90° adalah 12,22 mm (p = 0,005), sedangkan pada sudut sit up 120° adalah 13,75 mm (p = 0,045). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara sudut sit up dengan perubahan lingkar perut (p<α=0,05). Hubungan sangat signifikan didapat pada sudut sit up 90°. Kata kunci: sit up, lingkar perut, sudut sit up, perubahan lingkar perut
UJI EFEK ANALGESIK EKSTRAK DAUN PICISAN (Polypodium nummulariifolium Mett.) PADA MENCIT SWISS (Mus musculus) Tudang, Angelia
e-Biomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i2.3631

Abstract

Abstrak: Salah satu tanaman yang telah lama digunakan sebagai pengobatan yaitu daun picisan (Polypodium nummulariifolium Mett.).  Daun picisan diyakini mempunyai banyak khasiat salah satunya sebagai obat untuk menghilangkan nyeri (analgesik). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak daun picisan mempunyai efek analgesik pada mencit. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental. Ekstraksi bahan dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut alkohol 95%. Hewan uji yang digunakan adalah mencit swiss (Muss musculus) berjenis kelamin jantan dan betina sebanyak 9 ekor, kemudian dibagi dalam 3 kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 ekor mencit yaitu: kelompok kontrol positif dengan menggunakan tramadol, kelompok kontrol negatif menggunakan aquades, dan kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun picisan. Pengujian efek analgesik menggunakan metode rangsang panas. Data yang diperoleh  dinilai dari respon mencit  berupa gerakan mencit  yang menjilat kaki dan atau melompat. Hasil Penelitian memperlihatkan  bahwa terjadi penurunan jumlah rata-rata respon mencit setelah pemberian ekstrak daun picisan yaitu pada menit ke 30 dan terus mengalami penururan respon hingga menit ke 120 dibandingkan dengan respon rata-rata mencit sebelum diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun picisan memiliki efek analgesik pada mencit.     Abstrack: Picisan leaf is one of the plants that can be used as medicine. It can heal pain and also act as analgesic. The purpose of this research is to determine Analgesic effect on mice by using picisan leaf extract. The research has been done experimentally method. The substances dissolved in maseration way with 95% alcohol solvent. There are 3 groups of mice that used in this experiment. Each group has 3 mice of gender male and female. First group is a group with control positive using tramadol; second group is control negative using distilled water ; and the third group is treated by the extract of  Picisan leaf. The testing method of analgesic effect is thermal stimulation. Data collection is defined by measuring movements variable of mice, such as legs licking or jumping. Result After stimulated by picisan extract, the average respond of mice show a deflation in minute 30th. The average respond keep declining until minute 120th. This phenomenon is compared to mice respond before stimulated by picisan extract.  In conlusion, Picisan leaf extract shows analgesic effect on mice.
UJI RESISTENSI BAKTERI Pseudomonas sp YANG DIISOLASI DARI PLAK GIGI TERHADAP MERKURI DAN ANTIBIOTIK AMOKSISILIN Palilingan, Wulan; Kepel, Billy J.; ., Fatimawali
e-Biomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i3.9364

Abstract

Abstract: Mercury is the only metal in liquid form at room temperature. Dental fillings with amalgam is an example of the use of mercury in the medical field, however, it may cause serious diseases. Other attempt to reduce the toxicity of mercury is by using mercury resistance bacteria. If this bacteria is resistant to antibiotic then it may cause negative effects. This study aimed to determine the resistance of Pseudomonas sp isolated from patients’ dental plaques with amalgam fillings to mercury and amoxicillin. This was a descriptive exploratory study. Samples were Pseudomonas sp bacteria, mercury, and antibiotics that were available in the Laboratory of Pharmaceutical Microbiology. The results showed that Pseudomonas sp grew on Luria Bertani Media with HgCl2 concentration of 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm but not with HgCl2 concentration of 80 ppm. During 3 repetitions of antibiotics it was found that diameters of inhibitor zones were <12 mm. Conclusion: Pseudomonas sp bacteria was resistant to mercury and amoxicillin.Keywords: pseudomonas sp, resistant, mercury, amoxicillinAbstrak: Merkuri merupakan satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhu kamar. Amalgam yang digunakan pada penambalan gigi merupakan salah satu contoh pemakaian merkuri dalam bidang kedokteran namun dapat memicu penyakit yang cukup serius bagi kesehatan. Salah satu usaha untuk menurunkan daya toksik merkuri dapat dilakukan dengan menggunakan bakteri resisten merkuri. Bila bakteri ini juga memiliki senyawa yang resisten terhadap antibiotik maka akan memberi dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji resistensi Pseudomonas sp yang diisolasi dari plak gigi pasien dengan tambatan amalgam terhadap merkuri dan antibiotik amoksisilin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan sampel bakteri Pseudomonas sp, merkuri dan antibiotik yang sudah tersedia di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Pseudomonas sp bertumbuh pada media Luria Bertani konsentrasi HgCl2 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm dan dalam 3 kali pengulangan pemberian antibiotik didapatkan diameter zona hambat <12 mm. Simpulan: Bakteri Pseudomonas sp resisten terhadap merkuri dan antibiotik amoksisilin.Kata kunci: pseudomonas sp, resisten, merkuri, amoksisilin
Deteksi transmisi virus dengue pada nyamuk wild Aedes Aegypti betina di Kota Manado Trovancia, Grace; Sorisi, Angle; Tuda, Josef S.B.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14661

Abstract

Abstract: Dengue hemorrhagic fever is an acute disease with clinical manifestations of hemorrhage caused by dengue virus infection. Manado is endemic dengue. Dengue virus has the ability to maintain its existence in nature through horizontal and vertical transmission. There are several ways to detect the dengue virus by Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) and immunohistochemistry Streptavidin Biotin Peroxidase Complex (ISBPC). This research aims to determine the wild Aedes aegypti population in Manado and to detect dengue virus in wild mosquito Aedes aegypti by ISBPC methods. This was a descriptive survey study with a cross sectional design to describe the transmission of dengue virus in wild mosquito Aedes aegypti in the city of Manado. The results showed that there were 5 wild Aedes aegypti mosquitoes positive for dengue virus, and 36 wild Aedes aegypti mosquitoes negative containing dengue virus. Conclusion: Of the 41 samples immunohistochemistry tested, 5 samples showed dengue virus transmission in wild mosquito Aedes aegypti in Manado which is a positive possibility of horizontal transmission.Keywords: detection of dengue virus, transmission, wild Aedes aegypti, Manado. Abstrak: Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Manado merupakan daerah endemis demam berdarah. Virus dengue memiliki kemampuan untuk mempertahankan keberadaannya di alam melalui transmisi horizontal dan vertikal. Ada beberapa cara untuk mendeteksi virus dengue yaitu Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan imunohistokimia Streptavidin Biotin Peroxidase Complex (SBPC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi nyamuk wild Aedes aegypti di Kota Manado dan mendeteksi virus dengue pada nyamuk wild Aedes aegypti dewasa menggunakan metode imunohistokimia streptavidin biotin peroxidase complex (ISBPC). Jenis penelitian ialah survei deskriptif dengan desain potong lintang untuk mengetahui gambaran transmisi virus dengue pada nyamuk wild Aedes aegypti betina di Kota Manado. Hasil pene;itian mendapatkan 5 nyamuk wild Aedes aegypti positif mengandung virus dengue, dan 36 nyamuk wild Aedes aegypti negatif mengandung virus dengue. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 41 sampel yang telah diuji imunohistokimia, 5 sampel gambaran transmisi virus dengue pada nyamuk wild Aedes aegypti betina di Kota Manado yang kemungkinan transmisi horizontal adalah positif. Kata kunci: deteksi virus dengue, transmisi, wild Aedes aegypti, Manado.
POLA BAKTERI PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH DI BLU RSUP PROF. dr. R. D. KANDOU MANADO Sumolang, Shirby A. Ch.; Porotu’o, John; Soeliongan, Standy
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4605

Abstract

Abstract: The most common hospital-acquired infection is urinary tract infection (UTI) resulting in significant morbidity and occasional mortality. Pattern of germs especially bacteries that cause UTI will contribute to the success of the treatment of UTI. The wide scale spectrum of the causative organisms, and least of clinical trials that have been done are make the forming of the selected antimicroba that will used for the therapy of UTI more difficult. The purpose of this study was to determine the pattern of germs that cause UTIs, which are important in improving the quality of health care in the Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital. This study uses a prospective study that analyzed descriptively on 30 urinary samples in November until December 2012 at Installation of Medical Emergency Care of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital. Results of this research showed the highest incidence of UTI is in the age group 50-59 years. Women suffer from UTI more often than men. In this research, Escherichia coli is the most common microorganisms that cause UTI. Keywords: bacteries, pattern germs, urinary tract infection.     Abstrak: Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi yang paling umum didapat di RS yang mengakibatkan angka morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Pola kuman penyebab ISK akan berperan penting dalam keberhasilan pengobatan ISK. Bervariasinya penyebab ISK, luasnya spektrum organisme yang menjadi penyebab, serta sedikitnya uji klinis yang telah dilaksanakan, mempersulit penyusunan antimikroba pilihan yang dapat digunakan dalam terapi ISK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kuman khususnya bakteri penyebab ISK, yang merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian prospektif yang dianalisis secara deskriptif pada 30 sampel urin selama bulan November sampai Desember 2012 di Instalasi Rawat Darurat Medik RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa insidensi ISK tertinggi adalah pada kelompok umur 50-59 tahun. Perempuan lebih sering menderita ISK daripada laki-laki. Dari penelitian ini, Escherichia coli merupakan mikroorganisme tersering yang menyebabkan ISK. Kata Kunci: Bakteri, Infeksi saluran kemih, Pola kuman.